Terjerat Cinta Sang Jendral

Terjerat Cinta Sang Jendral
Bab 45


__ADS_3

Abad ke 21


Seorang wanita muda cantik dengan tubuh pucat berbaring diam di tempat tidur. Tubuhnya penuh dengan kabel yang merupakan mesin pendukung kehidupan. Di ujung tempat tidur, detail detak wanita itu tertera di monitor. Tidak di ragukan lagi wanita itu adalah Lan You Nian yang sekarang kita sebut Liu Wei.


Dalam grafik pasien, disebutkan bahwa dia dalam keadaan koma karena kekurangan oksigen. Liu Wei ditemukan temannya saat temannya mengunjungi rumahnya. Song Jia Yi mencoba untuk membangunkannya tetapi dia sama sekali tidak tergerak.


Song Jia Yi segera berteriak meminta tolong dan begitulah Liu Wei di rawat di rumah sakit. Dokter sebenarnya tidak bisa mendiagnosa penyakitnya karena dia sehat.


Ibunya, Nyonya Chen telah merawat putrinya sejak hari pertama masuk rumah sakit. Dia tidak bisa berhenti berdoa untuk putrinya. Dia menyesal karena tidak memerika apakah dia makan dengan baik atau tidak.


Tiba tiba, sebuah gerakan kecil mengalihakan perhatian Nyonya Chen. itu adalah gerakan tangan Liu Wei. Dia pikir dia sedang membayangkan sesuatu tetapi ketika jarinya bergerak lagi Nyonya Chen terkejut. Apakah putrinya akhirnya sadar?


" Wei Wei!" Nyonya Chen berseru. Dia menekan tombol tge untuk memanggil dokter.


Matanya terbuka dengan sangat lambat. Seluruh tubuhnya terasa mati rasa. Dia merasa sangat lelah. Liu Wei bisa mendengar seseorang memanggilnya.Tapi dia tidak memperhatikannya.


Dia mencoba yang terbaik untuk membuka matanya. Kelopak matanya terbuka tapi kecerahan cahaya lampu menyilaukannya. Dia menutup matanya dengan cepat sebelum dia mencoba membukanya lagi.


Seorang dokter dan dua perawat masuk ke kamarnya. Dokter mengambil beberapa peralatan untuk memeriksanya. Dokter itu adalah salah satu seniornya. Dia mengeluarkan pena senternya. Tujuan utama senter adalah untuk menilai respon Liu wei.


Cahaya terang tiba tiba menyinari matanya membuatnya sedikit menggeliat. Pupilnya bergerak menghindari cahaya.


" Aku akan memeriksanya lebih lanjut. Tapi kita harus berterima kasih pada tuhan dia akhirnya bangun dari koma. " Kata Dokter pada Ny Chen.


" Terima kasih dokter! terima kasih dokter! " Nyonya Chen membungkuk berkali kali.


" Air.. " Dia berbicara dengan nada serak. dia merasa sangat haus.


Nyonya Chen bergegas menuangkan air kedalam gelas kecil untuk putrinya. Menempatkan sedotan di dalamnya untuk memudahkannya meminumnya.


" Bu.. kenapa aku dirumah sakit? "


Sementara ibunya berbicara dengan seniornya, dia punya waktu untuk mengakses sekitarnya. Dan dia menyadari bahwa dia berada di rumah sakit.


Ibunya menjelaskan semuanya dengan cara yang sederhana sehingga dia tidak melukai pikirannya. Memang, dia tidak dapat mengingat apapun kecuali yang terakhir kali dia ingat adalah dia tertidur setelah membaca buku.


' Bagaimana aku berakhir disini? Dan mengapa hatiku terasa sangat sakit. '

__ADS_1


Liu Wei merasa sangat tidak nyaman memegang dadanya, rasa sakit menyerangnya. Matanya berdenyut dengan banyak air mata yang mengalir. Mengapa dia merasa seperti ini? apakah karena dia koma?


Dia mengabaikan kondisinya saat dia merasakan rasa sakitnya berkurang. Berpura pura bahwa baik baik saja saat ibunya menghiburnya. Dia memeluk ibunya dengan erat.


" I Miss You Mom. " Gumamnya pelan


...----------------...


" Kamu..! bagaimana kamu bisa membuatku merasa begitu khawatir seperti itu?!" Sahabatnya, Song Jia Yi berteriak padanya.


Sudah seminggu sejak dia keluar dari rumah sakit. Tapi Jia Yi tidak bisa meninggalkan perkerjaannya jadi dia tidak punya pilihan selain menunggu. Dan hari ini dia mengunjungi Liu Wei di asramanya.


Nyonya Chen bersikeras merawatnya sampai dia benar benar pulih. Tapi Liu Wei menolak karena dia merasa sedang menyusahkan. Juga dia merasa lebih baik sehingga dia benar benar bisa mengurus dirinya sendiri.


" Aku baik baik saja. "


" Kamu dalam keadaan koma dan kamu sekarang bilang baik baik saja?! " Jia Yi memegang lengan Liu Wei.


