Terpikat Cleaning Service Cantik

Terpikat Cleaning Service Cantik
PERTOLONGAN


__ADS_3

Selamat membaca


Ray telah selesai meeting di café ditemani oleh asisten Dito. Sekarang dia akan kembali ke perusahaan, sedangkan asisten Dito dia suruh untuk mencari tahu latar belakang wanita yang ditabraknya 1 minggu yang lalu.


Sesampainya di perusahaan, Ray berjalan menuju ruang kerja. Namun saat melewati departemen keuangan, dia mendengar teriakan seorang wanita membuat dirinya penasaran dan memilih melihat apa yang sedang terjadi.


“Ada apa ini?” Tanya Ray saat mendengar teriakan Fira.


Nindi yang melihat atasannya, mulai mendekati Ray dan memainkan dramanya.


“Tadi saya ke patri nyuruh cleaning service ini untuk buat kopi dingin, tapi malah yang dia buat kopi panas. Karena saya emosi nggak sengaja ngatain dia. Dia kayak nggak terima gitu pak, trus nyiram kopi itu di bagian kaki saya. Saya nggak terima dong pak, dinasehati malah balas saya. Saya yang terlanjur marah, saya siram deh kopi itu di bajunya.” Adu Nindi berbohong.


Semua karyawan termasuk Fira yang mendengar penjelasan Nindi merasa tercengang dan hanya bisa  meredam rasa kesal yang begitu dalam untuk menghadapi ratu drama yang satu ini.


“Apa bener yang dikatakan karyawan ini?” Tanya Ray kepada semua orang


“Kenapa pada diam semua?” Tanya Ray saat melihat tidak ada satu pun yang berbicara.


Fira memberanikan diri untuk berbicara sebagai pembelaan diri.


“Saya tidak melakukan semua yang diceritakan oleh Mbak Nindi pak, yang diceritakan Mbak Nindi semuanya bohong tak sesuai kejadian tadi.” Jelas Fira


“Maksud lo apa hah!” Marah Nindi


“Memang kenyataannya begitu mbak. Saya tidak melakukan hal yang dituduhkan mbak, malah mbak sendiri yang nyiram kaki mbak dan baju saya.” Kata Fira kesal


“Udah-udah kenapa pada ribut, sekarang kamu ikut ke ruangan saya.” Kata Ray menunjuk Fira


“Iya pak.” Jawab Fira pasrah sambil mengikuti Ray dari belakang.


“Yes akhirnya lo bakal dipecat juga, dasar cleaning service sok kecantikan, lebih cantik gue kali.” Gumam Nindi di dalam hati sambil tersenyum kemenangan.


Di ruang kerja Ray


“Duduk.” Perintah Ray pada Fira untuk duduk di sofa.


“Baik pak.” Jawab Fira sopan.


“Apa kamu tidak sadar kalau baju dalamanmu kelihatan?” Tanya Ray sambil menatap Fira.


“Em maksud bapak apa ya?” Tanya Fira kurang ngerti yang dimaksud Ray.

__ADS_1


“Maksud saya, baju kamu yang kena tumpahan kopi tembus sampai dalam, jadi dalaman baju kamu kelihatan.” Jelas Ray


Mendengar itu, Fira spontan melihat ke bajunya. Dia terkejut dan sekaligus malu, lalu menutupi menggunakan tangan supaya Ray tak melihatnya.


“Jadi dari tadi bapak ngeliat baju saya?” Tanya Fira kesal sambil menuduh


“Bisa dibilang iya, karena saya juga punya mata. Jadi nggak salah dong kalau saya lihat.” Kata Ray enteng


“Bapak mesum…” Teriak Fira


“Saya nggak berniat mesum. Lagipula saya juga nggak ***** sama tubuh kamu.” Kata Ray mengejek.


“Kalau gitu saya permisi pak mau ganti baju dulu.” Pamit Fira sambil berdiri dan akan meninggalkan ruangan Ray.


