
Lapangan Kerajaan.
Menunggu giliran mereka. Lan You Nian adalah satu satunya yang merasa gugup sehingga tangannya berkeringat.
' Bagaimana aku harus melakukannya ? aku hanya tahu cara bermain game di ponsel ' Sambil menghela nafas berat, dia melihat mereka semua. Mereka tampaknya terampil dalam hal memanah.
" Garis pertama pria akan mulai duluan. " Semua pangeran, Xuan Xuan dan yang lainnya akan memulai kompetisi.
" Siapapun yang memenangkan tempat pertama, kedua dan ketiga akan mendapatkan jepit rambut wanita. Mereka bisa memberikannya kepada wanita yang mereka suka." Suara orang bersorak bisa di dengar.
Feng Yi Xuan seperti biasa dia terlihat setenang air. Dia tidak tertarik dengan kompetisi ini, tetapi ketika dia melihat Daku Sin terus menatap istrinya, dia bertekat untuk menang.
" Xuan Xuan! Berjuanglah! " Lan You Nian meneriakinya sambil mengacungkan tinju kecilnya. Dia melihat dan mengangguk padanya.
' Aku akan memenangkannya untuknya. Tunggu saja Feng Yi Xuan. ' Daku Sin membuat sumpah dalam pikirannya.
" Persaingan akan di mulai sekarang. Tembak! "
Mereka semua menarik panah mereka dengan mudah. menunggu panah meluncur untuk mencapai titik.
" Pangeran ketiga, sembilan poin, Pangeran pertama, sembilan poin, dan pangeran kedua, Pangeran Daku Sin dan Jendral mencapai sasaran." Penjaga mengibarkan bendera setelah mengatakannya.
Lan You Nian bertepuk tangan keras di sisi kanan. Suaminya memang luar biasa. Semua wanita tidak sabar untuk mendapat jepit rambut dari mereka.
" Kalian bertiga hebat. datang dan ambil hadiahmu. " Yang Mulia meminta mereka untuk memilih jepit rambut yang mereka sukai.
Feng Yi Xuan melihat dengan hati hati pada jepit rambut. Dia tidak tahu harus memilih yang mana. Tapi matanya tertarik pada jepit rambut giok putih.
" Xuan Xuan kamu hebat! kamu terlihat sangat keren! " Lan You Nian mengungkapkan kegembiraannya sambil mengacungkan ibu jarinya.
Dia menatapnya dan kemudian memberinya jepit rambut.
" Ini untukku? terima kasih. " Dia tersenyum padanya.
" Kamu adalah satu satunya istriku. kepada siapa aku harus memberikannya kalau bukan pada istriku?" Kata Feng Yi Xuan.
" Daku Sin dan Qi Er kepada siapa wanita yang ingin kamu berikan?" Kaisar berkata sambil melihat mereka berdua.
__ADS_1
" Aku akan memberikan jepit rambut ini kepada nona Lan You Nian. " Daku Sin berkata. Semua orang menjadi sangat terkejut mendengarnya.
Memberikannya pada seorang wanita yang sudah menikah sama sekali tidak etis.
Daku Sin sangat menyadari hal ini. Dan dia tidak berniat membuat citra Lan You Nian menjadi ternoda.
" Pada hari pernikahannya, aku tidak menghadirinya. Dan Lan You Nian adalah temanku. Jepit rambut ini akan menjamin ketidakhadiranku pada hari itu. "
Mereka merasa agak curiga dengan hal itu tetapi pangeran kedua Liu Qi tiba tiba angkat bicara membubarkan semua asumsi.
" Benwang juga akan memberikannya pada Lan You Nian. Sebagai hadiah untuk pernikahanmu. "
Liu Qi tiba tiba merasa penasaran dengan wanita itu. Bahkan Daku Sin sang pangeran asing pun tertarik padanya.
" Err yaa aku berterima kasih pada semua pangeran. "
...----------------...
Akhirnya giliran para wanita. Jiang Liyao telah menunggu ini.
