Terpikat Cleaning Service Cantik

Terpikat Cleaning Service Cantik
SETUJU


__ADS_3

Selamat membaca


 


“Kalau gitu, Ray mau nikah sama Fira mah.” Ujar Ray tiba-tiba


Mama Lisa yang mendengar itu merasa senang, akhirnya putranya mau menuruti perintahnya. Mama Lisa tahu mengapa Ray langsung menyetujui, padahal awalnya menolak keras. Karena Ray tidak mau harga dirinya turun sebab ditolak oleh karyawannya sendiri.


Sedangkan Fira terkejut mendengar ucapan atasannya. Niatnya ingin membatalkan rencana Mama Lisa, malah dirinya yang terkena getah.


“Karena sekarang Ray udah setuju sekarang giliran Fira. Apa kamu mau nikah sama Ray?” Tanya Mama Lisa sambil menatap Fira.


Fira hanya diam aja, dia bingung harus menjawab apa. Di satu sisi Ray menatap Fira lekat yang semakin membuat Fira semakin bingung dan gelisah.


“Awas aja kalau dia nggak mau nikah sama aku, aku bakalan paksa supaya dia mau.” Gumam Ray di dalam hati


“Bisa nggak tante kasih waktu Fira buat berpikir?” Tanya Fira


“Okey, tante bakal kasih kamu waktu sampai besok pagi.” Jawab Mama Lisa


“Kalau kamu nolak juga nggak papa, tante nggak akan maksa.” Kata Mama Lisa tersenyum sambil melirik Ray.


“Apa Fira boleh kembali ke ruang kerja?” Tanya Fira mengalihkan pembicaraan dan sekaligus meminta izin.


“Boleh, tapi mending kamu nggak usah kerja dulu. Lebih baik sekarang kamu langsung pulang terus istirahat supaya besok bisa beraktivitas lagi.” Saran Mama Lisa


Fira yang mendengar itu, bingung di satu sisi tubuhnya memang masih lemah namun di sisi lain dia baru berangkat kerja setelah cuti 1 minggu. Dia merasa tak enak dengan rekan-rekannya dan terutama kepada Bu Lidia.


“Fira udah ngerasa baikan kok tante. Jadi mau lanjut kerja aja.” Kata Fira setelah berpikir.


“Ya udah kalau gitu kamu hati-hati.” Kata Mama Lisa


Fira yang sudah dapat izin, mulai berjalan keluar ruangan Pak Ray. Namun baru beberapa langkah, Mama Lisa memanggilnya.


“Fir, sebentar.” Panggil Mama Lisa membuat Fira menoleh ke belakang.


“Boleh tidak nanti setelah kamu pulang kerja kita bicara sebentar di café depan perusahaan?” Tanya Mama Lisa berbisik pelan supaya Ray yang disitu tidak mendengar pembicaraannya.


“Boleh tante.” Jawab Fira berbisik juga.


“Em, gimana kalau kamu kasih nomor hpmu ke tante. Biar nanti saat pertemuan mudah buat dihubungi.” Kata Mama Lisa sambil menyerahkan hpnya.


“Boleh tante.” Kata Fira sambil mengambil hp Mama Lisa dan mengetikkan nomor hp


“Ini tante sudah.” Kata Fira setelah selesai mengetikkan nomor hp dan memberikan kembali ke Mama Lisa.


“Terima kasih ya Fir.” Kata Mama Lisa setelah menerima hpnya.

__ADS_1


“Ya tante, kalau gitu Fira permisi dulu.” Kata Fira sambil membungkukkan sedikit badan dan melangkah pergi.


Sedangkan Mama Lisa berjalan ke arah Ray sambil tersenyum bahagia. Membuat Ray heran melihatnya


“Mama kenapa bahagia gitu?” Tanya Ray penasaran


“Ya harus bahagia dong, karena bentar lagi kamu bakal nikah dan mama dapat menantu.” Jawab Mama Lisa sambil tersenyum senang.


“Hah, kalau mama nggak ngancam. Ray juga nggak mau nikah, apalagi sama wanita seperti dia yang cuma jadi cleaning service di perusahaan Ray.” Kata Ray diiringi helaan nafas.


“Kamu sekarang bilang gini tapi kalau sampai bucin sama Fira. Kamu bakal kemakan omongan kamu sendiri.” Kata Mama Lisa sambil senyum mengejek.


