Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Menjemput Paksa


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


..." Sesuatu yang terlalu dipaksakan tidak akan berakhir baik . Jadi jangan terlalu memaksa , biarkan mengalir secara alami " Arasya Geovani...


......🌲🌲🌲🌲🌲......


Hari ini adalah hari minggu , Alan tidak pergi kesekolah . Sebelum membuka Toko Bunga, Ara dan Alan lari pagi bersama. Kebiasaan yang masih mereka lakukan sedari kecil . Bedanya sekarang hanya berdua saja


Kemarin setelah pulang dari warung Mie , Ara dan Alan berkeliling kota mengirim pesanan bunga . Malam minggu yang menyenangkan kata mereka , jalan-jalan tetap dapat cuan


Bukan hanya Ara dan Alan saja yang menjalanai harinya dengan lancar . Pesta Ulang Tahun Edison Group pun berjalan sangat lancar . Para staff dan pegawai berterimakasih atas jamuan yang mereka dapat hari ini


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Sinar matahari sudah mulai meninggi , tanda hari sudah mulai siang . Namun diTaman dimana Ara dan Alan istirahat malah semakin ramai saja


" Bagaimana kalau kita sarapan Bubur Ayam didepan Dek , cacing diperut Kakak sudah demo minta makan " Ara bicara sambil menunjuk gerobak Bubur Ayam yang ramai pembeli


" Kenapa tidak makan Soto Daging disebelahnya saja . Pengunjungnya sudah tidak terlalu ramai . Kalau kita makan Bubur , aku takut Kakak keburu pingsan menunggu antrian " Menertawakan Kakaknya yang gak betah lapar itu .


" Haha , baiklah ayo kita sarapan Soto Daging saja "


Mereka berdua berjalan menyebrangi jalan raya . Karena ini hari minggu , tidak boleh ada kendaraan yang lewat disekitar Taman . Hanya untuk pejalan kaki saja


" Pak , dua mangkok Soto Daging dan teh hangat ya . Jangan lupa kerupuknya yang banyak " Ara memesan lalu duduk


" Baik nak " Bapak penjual Soto langsung membuat pesanan dengan senang hati . Untung saja masih cukup untuk 2 porsi , hari ini sangat ramai pembeli


Bapak Tua itu berjalan membawa nampan berisi 2 mangkok Soto dan 2 mangkok kerupuk . Juga 2 gelas teh manis hangat


" Silahkan dinikmati "


Lihatlah irisan dagingnya yang banyak , bubuk koya yang melimpah . Ditambah perasan jeruk nipis diatasnya , wah enak sekali


Ara dan Alan melahap makanan didepannya dengan cepat , mereka kelaparan . Dan juga makanan didepannya sangat menggoda iman . Setelah membayar Aran dan Alan pulang kerumah


Saat sampai didekat rumah , Alan dibuat heran oleh 2 mobil mewah berwarna hitam terparkir dihalaman rumahnya


" Itu mobil siapa Kak ? Apa kita punya kenalan konglomerat ? " Ara yang ditanyai juga bingung


" Tidak , Kakak juga tidak tahu "


" Maaf anda semua ini siapa ya ? ada urusan apa kemari ? " Ara bertanya pada lelaki yang memakai baju setelan hitam rapi

__ADS_1


" Selamat pagi Nona Ara " bukan menjawab malah mengucapkan selamat pagi


" Hei aku ini bertanya pada kalian " Reflek Ara memukul lengan lelaki kekar didepannya . Bug , tapi yang dipukul diam saja


" Kerasa sedikit sakit , sepertinya Nona Ara bisa beladiri . Kecil tapi tenaganya kuat juga " Batin lelaki yang dipukul Ara


Terdengat suara pintu mobil dibuka , kalian tahu siapa ? Siapa lagi kalau bukan Leonard . Si pemaksa itu


" Halo Ara , aku menepati janjiku menjemputmu " Leon berjalan menuju Ara dan Alan sambil tersenyum miring


" Siapa dia Kak ? Kok aku tidak pernah tahu Kakak punya kenalan seorang lelaki ? "


" Bukan siapa-siapa . Masuklah Alan , Kakak akan menyelesaikannya sendiri "


" Tidak , aku harus tau apa yang terjadi ! " Alan bersikukuh tidak ingin meninggalkan Kakaknya


" Alan ya , aku Leon calon Kakak Iparmu ! " Leon berkata santai


" Siapa yang akan menikah denganmu , dasar gila ! " Ara jengkel sendiri


" Haa , jadi kalian mau menikah Kak . Dan aku baru tau itu ? Kenapa Kakak tidak pernah cerita padaku ? " Alan kaget sekaligus kecewa .


