Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Perdebatan kecil Ara dan Tania


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


Waktu berjalan seperti biasanya , semua Keluarga Edison melakukan kegiatan masing-masing . Masih selalu dengan laporan apa yang akan dilakukan . Ara sudah sangat terbiasa dengan hal itu


Setelah sarapan mereka langsung bergegas pergi . Ara berjalan disamping Leon , disamping mobil Leon , Brandon sudah setia menunggu


" Selamat bekerja dan semoga harimu menyenangkan " Gadis manis ini tersenyum secerah matahari


" Jangan pulang terlambat ! "


" Oke Oke , aku sudah tahu . Sudah pergilah , Sekertaris Brandon , hati-hati dijalan . Silahkan " Mengalihkan pembicaraan pada Brandon


" Terimakasih Nona , mari Tuan Muda " Leon menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil


Mobil mulai berjalan pelan , Ara terlihat melambaikan tangannya kearah dimana mobil yang ditumpangi suaminya pergi


" Hah , akhirnya pergi juga . Aku juga harus segera ke Toko Bunga . Hari ini Alan sekolah , Kasihan Bik Rami sendirian nanti " gumam Ara pelan


Dia kembali ke kamar untuk mengambil tas kecilnya yang ketinggalan . Gadis itu bersenandung kecil sambil menaiki tangga , diujung tangga Tania sudah menunggu


" Wah wah kamu terlihat bahagia sekali ya . Bagaimana tidak ? bisa menjadi menantu Keluarga Edison memang sangat membanggakan bukan ? " Tania berkata sinis pada Ara , Ara hanya tersenyum tipis


" Bukankah itu yang anda rasakan juga , jadi jangan memprovokasi saya " Gadis didepan Tania ini memang pemberani , dia sangat pandai memutar kata lawannya


" Pintar sekali kamu berbicara , bagaimanapun juga aku tetap tidak merestuimu menjadi menantuku . Kamu hanya gadia miskin yang tidak bisa diandalkan "


" Haha , saya juga tidak pernah berfikir memiliki Ibu Mertua seperti anda . Biarpun miskin , tapi saya tidak pernah merugikan anda kan ? "


" Seharusnya kamu sadar diri Ara , berkacalah siapa kamu dan siapa anakku ! aku akan berusaha memisahkan kalian . Hanya Clara yang pantas menjadi menantuku ! "


" Maka lakukan saja , saya sangat menantikan usaha anda . Baiklah saya permisi " tidak menunggu Tania menjawab , Ara sudah meninggalkan wanita menyebalkan didepannya


Ceklek suara pintu tertutup . Ara sudah masuk kedalam kamarnya , dia duduk didepan cermin untuk menyisir rambutnya sebelum pergi


" Orang kaya memang bebas ya , seenaknya menghina orang miskin . Memang kalau tidak ada orang miskin , akan ada orang kaya ya ? " gerutu Ara sambil mengucir ekor kuda


" Memberi warna pada rambutku sepertinya bagus , aku sudah rindu warna rambutku yang dulu " masih berbicara sendiri


Tak lupa Ara memasukkan 1 stel baju yang akan dia pakai saat pulang nanti . Tidak mungkin dia memakai baju yang sudah penuh dengan keringat kan ?


Gadis manis itu sudah menyetir mobil pink nya , dia tidak sempat protes kepada Leon . Hah dia menerima pemberian Leon dengan lapang dada . Barang gratis harus disyukuri , gumamnya

__ADS_1


Mobil sudah berhenti di depan rumah sederhana miliknya . Bik Rami dan Pak Banu menyapa Ara


" Selamat pagi Nak , ayo masuk sarapan dulu " sapa Bik Rami ramah


" Terimakasih Bik , apa Alan sudah berangkat ? "


" Sudah Non , saya baru saja kembali dari mengantarkan Nak Alan " Jawab Pak Banu ramah


" Terimakasih ya Bik Rami dan Pak Banu . Kalian sudah menjaga Alan "


" Itu sudah tugas kami Nak . Silahkan dimakan dulu sarapannya , saya dan suami mau membuka Toko Bunga dulu ya " pamit Bik Rami


" Iya Bik " Ara menikmati sarapannya dengan lahap sekali


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Waktu sudah menunjukkan tengah hari , matahari bahkan sudah berada di tengah-tengah . Panas benar benar sedang menyengat


Seorang pelanggan pria yang sangat tampan masuk . Dia memakai baju formal sama seperti yang Leon kenakan