“Apa kamu nggak malu keluar dengan baju dalamanmu yang kelihatan?” Tanya Ray


“Em, bener juga ya kata Pak Ray. Trus gimana ini?” Gumam Fira di dalam hati sambil berpikir.


“Kenapa diam?” Tanya Ray


“Em saya bingung pak, untuk menutupi baju saya yang basah. Supaya bisa keluar buat ganti baju.” Jawab Fira sambil menggaruk garuk kepalanya


“Kenapa Pak Ray nggak marahin aku gara-gara kejadian tadi, malah dia baik sama aku.” Gumam Fira.


Di ruang pribadi Ray


Ray sedang mencari jas yang akan di gunakan oleh Fira, namun tiba-tiba terdengar bunyi ponsel di saku celananya. Dia mengambil dan melihat disana tertera nama asisten Dito. Ray memilih untuk menjawabnya siapa tahu ada yang penting.


“Halo tuan.” Kata Asisten Dito


“Ya, ada apa telfon?” Tanya Ray


“Saya ingin memberitahu bahwa orang yang ditabrak tuan 1 minggu yang lalu bekerja di perusahaan milik tuan sebagai cleaning service. Namanya Safira Putri Permatasari.” Jelas Asisten Dito


“Oh kalau gitu terima kasih atas informasinya dan sekarang kamu kembali ke kantor nanti akan saya kasih bonus.” Ujar Ray


“Terima kasih tuan.” Ucap Asisten Dito


“Kalau gitu saya matikan.” Kata Ray


Setelah selesai bertelepon dan menemukan jasnya, Ray keluar dari ruang pribadinya menghampiri Fira yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


“Pakai jas ini.” Kata Ray sambil memberikan jasnya.


“Apa tidak apa-apa pak kalau saya pakai jas bapak?” Tanya Fira


“Nggak papa itu buat kamu, bahkan kalau mau kamu jual juga nggak papa saya masih punya banyak di


rumah.” Jawab Ray enteng.


“Sombong banget sih pak.” Gerutu kesal Fira di dalam hati.


“Kamu ngumpat saya di dalam hati?” Tanya Ray menatap Fira.


“Eh, e-nggak pak.” Jawab Fira gugup.


“Kalau gitu saya permisi pak dan terima kasih atas pertolongannya.” Kata Fira setelah memakai jas yang diberikan Ray.


“Eh bentar, nama kamu siapa?” Tanya Ray


“Nama saya Safira Putri Permatasari biasa dipanggil Fira pak.” Jawab Fira


“Oh jadi kamu yang saya tabrak 1 minggu yang lalu dan yang tadi pagi nabrak saya?” Tanya Ray


“Eh bu-kan pak, pasti bapak salah orang.” Kata Fira berbohong


“Nggak usah bohong deh, saya udah tahu kalau orang itu adalah kamu. Dan dilihat dari jalan kamu yang pincang sudah meyakinkan saya kalau orang itu adalah kamu.” Kata Ray sambil menatap dan mendekati Fira sedangkan Fira yang di dekati memilih menundukan kepala.


“Angkat kepala kamu dan lihat saya.” Perintah Ray yang sudah ada di depan Fira


Fira masih tetap menundukan kepala dengan wajah yang sudah berubah menjadi pucat pasi dan ketakutan. Sedangkan Ray yang melihat Fira masih menundukan kepala memilih memegang dagu Fira dan mengangkatnya. Namun baru beberapa detik diangkat, tubuh Fira sudah ambruk menubruk tubuh Ray yang ada di depannya. Ray dengan spontan langsung mendekapnya dengan memeluk pinggang Fira. Bertepatan dengan pintu ruang kerja Ray terbuka.


.


.


.


Bersambung


Terima kasih yang sudah mampir dan jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya


See you next time

__ADS_1


__ADS_2