
" Hubungi bidan dan dokter sekarang!" Zhao Mama berteriak. Dia terlalu panik saat melihat Lan You Nian yang tiba tiba jatuh ke ke lantai dengan air ketuban yang pecah.
" Nyonya tarik nafas dalam dalam. " Dia tidak bisa memikirkan apa apa. Zhao Mama bahkan lupa memberitahu Feng Yi Xuan karena dia terlalu sibuk untuk mengajari Lan You Nian cara mengatur bernafas.
Lan Youn Nian disisi lain mencoba untuk tetap tenang tapi rasa sakit yang mulai menyerang gelombang demi gelombang membuatnya mengerang kesakitan. Sebelumnya, dia bersiap siap untuk bangun dari tempat tidur tetapi tiba tiba dia menyadari bahwa tubuh bagian bawahnya basah kuyup.
Setelah itu dia berdiri, rasa sakit tiba tiba berkumpul di tubuh bagian bawahnya. kemudia suara ketuban yang pecah mengejutkannya. Dia sangar terkejut dan tidak sengaja dia jatuh terduduk di lantai. Sesaat kemudian Zhao Mama memanggilnya tetapi karena dia mendengar suara Lan You Nian yang kesakitan sehingga dia langsung menerobos masuk.
" Buang nafas.. tarik nafas.. buang nafas.. tarik nafas.. "
" Zhao Mama... aku baik baik saja. Bisakah kamu menggendongku ke tempat tidur..? " Lan You Nian tidak ingin menambah rasa takut sehingga dia berusaha menagani situasi dengan lancar.
" Ya! tentu saja. Wanita tua ini lupa membantu anda karena saya terlalu panik. " Zhao Mama memukul dahinya setelah dia menyadari posisi nyonyanya.
Zhao Mama membantunya dengan hati hati bangkit dari lantai dan meletakkannya dengan
hati hati di tempat tidurnya, Zhao Mama belum pernah menangani wanita hamil yang akan melahirkan sehingga dia tidak tahu harus berbuat apa.
" Nyonya apakah anda menginginkan sesuatu? " Dia bertanya pada Lan You Nian.
" Tidak. Zhao Mama, apakah kamu sudah memberitahu Xuan Xuan?" Dari saat dia merasakan sakit, dia tidak bisa memikirkan hal lain kecuali dia.
Dia takut kalau dia akan mati tanpa melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. Wajahnya meringis kesakitan. keringat berkumpul di wajahnya. Dia merasa sangat kesakitan tapi dia berusaha untuk menahannya.
" Ya tuhanku yang terhebat! Tuan akan benar benar marah! Aku akan pergi untuk memberitahu dia dulu! " Zhao Mama mulai berlari untuk menyelamatkan hidupnya.
Begitu Zhao Mama pergi, dia akhirnya mengeluarkan suara kesakitan. Tidak mungkin menahan rasa sakit tetapi dia tidak ingin ada yang khawatir. Matanya penuh dengan air mata.
Tangan kanannya mencengkram kasur sementara tangan kirinya memegang perutnya. Perutnya terasa seperti akan terbelah menjadi dua. kepalanya mulai berputar.
...----------------...
" Jendral! Jendral! " Suara keras Zhao Mama terdengar di seluruh manor. Itu membunyikan alarm dia antara semua orang yang tinggal di manor.
__ADS_1
" Nyonya akan melahirkan!." Dia menerobos masuk ke ruang belajarnya tanpa salam. Tidak ada waktu untuk disia siakan lagi.
Mendengar itu Feng Yi Xuan dan Zhao Li yang berada di dalam ruangan terkejut. Setelah beberapa detik, Feng Yi Xuan akhirnya berusaha menenangkan diri, dan mulai berlari. Ia tidak boleh lari menurut apa yang diajarkannya.
Tapi hari ini dia lari, dia lari untuknya dan anak mereka. Dia lari seperti orang gila. ketakutan menyelumutinya saat dia memikirkan Lan You Nian. Hingga pintu kamarnya terlihat olehnya.
Dia langsung menerobos masuk, dia mencarinya kemana mana dengan cara yang gila. Hatinya tidak bisa menahan rasa takut yang dia rasakan. Begitu dia melihatnya hatinya sedikit tenang.
" Kamu datang? " Lan You Nian menatap suaminya yang terngah engah.
" Tentu saja. kenapa bida belum datang?!" Dia sangat marah. Dia jelas kesakitan. Feng Yi Xuan melihat bagaimana matanya bengkak dan merah. Dia berpura pura baik baik saja.
