
...🌲 Happy Reading 🌲...
..." Mencintai cukup sewajarnya saja , jika berlebihan maka kamu akan mudah menggila " Gerald Putra Edison...
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Ara yang mendengar itu hanya diam saja , tidak terlihat kaget atau takut . Dia malah dengan santai meminum jus yang tadi dibawakan pelayan
" Gadis sombong ini , minta ditampol apa ya " batin Ara sebal
Gea dan Ger langsung merubah mimik mukanya , mereka tidak menyukai Clara . Wanita kecentilan katanya , entah kenapa Mommynya itu sangat menyukai Clara
" Kak Ara aku mendukungmu " batin si kembar
Clara dan Tania yang merasa dicuekin merasa jengkel . Beraninya gadis didepannya ini tidak merespon
" Hei , aku bicara padamu ! " Clara sewot sendiri
" Kamu tidak mendengar , Clara sedang bicara padamu ! " Tania ikut angkat bicara
Ara menaikkan sebelah alisnya , kenapa namanya hampir sama ?
" Oh , kamu bicara padaku ya ? " Gea dan Ger yang mendengar jawaban Ara menahan tawa
" Ngapain kamu disini , sok akrab dengan kedua calon adik iparku . Kamu mau cari muka sama siapa ! "
" Ah , aku tidak cari muka kok . Bukannya kamu ya yang lagi cari muka disini " Ara menjawab dengan santai
" Kamu , jangan keterlaluan . Aku ini calon menantu Keluarga Edison ! " Clara masih ngotot saja
" Baru calon kan , tolong tanyakan pada Nyonya disampingmu , siapa aku " Ara menjawab dengan tenang
" Memangnya siapa dia Tan ? " Clara bertanya ada Tania . Tania diam sesaat , memandang Clara lalu berpindah memandang Ara
" Tidak bisa menjawab ya , haha baiklah saya permisi dulu . Ayo Gea kamu mau ikut apa mau disini saja ? " Ara berdiri dari duduknya bersiap untuk meninggalkan kedua wanita didepannya
Gea dan Ger otomatis langsung berdiri
" Ayo Kak " Kedua anak kembar itu menjawab serempak . Gea langaung menggandeng tangan Ara , sedangkan Ger berjalan sambil membawa gitarnya
Ara tersenyum kecil melihat wajah tidak suka Ibu Mertuanya . Jangan lupakan wajah permusuhan dari Clara
Leon yang melihat pemandangan itu dari kaca jendela kamarnya tersenyum tipis . Dia tidak salah mencari istri , walaupun dengan cara memaksa
...🌲🌲🌲🌲🌲...
__ADS_1
" Kak , aku mau kembali ke kamar saja " Ger menghentikan langkahnya untuk berbicara dengan Ara
" Aku juga mau kekamar ya Kak " Gea ikut-ikutan bicara
" Iya , silahkan . Terimakasih untuk hari ini " Ara tersenyum manis pada kedua adik iparnya itu
Gea dan Ger melangkah bersama menuju kamar mereka masing-masing . Ara masih melihat dari tangga . Belum sempat melanjutkan langkahnya , Clara berteriak lagi padanya
" Hei , aku ingin bicara padamu ! " Lihatlah lagaknya yang sok itu . Gak ada sopan-sopannya juga dirumah orang
" Apa " Ara menjawab dengan malas , lalu duduk di anak tangga
" Kamu jangan bermimpi bisa bersam Leon ya , ingat dia itu calon suamiku ! Jangan sok akrab juga sama si kembar . Kamu ini bukan level kami ! "
" Sudah hanya itu saja ? "
" Hei aku sedang tidak bercanda ! Kamu pikir kamu bisa mendapatkan hati Leon ! "
" Memangnya kamu bisa ? " Ara malah mengejek Clara , dia tersenyum kecil melihat wajah Clara yang berubah
Ara tahu Leon memang banyak digemari wanita-wanita cantik . Tapi Leon bukan tipe lelaki yang mudah berganti pasangan juga
" Hei , Nona Clara . Sebaiknya anda pulang saja , jangan berteriak terua disini . Ini rumah bukan lapangan "
" Walaupun begitu , aku ini menantu Keluarga ini , huh " Batin Ara
Ara segera berdiri dan akan kembali ke kamarnya , sudah malaa meladeni si Clara itu . Dia tidak peduli Clara yang berteriak , dan mengikutinya
" Apa anda tidak punya kerjaan Nona Clara ? Kenapa harus mengikuti saya kekamar ! "