" Bukan seperti itu Dek , Kakak tidak mengenalnya . Mana mungkin kami menikah , jangan percaya omongannya ! " meyakinkan Alan jika Leon berbohong


" Apa yang tidak bisa dilakukan oleh penguasa Edison Group " Batin Ara ingin berteriak


" Masuklah dulu dan mandi Dek . Ada yang harus Kakak selesaikan dengan orang ini " Karena mungkin ada hal penting , akhirnya Alan masuk


" Sepertinya aku pernah melihat orang ini , tapi dimana ya ? " Batin Alan mencoba mengingat


" Silahkan pergi , kedatangan anda tidak diterima disini " Ara berbicara ketus pada Leon


" Jangan keterlaluan , kamu menolakku lagi ! "


" Anda yang jangan keterlaluan , seenaknya memaksa orang menikah . Anda bercanda ! "


" Aku tidak bercanda , kamu harus menikah denganku ! "


" Berapa kali harus ku katakan , aku tidak mau ! "


" Penolakanmu bisa berimbas pada Adek kesayanganmu itu " berbicara sambil menyeringai


" Apa maksudmu ! Jangan mengancamku ! " Ara mulai dikuasai emosi , tidak ada kata formal lagi yang terucap

__ADS_1


" Aku bisa mengeluarkan Alan dari sekolahnya , membuatnya tidak bisa diterima disekolah manapun . Jadi dia tidak bisa melanjutkan kuliah dan mewujudkan cita-citanya " Ucapan Leon membuat Ara marah , dia tahu Leon mudah melakukan itu semua


" Sialan kamu Leon ! " Tangan Ara sudah terkepal kuat dan akan meninju muka Leon , sayangnya Leon terlalu waspada dan dengan mudah menangkap tangan Ara


" Kamu tidak akan pernah bisa memukulku ! "


" Lepaskan tanganku ! "


" 30 menit , kamu harus ikut denganku kerumah ! Tidak ada penolakan ! " melepaskan tangan Ara lalu kembali ke mobil


Para pengawal yang melihat Ara berani menantang Leon sangat salut , belum ada yang berani pada Tuannya itu .


Ara masuk kerumah dan langsung mandi , dia tidak ingin apa yang dikatakan Leon menjadi kenyataan . Huh dia memang harus berkorban untuk Adeknya itu


" Kak , kamu mau kemana sudah rapi begini ? "


" Aku ada urusan dengan orang tadi sebentar . Kamu dirumah saja ya , tidak perlu membuka Toko . Kamu bisa bermain bersama teman-temanmu " Tetap tersenyum cerah didepan Alan


" Lelaki tadi Pewaris Edison Group kan Kak . Aku baru melihatnya diinternet . Apapun yang terjadi aku percaya pada Kakak , hati-hati dijalan . Jika Kakak membutuhkan bantuan , hubungi aku saja " Alan seorang Adek yang sangat manis menurut Ara , bagaimana dia tega menghancurkan masa depannya


" Baiklah anak manis , Kakak pergi dulu ya "


Alan mengantar Ara sampai depan pintu , lalu melihat pengawal membukakan pintu mobil untuk Ara . Setelah mobil pergi Alan masuk kedalam rumahnya


" Baju apa yang kamu pakai ! "


" Baju ternyaman yang sering aku pakai . Kenapa ? matamu sakit melihat bajuku ? "


" Benar , pergi ke Raflesia Butik dulu " Leon memberi titah


Ara terkejut , itu Butik terkenal di Negaranya


" Aku tidak mau , memangnya kenapa dengan penampilanku . Kamu yang memaksaku menikah denganmu . Jadi kamu harus menerima penampilanku hari ini . Aku tidak mau menjadi orang lain ! " tegas Ara


" Putar kembali menuju Mansion Daddy " Leon tahu menghadapi Ara tidaklah mudah , dia tidak mudah ditindas


Leon yakin , Ara terpaksa menerima Leon karena tidak ingin melukai masa depan Adeknya . Ternyata ancamannya cukup akurat juga . Dia sangat menyayangi Alan


" Baiklah Arasya Geovani . Petualanganmu dimulai dari sekarang ! " Batin Leon sambil menyeringai


Bersambung


Ikuti terus kisah Leonara ya ❤

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ❤


__ADS_2