
Lan You Nian menghabiskan waktunya di rumah karena Feng Yi Xuan melarangnya keluar untuk sementara waktu. Entah kenapa dia merasa bahwa tindakan Feng Yi Xuan itu konyol.
Dia sudah berjalan mengelilingi manor mungkin sebanyak sepuluh kali, dia melihat tidak ada seorang pun disekitar kecuali para pelayan yang menjaga kebersihan rumah.
Juga hari ini dia bertanya tanya kemana Daku Sin pergi. Dia menemukan terakhir kali dia datang adalah ketika dia memarahi Feng Yi Xuan karena rencana yang tidak rasional.
'Kemana dia pergi ? bagaimana dia bisa melupakan satu satunya temannya ' Dia berpikir dalam dalam sambil mengunyah kue bulan.
Sangat aneh bahwa dia bahkan tidak mengunjunginya ketika dia berada di penjara. Lan You Nian sudah terbiasa dengan kehadirannya sebagai satu satunya teman yang tulus di zaman kuno.
" Kenapa kamu memikirkannya? " Suara Feng Yi Xuan mengejutkannya.
" Ah! kau membuatku takut! Uuhh.. hatiku.." Lan You Nian menarik nafas dalam dalam sambil menenangkan hatinya menggunakan tangan kanannya.
" Aku tidak bermaksud begitu. " Feng Yi Xuan berkata sambil duduk di sampingnya. Di dalam jubah nya ada sebuah yang amplop di sembunyikan.
" Xuan Xuan kau tahu ? aku sedang memikirkan Sin. " kerutan terlihat di alisnya.
" Dia bahkan tidak mengunjungiku ketika aku di penjara. Tapi kamu bilang dia kesini. Kenapa dia tidak mengunjungi saya?" Ekspresi masam muncul di wajah Feng Yi Xuan ketika dia mendengarnya mengatakannya.
" Jangan lakukan itu! dia hanya temanku. Teman pertamaku saat pertama kali datang kesini! jangan cemburu. " Lan You Nian dengan cepat menjelaskan.
" Tahukah kamu? dia mungkin mendekatiku dengan niat buruk. Karena kamu dan dia bertengkar sebentar. Benar? Seperti siapa yang mau berteman denganku tanpa niat tersembunyi. Tapi dia berubah dan tulus padaku. Itu sebabnya aku menghargainya sebagai temanku." Feng Yi Xuan mendengarkan setiap kata katanya. Dia yakin dia tidak mempunyai perasaan untuk Daku Sin tapi dia masih merasa tidak aman.
" Hanya teman?" Feng Yi Xuan menatapnya.
__ADS_1
" Tentu saja! Kenapa dia menyukaiku? Dia bahkan mengatakan bahwa aku seorang bibi. Setiap kali aku memikirkannya, aku ingin memukul kepalanya. " Lan You Nian menertawakan ceritanya sendiri.
" Di sini. " Feng Yi Xuan tiba tiba memberinya amplop yang di sembunyikan di jubahnya.
" Hmm.. apa ini? Apa kamu membelikanku tanah dan ini sertifikat tanahnya? Hanya bercanda. " Lan You Nian sedikit mengodanya. Dia melihat amplop itu dan mengambilnya dari tangannya.
Dia melihat bagian depan amplop dan ada nama yang dieja mancantumkan nama Daku Sin.
" Ini dari Sin? Tapi mengapa dia memberiku surat?" Nada suaranya penuh dengan kebingungan. Meskipun demikian, dia mengeluarkan surat dari amplop.
Feng Yi Xuan hanya duduk diam. Dia ingat hari ketika Daku Sin datang, dia memberinya surat untuk diberikan kepada Lan You Nian.
Awalnya dia merasa cemburu. Tapi ketika memikirkan hubungan Lan You Nian dan Daku Sin, dia memutuskan untuk menyerah. Karena Daku Sin tidak pernah melewati batas.
" Berikan ini pada Lan You Nian nanti. " Kata Daku Sin sambil menyerahkan amplop merah.
" Kenapa harus saya? " Suara Feng Yi Xuan menjadi dingin.
" Aku akan kembali ke negaraku." Daku Sin menjawab sambil menatap Feng Yi Xuan secara langsung tanpa rasa takut.