" Bidan dan dokter telah tiba! "
Seorang wanita berusia lima puluhan masuk ke kamar Lan You Nian. Dia bergegas dengan cepat kesisi Lan You Nian.
" Dia harus melahirkan sekarang! Semuanya keluar! " Bidan meminta mereka keluar tapi Feng Yi Xuan tidak mau.
Lan You Nian memegang tangannya dan memberinya anggukan yang berarti dia akan baik baik saja. Tapi dia tahu tubuhnya tidak bisa menahan lebih lama lagi. Dia berharap bisa melihat wajah bayinya sekali saja.
" Tapi aku tidak. " Feng Yi Xuan dengan keras kepala ingin tetap tinggal. Namun dalam tradisi Tionghoa, seorang pria tidak boleh tinggal di dalam kamar tempat wanita melahirkan.
" Tunggu diluar. Tidak pantas jika kamu tetap tinggal di sini. "
Dia sebenarnya tidak ingin dia melihatnya kesakitan. Dia akan hancur, dia tahu itu. Dia ingin dia menjadi kuat untuk anak mereka. Dengan enggan Feng Yi Xuan berjalan keluar , Dia melihat untuk terakhir kalinya dan pintunya tertutup.
...----------------...
" Kenapa mereka lama sekali ?!" Feng Yi Xuan mulai tidak sabar.
" Dia akan baik baik saja. Tunggu beberapa menit lagi. " Zhao Li mencoba menghiburnya sedikit.
Semuanya kemudian terdiam. ketegangan bis di rasakan di pembulu darah mereka. Itu adalah momen yang luar biasa tetapi mereka takut jika sesuatu akan terjadi.
__ADS_1
Sesaat kemudian, Suara tangisan bayi melegakan mereka. Mereka semua berterima kasih pada dewa atas berkahnya.
" Ini adalah..." Bidan keluar ingin memberitahu dia tentang jenis kelamin bayi. Tapi Feng Yi Xuan memotongnya.
" Bagaimana kabar istriku? " Bidan itu cukup kaget dengan pertanyaan itu. karena kebanyakan ayah akan menanyakan jenis kelamin bayi, bukan kondisi istri.
" Dia kehilangan banyak darah tapi dia berhasil melahirkan secara normal. Tapi nyawanya... Jendral harus melihatnya sendiri. " Bidan entah bagaimana merasa sedih untuk Lan You Nian ketika dia mengingat beberapa saat lalu.
" *Kamu tidak akan bisa melahirkan dengan kondisi seperti ini !" Kata bidan tegas. Dia bisa melihat banyak darah yang membasahi kasur. Itu tudak normal karena jumlahnya banyak.
Dia menatap Lan You Nian dengan cemas. Dia mulai kehilangan kesadarannya tetapi dia mencoba yang terbaik untuk membuka matanya .
" Aku baik baik saja ! Cepat lanjukan! Jangan bilang apa apa padanya. Aku mohon. Bahkan jika sesuatu terjadi padaku, tolong selamatkan bayinya!"
" Tapi... " bidannya sedikit ragu. Tapi Lan You Nian mengangguk yang berarti dia setuju dengan resiko apapun. Bidan dengan cemas melanjutkan proses persalinan*.
Mencoba untuk tetap fokus untuk terakhir kalinya. Sangat sulit baginya untuk tetap sadar. Tapi untuk keinginan untuk melihat suaminya untuk terakhir kalinya terlalu kuat.
Ketika dia mendengar bayinya menangis, hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan. Fakta bahwa dia mampu memberinya keturunan sangat mengembirakan. Dia tidak keberatan tentang jenis kelamin.
"Nian Nian... " Suaranya terdengar jelas di telinganya.
Melalui penglihatannya yang memburam. Dia masih bisa melihat wajahnya. Dia mengulurkan tangannya ke arahnya dan dia meraihnya tanpa ragu ragu.
" Jaga anak kita ... " Ya. Dia telah melahirkan seorang putra. Bidan memberitahunya sebelumnya.
" Apa yang kamu bicarakan? kita berdua akan merawatnya bersama. " Mata Feng Yi Xuan memerah. Dia berusaha keras untuk tidak meneteskan air matanya.
" Aku mencintaimu.. " Kata kata terakhirnya terdengar jelas. Kemudian, dia menutup matanya.
...----------------...
__ADS_1
TAMAT? 😁