" Jia Yi ada yang ingin aku tanyakan padamu." Liu Wei tiba tiba meraih lengan Jia Yi dan dia terkejut.


" Apakah normal jika kita merasa sedih setelah bangun dari koma? maksudku.. seperti benar benar memilukan. Seperti.. sangat sedih? " Liu Wei mencoba menjelaskan lebih jauh tentang emosinya.


Jia Yi menatapanya dengan cara yang aneh. Dia merasa bahwa Liu Wei tampak berbeda dari sebelumnya. Cara dia berbicara juga sedikit berubah. Sedikit lebih formal.


" Aku tidak begitu yakin tentang itu. Tapi mungkin kamu berbeda?. " Jawab Jia Yi ragu ragu. Mendengar jawabannya, Liu Wei kembali duduk di tempat tidurnya. Mungkin dia benar.


...----------------...


Dua bulan kemudian.


Waktu tampaknya berlalu begitu cepat. Liu Wei menjalani hidupnya seperti sebelumnya. Tapi tetap saja perasaan rindu pada seseorang masih ada.


Tidak peduli berapa banyak dia mencoba untuk menikmati hidupnya, sepertinya itu tidak mungkin. Setiap malam ia tidur dengan air mata. Hal yang paling aneh adalah air mata keluar secara alami dan dia akan merasakan sakit di daerah jantung.


Ketika dia mencoba check up ke rumah sakit, seniornya mengatakan tidak ada yang salah dengan dirinya. Jadi dia menyerah, dia hanya menghadapi gaya hidup barunya sampai dia menemukan masalah sebenarnya.


Hari ini dia mengunjungi perpustakaan yang terakhir dia kunjungi sebelum kejadian. Setiap kali dia melewati perpustakaan, dia merasakan dorongan untuk mengunjungi tempat itu lagi.

__ADS_1


Dan hari ini dia punya waktu luang jadi dia mengambil kesempatan meminjam beberapa buku. Dia mencoba untuk memilih buku itu, dan jarinya menempel di sebuah buku.


Menarik nya keluar, dia cukup terkejut. Itu adalah buku yang ia baca sebelumnya. Jia Yi telah membantunya untuk mengembalikan buku itu. Tapi dia tidak menyangka akan melihat buku itu di deretan buku buku medis.


Seseorang pasti salah menaruhnya. Dia berjalan menuju tempat buku bagian novel, saat ingin meletakan buku itu. Tiba tiba secarik kertas terlepas dari buku itu.


Liu Wei lalu menengok ke kanan lalu ke kiri, bertanya tanya apakah ada seseorang yang memiliki kertas itu. Tapi kertas itu terlihat sangat tua. Dia mencoba untuk membukanya dengan hati hati, ada sebuah tulisan yang di tulis menggunakan tinta. Tinta kaligrafi.


Aku merindukanmu..


Ini adalah satu satunya kalimat yang tertulis di dalam kertas. Tapi kata kata itu memunculkan kembali ingatan dan perasaan yang selama ini mengejar Liu Wei.


Hatinya hancur ketika melihat sampul buku. Itu dia, Pria yang datang kemimpinya setiap ia tidur. Tiba tiba ia mengeluarkan isak tangis yang memilukan yang membuat hatinya semakin sakit.


Kenangan tentang dia terbang di seluruh ingatannya. Dia tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya lagi dan dia jatuh ke lantai dalam tumpukan buku yang acak acakan saat kesedihan mengalir deras dengan air mata yang mengalir tak terkendali.


" Maafkan aku.. " Dia mengumamkan kata kata itu dengan suara isak tangis sambil memeluk buku itu di dadanya.


" Aku sangat menyesal telah meninggalkanmu sendirian..." Dia masih menangis dan dia menutupi wajahnya dengan tangannya yang lain.


Tubuhnya gemetar karena kesedihan, dia menangisi nasib mereka. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia menangani perasaannya sendiri. Getaran besar mengambil alih dirinya, matanya bengkak dengan bibir gemetar.


" Aku juga merindukanmu... maafkan aku.. " Tenggorokannya mengencang dan nafasnya memendek.


Seorang wanita yang tidak dikenal mendekatinya menanyakan apakah dia baik baik saja. Tapi dia tidak peduli. Bagaimana dia bisa hidup tanpa mengingatnya.


' Kenapa kau membiarkanku hidup jika kau akan membiarkanku hidup dalam rasa sakit yang luar biasa hidup di dunia ini tanpa dia! ' Liu Wei secara mental berteriak pada penciptanya.


Akan lebih baik jika dia mati dari pada dia melupakannya dan terus hidup seolah olah tidak terjadi apa apa.


Kepalanya tiba tiba terasa sakit karena tiba tiba dipaksa mengingat kenangan sebelumnya. Dia membiarkan rasa sakit mengambil alih dirinya dan dia pingsan disana sambil memeluk buku itu.


Semua orang tiba tiba panik. Memanggil ambulans atau siapapun yang mengenalnya. Dokter datang untuk memeriksa denyut nadinya dan menemukan bahwa dia tidak ada lagi.


...----------------...


Please jangan marah dongg .. 😂😂

__ADS_1


__ADS_2