Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Sah menjadi Suami Istri


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


..." Hidup hanya sekali , lakukan yang terbaik . Jangan hanya bisa menumpuk penyesalan " Arasya Geovani...


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Hari ini adalah hari dimana Leon dan Ara menikah , Alan benar - benar terkejut dengan kabar itu . Bukankah katanya mereka tidak punya hubungan , lalu kenapa harus menikah


" Maafkan Kakak Alan , sebenarnya kami sudah lama mengenal . Hanya saja Kakak tidak mengizinkan Leon datang kerumah . Kamu tahu kan siapa Leon , akan jadi bahan omongan tetangga nanti " Ara terpaksa berbohong kepada adeknya itu


" Tapi setidaknya Kakak bisa mengenalkannya padaku dulu kan Kak "


" Kakak tidak menyangka jika Leon benar - benar akan menikahi Kakak . Kakak pikir hubungan kami tidak akan bertahan lama . Maafkan Kakak ya " Mengelus pucuk kepala adeknya yang sedang menikmati sarapannya


" Apa Kakak yakin akan bahagia nanti ? Apa keluarga mereka baik ? Apa mereka bisa menerima Kakak yang orang biasa ? Mereka Konglomerat loh Kak " Khawatir itu yang dirasakan Alan


Seandainya kamu tahu dek , mereka memperlakukanku seperti apa . Tapi tak masalah , selama kamu tetap baik-baik saja Batin Ara


" Kak , kok malah melamun sih , beneran ya Kakak tidak bahagia ? "


" Bukan seperti itu , Kakak hanya sedih saja . Dihari pernikahan Kakak orang tua kita tidak bisa menyaksikannya . Tapi tidak apa , masih ada adekku yang tampan ini " Mencoba tersenyum


Mobil yang menjemput Ara dan Alan sudah datang . Pernikahan di adakan di mansion Keluarga Edison . Hanya keluarga dekat mereka yang hadir , benar - benar pesta tertutup


Alan memahami itu , dan dia mencoba biasa saja . Kakaknya terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang dia pakai


Akhirnya Ara dan Alan sudah sah menjadi suami istri . Setelah pesta selesai , Alan berpamitan pulang pada Ara dan juga Leon


" Kak Ara , aku pulang dulu . Kakak jangan khawatir aku berani tidur sendiri . Aku juga akan menjaga toko bunga Kakak dengan baik " Alan memeluk Ara


" Iya dek , tenang saja Kakak setiap hari akan selalu datang ke Toko Bunga dan mengunjungi mu "


" Tolong jaga Kak Ara ya Kak Leon . Jangan menyakitinya ! " Alan berkata tegas


" Tentu saja , aku sudah mempekerjakan orang dirumahmu . Dia akan menyiapkan segala kebutuhanmu Alan " Leon berkata sedikit tegas


" Tidak perlu Kak . Aku bisa melakukan semuanya sendiri " tak enak hati Alan mencoba menolak

__ADS_1


" Tidak ada penolakan . Gunakan kartu ini untuk membeli kebutuhanmu " menyerahkan kartu hitam pada Alan . Membuat Ara dan Alan membola


" Tidak perlu berlebihan Kak , aku " belum menyelesaikan ucapannya Leon sudah berkata lagi


" Tidak ada penolakan . Kamu tanggung jawabku sekarang ! " ucapnya dengan nada dingin , Ara hanya menganggukkan kepalanya pada Alan


Brandon disebelah mereka hanya tersenyum melihat interaksi ketiganya . Dia tidak menyangka jika hari ini hari pernikahan Tuan Mudanya itu


" Terimakasih Kak , aku pamit " Berjalan keluar beriringan dengan Brandon . Dia yang akan mengantar Alan sampai kerumahnya


Alan berpamitan dengan semua keluarga tadi , ada yang tersenyum tulus , ada yang tersenyum palsu . Alan tahu itu , dia hanya bisa berdoa semoga Kakaknya bisa menjalani pernikahan ini dengan mudah


Mobil yang ditumpangi Alan sudah keluar dari gerbang menuju rumahnya


" Tuan Brandon , boleh saya bertanya ? " Alan melirik lewat kaca spion


" Panggil Brandon saja , sekarang anda adalah adik Tuan Muda Leon "


" Tidak , itu tidak sopan . Kalau begitu saya memanggil anda Kak Brandon saja . Jadi Kak , apa Keluarga Kak Leon benar-benar bisa menerima Kak Ara yang hanya seorang gadis biasa ? " Alan bertanya dengan polosnya