“Udahlah, kalau gitu mama mau pulang.” Lanjut Mama Lisa pamit pulang


Selepas Mama Lisa pergi, Ray mengusap wajah dengan kasar. Dia merasa kesal pada mamanya yang mengambil keputusan seenak jidat tanpa memikirkan perasaannya.


.


.


.


 Saat Fira sampai di ruang cleaning service, dirinya dihadiahi berentetan pertanyaan dari kedua sahabatnya.


“Fir lo nggak papa, ada yang luka nggak? Dari tadi gue cariin lo kemana-mana tapi nggak ketemu.” Kata Elis khawatir setelah mengetahui apa yang terjadi pada Fira.


“Gue nggak papa kok Lis.” Jawab Fira


“Lo nggak dipecat kan Fir?” Sambung Elis dengan pertanyaan sama.


“Gue nggak kena pecat kok, jadi kalian nggak usah khawatir.” Jawab Fira sambil tersenyum.


“Gue sih nggak dipecat tapi malah disuruh nikah sama Pak Ray karena mamanya salah paham.” Kata Fira yang hanya bisa dikatakan di dalam hati.


“Syukur deh kalau lo nggak kena pecat.” Ucap Fando


“Coba deh lo ceritain kenapa bisa kejadian kayak tadi? Bukannya pas kita tinggal lo masih baik-baik aja.” Tanya Elis penasaran


“Iya bener kata Elis, coba lo ceritain.” Kata Fando yang juga penasaran seperti Elis.


Fira kemudian menceritakan dari awal sampai akhir kejadian yang menimpa dirinya. Tetapi Fira tidak menceritakan kejadian Mama Lisa yang salah paham. Sedangkan Elis dan Fando mendengarkan dengan saksama. Mereka merasa emosi saat tau apa yang dilakukan Nindi kepada Fira.


“Wah keterlaluan bener tuh orang, bisa bisanya dia ngerjain lo ngasik segitunya.” Kata Elis dengan emosi


“Awas aja kalau ketemu, gue bakal kasih pelajaran tu orang.” Lanjut Elis masih dengan emosi.


“Lo nggak boleh emosi dong Lis, harus sabar.” Ucap Fando menenangkan Elis.

__ADS_1


“Bener kata Fando, lagian gue juga nggak kenapa-napa kok. Jadi lo tenang aja Lis.” Kata Fira membenarkan ucapan Fando.


“Gimana gue bisa tenang, kalau kelakuan tuh orang udah keterlaluan banget tau.” Kata Elis masih dilingkupi emosi.


“Udah mending sekarang kita makan siang.” Kata Fando mengalihkan emosi Elis.


“Okey, karna gue orang sabar dan kebetulan lapar banget. Mending sekarang capcus kita ke kantin.” Kata Elis yang sudah bisa mengontrol emosinya.


“Nah gitu dong, ini baru namanya sahabat gue yang nggak emosian.” Ucap Fando sambil mengacak puncak


kepala Elis.


“Fan, lo apa-apaan sih. Jadi rusak nih tatanan rambut gue gara-gara lo.” Kesal Elis dengan mimik wajah cemberut sambil merapikan rambutnya ke semula.


“Sorry, soalnya gue gemes sama sahabat gue yang satu ini kalau lagi cemberut gini.” Kata Fando


sambil mencubit gemas pipi Elis.


“Fando… lo ngeselin banget jadi orang.” Teriak Elis


“Kalau dilihat lihat kalian tuh udah cocok jadi pasangan, kenapa nggak langsung jadian aja.” Goda Fira yang melihat pertengkaran kedua sahabatnya.


“Kalau gue sih mau aja, tapi gimana si Elis mau nggak?” Tanya Fando dengan nada serius.


“Hah nggak lucu becandaan kalian.” Tawa Elis menanggapi ucapan Fando yang dia kira candaan.


“Dahlah gue laper, ke kantin sekarang yuk.” Ajak Elis


Fando yang mendapati ucapannya cuma dianggap lelucon oleh Elis merasa sedih.


“Kalian aja yang ke kantin, soalnya gue udah makan tadi.” Kata Fira


“Yah, kok lo udah makan duluan sih fir. Padahal kita tadi nungguin loh.” Ucap Elis


“Sorry Lis, tadi gue emang udah makan. Sekali lagi sorry.” Kata Fira meminta maaf


“Santai aja Fir, ya udah yuk Fan.” Ajak Elis sambil menarik tangan Fando.


Fando yang ditarik tangannya pasrah mengikuti langkah Elis yang menuju kantin.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak ya


See you next time


__ADS_2