
...🌲 Happy Reading 🌲...
Waktu berjalan seperti biasanya , semua Keluarga Edison melakukan kegiatan masing-masing . Masih selalu dengan laporan apa yang akan dilakukan . Ara sudah sangat terbiasa dengan hal itu
Setelah sarapan mereka langsung bergegas pergi . Ara berjalan disamping Leon , disamping mobil Leon , Brandon sudah setia menunggu
" Selamat bekerja dan semoga harimu menyenangkan " Gadis manis ini tersenyum secerah matahari
" Jangan pulang terlambat ! "
" Oke Oke , aku sudah tahu . Sudah pergilah , Sekertaris Brandon , hati-hati dijalan . Silahkan " Mengalihkan pembicaraan pada Brandon
" Terimakasih Nona , mari Tuan Muda " Leon menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil
Mobil mulai berjalan pelan , Ara terlihat melambaikan tangannya kearah dimana mobil yang ditumpangi suaminya pergi
" Hah , akhirnya pergi juga . Aku juga harus segera ke Toko Bunga . Hari ini Alan sekolah , Kasihan Bik Rami sendirian nanti " gumam Ara pelan
Dia kembali ke kamar untuk mengambil tas kecilnya yang ketinggalan . Gadis itu bersenandung kecil sambil menaiki tangga , diujung tangga Tania sudah menunggu
" Wah wah kamu terlihat bahagia sekali ya . Bagaimana tidak ? bisa menjadi menantu Keluarga Edison memang sangat membanggakan bukan ? " Tania berkata sinis pada Ara , Ara hanya tersenyum tipis
" Bukankah itu yang anda rasakan juga , jadi jangan memprovokasi saya " Gadis didepan Tania ini memang pemberani , dia sangat pandai memutar kata lawannya
" Pintar sekali kamu berbicara , bagaimanapun juga aku tetap tidak merestuimu menjadi menantuku . Kamu hanya gadia miskin yang tidak bisa diandalkan "
" Haha , saya juga tidak pernah berfikir memiliki Ibu Mertua seperti anda . Biarpun miskin , tapi saya tidak pernah merugikan anda kan ? "
" Seharusnya kamu sadar diri Ara , berkacalah siapa kamu dan siapa anakku ! aku akan berusaha memisahkan kalian . Hanya Clara yang pantas menjadi menantuku ! "
" Maka lakukan saja , saya sangat menantikan usaha anda . Baiklah saya permisi " tidak menunggu Tania menjawab , Ara sudah meninggalkan wanita menyebalkan didepannya
Ceklek suara pintu tertutup . Ara sudah masuk kedalam kamarnya , dia duduk didepan cermin untuk menyisir rambutnya sebelum pergi
" Orang kaya memang bebas ya , seenaknya menghina orang miskin . Memang kalau tidak ada orang miskin , akan ada orang kaya ya ? " gerutu Ara sambil mengucir ekor kuda
" Memberi warna pada rambutku sepertinya bagus , aku sudah rindu warna rambutku yang dulu " masih berbicara sendiri
Tak lupa Ara memasukkan 1 stel baju yang akan dia pakai saat pulang nanti . Tidak mungkin dia memakai baju yang sudah penuh dengan keringat kan ?