" Begitu ya Kak . Aku hanya khawatir saja , aku tidak bisa melihat Kakakku terluka " ucapnya sambil melihat ke arah jendela


" Tenanglah Alan , selama ada Tuan Leon , tidak ada yang bisa menyakiti Nona Ara " Brandon meyakinkan Alan


Ya semoga yang kamu khawatirkan tidak terjadi , aku sendiri terkejut saat tau Tuan Leon memaksa kakakmu menikah dengannya . Semoga Kakakmu bahagia pada akhirnya batin Brandon sambil melihat Alan dari spionnya


Mobil sudah sampai dipekarangan rumah Alan , terlihat dua orang , sepertinya mereka sepasang suami istri . Melihat mobil datang mereka tergopoh-gopoh menghampiri


" Anda Tuan Alan , tampan sekali dan masih sangat muda . Perkenalkan saya Rami , panggil saja Bik Rami . Saya yang akan menyiapkan semua kebutuhan Tuan Alan " ucap wanita yang berusia sekitar 40 tahunan


" Halo Tuan Alan , saya Pak Banu . Saya sopir yang akan mengantar kemanapun anda pergi . Saya suami Bik Rami " lelaki paruh baya disamping Bik Rami ikut memperkenalkan diri


Alan malah terbengong " Eh salam kenal Bik Rami dan Pak Banu . Kak Brandon apa ini tidak berlebihan "


" Tidak , mereka akan tinggal disini menemani anda . Dan juga akan membantu mengelola Toko Bunga Nona Ara "


" Yasudah mau bagaimana lagi . Menolak pun tidak akan didengerkan Kak . Kak Brandon sudah bisa pulang , terimakasih sudah mengantarku sampai rumah " Tersenyum manis pada Brandon , Brandon juga tersenyum lalu kembali ke mandion Leon

__ADS_1


Bik Rami , Pak Banu dan juga Alan memasuki rumah . Sebenarnya Alan merasa kurang sedikit nyaman karena sudah terbiasa dengan Ara . Tapi ya sudah , dia mencoba beradaptasi


Huh orang kaya mah bebas , ngasih black card sesuka hati , ngasih pembantu juga suka-suka . Ah Kak Ara semoga kamu bahagia . Batin Alan


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Ara mengukuti Leon menuju kamarnya , dia sudah gerah dan ingin ganti baju . Leon membukakan pintu kamarnya yang mewah . Terlihat suasana kamar yang maskulin, semuanya serba abu-abu dan hitam


Lah buset ini kamar apa kuburan , gak ada cerahnya sama sekali batin Ara


" Kamar mandi disebelah man , aku mau mandi gerah " Ara bertanya sambil celingukan


" Itu , pintu warna grey " Alan menjawab lalu melepas jas dan merebahkan tubuhnya


Sementara Ara menuju kamar mandi , tak lupa dia membawa baju dan juga handuk . Tidak ada istilah drama lupa bawa handuk dan semacamnya diakhir cerita


Leon tersenyum tipis , akhirnya dia terbebas dari teror sang Mommy . Dia sadar Ara pasti akan kesulitan nantinya , tapi dia yakin Ara bisa melewatinya


Buktinya saat acara pesta tadi dia bisa menghadapi keluarganya dengan santai dan sombong


" Keangkuhan dan kesombongan harus dilawan dengan hal yang sama kan , aku sudah kenyang makan asam garam . Huh kalau kamu melempar batu kecil , maka aku akan membalas dengan batu yang lebih besar " Kata Ara tadi saat pesta berlangsung


Bukan hanya Mommy yang tidak suka dengan Ara , beberapa keluarga juga ada yang tidak menyukainya . Beruntung sikembar Gea dan Ger menyukai Ara


Kak Ara memang the best batin Gea sambil tertawa saat mendengar Tantenya dipukul telak oleh omongan Ara


Satu kata untuk Kak Ara , Keren batin Ger sambil tersenyum tipis


Perjalananmu masih panjang Ara , membuat mertuamu tunduk juga tidak mudah . Yang kuat ya Ara ! Kamu pasti bisa !


Bersambung


Terimakasih yang sudah ikut membaca karya Author❤


Jangan lupa berikan dukungannya ya , biar Author lebih rajin update❤


Ikuti kelanjutan kisah Leonara ya❤

__ADS_1


__ADS_2