
...🌲🌲Happy Reading🌲🌲...
......" Tidak ada yang namanya ketidak sengajaan , semua sudah diatur oleh Tuhan . Jadi apapun itu jalani saja dengan bahagia " Arasya Geovani......
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Disebuah Negara N , karangan bunga sangatlah laris dipasaran . Sebagai tanda permintaan maaf , saat kencan , menjenguk teman yang sakit dan lain sebagainya
Arasya Geovani yang lebih akrab dipanggil Ara itu memiliki sebuah Toko Bunga dipinggir jalan " Ara Flower Bouqet " itu nama yang tertera diplakat toko . Dia sekarang berusia 20 tahun
Dia hidup dengan seorang adik lelakinya yang bernama Alandrio Geovani , yang kerap disapa Alan , dia duduk dibangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas , saat ini menginjak usia 17 tahun . Sepulang sekolah dia selalu membantu Kakaknya mengirim bunga
Mereka tinggal dirumah sederhana peninggalan kedua orangtuanya . Letaknya tepat dibelakang Toko Bunga
" Alan , sudah hampir jam 7 dan kamu belum keluar dari kamar . Cepat sarapan nanti terlambat ! " Dor dor dor , pintu digedor keras oleh Ara dari luar
ceklek pintu terbuka
" Iya Kakakku yang bawel . Jarak sekolahku juga cuma 5 menit Kak " Sedikit malas berjalan kemeja makan . Selalu saja Kakaknya itu bawel sekali
" Cepat dimakan sarapannya dan ini minum juga susunya supaya kamu konsentrasi belajar " tertawa sendiri setelah bicara seperti itu
" Aku sudah besar , tidak perlu minum susu Kak . Kakak saja yang minum supaya tambah tinggi " Sewot juga si Alan kan . Sudah besar masih dipaksa minum susu , ih ada ada saja
" Hei aku sudah tinggi tahu ! Dasar kamu aja yang kayak tiang listrik . Tinggi Kakakmu ini sudah standart model internasional " jawaban yang sok keluar dari mulut Ara sambil mengunyah nasi goreng dan telur omlete didepannya
" Haha Model Internasional dari mana . Kakak bahkan lebih pendek dari pajangan lukisan itu " sambil menunjuk lukisan bunga yang indah di tengah dinding . Yang ditanggapi dengusan sebal dari sang Kakak
Iya tinggi tubuh Ara memang tidak terlalu tinggi hanya 160 cm , ditempat dia tinggal itu termasuk pendek . Apa kata yang cocok untuk yang tingginya cuma 150 ya hihihi , bercanda jangan diambil hati
" Nanti kamu ada ekstra apa tidak Dek ? " sambil membereskan piring dan gelas bekas susu yang tidak diminum adeknya itu , malah Ara minum sendiri
" Tidak ada kok Kak , nanti aku pulang pukul 1 siang seperti biasa . Ada pesanan bunga yang harus dikirim Kak "
" Iya , nanti ikut Kakak ke Perusahaan Edison Gruop ya . Jam 2 harus sudah sampai , jangan sampai terlambat pulangnya " menyodorkan selembar uang untuk saku sang Adek
" Ok aku akan langsung pulang . Uangku masih ada Kak , Kakak simpan saja " menolak pemberian Ara
__ADS_1
" Terima saja , kamu bisa menyimpannya untuk keperluan mendadak kan . Lagian ini kan jatah uang saku harian kamu dari Kakak "
" Baiklah , terimakasih Kakakku yang bawel " tidak ingin mengecewakan sang Kakak , Alan mengantongi uang dari Ara
Ibu Nani , Ibu mereka meninggal setelah melahirkan Alan . Dulu Ayahnya bekerja serabutan , sedangkan Toko Bunga itu dulunya adalah milik Ibu Nani . Ayah mereka meninggal 3 tahun lalu akibat kecelakaan yang dialaminya
Ara sudah bersiap untuk membuka Toko Bunganya . Dia bekerja diTokonya seorang diri , Aska yang selalu membantu sepulang sekolah . Ara merasa sayang jika harus menggaji pegawai , dia bisa menggunakan uangnya untuk keperluan sehari-hari
Mengunci pintu rumah lalu berjalan kedepan menuju Toko Bunga
