
...š²Happy Readingš²...
Sepulang dari Mansion Edison , Clara mengamuk . Kepala Pelayan dan pelayan lainnya bingung , tadi Nona Mudanya pergi dengan suasana hati yang gembira . Kenapa sekarang seperti ini
Prang Prang Prang
Terdengar suara barang-barang pecah . Tak ada yang berani mengetok pintu Clara , selama ini dia dikenal sebagai Nona Muda yang egois dan suka memerintah . Jadi para pelayan takut padanya
Belum sempat Kepala Pelayan melakukan panggilan , terdengar suara dari depan . Itu suara Nyonya mereka
" Apa yang terjadi Pak " tanya Soraya Imanuel , Ibu dari Clara Imanuel . Danu Harven Imanuel hanya diam disamping istrinya
Keluarga Imanuel , merupakan Keluarga yang cukup terpandang . Walaupun tidak sekaya keluarga Edison , tapi mereka patut dibilang keluarga yang cukup berada . Bisnis yang mereka jalankan , adalah Mall dan juga Restoran bintang lima
Soraya Imanuel adalah teman dekat Tania Edison . Mereka memang sudah merencanakan untuk menjodohkan anak mereka jauh-jauh hari . Para suami tidak ikut andil dalam hal itu
Jika Soraya tahu ternyata Leon sudah menikah , apa hubungannya dengan Tania akan rusak begitu saja ? Sepertinya sih iya
" Saya kurang tahu Nyonya . Sepulang dari perginya , Nona Muda langsung masuk kamar dan mengamuk " Tutur Pak Sam
" Apa pintunya terkunci ? " tanya Soraya lagi
" Iya Nyonya , akan saya ambilkan kunci cadangannya " Pak Sam lalu berjalan menuruni anak tangga , mengambil kunci cadangan
" Apa dia bertengkar dengan Leon , bukankah tadi dia pamit kerumah Leon ya ? " tanya Soraya pada suaminya
" Mungkin saja sayang , apa mereka memiliki hubungan khusus . Bukankah Leon tidak mau dijodohkan "
" Ish Papi , bukankah kamu juga bermimpi memiliki besan Keluarga Edison ? "
" Memang sih Mi , tapi kalau Leon menolak , memang kita bisa apa ? " Danu menjawab sambil memangku tangannya menunggu Pak Sam
" Ini kuncinya Tuan " Pak Sam memberikan kunci cadangan pada Tuannya
" Terimakasih Pak " setelah menerima kunci , Papi Clara mendekati pintu dan memasukkan kunci
Ceklek
Suara pintu terbuka berbarengan dengan suara lemparan vas bunga ke dinding samping pintu . Untung tidak mengenai siapapun
__ADS_1
Danu dan juga Soraya kaget , melihat vas bunga yang dilempar Clara . Wah bahkan pemandangan di kamarnya sudah seperti kapal pecah . Bukan kapal lagi , tapi seperti kapal yang terkena angin tornado
" Apa yang kamu lakukan Clara Imanuel ! " Teriak Danu . Lelaki paruh baya ini tidak menyukai sikap anaknya yang seperti ini . Kenapa harus membanting semua barang jika sedang kesal
Soraya mengelus pundak suaminya . Tenang , begitu isyarat yang diberikan . Clara langsung berhenti mendengar suara Papinya
" Apa yang terjadi sayang ? kenapa kamu seperti ini , ceritakan sama Mami " Soraya berbicara lembut sambil mendudukkan anaknya diranjang
" Leon Mi , huhuhu . Tante Tania jahat hiks hiks hiks "
" Bicaralah yang jelas , sudah jangan menangis lagi . Lihat wajahmu sudah seperti apa " Danu ikut duduk disamping anak dan istrinya . Para pelayan sudah pada turun untuk kembali bekerja
" Apa Mami tahu jika Leon sudah menikah ? "
" Hah menikah , kapan ? Bukan , maksud Mami kenapa Leon bisa menikah . Bukannya Tania berjanji akan menjodohkan kalian " Soraya sedikit emosi
" Itu yang aku tidak tahu Mi . Tadi aku berkunjung kesana . Dan melihat seorang gadis miskin yang mengaku jika dia istrinya Leon "
" Gadis miskin ? "
" Iya Mi , dia berusaha mendekati kedua adik Leon . Dan juga dia berani mengusirku dari sana didepan semua orang Mi . Aku sangat malu dan terluka "