Gadis manis itu sudah menyetir mobil pink nya , dia tidak sempat protes kepada Leon . Hah dia menerima pemberian Leon dengan lapang dada . Barang gratis harus disyukuri , gumamnya
__ADS_1
Mobil sudah berhenti di depan rumah sederhana miliknya . Bik Rami dan Pak Banu menyapa Ara
" Selamat pagi Nak , ayo masuk sarapan dulu " sapa Bik Rami ramah
" Terimakasih Bik , apa Alan sudah berangkat ? "
" Sudah Non , saya baru saja kembali dari mengantarkan Nak Alan " Jawab Pak Banu ramah
" Terimakasih ya Bik Rami dan Pak Banu . Kalian sudah menjaga Alan "
" Itu sudah tugas kami Nak . Silahkan dimakan dulu sarapannya , saya dan suami mau membuka Toko Bunga dulu ya " pamit Bik Rami
" Iya Bik " Ara menikmati sarapannya dengan lahap sekali
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Waktu sudah menunjukkan tengah hari , matahari bahkan sudah berada di tengah-tengah . Panas benar benar sedang menyengat
Seorang pelanggan pria yang sangat tampan masuk . Dia memakai baju formal sama seperti yang Leon kenakan
" Selamat datang di Toko Bunga kami , mau pesan bunga apa Tuan ? " Ara menyapa ramah , ini sudah pelanggan yang kesekian , tapi menurutnya ini yang tertampan hihihi
" Saya ingin memesan 55 tangkai mawar merah "
" Tolong antarkan saja "
" Baik , silahkan anda tulis disini . Alamat dan waktunya . Jangan lupa anda tulis nama anda juga ya , supaya mudah bagi saya untuk mengirimnya " Gadis manis ini menyodorkan kertas memo seperti biasa
Lelaki tampan didepannya bergegas menulis apa yang dikatakan Ara . Lalu menyodorkan pada gadis didepannya
" Baik Tuan , oiya apa perlu menggunakan vas bunga ? "
" Tidak , berapa semuanya ? " Ara menyodorkan kwitansi pada lelaki didepannya . Dan langsung dibayar oleh lelaki itu
" Terimakasih sudah datang kemari , semoga hari anda menyenangkan " Ucapan Ara hanya diangguki saja , lelaki itu langsung keluar
" Kenapa semua lelaki tampan itu dingin sih " ucapnya sambil mempersiapkan pesanan pelanggan
" Kakak , apa pesanan hari ini banyak ? "
" Eh , Alan kamu sudah pulang Dek ? " menoleh pada Alan sebentar lalu kembali menyibukkan tangan
__ADS_1
" Tentu saja , inikan sudah jam pulang . Apa ada yang bisa ku bantu Kak ? "
" Tidak , semua pesanan sudah selesai . Ini Kakak menyiapkan pesanan yang baru saja dipesan . Sana makan dulu , setelah itu ayo kita berkeliling seperti biasanya "
" Siap komandan ! " Alan nyengir lalu masuk kerumah untuk makan dan mandi sebentar. Dia masih memakai seragam sekolah saat menghampiri Kakaknya
Toko Bunga sangat ramai setiap hari , dia ingin mempekerjakan 1 orang untuk membantu Alan . Ya dia akan berbicara pada adiknya nanti , walaupun ada Bik Rami dan Pak Banu , Ara cukup tahu jika mereka sudah sangat lelah seharian
Baiklah saatnya pergi berkeliling kota , bunga pesanan sudah masuk ke dalam bak terbuka . Pak Banu juga ikut membantu menaikkan bunga tadi . Saatnya Ara dan Alan pergi , sementara Bik Rami dan Pak Banu menjaga Toko
" Pengiriman pertama kita adalah komplek Andalusia Dek "
" Komplek orang-orang elit kan Kak ? "
" Iya , kamu tahu itu . Emm Alan , Kakak ingin mempekerjakan 1 orang untuk membantumu di Toko Bunga "
" Tidak usah Kak , aku bisa sendiri kok "
" Tidak , Kakak tidak mau karena kamu sibuk di Toko , malah mengganggu belajarmu . Kamu bisa merekomendasikan ke Kakak siapa kira-kira yang cocok . Atau Kakak akan mencoba mencarinya . Tidak ada penolakan ! "
" Sekarang Kakak sudah seperti Kak Leon saja . Tidak ada penolakan , itu kan yang sering diucapkannya " Alan menyindir sang Kakak
" Hah , ya mungkin karena Kakak terbiasa mendengar itu . Jadi terekam otomatis diotak Kakak "
" Baiklah jika menurut Kakak itu yang terbaik "Ara senang mendengar jawaban dari mulut Alan
Mobil mereka sudah sampai di tempat tujuan . Ara turun dan melapor pada security tentang tujuannya . Security menyita tanda pengenal Ara dan mengizinkan mereka masuk , setelah memberi tahu letak rumah yang akan mereka datangi
Tidak butuh waktu lama , mereka sudah kembali dan akan mengirim ketempat berikutnya
" Orang kaya beda ya Kak , mereka sudah membayar lunas . Tapi masih memberikan tips , padahal sudah ada biaya pengiriman disitu "
" Tidak semua orang kaya seperti itu juga kan dek ? kadang ada juga kan yang judes dan bahkan tidak mengucapkan terimakasih "
" Iya juga sih Kak "
" Iya sudah ayo kita berkeliling lagi . Eh tunggu itu ada apa kok ramai keroyokan ? " Ara menunjuk arah seberang jalan . Alan ikut menoleh dan menghentikan mobil bak nya
Bersambung
Terimakasih yang sudah mampir ❤
__ADS_1
Jangan lupa ikuti terus kisah Leonara ya ❤
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