
Malam Di Penjara
Malam itu dia tidak bisa tidur karena dia terus membayangkan bahwa dia mungkin akan di bunuh oleh siapaun. Setiap kali dia menonton drama sejarah, dia melihat orang di racun lalu di bunuh di penjara.
Dia melihat sekelilingnya, dia melihat bahwa beberapa dari mereka juga tidak bisa tidur. Lan You Nian melihat seorang wanita berusia tiga puluhan di samping sel nya.
Wanita itu tampak seperti tidak pernah melakukan kejahatan besar. Dia bergeser lebih dekat ke sisi wanita itu, dia mulai bertanya.
" Permisi bu, kenapa ibu tidak bisa tidur? " Dia sedang bosan dan ingin berbicara dengan seseorang.
" Aku memikirkan putri ku. " Wanita itu perlahan berkata sambil menatap gadis muda itu yaitu Lan You Nian.
" Dimana putrimu? Apa dia dirumah? " Lan You Nian bertanya.
"Jangan khawatir. Jika kamu tidak ingin berbicara, aku tidak memaksamu. " Dia menambahkan dengan cepat karena dia takut bahwa dia mungkin secara tidak sadar menyakiti hati wanita itu.
Setelah menarik nafas dalam dalam yang berat, Wanita itu memberi tahu masalahnya.
" Putri saya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dia sakit tapi saya tidak mampu membayar biaya obat obatan dan akupuntur yang dia perlukan. Saya berkerja sebagai pembantu di rumah keluarga kaya. Saya mencuri dari kamar nyonya karena saya benar benar putus asa untuk putri satu satunya. Meskipun saya berkerja sampai mati, saya masih tetap tidak bisa membayar biaya pengobatan anak saya karena majikan saya tidak pernah memberi saya uang sepeserpun. Beberapa hari setelah saya masuk penjara, putri saya meninggal dan saya tidak bisa melihat dia untuk terakhir kalinya. Saya harus tinggal di penjara dan berkerja sebagai budak selama dua bulan sebagai hukuman karena mencuri. " Wanita itu menceritakan kisahnya pada Lan You Nian.
Lan You Nian tidak bisa menangkap emosi apapun dari wanita itu. Tetapi ketika dia melihat wanita itu mengepalkan tinjunya erat erat, dia tahu ibu itu sedang menahan rasa sakitnya di dalam.
Kehilangan seorang anak adalah hal yang paling menyakitkan dan penderitaan yang di alami setiap ibu. Itu adalah rasa sakit yang tidak bisa di sembuhkan dengan obat apapun.
" Kamu wanita yang kuat. Aku harap kamu mendapat keadilan yang pantas kau dapatkan." Lan You Nian memegang tangan wanita itu dengan kedua tangannya. Tangan wanita itu penuh memar dan bekas luka lama yang di dapat dari majikannya. Lan You Nian berusaha untuk menahan air matanya yang hendak keluar.
__ADS_1
" Terima kasih nona. Saya tidak tahu siapa anda, Tetapi semoga tuhan memberkati anda atas kebaikan anda." Wanita itu berterima kasih kepada Lan You Nian karena telah mendengarkan ceritanya. Rasanya sangat mudah ketika dia melepas tekanan yang dia tahan.
......................
Bangun dengan kesal, perutnya keroncongan karena dia sangat lapar. Dia menolak untuk makan sepanjang hari. Bukan karena makanannya tidak enak tapi pikirannya yang dramatis terus membayangkan kalau kalau makanan itu mengandung racun.
" Nona anda telah di bebaskan atas perintah yang mulia." Sebuah suaranya membangunkannya dari mimpinya.
Lan You Nian menatapnya tak percaya. Dia akhirnya di bebaskan? Tapi bagaimana caranya?
" Betulkah? " Kegembiraan bisa terdengar dari nada suaranya. Setelah menghabiskan malam di penjara, dia sudah banyak bertobat.
" Terima kasih atas layanan baik anda baik kemarin atau hari ini. " Dia tidak lupa menunjukan terima kasihnya kepada penjaga dan memberinya beberapa perak.
" Terima kasih nyonya. " Penjaga itu membungkuk hormat padanya.
Lan You Nian melepas beberapa perhiasannya dan berjalan kembali ke wanita kemarin.
" Nyonya. saya tidak punya uang lagi tapi ini beberapa hadiah untuk anda. Mungkin tidak terlalu berharga tatapi anda bisa menukarnya dengan perak ketika anda keluar. " Dia menyerahkannya pada wanita Itu.
" Terima kasih banyak nona! Terima kasih banyak! " Air mata mulai menggenang di mata wanita itu. Dia melihat secercah harapan baru.
......................
Berjalan keluar dari penjara membangkitkan rasa syukur dalam dirinya. Dia tahu bahwa dia akan keluar dari penjara. Tapi dia tidak menduga bahwa dia akan keluar dari penjara secepat ini.
__ADS_1
" Xuan Xuan pasti melakukan sesuatu di luar kendali. Aku kan sudah bilang! Tunggu aku pulang ke rumah! aku akan memukul kepalanya dengan wajan milik Zhao Mama. "
Bergumam pada dirinya sendiri tiba tiba dia menabrak dinding atau haruskah kita mengatakan manusia.
" Aduh! aduh! maafkan aku...." Lan You Nian terpaku saat melihat Feng Yi Xuan.
" Ehh. Xuan Xuan kamu jangan jemput aku. Aku bisa pulang sendiri. Jangan repot repot sendiri. " Dia akan mengomel padanya tetapi karena melihat ekspresinya yang biasa, dia membuang ide itu.
" Kamu tidak mengganguku. "
" Bagaimana cara kamu mengeluarkanku dari sini? apakah kamu mengancam yang mulia...? "Lan You Nian menghentikan kalimat terakhirnya.
" Itu adalah Liu Qi. " Wajahnya mengeras ketika kata kata itu keluar dari mulutnya.
......................
Kemarin, Feng Yi Xuan telah kehilangan semua pikiran rasional dan toleransinya. Dia hendak mengancam kaisar tapi kedatangan Daku Sin di manor menghentikannya dan memaksanya untuk mencari jalan lain.
" *Apakah kamu gila? Kamu pikir Lan You Nian ingin kamu mekakukan ini? " Daku Sin dengan tegas berkata pada Feng Yi Xuan.
" Keluar. " Feng Yi Xuan mengabaikannya.
" Dia selalu memikirkanmu bahkan di saat yang paling keritis. Kamu benar benar berpikir bahwa dia akan senang jika kamu menentang kaisarmu untuknya. Dia tidak akan melakukannya. Lakukan jika kamu mau dan kamu akan kehilangan dia. tandai kata kataku. " Daku Sin pergi begitu dia selesai mengatakan itu.
Dia tidak mencoba menyelamatkan Feng Yi Xuan tetapi itu adalah untuk Lan You Nian. Jika sesuatu terjadi pada Feng Yi Xuan, Lan You Nian akan menjadi orang yang paling menderita.
__ADS_1
Dan Daku Sin tidak akan pernah mengiginkan hal itu terjadi bahkan jika itu berarti dia harus membantu pria yang menjadi saingannya*.
......................