
...π² Happy Reading π²...
...Jangan mengeluh dan menyerah . Selama masih ada keseriusan disitu masih ada harapan . Keberuntungan tidak datang pada mereka yang pemalas . Arasya Geovani...
...π²π²π²π²π²...
Ara membuka Toko Bunga nya dengan semangat . Jangan lupakan senyumnya yang cerah , secerah mentari pagi . Dia sudah selesai membuat karangan bunga untuk Edison Group
Tapi masih ada pesanan 50 bouqet kecil bunga lili dan mawar putih sebagai tambahan dekorasi . Harus sampai dijam yang sama
" Semangat Ara , ayo kita ngebut seperti pembalap . Wah hari ini bisa makan enak sama Alan " hihihi cekikikan sendiri melihat daftar di buku pesanannya
Dia mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dia gunakan untuk merangkai bunga . Melihat stok bunga Lili dan juga Mawar putih , menghitungnya ternyata pas untuk 50 rangkaian .
Baik , untuk mengantisipasi jika ada yang memesan Bunga Lili dan Mawar Putih , dia mengirim pesan kepada petani bunga melalu via wa . Dan langsung direspon dengan cepat . Nanti siang jam 12 bunga yang dia pesan akan dikirim ke Toko katanya
Saat sedang serius merangkai , Ara mendengar suara anak kecil menangis di depan . Dia bergegas keluar dan ternyata ada anak kecil yang sedang diganggu dua preman . Anak kecil itu pengamen , dan preman itu meminta uangnya
" Jangan di ambil , itu uangku " anak kecil itu menangis kencang
" Hei bocah kecil , jangan membantah . Mana bawa kesini uangnya " merebut plastik bekas permen yang berisikan uang receh
Ara keluar dari Toko lalu melempar bekas botol kecil pada dua preman itu , sambil berkacang pinggang dia berteriak
" Hei banci , jangan ganggu anak kecil . Mau duit ya kerja , jangan jadi preman " melambaikan tanga pada anak kecil itu , lalu membisikkan sesuatu . Dan anak kecil itu lari pergi
" Heh gadis kecil jangan ikut campur kamu . Berani kamu sama saya " teriak salah satu preman
" Kenapa harus takut , emang situ siapa ha ! Cuma banci yang beraninya ganggu anak kecil aja kok ! "
" Dasar kamu ya , karena kamu sudah membuat anak kecil itu pergi , kamu harus ngasih kita duit " salah satu preman lainnya ikut berkacak pinggang
" Enak aja , aku yang susah kerja , kamu yang nrima duitnya . Nih duit " Duk , Ara menendang keras paha salah satu preman didepannya
" Apa kalian mau kroyokan , tuh lihat jalanan rame . Mau aku teriakin biar digebukin massa ! " Semakin berani aja si Ara ini , gak ada takut - takutnya
" Awas kamu gadis kecil . Ayo kita pergi " menyeret temannya yang kesakitan . Gadis kecil tapi tenaganya besar juga , sakit sekali gumam preman yang kena tendangan Ara
Melihat dua preman itu pergi , Ara kembalu lagi ke dalam Tokonya .
" Jaman sekarang hidup memang sulit , tapi ya jangan malakin anak kecil juga . Masih sehat dan bugar kok , usaha kan bisa . Dasar " ngedumel sendiri sebelum membuka pintu Toko
Tidak lama ada seorang pelanggan datang untuk memesan bunga . 30 tangkai bunga mawar merah untuk kekasihnya katanya . Hari ini kekasihnya berulang tahun yang ke 30
Ara dengan semangat mengerjakan pesanan lelaki yang katanya tampan itu . Lelaki itu menunggu sambil melihat-lihat Toko Bunga Ara
" Anda bekerja disini sendirian Nona , apa tidak kerepotan ? "
" Iya saya sendiri Tuan , tapi kalau siang saya dibantu oleh adek saya . Pagi dia masih sekolah " Tangannya masih terampil merangkai
__ADS_1
" Oh begitu " dijawab anggukan dan senyum oleh Ara
Beberapa saat kemudian
" Ini Tuan , sudah selesai " menyerahkan bouqet bunga yang cantik dan rapi
" Wah , cantik sekali . Berapa Nona "
" 300 ribu Tuan " jawabnya sambil memberikan nota pada lelaki didepannya
" Apa perlu kartu ucapan ? "
" Tidak usah Nona . Ini uangnya dan terimakasih "
" Terimakasih kembali Tuan , semoga hari anda indah " tersenyum senang melihat lembaran uang yang dia terima pagi ini
Tak lupa Ara mengucap syukur atas apa yang diterimanya hari ini
" Rezeki dipagi hari , jangan lupa berbagi . Laris manis tanjung kimpul , ayo semuanya pada kumpul " ucap Ara sambil mengibaskan uangnya diatas bunga
...π²π²π²π²π²...
