
Selamat membaca
Hari telah berlalu, sekarang sudah 1 minggu Fira cuti kerja dan hari ini dia mulai beraktivitas kembali. Walaupun bengkak kakinya sudah kempes namun dia masih sedikit pincang saat berjalan.
“Fir, kamu beneran hari ini mau berangkat kerja?” Tanya Ayah Anton
“Iya yah.” Jawab Fira
“Emangnya kamu udah sembuh beneran?” Tanya Ibu Lilis
“Sebenarnya sih belum sembuh total, tapi Fira nggak enak sama Bu Lidia atasan Fira bu.” Jelas Fira
“Iya juga sih, nanti takutnya kamu bakalan di pecat karena cutinya kelamaan.” Kata Ibu Lilis
“Tapi disana, kalau kamu ngerasa sakit, mending istirahat sebentar.” Saran Ayah Anton
“Iya bener kata ayah kamu, jangan terlalu dipaksain nanti malah kakimu tambah parah.” Kata Ibu Lilis mengiyakan perkataan suaminya.
“Kamu berangkatnya nggak bawa motor kan?” Tanya ibu Lilis
“Nggak bu, Fira mau pakai gojek aja. Ini abang gojeknya lagi di perjalanan” Jawab Fira
“Kalau gitu Fira berangkat dulu. Yah…bu.” Kata Fira
“kamu hati-hati Fir.” Pesan Ibu Lilis
“Assalamualaikum” Pamit Fira
“Waalaikumsalam.” Jawab Orang tua Fira bersamaan
Fira melangkah keluar rumah untuk menunggu abang gojek.
“Dengan mbak Safira?” Tanya abang gojek
“Iya benar pak.”Jawab Fira
“Ini tujuannya sesuai maps ya mbak.” Kata abang gojek
“Iya pak.” Jawab Fira
Sesampainya di perusahaan, Fira membayar abang gojek dan melangkah masuk ke perusahaan. Fira berjalan terburu buru menghiraukan sakit kakinya karena takut terlambat. Hingga dia tanpa sengaja menabrak seorang pria yang membawa beberapa dokumen.
“Maaf, pak saya tidak sengaja.” Jawab Fira sambil memungut beberapa lembar kertas yang berserakan dan menunduk.
__ADS_1
“Kamu itu kalau jalan pakai mata, kenapa main tabrak aja?” Marah Pria itu yang tak lain Ray yang sedang berdiri sambil bersedekap tangan.
“Kenapa suaranya kayak nggak asing ya.” Gumam Fira
Karena rasa penasaran yang tinggi, dia memilih mendongak ke atas, betapa terkejutnya dia bertemu lagi dengan orang yang menabraknya 1 minggu yang lalu dan sekaligus atasannya. Fira yang sudah sadar dari terkejutannya, memilih memalingkan muka.
“Semoga dia nggak ngenalin gue.” Doa Fira dengan cemas
Sedangkan Ray yang melihat wajah Fira walaupun sekilas, dia merasa pernah melihatnya tapi lupa dimana.
“Saya minta maaf tidak sengaja menabrak bapak.” Ucap Fira sambil menyerahkan lembaran kertas yang sudah Fira kumpulkan jadi satu.
Kata-kata Fira membuyarkan lamunan Ray
“Hem.” Jawab singkat Ray
“Kalau begitu saya permisi pak.” Kata Fira sopan
Sebelum Ray menjawab, Fira sudah meninggalkannya karena takut ketahuan.
“Tunggu, apa kita pernah ketemu sebelumnya?” Tanya Ray
“Em, kayaknya belum pak.”Jawab Fira sedikit gugup
“Tapi kayaknya saya pernah liat kamu. Tapi dimana ya.” Kata Ray sambil berpikir
“Kalau gitu saya permisi pak.” Ucap Fira lagi
“Ya.” Jawab singkat Ray
Ray masih melihat ke arah Fira yang mulai melangkah meninggalkannya, dia mulai memperhatikan cara berjalan Fira yang sedikit pincang. Dia mulai mengingat-ngingat
“Hem, apa bener dia wanita yang aku tabrak satu minggu yang lalu, kalau dilihat dari jalannya bisa juga iya. Tapi kenapa dia kayak takut dan ngehindar gitu.” Tanya Ray dalam hati.