" Aku tidak tahu namanya Pi , dia gadis penjual bunga dipinggir jalan ! "
" Apa ! " Soraya dan Danu syok sesaat
" Mana mungkin selera Leon seperti itu . Kamu lebih dari segalanya . Kamu lebih pantas bersanding dengannya ! " Soraya benar-benar emosi
" Aku harus bagaimana Mi Pi , aku sangat menyukai Leon "
" Papi tahu kamu menyukai Leon , tapi jika memang dia sudah menikah, kamu harus melupakannya . Terlepas dari orang yang dinikahinya itu miskin atau kaya "
" Papi , kenapa berkata begitu ! " Soraya bicara dengan nada tinggi
" Memangnya kalian mau apa ? mau memisahkan mereka ? mau mencari masalah dengan Keluarga Edison itu ? Kalian gila , ingat posisi kita ! dibandingkan dengan mereka kita hanya butiran debu . Papi sudah mengingatkanmu , jangan macam-macam ! " Danu langsung berdiri dan kwluar dari kamar Clara
Danu Harven Imanuel adalah orang baik . Dia tidak mau mencari masalah , apalagi dengan orang yang lebih berkuasa dari dia . Dia hanya ingin hidup damai dan bahagia dengan kelurga kecilnya
Dia tidak tahu jika anak dan istrinya ini licik , memiliki ambisi untuk menjadi orang yang lebih kaya dan disegani . Bukankah itu hal yang menyenangkan jika kamu memiliki banyak uang untuk membeli dunia ? itu yang ada dipikiran Soraya dan Clara
__ADS_1
" Aku tidak mau tahu Mi . Bagaimanapun caranya aku harus menjadi menantu Keluarga Edison ! "
" Mami tahu itu , Kamu harus menjadi Nona disana . Bukankah ini sudah menjadi tujuan kita dari awal ? "
" Bagaimana dengan Papi , pasti akan marah besar kalau tahu Mi "
" Maka jangan sampai Papi tahu . Kita lakukan ini secara diam-diam saja . Papi kamu memang tidak bisa diajak kerjasama "
" Terimakasih Mi " Clara memeluk Maminya
" Sudah sekarang kamu mandi , Mami akan meminta pelayan membersihkan kamarmu " mencium kening sang anak lalu turun untuk memanggil pelayan
" Pak Sam , suruh pelayan membersihkan kamar Clara "
" Baik Nyonya " Pak Sam segera memanggil 3 pelayan untuk membersihkan kamar Nona Mudanya . Supayan cepat selesai tidak cukup jika hanya 1 orang yang membersihkan
Saat ketiga pelayan sampai dikamar Clara , mereka semua menyayangkan . Barang-barang bagus semua dirusak . Vas bunga mahal , kaca besar , lampu tidur , dan masih banyak lagi
" Pantas saja Tuan Besar selalu marah dan kesal jika anaknya ini mengamuk . Lihat saja , semua barang dirusak " bisik pelayan A
" Iya , apa dia tidak tahu kalau membeli semua ini juga menggunakan uang " tanggap si pelayan B
" Namanya juga orang kaya , ya kalau kita , mau banting barang ini itu masih mikir harganya , besok masih bisa beli lagi apa nggak " sipelayan C ikut bisik-bisik
" Haha kamu benar , sudah ayo jangan sampai ketahuan kalau kita bisik-bisik . Cepat kita selesaikan " ucapan pelayan A diangguki oleh lainnya
Mereka bertiga membersihkan semua barang yang berserak , sambil memilih apa barang ini masih bisa ? apa boleh ya kalau aku minta ? sayang kan kalau dibuang !
Clara keluar menggunakan piyama handuknya . Dia menatap sekilas para pelayan , lalu duduk di kursi riasnya . Dia akan menghubungi Mety untuk menanyakan ada kesibukan apa besok , tumben manager nya itu belum menghubunginya dari pagi hari
" Kami sudah selesai Nona , permisi " ucapan ketiga orang itu hanya dibalas anggukan oleh Clara , dia hanya sibuk dengan ponsel ditangannya
Bersambung
Terimakasih yang sudah mampir ā¤
Ikuti terus kelanjutan Leonara ya ā¤
Jangan lupa berikan apresiasimu untuk authorā¤
__ADS_1