Bukan hanya Brandon , tetapi Gerald dan Gea juga melihat Kakaknya yang sedari tadi melihat ke luar jendela
" Wah si Kulkas melihat seorang gadis , apa mungkin Kakak tertarik ? " batin Gea dalam hati , lalu melirik Gerald
" Kayaknya Kakakku yang dingin ini tertarik sama gadis bar-bar " batin Gerald lalu membalas lirikan Gea
" Tidak ada Kak " menjawab serempak
Jalanan sudah mulai lancar , mobil sudah sampai dikampus tempat si kembar menimba ilmu .
" Belajar yang benar " hanya itu yang terucap dari bibir Leon
" Terimakasih Kak Leon , Terimakasih Kak Brandon " Leon hanya diam , sedangkan Brandon tersenyum dan menganggukkan kepala
Mobil melaju pesat menuju Perusahaan .Tidak ada pembicaraan antara kedua orang yang ada di dalam mobil
Sesampainya di Perusahaan mereka disambut oleh para pegawai , yang hanya dibalas anggukan saja
" Wah si Bos selalu bikin jantungku mau copot " ucap si A
" Bukan hanya Si Bos , bahkan Sekertarisnya aja bikin aku klepek - klepek " ucap si B
" Tuhan aku juga mau disisain jodoh seperti mereka " ucap si C
" Sudah jangan kebanyakan ngehalu . Buruan kerja , nanti kita pesta-pesta " ucap si D mengingatkan , membuat semuanya kembali ke meja masing-masing
Leon sudah duduk di kursi kebesarannya . Brandon membacakan apa saja jadwalnya hari ini . Ternyata tidak begitu padat , karena sore nanti ada perayaan ulang tahun Perusahaan bersama seluruh staff dan pegawai
__ADS_1
" Apa kamu memesan bunga dari Toko Bunga tadi ? "
" Benar Tuan Muda . Apa ada pesanan lagi ? "
" Tidak ! bagaimana dengan pembayarannya "
" Saya baru memberi 50% Tuan Muda , sisa pembayaran akan diberikan nanti saat pengiriman bunga Lili dan Mawar Putih " Brandon agak kebingungan sendiri , ada apa gumamnya
" Aku yang akan melunasinya sendiri "
" Baik , ha apa maksud anda Tuan Muda " tambah bingung lagi si Brandon
" Bawa gadis itu keruanganku nanti ! "
" Ah baik Tuan Muda , kalau begitu saya permisi " melangkah keluar dengan wajah yang masih bingung . Apa mungkin Tuan Mudanya tertarik dengan gadis tadi ?
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang , sepulang sekolah Alan langsung mengganti baju dan makan siang . Bergegas dengan cepat karena harus membantu Kakaknya mengirim pesanan
" Alan , ayo cepat kamu lama sekali sih . Ayo ayo jangan sampai terlambat ! "
" Iya Kak , sudah dihitung . Jangan sampai kurang ya , jangan sampai daat masalah " Alan mengingatkan Kakaknya
" Sudah siap , ayo " masuk ke dalam mobil bak terbuka . Mobil yang biasa dia gunakan untuk mengirim karangan bunga . Kali ini ada 4 karangan bunga besar ucapan selamat ulang tahun , dan 50 buket kecil
Sampai ditempat , Ara dan Alan diperintahkan untuk mengisi buku tamu . Walau bukan termasuk tamu undangan .
" Permisi , apa anda Tuan Brandon . Saya Ara , mengantarkan pesanan bunga dan meminta pelunasan pembayaran " Ara berkata lugas , Alan disampingnya hanya diam sambil mengamati Brandon
" Silahkan ikut ke ruangan Tuan Muda . Maaf hanya Nona Ara saja , anda silahkan menunggu di sofa " Brandon melihat Alan
" Kenapa , saya kan adiknya Kak Ara . Jadi biarkan saya ikut , saya tidak ingin Kakak saya kenapa - napa " Protes Alan
" Tidak perlu berpikiran terlalu jauh , tidak akan terjadi apa-apa . Silahkan Nona Ara " Alan masih ingin protes lagi , tapi Ara menggelengkan kepalanya
Ara dan Brandon menaiki lif menuju ruangan Leon , tidak butuh waktu lama mereka sampai
" Wah luar biasa sekali ya desainnya " batin Ara
" Tunggu sebentar Nona Ara " Ara hanya mengangguk
Setelah berkata jika Ara sudah didepan , Brandon keluar lagi . Mempersilahkan Ara masuk
" Silahkan masuk Nona " setelah Ara masuk pintu tertutup begitu saja
Hawa dingin langsung menusuk kulit Ara , entah karena terkena Ac yang dingin . Atau hawa dari lelaki di depannya yang lebih dingin
Bersambung
Terimakasih untuk yang sudah mampir yaβ€
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya dan maaf kalau masih ada typoπ
Maaf juga jika alurnya lambat , selamat membacaβ€