" Selamat datang di Toko Bunga kami , mau pesan bunga apa Tuan ? " Ara menyapa ramah , ini sudah pelanggan yang kesekian , tapi menurutnya ini yang tertampan hihihi


" Saya ingin memesan 55 tangkai mawar merah "


" Tolong antarkan saja "


" Baik , silahkan anda tulis disini . Alamat dan waktunya . Jangan lupa anda tulis nama anda juga ya , supaya mudah bagi saya untuk mengirimnya " Gadis manis ini menyodorkan kertas memo seperti biasa


Lelaki tampan didepannya bergegas menulis apa yang dikatakan Ara . Lalu menyodorkan pada gadis didepannya


" Baik Tuan , oiya apa perlu menggunakan vas bunga ? "


" Tidak , berapa semuanya ? " Ara menyodorkan kwitansi pada lelaki didepannya . Dan langsung dibayar oleh lelaki itu


" Terimakasih sudah datang kemari , semoga hari anda menyenangkan " Ucapan Ara hanya diangguki saja , lelaki itu langsung keluar


" Kenapa semua lelaki tampan itu dingin sih " ucapnya sambil mempersiapkan pesanan pelanggan


" Kakak , apa pesanan hari ini banyak ? "


" Eh , Alan kamu sudah pulang Dek ? " menoleh pada Alan sebentar lalu kembali menyibukkan tangan

__ADS_1


" Tentu saja , inikan sudah jam pulang . Apa ada yang bisa ku bantu Kak ? "


" Tidak , semua pesanan sudah selesai . Ini Kakak menyiapkan pesanan yang baru saja dipesan . Sana makan dulu , setelah itu ayo kita berkeliling seperti biasanya "


" Siap komandan ! " Alan nyengir lalu masuk kerumah untuk makan dan mandi sebentar. Dia masih memakai seragam sekolah saat menghampiri Kakaknya


Toko Bunga sangat ramai setiap hari , dia ingin mempekerjakan 1 orang untuk membantu Alan . Ya dia akan berbicara pada adiknya nanti , walaupun ada Bik Rami dan Pak Banu , Ara cukup tahu jika mereka sudah sangat lelah seharian


Baiklah saatnya pergi berkeliling kota , bunga pesanan sudah masuk ke dalam bak terbuka . Pak Banu juga ikut membantu menaikkan bunga tadi . Saatnya Ara dan Alan pergi , sementara Bik Rami dan Pak Banu menjaga Toko


" Pengiriman pertama kita adalah komplek Andalusia Dek "


" Komplek orang-orang elit kan Kak ? "


" Iya , kamu tahu itu . Emm Alan , Kakak ingin mempekerjakan 1 orang untuk membantumu di Toko Bunga "


" Tidak usah Kak , aku bisa sendiri kok "


" Tidak , Kakak tidak mau karena kamu sibuk di Toko , malah mengganggu belajarmu . Kamu bisa merekomendasikan ke Kakak siapa kira-kira yang cocok . Atau Kakak akan mencoba mencarinya . Tidak ada penolakan ! "


" Sekarang Kakak sudah seperti Kak Leon saja . Tidak ada penolakan , itu kan yang sering diucapkannya " Alan menyindir sang Kakak


" Hah , ya mungkin karena Kakak terbiasa mendengar itu . Jadi terekam otomatis diotak Kakak "


" Baiklah jika menurut Kakak itu yang terbaik "Ara senang mendengar jawaban dari mulut Alan


Mobil mereka sudah sampai di tempat tujuan . Ara turun dan melapor pada security tentang tujuannya . Security menyita tanda pengenal Ara dan mengizinkan mereka masuk , setelah memberi tahu letak rumah yang akan mereka datangi


Tidak butuh waktu lama , mereka sudah kembali dan akan mengirim ketempat berikutnya


" Orang kaya beda ya Kak , mereka sudah membayar lunas . Tapi masih memberikan tips , padahal sudah ada biaya pengiriman disitu "


" Tidak semua orang kaya seperti itu juga kan dek ? kadang ada juga kan yang judes dan bahkan tidak mengucapkan terimakasih "


" Iya juga sih Kak "


" Iya sudah ayo kita berkeliling lagi . Eh tunggu itu ada apa kok ramai keroyokan ? " Ara menunjuk arah seberang jalan . Alan ikut menoleh dan menghentikan mobil bak nya


Bersambung


Terimakasih yang sudah mampir ❤

__ADS_1


Jangan lupa ikuti terus kisah Leonara ya ❤


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤


__ADS_2