Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Kekesalan Ara


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


..." Jangan berusaha keras mencari pembenaran atas dirimu . Mereka yang membencimu tidak butuh itu , semakin kamu berusaha , semakin sakit rasanya " **Arasya Geovani...


...🌲🌲🌲🌲🌲**...


" Kakak , kamu sudah jadi wanita tulen sekarang ? " Alan ngawur memang . Puk , Ara menimpuk tangan Alan menggunakan tasnya


" Ahhh , sial dasar semua ini gara-gara si Leon itu . Kenapa aku harus bawa mobil warna itu , dia sengaja mengejekku apa memang mengerjaiku sih . Awas saja nanti " Menggerutu sambil menendang ban mobil depan


" Tapi penampilan Kakak juga berubah seperti wanita sekarang " Ejek Alan


" Mau bagaimana lagi , Leon membuang semua baju Kakak . Apa Kakak harus telanjang ? ya terpaksa Kakak pakai lah ! "


" Tidak apa-apa , Kakak malah terlihat sangat cantik kok . Sudah sarapan ? " Alan sengaja bertanya karena dia tahu , keluarga kaya kalau sarapan tidak pernah pakai nasi


" Sarapan secuil roti , bukan sarapan tapi camilan . Bibik didalam masak apa , aku mau . Eh kamu kok tidak sekolah ! "


" Aku libur hari ini Kak , entahlah ada rapat guru atau apa . Bik Rami masak nasi goreng telor ceplok , ayo masuk sarapan Kak . Makan yang banyak ya , baru sehari menikah sudah kurus saja " Tertawa menertawakan Kakaknya


" Enak saja kamu , ayo masuk "


Sepasang Kakak beradik itu akhirnya masuk rumah . Mereka berdua disambut hangat oleh Bik Rami


" Nona Ara anda kemari . Sarapan Non , Tuan Alan juga belum sarapan juga kok . Silahkan , Bibik ke belakang dulu "


" Terimakasih ya Bik , tolong jangan panggil Nona atau Tuan . Panggil nama kita saja , anggap kita anak Bibik sendiri " Ara berbicara pada Bik Rami


" Non Ara memang baik dan ramah " batin Bik Rami terharu


" Tapi itu tidak sopan Non , bagaimanapun saya hanya pekerja disini "


" Aish Bik Rami santai saja , malah aku dan Kak Ara merasa nggak enak dipanggil Tuan dan Nona . Panggil kami nak saja , Bibik bisa memanggil Tuan dan Nona kalau Kak Leon datang kemari " Alan ikut angkat bicara


" Baiklah nak , kalian memang manis . Yasudah dimakan dulu sarapannya , Bibik permisi "


Bik Rami langsung bergegas kebelakang , untuk mengambilkan sarapan untuk suaminya juga . Pak Banu sedang mandi sekarang


" Wah masakan Bik Rami enak juga Dek . Ingat jangan sampai kamu menggelinding ya " mengejek adeknya sambil menikmati nasi gorengnya


" Halah , apa gak kebalik Kakak ngomong begitu . Awas aja kalau setiap pagi minta sarapan kesini . Awas jadi gendut ! " Alan membalas


" Enak saja aku dikatain nggelinding , emang aku trenggiling apa " Batin Alan sebal

__ADS_1


Tak butuh waktu lama nasi goreng telor ceplok beserta dua gelas air putih sudah habis . Mereka berdua sudah kenyang sekali


Ara bergegas keluar membuka Toko Bunganya . Semangat Ara , kamu kan gadis yang selalu semangat !


" Toko Bunga ku , aku merindukanmu " ucap Ara lalu berlari membuka Toko


Dilihatnya Toko yang selama ini menemani hidup Ara , Ah baunya masih sama . Wangi dan menenangkan fikiran , melihat keindahan bunga membuat hati menjadi tenang


Ara melangkah ke meja kerjanya , dia membuka buku list orderan . Masih ingat betapa semangatnya dia menulis pesanan dari berbagai macam keinginan pelanggan


Alan datang dan membantu Kakaknya bersih-bersih . Alan tahu Toko Bunga ini sudah seperti nyawa Kakaknya saja . Bagaimana dulu Ara berusaha menghidupkan kembali Toko , masih membekas diingatan


Bel Toko berbunyi , tanda ada pelanggan datang


Seorang wanita dengan pakaian rapi datang


" Selamat pagi , ada yang bisa dibantu . Mau pesan bunga apa Kak ? " Alan menyapa ramah , Ara ikut menghampiri adeknya


" Saya mau pesan 30 tangkai bunga tulip pink . apakah bisa ? "


" Bisa Kak , mau dirangkai atau menggunakan vas ? "


" Menggunakan vas saja . Tolong nanti diantar ke alamat ini ya . Saya sedang terburu-buru " memberikan secarik kertas alamat


" Baik Kak , mau dikirim jam berapa ya ? " Alan melayani dengan baik . Yang ditanya langsung melihat jam tangan


