Terpikat Cleaning Service Cantik

Terpikat Cleaning Service Cantik
PEMBICARAAN DI CAFE


__ADS_3

Selamat Membaca


Fira yang melihat kedua sahabatnya sudah pergi, bergegas untuk segera mengganti pakaian. Takut kedua sahabatnya menyadari dirinya tidak memakai baju kerja.


Note: Karena panik dan khawatir tentang keadaan Fira, jadi Elis dan Fando tidak menyadari bahwa baju yang dikenakan Fira telah berganti.


Selesai berganti pakaian, Fira menunggu kedua sahabatnya sambil bermain hp. Namun pikirannya tak berfokus pada hp tetapi malah melamun memikirkan masalah yang menimpanya. Hingga sebuah suara membuyarkan pikirannya.


Kalau author jadi Fira pasti senenglah bisa nikah sama Pak Ray yang gantengnya paripurna, nggak perlu diambil pusing.


Lanjut ke cerita


“Fir…Fir…Fira…” Panggil Elis


“Eh, eh kenapa?” Tanya Fira saat lamunannya buyar karena suara Elis.


“Lo kenapa Fir, kayak orang lagi banyak masalah aja?” Tanya Elis


“Perasaan lo aja kali Lis.” Jawab Fira menutupi masalah sebenarnya.


“Tapi kalau dilihat lo kayak orang bingung gitu, kalau semisal lo punya masalah cerita dong sama gue biar bisa cari solusi bareng.” Ucap Elis


“Bener tuh, gue juga siap bantu nyelesain masalah lo Fir.” Ucap Fando


“Makasih banyak perhatiannya, tapi suer gue nggak ada masalah kok, jadi kalian tenang aja.” Ucap Fira sambil tersenyum


Bukannya mau menutupi masalah dari kedua sahabatnya, namun Fira merasa masalah ini tak ada sangkut pautnya dengan kedua sahabatnya. Dirinya tak ingin kedua sahabatnya merasa ikut pusing memikirkan masalah yang sedang menimpanya.


“Beneran nih, lo nggak lagi punya masalah?” Tanya Elis memastikan.


“Beneran Lis.” Jawab Fira meyakinkan Elis


“Yaudah kalau lo emang nggak ada masalah, kita lanjut kerja. Soalnya waktu istirahat udah habis.” Kata Fando


“Cepet banget sih waktunya, perasaan kita baru ngobrol sebentar loh.” Gerutu Elis


“Namanya juga kerja pasti ada waktu sendiri buat ngobrol sama waktu buat kerja. Kalau mau ngobrol terus terusan bukan di tempat kerja tapi di rumah.” Kata Fando dengan nada mengejek.


“Lo kalau diajak ngobrol kenapa ujung ujungnya selalu ngeselin sih.” Sungut Elis


“Fando bilang bener kok Lis.” Ucap Fira


“Tuh dengar sendiri, ucapan gue itu selalu ada benarnya. Jadi gue nggak salah dong.” Sombong Fando


“Cara bicara lo yang bikin gue kesal, seolah olah lagi nyindir gue.” Kesal Elis.


“Kenapa jadi ribut lagi, kalian itu nggak pernah bisa akur sih. Heran gue tuh, selalu aja ada masalah saat ketemu.” Ucap Fira


“Fando duluan tuh yang bikin gue jengkel mulu tiap hari. Kalau bisa sehari aja nggak muncul di hadapan gue, pasti hidup gue tenang.” Kata Elis


“Beneran nih nyuruh gue buat nggak ketemu lo sehari, palingan nanti lo kangen nggak ketemu gue seharian.” Goda Fando


“Ck, nggak akan.” Ucap Elis


Perdebatan berhenti saat ada bunyi pintu dibuka.


Ceklek


“Kalian di sini mau ngobrol atau kerja?” Ucap Bu Lidia dengan nada bicara tegas


“Kerja dong bu.” Jawab Fando santai


“Kalau kerja kenapa malah ngobrol?” Tanya Bu Lidia


“Ini juga mau otw kerja bu.” Jawab Fando sambil nyengir


“Alasan saja.” Kata Bu Lidia


“Sekarang kembali kerja!” Perintah Bu Lidia


“Baik bu” Ucap mereka bertiga secara bersamaan

__ADS_1


Mereka bergegas menuju tempat masing-masing sebelum terkena marah Bu Lidia lagi.


.


.


Waktu begitu cepat berlalu, sekarang sudah waktunya jam pulang kerja bagi mereka bertiga.


“Akhirnya udah jam pulang kerja. Badan berasa udah kayak mau copot tau.” Keluh Elis sambil mengerakkan badannya ke kanan dan ke kiri.


“Gue juga ngerasa capek banget Lis, nggak kayak hari hari biasanya.” Keluh Fira.


“Mungkin lo kelamaan cuti kali kemarin ” Kata Elis


“Bisa jadi sih. Oh Iya gue dari tadi nggak lihat Fando. Emang kemana tuh orang?” Tanya Fira


“Katanya udah duluan nunggu di parkiran.” Jawab Elis


“Yaudah yuk, kita ke parkiran. Kasihan kalau Fando nungguin lama.” Ajak Fira


Fira dan Elis berjalan beriringan menuju parkiran.


Parkiran


Di sana Fando sudah siap dengan motornya


“Kalian ditungguin dari tadi, kenapa lama banget sih?” Gerutu Fando


“Sorry Fan, kita tadi ngobrol jadi agak lama keluarnya.” Ucap Fira


“Ya udah buruan Lis naik, soalnya gue buru-buru karna udah disuruh pulang sama bunda.” Ucap Fando buru-buru.


