Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Pertemuan Pertama


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


...Jangan mengeluh dan menyerah . Selama masih ada keseriusan disitu masih ada harapan . Keberuntungan tidak datang pada mereka yang pemalas . Arasya Geovani...


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Ara membuka Toko Bunga nya dengan semangat . Jangan lupakan senyumnya yang cerah , secerah mentari pagi . Dia sudah selesai membuat karangan bunga untuk Edison Group


Tapi masih ada pesanan 50 bouqet kecil bunga lili dan mawar putih sebagai tambahan dekorasi . Harus sampai dijam yang sama


" Semangat Ara , ayo kita ngebut seperti pembalap . Wah hari ini bisa makan enak sama Alan " hihihi cekikikan sendiri melihat daftar di buku pesanannya


Dia mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk merangkai bunga . Melihat stok bunga Lili dan juga Mawar putih , menghitungnya ternyata pas untuk 50 rangkaian .


Baik , untuk mengantisipasi jika ada yang memesan Bunga Lili dan Mawar Putih , dia mengirim pesan kepada petani bunga melalu via wa . Dan langsung direspon dengan cepat . Nanti siang jam 12 bunga yang dia pesan akan dikirim ke Toko katanya


Saat sedang serius merangkai , Ara mendengar suara anak kecil menangis di depan . Dia bergegas keluar dan ternyata ada anak kecil yang sedang diganggu dua preman . Anak kecil itu pengamen , dan preman itu meminta uangnya


" Jangan di ambil , itu uangku " anak kecil itu menangis kencang


" Hei bocah kecil , jangan membantah . Mana bawa kesini uangnya " merebut plastik bekas permen yang berisikan uang receh


Ara keluar dari Toko lalu melempar bekas botol kecil pada dua preman itu , sambil berkacang pinggang dia berteriak


" Hei banci , jangan ganggu anak kecil . Mau duit ya kerja , jangan jadi preman " melambaikan tanga pada anak kecil itu , lalu membisikkan sesuatu . Dan anak kecil itu lari pergi


" Heh gadis kecil jangan ikut campur kamu . Berani kamu sama saya " teriak salah satu preman


" Kenapa harus takut , emang situ siapa ha ! Cuma banci yang beraninya ganggu anak kecil aja kok ! "


" Dasar kamu ya , karena kamu sudah membuat anak kecil itu pergi , kamu harus ngasih kita duit " salah satu preman lainnya ikut berkacak pinggang


" Enak aja , aku yang susah kerja , kamu yang nrima duitnya . Nih duit " Duk , Ara menendang keras paha salah satu preman didepannya


" Apa kalian mau kroyokan , tuh lihat jalanan rame . Mau aku teriakin biar digebukin massa ! " Semakin berani aja si Ara ini , gak ada takut - takutnya


" Awas kamu gadis kecil . Ayo kita pergi " menyeret temannya yang kesakitan . Gadis kecil tapi tenaganya besar juga , sakit sekali gumam preman yang kena tendangan Ara


Melihat dua preman itu pergi , Ara kembalu lagi ke dalam Tokonya .


" Jaman sekarang hidup memang sulit , tapi ya jangan malakin anak kecil juga . Masih sehat dan bugar kok , usaha kan bisa . Dasar " ngedumel sendiri sebelum membuka pintu Toko


Tidak lama ada seorang pelanggan datang untuk memesan bunga . 30 tangkai bunga mawar merah untuk kekasihnya katanya . Hari ini kekasihnya berulang tahun yang ke 30


Ara dengan semangat mengerjakan pesanan lelaki yang katanya tampan itu . Lelaki itu menunggu sambil melihat-lihat Toko Bunga Ara


" Anda bekerja disini sendirian Nona , apa tidak kerepotan ? "


" Iya saya sendiri Tuan , tapi kalau siang saya dibantu oleh adek saya . Pagi dia masih sekolah " Tangannya masih terampil merangkai

__ADS_1


" Oh begitu " dijawab anggukan dan senyum oleh Ara


Beberapa saat kemudian


" Ini Tuan , sudah selesai " menyerahkan bouqet bunga yang cantik dan rapi


" Wah , cantik sekali . Berapa Nona "


" 300 ribu Tuan " jawabnya sambil memberikan nota pada lelaki didepannya


" Apa perlu kartu ucapan ? "


" Tidak usah Nona . Ini uangnya dan terimakasih "


" Terimakasih kembali Tuan , semoga hari anda indah " tersenyum senang melihat lembaran uang yang dia terima pagi ini


Tak lupa Ara mengucap syukur atas apa yang diterimanya hari ini


" Rezeki dipagi hari , jangan lupa berbagi . Laris manis tanjung kimpul , ayo semuanya pada kumpul " ucap Ara sambil mengibaskan uangnya diatas bunga


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Bukan hanya Brandon , tetapi Gerald dan Gea juga melihat Kakaknya yang sedari tadi melihat ke luar jendela


" Wah si Kulkas melihat seorang gadis , apa mungkin Kakak tertarik ? " batin Gea dalam hati , lalu melirik Gerald


" Kayaknya Kakakku yang dingin ini tertarik sama gadis bar-bar " batin Gerald lalu membalas lirikan Gea


" Tidak ada Kak " menjawab serempak


Jalanan sudah mulai lancar , mobil sudah sampai dikampus tempat si kembar menimba ilmu .