“Dahlah biar nanti asisten Dito yang cari tau.” Kata Ray
Ray melangkah keluar perusahaan untuk meeting diluar tepatnya di café bougenville.
Di ruangan tempat kerja Fira
“Fir, dari tadi gue lihat lo gelisah terus emangnya kenapa sih?” Tanya Elis penasaran
“Gue lihat lo kayak habis ketemu setan aja sampai keringat lo keluar semua. Apa lo lagi sakit?” Tanya Fando
Note: Di sini Fando sudah tahu kalau Fira kecelakaan dan tahu kalau yang menabrak adalah atasannya di kantor.
__ADS_1
“Em… tadi gue nggak sengaja ketemu sama Pak Ray.” Jelas Fira
“Apa… trus Pak Ray ngenalin lo nggak?” Tanya Elis penasaran
“Pak Ray bilang kayak pernah ketemu gue, tapi lupa. Untungnya tadi gue sempat bohong sama Pak Ray dan responnya kayak percaya gitu.” Jawab Fira
“Huh… syukur deh kalau Pak Ray nggak ngenali lo, kalau sampai dia ingat bakal berabe nanti.” Kata Elis sambil menghela nafas
“Tapi gue masih ngerasa was-was Lis.” Kata Fira cemas.
“Udah nggak usah dipikirin, mending sekarang kita mulai kerja takut kena marah sama Bu Lidia.”Kata Fando
Mereka akhirnya berpencar untuk bekerja sesuai dengan yang ditugaskan. Fira yang saat itu ditugaskan untuk membersihkan patri, namun tiba-tiba ada yang menghampirinya.
“Eh lo… buatin gue kopi panas dan antar ke meja kerja gue sekarang, tanpa terlambat sedikit pun.” Perintah seorang wanita yang menatap sinis Fira yang tak lain adalah Nindi.
“Iya mbak.” Jawab Fira
Nindi langsung meninggalkan Fira begitu saja. Fira hanya bisa mengelus dadanya dan mencoba sabar menghadapi sikap Nindi, dia tahu bahwa dirinya hanya seorang cleaning service yang tak sebanding dengan Nindi yang bekerja di bagian keuangan perusahaan.
Fira mulai membuatkan kopi dan mengantarkannya ke ruang kerja Nindi.
Sesampainya di ruang kerja Nindi
“Ini mbak, kopi pesanannya.” Kata Fira sambil menyodorkan kopi tersebut.
Nindi langsung mengambilnya dan menyeruput kopi itu. Namun baru beberapa detik, Nindi memuntahkan kopi tersebut.
“Lo kalau buat kopi itu gimana, rasanya nggak enak banget sih dan juga tadi kan gue bilang kalau kopinya dingin kenapa malah lo kasih yang panas. Bisa kerja nggak sih?” Marah Nindi yang memancing karyawan lain yang ada di ruangan tersebut.
“Tapi tadi mbak Nindi bilang ke saya kalau kopinya itu panas kok.” Kata Fira sebagai pembelaan diri.
“Punya telinga kan, lo taruh mana? Gue tadi bilangnya dingin kenapa malah jadi panas.” Maki Nindi pada Fira.
Belum sempat Fira menjawab, Nindi sudah menyiramkan kopi tersebut kebagian leher yang membuat baju depan Fira ikut basah. Tapi Nindi juga menyiramkannya di bagian kaki dia sendiri entah tujuannya sebagai apa. Karena baju kerja Fira warna putih membuat dalaman bajunya kelihatan. Fira yang merasakan panas di bagian lehernya spontan langsung berteriak karena kepanasan,
Semua orang yang di ruangan itu, hanya bisa berdiam diri tanpa ada yang membantu Fira. Mereka tidak ingin berurusan dengan Nindi yang sering buat masalah.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir dan jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya.
See you next time