Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Menikahlah Denganku !


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


..."Tidak ada yang lebih berharga didunia ini selain keluarga" Alandrio Geovani...


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Ara dan Leon masih terdiam . Ara terkejut dengan mewahnya desain interior yang dia lihat . Leon , entahlah kenapa dia masih diam saja


" Ehm , maaf Tuan Leonard , saya Ara pengirim bunga . Saya meminta pelunasan pembayaran pesanan anda . Ini tagihannya " Maju kedepan dengan tenang sambil membawa selembar kertas .


Sampai didepan meja Leon , Ara meletakkan kertas yang dia bawa . Dan hanya dilirik sekilas oleh Leon .


" Buset lelaki ini , daritadi diam saja . Apa dia sariawan atau sakit gigi " batin Ara


" Maaf Tuan Leonard , apa anda bisa melunasi pembayaran sekarang . Saya harus segera kembali ke Toko , karena masih ada pesanan yang harus saya kerjakan " Ara sungguh tidak sabar


Bukan hanya tidak sabar , tapi sedikit takut dengan Lelaki didepannya . Tidak menjawab sepatah katapun , hanya melihat saja daritadi


Leon terlihat menulis sesuatu di kertas , ternyata itu selembar cek . Nominal yang ditulis lebih besar dari tagihan yang Ara berikan


Bukan lebih besar lagi , malah bisa untuk membeli Toko Bunga Ara sekarang . Sorot matanya mengisyaratkan untuk melihat cek itu


Bola mata Ara langsung membola . Melihat jumlah yang tertera itu


" Tuan ini bukan nominal tagihannya . Anda bisa memberi saya uang cash saja , sama seperti Tuan Brandon kemarin . Beliau memberi saya uang cash " Ara menjawab dengan lugas dan cepat . Entah mengapa rasa takut mulai menjalar ditubuhnya , tapi dia mencoba tetap tenang


" Gila 4,5 M . Apa dia bercanda atau mau menghinaku ! " pikiran Ara bergejolak sendiri


" Ambil dan menikahlah denganku ! " Kata Leon singkat padat dan jelas


Duar , bagai tersambar petir disiang bolong , bukan hanya terkejut . Ara bahkan sampai terbengong seperti orang linglung


Flash back


Beberapa saat setelah Brandon keluar dari ruang kerja Leon , untuk membacakan jadwal kerjanya , Mommy Leon menelfon putranya itu


" Ada apa Mom ? "


" Bagaimana mengenai tawaran kencan buta tadi sayang . Sesuai dengan janjimu pada kami , jika dalam waktu 1 bulan kamu tidak memiliki kekasih , kamu harus menerima pilihan kami " Tania mulai memprovokasi anaknya itu


" Mom , aku baru 24 tahun " Leon menjawab malas


" Memangnya kenapa ? kamu tampan dan mapan . Dulu Daddy menikahi Mommy saat usianya juga 24 "

__ADS_1


" Jangan samakan kami Mom "


" Hei kalian kan memang sama . Kalau Mommy tidak mengenalkan seorang gadis padamu , bagaimana kamu akan menikah . Bahkan selama ini kamu tidak mau menoleh ada gadis yang mengejarmu " Tania menggebu-nggebu jadinya , anaknya ini tidak serong kan !


" Mereka membuatku jijik "


" Aduh Leonard kamu ini . Pokoknya besok hari terakhir , kamu tidak bisa menolaknya " Tut tut tut . Diseberang telfon Tania tersenyum ada suaminya . Semoga perjodohan yang direncanakan berhasil


Karena desakan sang Mommy membuat Leon sedikit pusing . Lalu dia tersenyum miring mengingat akan ada gadis yang datang padanya nanti .


" Aku harus memaksanya menikah denganku . Apapun caranya , aku tidak mau perjodohan konyol Daddy dan Mommy " gumam Leon


Flashback End


Ara segera tersadar dari keterkejutannya . " Apa tadi katanya , menikah . Dasar Gila " batin Ara


" Maaf Tuan , saya tidak mengenal anda dan sebaliknya . Anda salah orang . Jadi tolong bayar pelunasannya sesuai dengan yang tertulis saja " Ara geram pada lelaki didepannya


" Kamu menolakku ? "mengangkat sedikit alisnya


" Iya , saya menolak anda ! " mengucapkan dengan lantang , membuat Leon tersenyum tipis


" Selama ini para gadis mengejarku , dan kamu menolak ? "


" Maka nikahi saja gadis yang mengejar anda itu . Jangan saya ! " Ara sangat ingin nampol muka si Leon itu


Ceklek , melihat situasi . Ara terlihat menahan emosi , berbeda dengan Leon yang tersenyum kecil


" Ada apa Tuan Muda ? " tersirat sedikit kebingungan di wajah Brandon


" Beri dia uang Cash , dan bawa keluar ! " menunjuk pada Ara melalui lirikan matanya


" Baik " Saat Brandon dan Ara akan melangkah keluar , suara Leon mengejutkan mereka berdua .


