Terpaksa Membawa Bahagia

Terpaksa Membawa Bahagia
Bertukar nomor


__ADS_3

...🌲 Happy Reading 🌲...


..." Aku tidak takut pada kekuasaan . Aku hanya takut pada Tuhan " Arasya Geovani...


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Brak , pintu mobil bak terbuka ditutup Ara dengan agak kencang . Dia kelepasan saja sebenarnya


" Kamu kenapa Kak ? "


" Tidak , ayo kita menuju ke tempat selanjutnya . Emm ke Restoran Chinese di Jl . Emerald , dekat kok 15 menit dari sini "


" Baik Kak , ayo kita berangkat "


Alan mengendarai mobil dengan hati-hati , aman dan kecepatan yang sesuai


" Kak , boleh aku bertanya sesuatu ? "


" Tanyakan saja , mengenai perempuan tadi kan ? "


" Iya Kak , dia siapa . Sepertinya mengenal Kak Leon dengan baik ? "


" Hah , entahlah . Kakak juga tidak tahu , kamu tahu Leon kan . Dia bukan orang biasa , dia penguasa bisnis . Tidak heran jika banyak yang mengejarnya kan . Baik itu laki-laki maupun perempuan , mungkin para perempuan itu menginginkan posisi menjadi istri Leon "


" Lalu kalau laki-laki , masa juga mau jadi pendamping Kak Leon "


" Ngawur kamu ini , tentu saja mereka berlomba untuk menggeser posisi Leon . Kamu tahu kan dia adalah lelaki dengan segudang prestasi di dunia bisnis . Tidak heran pasti banyak rivalnya "


" Kamu pikir Leon belok apa " batin Ara , pikiran adeknya itu ada - ada saja


" Kalau begitu Kakak harus hati-hati . Jangan sampai terluka karena tahu Kakak istrinya "


" Bukankah kemarin pesta pernikahan kami tertutup , tidak ada orang yang tau Dek . Ini juga sebagai antisipasi dari Leon untuk Kakak . Jadi kamu jangan berpikiran macam-macam ya "


" Iya Kak , tenang saja . Apapun yang terjadi , aku akan selalu mendukung Kakak . Akhirnya sampai juga " Alan turun dan mengambil bunga . Satu buket besar mawar merah , dengan jumlah 100 tangkai . Indah dan cantik sekali


Alan membopong bunga itu diikuti oleh Ara , mereka membawa bunga itu masuk . Setelah sedikit berbicara dengan pegawai restoran , mereka keluar dengan mengantongi beberapa lembar uang


Ara dan Alan mengelilingi kota denga seyum cerah ceria , terkadang ada candaan dan kekonyolan dari keduanya . Akur sekali Kakak Adek ini


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore , Ara dan Alan sudah sampai rumah . Mereka disambut hangat oleh Bik Rami dan Pak Banu


" Wah cepat sekali , sudah jam segini . Kakak mau mandi sebentar lalu kembali ke Mansion Edison . Kamu bisa menutup Tokonya Dek "

__ADS_1


" Tidak usah Kak , aku akan menutup Toko seperti biasanya . Lagipula ada Bik Rami dan Pak Banu yang membantu di Toko . Kakak tenang saja "


" Baiklah , Kakak minta maaf ya . Tidak bisa menemanimu sampai malam "


" Tidak apa-apa Kak , tidak perlu khawatir padaku "


" Yasudah Kakak mandi dulu " Ara meninggalkan Alan yang berkutat dengan laptopnya . Dia mencatat pemasukan hari ini . Berapa keuntungan yang mereka dapat


Alan juga mengecek persediaan bunga , banyak yang kosong . Lalu memesan bunga pada petani bunga langganan sang Kakak . Akan diantar hari ini juga katanya


Ara sudah selesai mandi dan mengganti baju , dia berpamitan pada ketiga orang diToko . Setelah berbasa-basi sebentar , Ara segera meninggalkan Toko Bunga


Butuh waktu kurang lebih 40 menit untuk sampai di Mansion Edison . Mobil yang dikendarai Ara masuk gerbang beriringan dengan mobil yang ditumpangi Leon . Mereka sama-sama memasuki garasi


" Kamu baru pulang " Tanya Leon , Brandon sudah berpamitan pulang


" Seperti yang kamu lihat kan . Aku tidak tahu kalau kamu juga pulang jam segini . Berikan ponselmu , aku akan selalu bertanya padamu kapan kamu pulang . Aku tidak mau terlambat dan membuat keributan " menengadahkan tanggannya pada Leon


" Buset , hp keluaran terbaru . Keren keren " Batin Ara sambil membolak-balik hp Leon . Leon yang melihat itu hanya diam saja


Ara mengetik beberapa nomer lalu melakukan panggilan pada ponselnya sendiri .