" Semangat Ara , hari ini pasti ramai pembeli " mengangkat kedua tangannya tanda semangat
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Disebuah kediaman yang mewah dan megah , tinggal sepasang suami istri beserta ketiga anaknya . Sang Suami bernama Keanu Derrik Edison , istrinya bernama Tania Edison
Anak pertama mereka Leonard Erga Edison , yang saat ini memimpin Edison Group . Dia terkesan cuek dan juga dingin , sekarang berusia 24 tahun . Adiknya kembar lelaki dan perempuan , Gerald Putra Edison dan Gea Putri Edison . Mereka berdua berusia 18 tahun dan baru masuk bangku kuliah
Hari ini adalah ulang tahun Perusahaan Edison Group yang ke 50 . Perusahaan turun temurun dari mendiang orang tua Keanu . Sekarang menjadi Perusahaan yang sudah merajalela
" Pagi " Leon menyapa kedua orang tuanya dengan wajah datarnya tanpa tersenyum
" Selamat pagi semuanya ? " Sikembar memiliki pribadi yang lebih ramah dibanding Leon Kakaknya
" Hmm , Pagi juga " Keanu menjawab dengan wajah tegasnya
" Ayo kita mulai sarapan " mereka akhirnya sarapan dengan tenang dan khidmat
Hidangan dipiring sudah habis namun belum ada yang beranjak dari duduknya . Sudah menjadi kebiasaan untuk mereka berbagi informasi mengenai jadwalnya .
" Bagaimana persiapan hari ini Leon "
" Sudah beres Dad . Nanti kalian tinggal datang saat acara dimulai "
" Baiklah , Daddy percaya padamu nak "
" Apa kamu mengundang kekasihmu juga sayang ? " Tanya Tania lembut pada Leon
__ADS_1
" Aku tidak punya kekasih Mom , apa Mommy lupa " menunjukkan senyum tapi dengan wajah malas
" Mommy sudah mengatur kencan buta dengan anak teman Mommy , kamu wajib datang lusa ya ! Ingat tidak ada alasan untuk menolak " paksa Tania pada anaknya
Gerald dan Gea hanya cekikikan , yang langsung dibalas pelototan dari sang Kakak . Mereka langsung menunduk dan saling menyenggol kaki .
" Awas nanti nggak dapat uang saku bulanan dari Kak Leon " batin si kembar
" Kak Leon , hari ini boleh kami nebeng sama Kakak ? " Gea bicara sambil merayu Kakak kulkasnya
" Kemana mobilmu Ger ! " memicingkan matanya pada adek lelakinya yang bandel itu
" Ehm masuk bengkel Kak " langsung mendapat tatapan intimidasi dari Daddy dan juga Kakaknya
" Kemaren bannya bocor , dan juga ada spare part yang harus diganti " jawabnya mencoba santai mengurangi kegugupannya
" Baiklah ayo berangkat " tidak ingin banyak bicara , waktu juga sudah mepet
Dalam perjalanan mobil Leon dipenuhi dengan ocehan dari Gea . Adik perempuannya itu sangat cerewet . Brandon Sekertaris Leon hanya tersenyum tipis dibalik kemudi . Tidak biasanya Tuannya itu mau mengantar kedua anak nakal ini , gumamnya
Di tengah jalan tepatnya di depan Toko Bunga , mobil berhenti karena lampu merah yang mengakibatkan kemacetan panjang didepan
Terlihat dari kaca jendela seorang gadis sedang berkacak pinggang , kelihatannya sedang bertengkar dengan dua orang lelaki , yang sepertinya preman . Tak tahu apa masalahnya , tapi membuat Leon sedikit melengkungkan bibirnya
" Berani sekali kamu gadis kecil " batin Leon
Brandon yang melihat itu , langsung melirik kearah Tuannya . Melihat jendela ternyata Tuannya sedang melihat seorang gadis
" Seorang gadis loh yang dilirik ! tidak seperti biasanya . Wah semoga saja sebentar lagi ada peenikahan ! " batin Brandon
Bersambung
Ya sebentar lagi ada Pernikahan paksa yang dilakukan oleh Leon ! Bagaimana dan kenapa pernikahan itu bisa terjadi ?
Ikuti terus kelanjutan kisahnya ya ?
Jangan lupa tinggalkan dukungan kalian disini❤
__ADS_1