" Arasya Geovani , besok aku akan menjemputmu . Kamu harus menikah denganku ! " Ara yang mendengarnya mengepalkan tangannya dan berbalik


" Aku tidak mau , dasar lelaki gila " Teriak juga akhirnya kan Ara . Brandon salut , karena Ara sangat berani pada Tuannya itu


" Tidak ada penolakan ! " lalu kembali duduk dikursinya


Brandon kemudian mengajak Ara menuju ruang kerjanya untuk mengambil uang cash . Uang yang sudah disediakan oleh Brandon


" Oh ternyata Tuan ingin memaksa gadis kecil ini menjadi istrinya . Semoga anda bisa menghadapi Nyonya Besar Nona Ara . Eh tapi kan Nona ini menolak , tapi memang ada yang bisa menolak Tuan Leonard " Batin Brandon , pikirannya berperang sendiri

__ADS_1


" Silahkan masuk Nona , tunggu sebentar . Saya ambilkan uangnya " Ara hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih muram


Brandon menyerahkan amplop coklat pada Ara , dan Ara menerima dengan senang hati


" Terimakasih Tuan Brandon . Tidak perlu mengantarkan saya , saya bisa turun sendiri " Ara ingin menjernihkan pikirannya , tidak ingin diganggu dulu . Begitu yang tersirat dari ucapannya


" Ah baiklah Nona , terimakasih atas kerja keras anda . Anda bisa menggunakan Lift di sebelah kanan " Berdiri mengantar Ara sampai didepan pintu lift


Setelah pintu lift tertutup , Ara meninju sisi lift berkali - kali


" Ah sial , apa maksudnya tadi . Aku tidak mau menikah denganmu . Ahhhhh , memangnya kamu siapa beraninya mengaturku ! " kesal sekali . Lalu menarik nafasnya berulang kali supaya emosinya mereda


Jangan sampai Alan tahu apa yang dialaminya tadi . Melakukan sedikit senam bibir agar bisa tersenyum manis di depan adeknya itu


Ting , pintu lift terbuka . Ara langsung keluar dengan senyum cerah ceria . Alan yang melihat kakaknya langsung berdiri menghampiri


" Kakak baik - baik saja kan ? " Alan memutar tubuh Kakaknya


" Hei kamu ini , memang kamu ingin Kakakmu ini kenapa ? " geli sendiri melihat tingkah Alan . Bagaimana kalau dia tahu apa yang terjadi di atas tadi ya ? Entahlah


" Haah aku lega kalau Kakak baik-baik saja . Ayo kita pulang ! " Alan berseru senang


Mereka berdua jalan beriringan , lalu masuk kedalam mobil bak terbuka yang mereka kendarai tadi


" Sebelum kembali ke Toko , kamu pengen makan apa dek ? "


" Memang sudah tidak ada pesanan bunga lagi kak ? Kok ngajakin makan ? " Fokus menyetir , Alan sudah berusia 17 tahun dan sudah memiliki Surat Izin Mengemudi ya


Ara juga bisa mengemudi kok , cuma dia sedang malas dan fikirannya kurang fokus . Jadi dia meminta Alan yang menyetir


" Ada beberapa pesanan yang minta diantar jam 5 sore nanti , Kakak sudah menyelesaikannya . Tinggal kirim saja kok . Jadi agak santai kan , kita bisa makan dengan tenang "


" Sebenarnya aku masih agak kenyang , tapi kalau Kakak memaksa bagaimana kalau kita makan Mie pedas langganan kita di Jalan Damai Kak ? " Memberi idepada Kakaknya


Membayangkan semangkok mie kuah dan sepiring mie goreng . Dengan toping potongan ayam dan juga telur rebus setengah matang . Sayurannya yang terlihat segar . Jangan lupakan taburan bawang goreng dan aroma cabe yang kuat itu , ada kerupuknya juga disana . Baru membayangkan saja air liur sudah menetes


" Baiklah ayo kesana , lihatlah air liurmu sudah banjir " tertawa melihat wajah adeknya yang lucu


Bersambung


Terimakasih untuk semua yang sudah mampir ya ❤


Jangan lupa dukungan untuk Author ya ❤

__ADS_1


Like , Vote , Komen dan Berikan hadiah untuk Author 😍😍


Ikuti terus kisah Leonara ya ❤


__ADS_2