
...🌲 Happy Reading 🌲...
..." Sesuatu yang terlalu dipaksakan tidak akan berakhir baik . Jadi jangan terlalu memaksa , biarkan mengalir secara alami " Arasya Geovani...
......🌲🌲🌲🌲🌲......
Hari ini adalah hari minggu , Alan tidak pergi kesekolah . Sebelum membuka Toko Bunga, Ara dan Alan lari pagi bersama. Kebiasaan yang masih mereka lakukan sedari kecil . Bedanya sekarang hanya berdua saja
Kemarin setelah pulang dari warung Mie , Ara dan Alan berkeliling kota mengirim pesanan bunga . Malam minggu yang menyenangkan kata mereka , jalan-jalan tetap dapat cuan
Bukan hanya Ara dan Alan saja yang menjalanai harinya dengan lancar . Pesta Ulang Tahun Edison Group pun berjalan sangat lancar . Para staff dan pegawai berterimakasih atas jamuan yang mereka dapat hari ini
...🌲🌲🌲🌲🌲...
Sinar matahari sudah mulai meninggi , tanda hari sudah mulai siang . Namun diTaman dimana Ara dan Alan istirahat malah semakin ramai saja
" Bagaimana kalau kita sarapan Bubur Ayam didepan Dek , cacing diperut Kakak sudah demo minta makan " Ara bicara sambil menunjuk gerobak Bubur Ayam yang ramai pembeli
" Kenapa tidak makan Soto Daging disebelahnya saja . Pengunjungnya sudah tidak terlalu ramai . Kalau kita makan Bubur , aku takut Kakak keburu pingsan menunggu antrian " Menertawakan Kakaknya yang gak betah lapar itu .
" Haha , baiklah ayo kita sarapan Soto Daging saja "
Mereka berdua berjalan menyebrangi jalan raya . Karena ini hari minggu , tidak boleh ada kendaraan yang lewat disekitar Taman . Hanya untuk pejalan kaki saja
" Pak , dua mangkok Soto Daging dan teh hangat ya . Jangan lupa kerupuknya yang banyak " Ara memesan lalu duduk
" Baik nak " Bapak penjual Soto langsung membuat pesanan dengan senang hati . Untung saja masih cukup untuk 2 porsi , hari ini sangat ramai pembeli
Bapak Tua itu berjalan membawa nampan berisi 2 mangkok Soto dan 2 mangkok kerupuk . Juga 2 gelas teh manis hangat
" Silahkan dinikmati "
Lihatlah irisan dagingnya yang banyak , bubuk koya yang melimpah . Ditambah perasan jeruk nipis diatasnya , wah enak sekali
Ara dan Alan melahap makanan didepannya dengan cepat , mereka kelaparan . Dan juga makanan didepannya sangat menggoda iman . Setelah membayar Aran dan Alan pulang kerumah
Saat sampai didekat rumah , Alan dibuat heran oleh 2 mobil mewah berwarna hitam terparkir dihalaman rumahnya
" Itu mobil siapa Kak ? Apa kita punya kenalan konglomerat ? " Ara yang ditanyai juga bingung
" Tidak , Kakak juga tidak tahu "
" Maaf anda semua ini siapa ya ? ada urusan apa kemari ? " Ara bertanya pada lelaki yang memakai baju setelan hitam rapi
__ADS_1
" Selamat pagi Nona Ara " bukan menjawab malah mengucapkan selamat pagi
" Hei aku ini bertanya pada kalian " Reflek Ara memukul lengan lelaki kekar didepannya . Bug , tapi yang dipukul diam saja
" Kerasa sedikit sakit , sepertinya Nona Ara bisa beladiri . Kecil tapi tenaganya kuat juga " Batin lelaki yang dipukul Ara
Terdengat suara pintu mobil dibuka , kalian tahu siapa ? Siapa lagi kalau bukan Leonard . Si pemaksa itu
" Halo Ara , aku menepati janjiku menjemputmu " Leon berjalan menuju Ara dan Alan sambil tersenyum miring
" Siapa dia Kak ? Kok aku tidak pernah tahu Kakak punya kenalan seorang lelaki ? "
" Bukan siapa-siapa . Masuklah Alan , Kakak akan menyelesaikannya sendiri "
" Tidak , aku harus tau apa yang terjadi ! " Alan bersikukuh tidak ingin meninggalkan Kakaknya
" Alan ya , aku Leon calon Kakak Iparmu ! " Leon berkata santai
" Siapa yang akan menikah denganmu , dasar gila ! " Ara jengkel sendiri
" Haa , jadi kalian mau menikah Kak . Dan aku baru tau itu ? Kenapa Kakak tidak pernah cerita padaku ? " Alan kaget sekaligus kecewa .