" Baiklah ini uangnya . Jangan sampai terlambat ya ! " melangkah keluar Toko setelah memberikan beberapa lembar uang


" Rezeki dipagi hari , jangan lupa berbagi . Laris manis tanjung kimpul , ayo semua uang pada kumpul " Ara mengucap mantra sambil tertawa


Alan sudah hafal mantra Kakaknya itu . Mantra apa sih hahaha . Itu hanya semacam pantun saja , pantun atau apa author juga kurang paham . Cuma sering mendengar penjual berkata seperti itu


" Baiklah Alan , kamu siapkan vasnya . Kakak akan melihat dan menyiapkan bunga nya "


" Baik Kak " Alan lalu mengambil Vas yang cocok , karena bunganya berwarna pink . Alan mengambil vas berwarna putih


Hari ini banyak pelanggan yang datang , ada yang minta dikirim dan ada yang menunggu merangkai di Toko . Ara dan Alan sangat bersemangat menjalani hari ini . Bik Rami dan Pak Banu juga membantu mereka , tak lupa Bik Rami membawakan camilan


" Hotel Edison ya dek , kenapa lagi-lagi berurusan dengan Edison " Ara menggerutu sambil memakan camilan yang dibuat Bik Rami tadi . Mereka mengantar bunga menggunakan mobil bak terbukanya


Pak Banu sudah menawarkan akan mengantar mereka , namun ditolak . Akhirnya Pak Banu dan Bik Rami yang menjaga Toko Bunga . Jam-jam siang adalah jam sepi pelanggan , jadi Bik Rami dan Pak Banu bisa bersantai


" Iya , Kakak tenang saja . Kita cukup memberikan bunga ini pada resepsionis kan "

__ADS_1


" Iya iya benar " Ara membenarkan ucapan adeknya


Melihat kembali ke catatan pengiriman , masih ada 10 pesanan yang harus dia kirim . Tempatnya juga berbeda-beda , untung saja jaraknya berdekatan . Dia mengirim bunga setengah jam lebih awal , agar tidak terlambat


Sampai dihotel , mereka berdua turun dan langaung menuju ke resepsionis


" Wah , kenapa harus semewah ini sih hotelnya . Suka-suka pembuatnya juga sih " batin Ara


" Selamat siang , ada yang bisa dibantu ? "


" Siang , kami ingin mengantar bunga pesanan Nona Mety . Ini kartu namanya , bisa tolong anda antarkan ke kamarnya ? " Alan berbicara ramah


" Sebentar , akan saya menghubungi Nona Mety "


" Silahkan anda tinggal , Nona Mety akan mengambilnya sendiri . Terimakasih " perempuan cantik itu tersenyum manis


" Baik , kalau begitu kami permisi " Ara dan Alan melangkah meninggalkan hotel . Sesampainya diparkiran tamu , mereka melihat orang yang mereka kenal . Siapa lagi kalau buka Leon dan Brandon


" Ada apa kalian kemari " Leon bertanya tanpa basa-basi


" Kami mengantar pesanan bunga ke hotel ini . Memangnya kenapa , apa karena ini hotel milikmu jadi kami tidak boleh kemari ? " Sewot Ara


" Tidak , aku hanya bertanya " Jawaban Leon singkat


" Ya sudah , aku pergi dulu . Selamat bekerja ya " Alan mengangguk dan tersenyum pada dua lelaki didepannya , sedangkan Ara sudah nyelonong . Belum jauh Ara melangkah , ada suara perempuan memanggil Leon


" Leon , apa kamu kemari untuk menemuiku ? " ucapan itu membuat Ara berhenti dan membalikkan badan . Begitupun dengan Alan , Brandon hanya berdecak kesal . Leon diam saja tidak menjawab


" Kenapa kamu diam saja , kamu tahu aku senang melihatmu kemari . Tadi Mety tidak sengaja melihatmu berbicara dengan mereka . Apa kalian saling kenal ? " Dia Clara , perempuan yang dijodohkan oleh Tania untuk Leon . Namun Leon menolaknya


" Bukan urusanmu ! " Leon melangkah meninggalkan Clara diikuti oleh Brandon


" Leon , tunggu saja . Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku " ucap Clara sambil melihat punggung Leon yang semakin menjauh


Ara dan Alan yang mendengar itu hanya saling pandang dan kembali berjalan menuju mobilnya


Clara dan juga Mety kembali masuk ke hotel . Mety melihat Ara dengan tatapan curiga , namun Ara hanya cuek saja


" Sepertinya ada yang tidak beres dengan pernikahan Kakak , aku akan bertanya nanti ? " batin Alan


" Apa hubungan Tuan Leon dengan pemilik Toko Bunga itu ? " batin Mety


Bersambung

__ADS_1


Nantikan kembali kisah Leonara ya ❤


Terimakasih yang sudah mampir , jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤


__ADS_2