" Ini nomorku . Jangan lupa kamu simpan ! " Ara mengembalikan ponsel Leon , masih terlihat nomor Ara disitu .


Ara menyimpan nomor Leon dengan nama " Singa Menyebalkan " Sesuai namanya kan hihihi


Ara dan Leon berjalan beriringan , Ara juga sudah mengganti pakaiannya . Dia menenteng paper bag yang berisi baju kotor . Ara juga membawakan tas kerja Leon


Kepala pelayan yang melihat itu tersenyum . Ternyata Nona Mudanya ini perhatian pikirnya . Buktinya dia membawa tas kerja milik Leon . Namun senyumnya memudar saat ingat siapa yang sedang ditaman bersama Nyonya Rumah


" Selamat sore Tuan dan Nona Muda "


" Sore juga Pak Den " Ara menjawab sapaan dengan ramah , Leon hanya tersenyum tipis seperti biasanya


" Saya akan menyiapkan air hangat untuk anda Tuan Muda "


" Tidak perlu pak , biar saya saja . Mulai sekarang , saya yang akan mengurus semua keperluannya " Ara berkata lembut pada Pak Den , Leon mengangguk memahami arti tatapan Pak Den


" Baiklah Nona Ara , kalau begitu saya permisi ke belakang " membungkukkan sedikit badannya lalu pergi


Ara dan Leon naik ke lantai atas , tempat dimana kamar mereka berada . Ara menyiapkan semua keperluan Leon , mulai dari air hangat sampai baju rumahan yang Leon pakai


" Aku turun dulu ya , ingin berjalan-jalan dan menikmati sore di Taman " Leon menjawab dengan menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Sampai di tangga bawah , Ara melihat Gea duduk ditangga


" Gea , apa yang kamu lakukan disitu ? "


" Ah Kakak Ipar , aku sedang menunggumu . Kakak mau kemana ? "


" Kakak mau ke Taman , sepertinya enak menikmati sore disana " Jawaban Ara membuat Gea langsung berdiri dan menggandeng tanga Ara


" Jangan Kak , ada mak lampir disana . Ayo kita ke kolam renang saja . Kak Ger juga ada disana , dia sedang bernyanyi dan bermain gitar "


" Sepertinya seru , ayo kesana . Tapi tunggu , siapa itu mak lampir ? "


" Sudah jangan dipikirkan , pokoknya dia orang yang sangat menyebalkan . Ayo ikut aku saja Kak " Gea menjawab sambil menggandeng terus tangan Ara


Pak Den melihat itu tersenyum , ternyata Nona Gea tidak membenci Kakak Iparnya itu


" Lebih baik dengan Kak Ara kan dari pada mak lampir Clara yang sok itu . Ah ngomong-ngomong Kak Ara pendek banget sih " batin Gea sambil melihat Ara yang cuma sebatas telinganya


Ger melihat Ara dan Gea datang hanya tersenyum . Mereka menyelamatkan Ara dari Clara , mereka


takut Ara akan tersakiti


" Halo Kakak Ipar , ayo duduk disini " Ger memang memiliki pribadi yang humble , sama seperti Gea . Tapi kenapa hanya Leon yang kaku


" Halo juga Ger , kamu bisa main gitar juga ? "


" Iya Kak , biasanya aku dan Gea menghabiskan sore disini " Gea tersenyum lalu memangku setoples camilan


" Kak Ger juga jago nyanyi tahu Kak , dia sering mengisi acara kampus "


" Benarkah , pasti seru . Alan juga suka menyanyi dan bermain gitar "


" Kapan-kapan ajak Alan kemari ya Kak "


Mereka bertiga larut dalam keseruan , mengobrol , bernyanyi dan bermain gitar bersama . Sudah akrab saja , terdengar suara tawa mereka sampai ke taman . Clara dan Tania yang mendengar itu langaung mengahampiri


" Hei , kamu gadis penjual bunga tadi kan . Ngapain kamu kesini, sok-sok an akrab sama Gea da Ger juga . Mau merayu mereka ya , dasar tidak tahu diri " Clara marah begitu saja melihat pemandangan manis di depan . Tania hanya tersenyum tipis


Bersambung


Nantikan kisah Leonara selanjutnya ya ❤


Terimakasih yang sudah mampir , jangan lupa tinggalkan jejak❤

__ADS_1


Like , Vote komen dan Hadiahnya Author tunggu ya ❤ apresiasi kalian sangat berharga


__ADS_2