
Istana
Mereka tiba di istana tepat waktu. Berjalan menyusuri lorong istana, dia mencoba menyamai langkahnya.
" Yang Mulia, jendral ini dan istri saya ingin mengucapkan selamat kepada keluarga istana. "
Feng Yi Xuan menundukan kepalanya untuk memberi hormat pada kaisar. Sementara Lan You Nian membungkuk.
" Baiklah. Zhen merasa sangat senang bahwa sang jendral bersedia hadir. Lan You Nian sudah lama. Bagaimana kabarmu nona muda? " Yang Mulia menanyainya.
" Ya yang mulia, saya baik baik saja. Semua orang memperlakukan saya dengan baik. " Terkejut dengan pertanyaan mendadak yang mulia, dia dengan cepat menjawab.
Semua tamu bertukar berita satu sama lain. Kemudian mereka semua mengambil tempat duduk masing masing.
" Jendral, maafkan saya karena tidak menghadiri pernikahan anda. Benwang agak sibuk. " Liu He pangeran pertama dengan santai angkat bicara. Mereka sudah saling kenal sejak kecil.
" Tidak masalah yang mulia, selamat telah mengambil selir lagi. " Feng Yi Xuan menjawab.
" Wanita di sampingmu pasti istrimu. Dia masih muda. " Liu Bao pangeran ke tiga yang termuda berkata.
Lan You Nian mengenalnya. Dia telah membaca tentang semua pangeran dalam novel sambil membalik - balik halaman
Pangeran Liu Bao adalah salah satu karakter yang paling nakal. Tapi plotnya hanya di tampilkan sedikit.
" Kamu pasti pangeran Liu Bao kan ? " dia bertanya ingin mengodanya sedikit.
" Ya, Benwang mengira kamu jarang keluar sehingga kamu tidak mengenal siapapun. " Pangeran Liu Bao penasaran dengan wanita yang duduk di hadapannya. Dia tampaknya seumuran dengannya.
" Aku mungkin tidak mengenal orang lain. Tapi aku tidak akan melupakanmu. kamu adalah salah satu karakter yang paling lucu."
Lan You Nian secara tidak sengaja berseru lagi. Menutupi mulutnya, Feng Yi Xuan menatapnya dengan aneh.
" Benarkah? mungkin kita bisa berteman. Benwang tidak punya banyak teman." Pangeran Benwang tersipu begitu keras setelah mendengar kata kata Lan You Nian.
Lan You Nian hanya tersenyum canggung pada pangeran Liu Bao.
" Jendral, istrimu memang sangat lucu dan imut. Benwang iri padamu. " Liu Qi, pangeran kedua tiba tiba angkat bicara sambil menyeruput tehnya.
Aura Liu Qi sangat berbeda dari saudara saudara lainnya. Dia sangat mirip dengan jendral.
" Tapi Benwang berpikir satu istri tidak cukup. dan kamu adalah jendral hebat. Kamu seharusnya sudah punya anak sekarang. " Liu Qi menunjukan bahwa Feng Yi Xuan perlu mengambil selir.
__ADS_1
Mendengar ini, Wajah Lan You Nian berubah mendung. Dia telah memperkirakan itu akan datang tetapi tidak terlalu cepat.
" Terima kasih atas pikiran baik yang mulia. Tapi satu istri sudah cukup bagiku. " Jawab Feng Yi Xuan dengan nada datar.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Feng Yi Xuan, hatinya berdebar. Dia tidak percaya di zaman kuno ini ada pria sepertinya.
" Apakah karena Lan You Nian tidak memberimu izin? Apakah seperti itu Lan You Nian? " Liu He pangeran pertama tiba tiba memotong.
Terkejut dengan pertanyaan mendadak yang mulia, dia menatap lurus ke arahnya.
" Err tentu saja bukan yang mulia. Saya sangat mengerti jika jendral ingin mengambil selir. " Lan You Nian berkata dengan nada pahit.
Suasana panas tiba tiba berubah setelah kedatangan pangeran asing.
Berjalan di dalam dalam kemuliaan, dia terlihat sangat berbeda. Jubah biru sangat cocok untuknya. Itu Daku Sin.