" Bukan seperti itu Dek , Kakak tidak mengenalnya . Mana mungkin kami menikah , jangan percaya omongannya ! " meyakinkan Alan jika Leon berbohong
" Apa yang tidak bisa dilakukan oleh penguasa Edison Group " Batin Ara ingin berteriak
" Masuklah dulu dan mandi Dek . Ada yang harus Kakak selesaikan dengan orang ini " Karena mungkin ada hal penting , akhirnya Alan masuk
" Sepertinya aku pernah melihat orang ini , tapi dimana ya ? " Batin Alan mencoba mengingat
" Silahkan pergi , kedatangan anda tidak diterima disini " Ara berbicara ketus pada Leon
" Jangan keterlaluan , kamu menolakku lagi ! "
" Anda yang jangan keterlaluan , seenaknya memaksa orang menikah . Anda bercanda ! "
" Aku tidak bercanda , kamu harus menikah denganku ! "
" Berapa kali harus ku katakan , aku tidak mau ! "
" Penolakanmu bisa berimbas pada Adek kesayanganmu itu " berbicara sambil menyeringai
" Apa maksudmu ! Jangan mengancamku ! " Ara mulai dikuasai emosi , tidak ada kata formal lagi yang terucap
__ADS_1
" Aku bisa mengeluarkan Alan dari sekolahnya , membuatnya tidak bisa diterima disekolah manapun . Jadi dia tidak bisa melanjutkan kuliah dan mewujudkan cita-citanya " Ucapan Leon membuat Ara marah , dia tahu Leon mudah melakukan itu semua
" Sialan kamu Leon ! " Tangan Ara sudah terkepal kuat dan akan meninju muka Leon , sayangnya Leon terlalu waspada dan dengan mudah menangkap tangan Ara
" Kamu tidak akan pernah bisa memukulku ! "
" Lepaskan tanganku ! "
" 30 menit , kamu harus ikut denganku kerumah ! Tidak ada penolakan ! " melepaskan tangan Ara lalu kembali ke mobil
Para pengawal yang melihat Ara berani menantang Leon sangat salut , belum ada yang berani pada Tuannya itu .
Ara masuk kerumah dan langsung mandi , dia tidak ingin apa yang dikatakan Leon menjadi kenyataan . Huh dia memang harus berkorban untuk Adeknya itu
" Kak , kamu mau kemana sudah rapi begini ? "
" Aku ada urusan dengan orang tadi sebentar . Kamu dirumah saja ya , tidak perlu membuka Toko . Kamu bisa bermain bersama teman-temanmu " Tetap tersenyum cerah didepan Alan
" Lelaki tadi Pewaris Edison Group kan Kak . Aku baru melihatnya diinternet . Apapun yang terjadi aku percaya pada Kakak , hati-hati dijalan . Jika Kakak membutuhkan bantuan , hubungi aku saja " Alan seorang Adek yang sangat manis menurut Ara , bagaimana dia tega menghancurkan masa depannya
" Baiklah anak manis , Kakak pergi dulu ya "
Alan mengantar Ara sampai depan pintu , lalu melihat pengawal membukakan pintu mobil untuk Ara . Setelah mobil pergi Alan masuk kedalam rumahnya
" Baju apa yang kamu pakai ! "
" Baju ternyaman yang sering aku pakai . Kenapa ? matamu sakit melihat bajuku ? "
" Benar , pergi ke Raflesia Butik dulu " Leon memberi titah
Ara terkejut , itu Butik terkenal di Negaranya
" Aku tidak mau , memangnya kenapa dengan penampilanku . Kamu yang memaksaku menikah denganmu . Jadi kamu harus menerima penampilanku hari ini . Aku tidak mau menjadi orang lain ! " tegas Ara
" Putar kembali menuju Mansion Daddy " Leon tahu menghadapi Ara tidaklah mudah , dia tidak mudah ditindas
Leon yakin , Ara terpaksa menerima Leon karena tidak ingin melukai masa depan Adeknya . Ternyata ancamannya cukup akurat juga . Dia sangat menyayangi Alan
" Baiklah Arasya Geovani . Petualanganmu dimulai dari sekarang ! " Batin Leon sambil menyeringai
Bersambung
Ikuti terus kisah Leonara ya ❤
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ❤