
...🌲 Happy Reading 🌲...
..."Tidak ada yang lebih berharga didunia ini selain keluarga" Alandrio Geovani...
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Ara dan Leon masih terdiam . Ara terkejut dengan mewahnya desain interior yang dia lihat . Leon , entahlah kenapa dia masih diam saja
" Ehm , maaf Tuan Leonard , saya Ara pengirim bunga . Saya meminta pelunasan pembayaran pesanan anda . Ini tagihannya " Maju kedepan dengan tenang sambil membawa selembar kertas .
Sampai didepan meja Leon , Ara meletakkan kertas yang dia bawa . Dan hanya dilirik sekilas oleh Leon .
" Buset lelaki ini , daritadi diam saja . Apa dia sariawan atau sakit gigi " batin Ara
" Maaf Tuan Leonard , apa anda bisa melunasi pembayaran sekarang . Saya harus segera kembali ke Toko , karena masih ada pesanan yang harus saya kerjakan " Ara sungguh tidak sabar
Bukan hanya tidak sabar , tapi sedikit takut dengan Lelaki didepannya . Tidak menjawab sepatah katapun , hanya melihat saja daritadi
Leon terlihat menulis sesuatu di kertas , ternyata itu selembar cek . Nominal yang ditulis lebih besar dari tagihan yang Ara berikan
Bukan lebih besar lagi , malah bisa untuk membeli Toko Bunga Ara sekarang . Sorot matanya mengisyaratkan untuk melihat cek itu
Bola mata Ara langsung membola . Melihat jumlah yang tertera itu
" Tuan ini bukan nominal tagihannya . Anda bisa memberi saya uang cash saja , sama seperti Tuan Brandon kemarin . Beliau memberi saya uang cash " Ara menjawab dengan lugas dan cepat . Entah mengapa rasa takut mulai menjalar ditubuhnya , tapi dia mencoba tetap tenang
" Gila 4,5 M . Apa dia bercanda atau mau menghinaku ! " pikiran Ara bergejolak sendiri
" Ambil dan menikahlah denganku ! " Kata Leon singkat padat dan jelas
Duar , bagai tersambar petir disiang bolong , bukan hanya terkejut . Ara bahkan sampai terbengong seperti orang linglung
Flash back
Beberapa saat setelah Brandon keluar dari ruang kerja Leon , untuk membacakan jadwal kerjanya , Mommy Leon menelfon putranya itu
" Ada apa Mom ? "
" Bagaimana mengenai tawaran kencan buta tadi sayang . Sesuai dengan janjimu pada kami , jika dalam waktu 1 bulan kamu tidak memiliki kekasih , kamu harus menerima pilihan kami " Tania mulai memprovokasi anaknya itu
" Mom , aku baru 24 tahun " Leon menjawab malas
" Memangnya kenapa ? kamu tampan dan mapan . Dulu Daddy menikahi Mommy saat usianya juga 24 "
__ADS_1
" Jangan samakan kami Mom "
" Hei kalian kan memang sama . Kalau Mommy tidak mengenalkan seorang gadis padamu , bagaimana kamu akan menikah . Bahkan selama ini kamu tidak mau menoleh ada gadis yang mengejarmu " Tania menggebu-nggebu jadinya , anaknya ini tidak serong kan !
" Mereka membuatku jijik "
" Aduh Leonard kamu ini . Pokoknya besok hari terakhir , kamu tidak bisa menolaknya " Tut tut tut . Diseberang telfon Tania tersenyum ada suaminya . Semoga perjodohan yang direncanakan berhasil
Karena desakan sang Mommy membuat Leon sedikit pusing . Lalu dia tersenyum miring mengingat akan ada gadis yang datang padanya nanti .
" Aku harus memaksanya menikah denganku . Apapun caranya , aku tidak mau perjodohan konyol Daddy dan Mommy " gumam Leon
Flashback End
Ara segera tersadar dari keterkejutannya . " Apa tadi katanya , menikah . Dasar Gila " batin Ara
" Maaf Tuan , saya tidak mengenal anda dan sebaliknya . Anda salah orang . Jadi tolong bayar pelunasannya sesuai dengan yang tertulis saja " Ara geram pada lelaki didepannya
" Kamu menolakku ? "mengangkat sedikit alisnya
" Iya , saya menolak anda ! " mengucapkan dengan lantang , membuat Leon tersenyum tipis
" Selama ini para gadis mengejarku , dan kamu menolak ? "
" Maka nikahi saja gadis yang mengejar anda itu . Jangan saya ! " Ara sangat ingin nampol muka si Leon itu
Ceklek , melihat situasi . Ara terlihat menahan emosi , berbeda dengan Leon yang tersenyum kecil
" Ada apa Tuan Muda ? " tersirat sedikit kebingungan di wajah Brandon
" Beri dia uang Cash , dan bawa keluar ! " menunjuk pada Ara melalui lirikan matanya
" Baik " Saat Brandon dan Ara akan melangkah keluar , suara Leon mengejutkan mereka berdua .