" Ini kamar Leon , apa maksudmu ini kamarmu ! " Wajah Clara sudah merah saja
Terdengar suara pintu terbuka , terlihat Leon dengan baju santainya keluar dari kamar . Satu kata yang mewakili Leon " Tampan "
" Leon , aku kesini mencarimu . Tapi lihatlah gadis bunga ini lancang sekali ingin masuk ke kamarmu " Gaya bicaranya sudah berbeda dengan gaya bicara saat berbicara dengan Ara tadi
" Dasar muka dua " Batin Ara jengah , dia malah melipat tangannya dan bersandar pada tembok . Asyik menyaksikan si ratu drama
" Aku tidak mengundangmu kemari " Leon menjawab Clara singkat
" Aku ingin mengajakmu makan malam , ehm kita bisa makan malam romantis bersama . Asistenku sudah menyiapkan semuanya " Clara berharap Leon menjawab "iya"
" Makan saja dengan asistenmu itu " Leon malah melihat Ara yang sama sekali tidak terganggu
" Leon , kamu tahu kan . Kedua orang tua kita sudah setuju dengan perjodohan kita . Ayo kita bisa melakukan pendekatan " masih percaya diri saja
__ADS_1
Leon dan Ara masih diam saja , Clara yang melihat itu sedikit emosi dan juga malu
" Kamu bisa mengusir gadis ini kan Leon . Dia menggangguku " Clara berbicara dengan nada manis . Leon langsung melangkah mendekati Ara , Clara yang melihat itu tersenyum tipis . Dia berfikir Leon akan mengusir Ara
Tapi apa yang dia lihat malah membuatnya marah sekali . Leon malah menarik tangan Ara lembut , lalu mencium pucuk kepalanya . Menoleh ke arah Clara sambil tersenyum tipis
" Dia Istriku " menarik pergelangan tangan Ara , lalu membawanya masuk kedalam kamar . Menutup pintu begitu saja
Clara yang mendengar itu sangat syok . Lelaki yang dia kejar malah menikahi gadis bunga miskin . Apa yang ada pada gadis itu sampai Leon menikahinya
" Tidak , tidak mungkin kan . Aku pasti salah dengar , tidak mungkin mereka sudah menikah . Leon keluar ! " dor dor dor , Clara mengetuk pintu secara brutal
Semua orang berdatangan , bahkan para pelayan pun ikut melihat . Tania berjalan tergopoh dari kamarnya diikuti suaminya yang baru pulang dari kantor
" Ada apa ini Mom ? "
" Entahlah Dad , sepertinya Clara sudah tahu jika Leon menikah " Jawaban Tania langsung mendapat tatapan tajam suaminya
" Kamu membawanya kemari "
Menghentikan langkahnya dan menatap istrinya intens , bukankah sudah ditegaskan untuk tidak membawa gadis manapun kerumah . Sudah ada menantu dirumah ini , walaupun tidak memenuhi syarat , namun itu pilihan Leon
" Jangan marah dulu Dad , ayo kita lihat apa yang terjadi disana "
Gea dan Ger juga ikut keluar kamar , mereka sudah menebak pasti akan ada keributan dirumah ini . Biang kerok memang selalu bikin masalah . Mereka berdua hanya melihat Clara sambil menyandarkan punggungnya di tembok , seperti melihat tontonan seru saja
Pintu kamar Leon terbuka , bebarengan dengan kedua orang tuanya sampai disana . Kepala Pelayan juga sudah stand by di dekat kamar Tuan Mudanya
" Kamu gila ! " geram Leon
" Kamu yang gila Leon , bagaimana mungkin kamu menikahi dia ! Apa kurangnya aku , aku punya segalanya . Dibanding gadis bunga ini , aku jauh lebih sempurna " Clara berteriak tidak peduli banyak mata yang melihat
Lihat Tania , apa perempuan seperti itu yang ingin kamu jadikan menantu . Watak aslinya sudah keluar , terlihat dengan jelas betapa kasar dan egoisnya Clara . Keanu hanya memasang wajah dinginnya mendengar ucapan Clara
Leon terkekeh , sedangkan Ara hanya memasang wajah datar disamping Leon
" Kamu bukan tipeku Clara " Jawaban Leon sangat singkat , tapi bukankah itu sudah mewakili semuanya ?
Bersambung
Terimakasih sudah mampir❤
Ikuti terus kisah Leonara ya ❤
Jangan lupa tinggalkan jejak❤
__ADS_1