" Mengapa? " Pertanyaan ini secara tidak sengaja keluar dari mulut Feng Yi Xuan.
" Hah? kau bertanya padaku kenapa? apa kau gila. Lalu haruskah aku melihat wanita yang aku cintai bahagia dengan pria yang di cintainya? aku juga punya hati, tahu?" Daku Sin mengungkapkan isi hatinya yang terkuka sambik tertawa kecil.
" Aku bahkan tidak bisa mengakui perasaanku karena aku takut itu akan merusak hubungan kami. Sulit untuk menyimpan perasaan ini jauh di dalam diriku. " Daku Sin menambahkan.
__ADS_1
" Tapi jika kamu menyakitinya lagi, aku tidak akan ragu untuk kembali kesini dan membawanya bersamaku." Ini bukan peringatan , lebih seperti sebuah janji.
" Jaga dia dan selamat tingal. Aku berharap kita tidak akan bertemu lagi." Daku Sin telah
memutuskan untuk menjauh darinya. Setiap kali dia berada di dekatnya, hatinya sangat sakit untuk memilikinya sebagai miliknya. Tapi dia tahu bahwa dia tidak akan pernah memilikinya.
Sebelum Feng Yi Xuan bisa bereaksi , Daku Sin sudah pergi. Dia melihat surat di tangannya. Hati nuraninya menyuruhnya untuk membuangnya tetapi persahabatan Lan You Nian dan Daku Sin menghentikannya.
Perlahan membuka surat itu, kata kata terlihat melalui mata Lan You Nian. Dia takut membaca surat itu.
" Sudah lama kita tidak bertemu. Aku menulis surat ini untukmu karena aku tidak lagi mendapat kesempatan bertemu denganmu. Aku sangat sibuk. Kamu tau kalau aku bahwa seorang pangerankan? Aku punya banyak urusan yang harus di urus dan juga banyak wanita yang melamarku. Seperti yang kamu tahu aku seorang bujangan yang sangat populer....." Matanya mulai berlinangan air mata saat dia merasa seperti dia tahu dimana ini akan berakhir. Tapi dia menertawakannya membual tentang dia menjadi pangeran dan dikejar oleh para wanita.
" Aku harus kembali ke negaraku. Dan aku mungkin tidak akan kembali lagi. Sangat sulit untuk pergi tanpa bertemu denganmu untuk terakhir kalinya. Tapi aku pikir yang terbaik adalah tidak melihat wajah jelekmu yang penuh air mata. Aku masih ingat bahwa kamu memberiku batu giok biru dan aku masih memilikinya. Aku akan menghargainya selamanya. Jaga dirimu dan aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Jika kita di takdirkan untuk bertemu lagi, kita akan melakukannya. Mungkin di kehidupan ini atau di kehidupan berikutnya. Terakhir, aku sangat merindukanmu... temanku Lan You Nian. Hormat kami, Sin tampan. " Air mata sudah turun seperti sungai ketika dia selesai membaca suratnya.
" Bagaimana dia bisa pergi tanpa pamit? " Mata bulatnya penuh dengan air mata. Dia sangat membenci perpisahan seperti ini.
" Dia masih bercanda sambil menulis surat untukku. Dia bahkan menyebutku jelek! pria tidak tahu terima kasih itu!" Lan You Nian nyaris mengucapkan kata kata itu dengan terisak isak.
" Ketika aku bertemu dengannya lagi, aku akan memukulnya sampai dia tidak bisa berjalan. " Dia sangat sedih dengan kepergianya tetapi dia juga tidak ingin menyakiti Feng Yi Xuan dengan menangisi pria lain. Jadi dia memutuskan untuk mengendurkan suasana. Tapi gagal total karena air matanya tidak bisa berhenti.
" Tidak apa apa jika kamu ingin menangis. " Feng Yi Xuan akhirnya mengatakan sesuatu. Dia tahu dia benar benar sedih karena temannya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal yang layak.
Dia memeluknya erat erat. Dia menangis karena satu satunya tamannya meninggalkannya. Dan tidak ada yang menemaninya ke kota jika Feng Yi Xuan sibuk. Dia akan merindukan sikap membual dan pamernya.
...----------------...
__ADS_1