" Arasya Geovani , besok aku akan menjemputmu . Kamu harus menikah denganku ! " Ara yang mendengarnya mengepalkan tangannya dan berbalik
" Aku tidak mau , dasar lelaki gila " Teriak juga akhirnya kan Ara . Brandon salut , karena Ara sangat berani pada Tuannya itu
" Tidak ada penolakan ! " lalu kembali duduk dikursinya
Brandon kemudian mengajak Ara menuju ruang kerjanya untuk mengambil uang cash . Uang yang sudah disediakan oleh Brandon
" Oh ternyata Tuan ingin memaksa gadis kecil ini menjadi istrinya . Semoga anda bisa menghadapi Nyonya Besar Nona Ara . Eh tapi kan Nona ini menolak , tapi memang ada yang bisa menolak Tuan Leonard " Batin Brandon , pikirannya berperang sendiri
__ADS_1
" Silahkan masuk Nona , tunggu sebentar . Saya ambilkan uangnya " Ara hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih muram
Brandon menyerahkan amplop coklat pada Ara , dan Ara menerima dengan senang hati
" Terimakasih Tuan Brandon . Tidak perlu mengantarkan saya , saya bisa turun sendiri " Ara ingin menjernihkan pikirannya , tidak ingin diganggu dulu . Begitu yang tersirat dari ucapannya
" Ah baiklah Nona , terimakasih atas kerja keras anda . Anda bisa menggunakan Lift di sebelah kanan " Berdiri mengantar Ara sampai didepan pintu lift
Setelah pintu lift tertutup , Ara meninju sisi lift berkali - kali
" Ah sial , apa maksudnya tadi . Aku tidak mau menikah denganmu . Ahhhhh , memangnya kamu siapa beraninya mengaturku ! " kesal sekali . Lalu menarik nafasnya berulang kali supaya emosinya mereda
Jangan sampai Alan tahu apa yang dialaminya tadi . Melakukan sedikit senam bibir agar bisa tersenyum manis di depan adeknya itu
Ting , pintu lift terbuka . Ara langsung keluar dengan senyum cerah ceria . Alan yang melihat kakaknya langsung berdiri menghampiri
" Kakak baik - baik saja kan ? " Alan memutar tubuh Kakaknya
" Hei kamu ini , memang kamu ingin Kakakmu ini kenapa ? " geli sendiri melihat tingkah Alan . Bagaimana kalau dia tahu apa yang terjadi di atas tadi ya ? Entahlah
" Haah aku lega kalau Kakak baik-baik saja . Ayo kita pulang ! " Alan berseru senang
Mereka berdua jalan beriringan , lalu masuk kedalam mobil bak terbuka yang mereka kendarai tadi
" Sebelum kembali ke Toko , kamu pengen makan apa dek ? "
" Memang sudah tidak ada pesanan bunga lagi kak ? Kok ngajakin makan ? " Fokus menyetir , Alan sudah berusia 17 tahun dan sudah memiliki Surat Izin Mengemudi ya
Ara juga bisa mengemudi kok , cuma dia sedang malas dan fikirannya kurang fokus . Jadi dia meminta Alan yang menyetir
" Ada beberapa pesanan yang minta diantar jam 5 sore nanti , Kakak sudah menyelesaikannya . Tinggal kirim saja kok . Jadi agak santai kan , kita bisa makan dengan tenang "
" Sebenarnya aku masih agak kenyang , tapi kalau Kakak memaksa bagaimana kalau kita makan Mie pedas langganan kita di Jalan Damai Kak ? " Memberi idepada Kakaknya
Membayangkan semangkok mie kuah dan sepiring mie goreng . Dengan toping potongan ayam dan juga telur rebus setengah matang . Sayurannya yang terlihat segar . Jangan lupakan taburan bawang goreng dan aroma cabe yang kuat itu , ada kerupuknya juga disana . Baru membayangkan saja air liur sudah menetes
" Baiklah ayo kesana , lihatlah air liurmu sudah banjir " tertawa melihat wajah adeknya yang lucu
Bersambung
Terimakasih untuk semua yang sudah mampir ya ❤
Jangan lupa dukungan untuk Author ya ❤
__ADS_1
Like , Vote , Komen dan Berikan hadiah untuk Author 😍😍
Ikuti terus kisah Leonara ya ❤