" Belajar yang benar " hanya itu yang terucap dari bibir Leon


" Terimakasih Kak Leon , Terimakasih Kak Brandon " Leon hanya diam , sedangkan Brandon tersenyum dan menganggukkan kepala


Mobil melaju pesat menuju Perusahaan .Tidak ada pembicaraan antara kedua orang yang ada di dalam mobil


Sesampainya di Perusahaan mereka disambut oleh para pegawai , yang hanya dibalas anggukan saja


" Wah si Bos selalu bikin jantungku mau copot " ucap si A


" Bukan hanya Si Bos , bahkan Sekertarisnya aja bikin aku klepek - klepek " ucap si B


" Tuhan aku juga mau disisain jodoh seperti mereka " ucap si C


" Sudah jangan kebanyakan ngehalu . Buruan kerja , nanti kita pesta-pesta " ucap si D mengingatkan , membuat semuanya kembali ke meja masing-masing


Leon sudah duduk di kursi kebesarannya . Brandon membacakan apa saja jadwalnya hari ini . Ternyata tidak begitu padat , karena sore nanti ada perayaan ulang tahun Perusahaan bersama seluruh staff dan pegawai

__ADS_1


" Apa kamu memesan bunga dari Toko Bunga tadi ? "


" Benar Tuan Muda . Apa ada pesanan lagi ? "


" Tidak ! bagaimana dengan pembayarannya "


" Saya baru memberi 50% Tuan Muda , sisa pembayaran akan diberikan nanti saat pengiriman bunga Lili dan Mawar Putih " Brandon agak kebingungan sendiri , ada apa gumamnya


" Aku yang akan melunasinya sendiri "


" Baik , ha apa maksud anda Tuan Muda " tambah bingung lagi si Brandon


" Bawa gadis itu keruanganku nanti ! "


" Ah baik Tuan Muda , kalau begitu saya permisi " melangkah keluar dengan wajah yang masih bingung . Apa mungkin Tuan Mudanya tertarik dengan gadis tadi ?


Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang , sepulang sekolah Alan langsung mengganti baju dan makan siang . Bergegas dengan cepat karena harus membantu Kakaknya mengirim pesanan


" Alan , ayo cepat kamu lama sekali sih . Ayo ayo jangan sampai terlambat ! "


" Iya Kak , sudah dihitung . Jangan sampai kurang ya , jangan sampai daat masalah " Alan mengingatkan Kakaknya


" Sudah siap , ayo " masuk ke dalam mobil bak terbuka . Mobil yang biasa dia gunakan untuk mengirim karangan bunga . Kali ini ada 4 karangan bunga besar ucapan selamat ulang tahun , dan 50 buket kecil


Sampai ditempat , Ara dan Alan diperintahkan untuk mengisi buku tamu . Walau bukan termasuk tamu undangan .


" Permisi , apa anda Tuan Brandon . Saya Ara , mengantarkan pesanan bunga dan meminta pelunasan pembayaran " Ara berkata lugas , Alan disampingnya hanya diam sambil mengamati Brandon


" Silahkan ikut ke ruangan Tuan Muda . Maaf hanya Nona Ara saja , anda silahkan menunggu di sofa " Brandon melihat Alan


" Kenapa , saya kan adiknya Kak Ara . Jadi biarkan saya ikut , saya tidak ingin Kakak saya kenapa - napa " Protes Alan


" Tidak perlu berpikiran terlalu jauh , tidak akan terjadi apa-apa . Silahkan Nona Ara " Alan masih ingin protes lagi , tapi Ara menggelengkan kepalanya


Ara dan Brandon menaiki lif menuju ruangan Leon , tidak butuh waktu lama mereka sampai


" Wah luar biasa sekali ya desainnya " batin Ara


" Tunggu sebentar Nona Ara " Ara hanya mengangguk


Setelah berkata jika Ara sudah didepan , Brandon keluar lagi . Mempersilahkan Ara masuk


" Silahkan masuk Nona " setelah Ara masuk pintu tertutup begitu saja


Hawa dingin langsung menusuk kulit Ara , entah karena terkena Ac yang dingin . Atau hawa dari lelaki di depannya yang lebih dingin


Bersambung


Terimakasih untuk yang sudah mampir ya❀

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya dan maaf kalau masih ada typo😘


Maaf juga jika alurnya lambat , selamat membaca❀


__ADS_2