“Iya bawel. Kalau gitu gue pulang duluan ya Fir.” Pamit Elis


“Ya, kalian hati-hati.” Jawab Fira


Melihat sahabatnya sudah jalan, Fira bergegas menaiki sepeda motor. Namun, baru akan memakai helm ada nada dering yang berasal dari hpnya menandakan kalau ada yang menelpon.


“Halo, siapa ya?” Tanya Fira


“Ini tante, mamanya Ray. Kamu udah waktu pulang kerja fir?” Tanya Mama Lisa


“Udah tan.” Jawab Fira


“Bisa ketemu di cafe depan perusahaan sesuai janji tadi nggak?” Kata Mama Lisa


“Bisa kok tan.” Jawab Fira


“Okey, kalau gitu tante tunggu disana ya.” Kata Mama Lisa


“Iya tan.”


Selesai bertelepon, Fira menyalakan mesin motor menuju café di depan perusahaan.


.


.


Di cafe


Sesampainya di sana, Fira mencari keberadaan Mama Lisa. Tiba tiba ada suara yang memanggil namanya tentu saja siapa lagi kalau bukan Mama Lisa.


“Fir…” Panggil Mama Lisa


Mendengar namanya dipanggil, Fira melangkah ke sumber suara.


“Duduk dulu Fir.” Kata Mama Lisa


“Kamu mau pesan apa?” Tanya Mama Lisa


“Terserah tante aja.” Jawab Fira

__ADS_1


“Mbak…” Panggil Mama Lisa ke pelayan


“Iya nyonya, mau pesan apa?” Tanya pelayan


“Saya mau pesan steak 2 dan jus mangga 2.” Jawab Mama Lisa


“Tidak ada tambahan lagi nyonya.” Tanya pelayan


“Tidak ada mbak, cukup itu aja.” Jawab Mama Lisa


“Kalau begitu saya permisi.” Kata pelayan meninggalkan meja mereka.


Melihat pelayan sudah pergi, Fira memberanikan diri untuk berbicara pada Mama Lisa.


“Kalau boleh tau tante ngundang saya buat makan malam ada apa ya?” Tanya Fira hati-hati


“Jadi gini Fir, tante mau bahas kejadian tadi siang.” Kata Mama Lisa


“Soal tadi siang, Fira bakal jelasin kejadian yang sebenarnya. Apa yang dilihat semuanya nggak sesuai pemikiran tante, tante hanya salah paham aja.” Jelas Fira dengan nada lembut.


“Sebenarnya tante tau kalau kamu sama Ray nggak ngelakuin hal itu.” Kata Mama Lisa memberitahukan yang sebenarnya.


“Maksudnya tante udah tau yang sebenarnya?” Tanya Fira


“Iya, tante udah tau semuanya setelah cek rekaman CCTV di ruangan Ray. Saat Ray lagi makan siang di  café.” Jawab Mama Lisa


“Terus kenapa tante tetep kekeh buat nikahin kita berdua?” Tanya Fira penasaran


“Karena tante ingin Ray segera menikah.” Jawab Mama Lisa yang kurang masuk akal.


“Tapi kenapa harus saya tante? Masih ada perempuan di luar sana yang cocok sama Pak Ray dibanding saya yang hanya karyawan biasa.” Protes Fira namun masih dengan nada bicara lembut.


“Tante nggak mempermasalahkan status sosial kamu. Yang tante inginkan kamu jadi menantu tante.” Kata Mama Lisa


“Jujur tan, Fira masih ngerasa semua hanya lelucon aja.” Jawab Fira


“Ini nggak lelucon Fir, semuanya nyata.” Kata Mama Lisa meyakinkan Fira.


“Apa alasan tante milih Fira?” Tanya Fira penasaran


“Jujur ya Fir, saat pertama kali lihat kamu, tante udah ngerasa kalau kamu memang wanita yang cocok untuk Ray.” Jawab Mama Lisa


“Kenapa tante bisa berpikiran begitu?” Tanya Fira lagi.


“Tante juga nggak tau, jujur hati tante udah cocok sama kepribadian kamu yang sesuai dengan tipe menantu yang tante suka.” Jelas Mama Lisa


Percakapan mereka terhenti karena makanan yang dipesan sudah datang


“Dimakan Fir, nggak usah malu-malu.” Kata Mama Lisa yang melihat Fira masih canggung dengan dirinya.


“Iya tan.” Jawab Fira sambil memakan makanan yang dipesan.


Selama makan, hanya ada dentingan sendok beradu tanpa ada yang berbicara. Menambah suasana menjadi semakin canggung. Selesai makan, Mama Lisa memulai percakapan kembali


“Gimana Fir, keputusan kamu mau kan jadi menantu tante?” Tanya Mama Lisa yang terkesan sedikit memaksa.


“Maaf tan, tapi antara kita berdua belum ada cinta. Apa bisa dua orang yang tak saling mencintai disatukan dalam ikatan cinta?” Tanya Fira


“Masalah cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu Fir, dulu tante dengan papanya Ray juga menikah bukan atas dasar cinta, tapi sampai sekarang rumah tangga kami baik- baik saja dan cinta datang dengan sendirinya.” Jelas Mama Lisa


“Gimana mau kan?” Tanya Mama Lisa sekali lagi


.


.


.


Bersambung


Terima kasih yang sudah mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


See you next time


__ADS_2