" Semua wanita bersiap siap! "
" Tarik busurnya" Penjaga memberikan intruksi.
Semua gadis menarik busur dengan mudah. Mereka semua telah mengambil pelajaran tentang panahan.
Sementara Lan You Nian mencoba mencari tahu bagaimana mereka melakukannya. Tangan kecilnya memegang busur.
Busur wanita lebih ringan dari busur pria. Dia meletakan panah dengan hati hati di tangannya.
" Tembak! " Panah berlari menuju arah papan
Tapi Lan You Nian belum mencabut panahnya. Dia merasa sangat malu. Semua wanita menatapnya.
Daku Sin merasa tidak berdaya melihat kondisinya. Dia ingin membantunya tapi dia telah di dahului sosok lain yang mendatanginya.
" Bagaimana aku bisa menarik ini? Tuhan ambil saja aku kembali. Aku merasa sangat malu. " Lan You Nian berkata pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sebuah tangan tiba tiba membantu mengatur jari jarinya. Dia melihat kebelakang untuk melihat Feng Yi Xuan memeluknya erat erat.
" Xuan Xuan! kupikir kamu merajuk padaku. "
" Fokus pada target dan tarik."
Dia melepas tangannya setelah memperbaiki miliknya. Lan You Nian kemudian menarik tali busur dengan kuat. Panah yang tiba tiba pergi mengejutkannya.
" Jiang Liyao memukul busllseye, He Mei Yi memukul busllseye. Lan You Nian mencapai lima poin ......." Pengumuman selanjutnya tidak mencapi telinga Lan You Nian.
" Aku benar benar mendapatkan beberapa poin! Ya tuhan! Lumayan untuk pertama kalinya Wohoo!" Dia tanpa sadar melompat dan memeluk Feng Yi Xuan.
Semua suasana hatinya yang buruk hilang setelah dia memeluknya. Karena itu, dia memeluknya kembali.
" Lan You Nian kamu tidak buruk. " Daku Sin tiba tiba mendekatinya.
" Kamu juga melakukannya dengan hebat, kamu tepat sasaran. " Dia malu malu tersenyum padanya.
" Wanita ini menyapa pangeran Daku Sin dan jendral Feng Yi Xuan. " Jiang Liyao angkat bicara.
" Emm" Feng Yi Xuan hanya mengangguk tanpa meliriknya.
" Sin, Apakah kamu mengenal nona Jiang Liyao ?" Lan You Nian mencoba menjadi dewa asrama bagi mereka karena mereka di takdirkan untuk bersama.
" Tidak. ini pertama kalinya aku melihatnya. " Kata Daku Sin sambil menatap Jiang Liyao.
" Xuan Xuan ayo pergi. Beri mereka waktu untuk saling mengenal. " Dia berkata sambil menyeret Feng Yi Xuan pergi.
" Mereka cocok satu sama lain kan? " Lan You Nian tersenyum penuh arti merasa seperti dia telah menyelesaikan plot lain dalam novel.
" Nian Nian kamu benar benar tidak mengenal Daku Sin seperti kamu...?" Feng Yi Xuan bertanya dengan suara rendah.
" Apa yang kamu bicarakan? mengapa dia menyukaiku ? Dia di takdirkan untuk bersama Jiang Liyao." Dia memotong.
Lan You Nian tertawa keras padanya. Tapi dia tetap memasang wajah datar.
" Kenapa kamu terus berbicara seolah kamu sudah tahu semua tentang nasib seseorang ?" Pertanyaanya menghentikan tawanya.
__ADS_1
Dia tersedak mendengar pertanyaanya. Lan You Nia terkadang lupa kalau Feng Yi Xuan sangat cerdas. Jika dia mengatakan padanya bahwa dia dari masa depan, dia munkin percaya.
" Tidak. ini hanya tebakan. Ayo pulang. Aku lelah." Lan You Nian menolak dengan tegas. Berharap dia percaya.