" Yang mulia, pangeran ini menyambut anda. Ayah kerajaan mengirimkan salam untuk anda. " Daku Sin sebenarnya datang demi ayahnya, dia menolak tapi ayahnya bersikeras.
" Bagaimana kabar ayahmu ? sudah lama kita tidak bertemu. " Yang mulia dan ayah Daku Sin dapat dianggap berteman.
" Ayah kerajaan baik baik saja yang mulia. Dan saya ingin mengucapkan selamat kepada Liu He. " Daku Sin menyapa pangeran.
" Lan You Nian kamu di sini juga. Kita sudah lama tidak bertemu. " Daku Sin langsung menuju ke arahnya mengabaikan pria besar yang di sampingnya.
" Sin. kamu terlihat berbeda hari ini. " Dia tertawa kecil padanya.
Feng Yi Xuan melihat caranya tersenyum pada Daku Sin. Dia merasa sangat cemburu.
" Lan You Nian, kamu juga mengenal Daku Sin? " Pangeran Liu Bao bertanya.
" Ya. Kami bertemu di pasar." Lan You Nian menjawab tanpa ragu ragu.
Daku Sin kemudian duduk di samping Lan You Nian. Selir pangeran pertama kemudian masuk untuk menyambut semua orang.
" Sin, kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa kamu adalah seorang pangeran ?" Dia bebisik padanya.
Lan You Nian tidak tahu Daku Sin adalah seorang pangeran. Dia hanya tahu tentang kisahnya dengan Jiang Liyao.
" Kamu tidak bertanya padaku. "
" Kalau begitu aku harus memanggilmu sebagai yang mulia kan? Aku minta maaf atas tindakanku yang tidak bijaksana sebelum ini. "
__ADS_1
" Tidak. pelakukan aku seperti biasa. Aku tidak ingin kamu memperlakukanku seperti orang lain." Daku Sin rela melepas gelarnya untuk bersamanya.
" Baiklah kalau begitu. Tapi aku punya satu pertanyaan. Apakah kamu juga akan memiliki banyak istri seperti semua pangeran ini?" Dia barbisik pelan.
" Tentu saja tidak. aku hanya akan setia pada satu orang saja." Dia menatapnya dengan penuh perhatian dan penuh arti.
" Bagus. Mereka semua harus menjadikanmu sebagai contoh. ini tidak adil bagi wanita. " Dia menghela nafas.
Sebuah tangan tiba tiba menarik pinggangnya
dan menariknya mendekat ke arahnya. Feng Yi Xuan tidak tahu kalau Daku Sin akan datang.
" Xuan Xuan lepaskan aku! semua orang melihat. " Lan You Nian berkata dengan suara kecil.
" Aku tidak peduli. Dan sebaiknya kamu duduk di dekatku. "
" Kamu cemburu? " Lan You Nian hanya ingin sedikit menggodannya.
" Ya benar. " Dia menjawab. Lan You Nian tanpa sadar menelan ludahnya sendiri.
" Maukah kamu mengambil selir? " Dia benar benar ingin tahu apakah dia bersungguh sungguh dengan semua yang dia katakan.
" Mengapa? " Dia berkata sambil menatapnya.
" Tidak ada. Jika kamu benar benar ingin mengambil selir di masa depan, tolong berjanjilah padaku bahwa kamu akan membiarkanku pergi. " Lan You Nian berkata dengan hati hati.
" Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Kamu akan selalu menjadi istriku. " Feng Yi Xuan berkata dengan tegas. Dia tidak berharap dia akan mengatakan sesuatu seperti itu.
" Aku hanya bertanya. jadi, jangan marah. " Dia bergumam padanya.
...----------------...
Jiang Liyao yang duduk agak jauh dari mereka merasa sangat cemburu pada Lan You Nian. karena Lan You Nian memiliki kesempatan berbicara pada semua pria. Seharusnya dia.
" Yang Mulia karena ini adalah hari yang baik. Mengapa kita tidak bermain game ?"
Suaranya menarik semua perhatian. Semua orang menantikan apa yang akan dia katakan.
" Izin di berikan." Yang mulia menjawab.
" Bagaimana kita semua ikut lomba memanah ? Siapa yang menang, dia akan mendapat hadiah. " Jiang Liyao berkata dengan keras.
__ADS_1