
Didalam rumah
“Tadi ibu lihat kamu diantar pakai mobil. Memangnya motor kamu kemana? Trus ini kaki kamu kenapa, kok jalannya pincang?” Tanya berentetan Ibu Lilis saat melihat kondisi Fira.
“Bu kalau tanya satu- satu, Fira jadi pusing jawabnya.” Kata Fira
“Ya habisnya ibu penasaran. Nggak biasanya kamu diantar sampai rumah pakai mobil. Apa jangan-jangan kamu jadi simpanan pria kaya ya Fir.” Ucap Bu Lilis menatap Fira curiga.
“Masak ibu bilangnya gitu sih, emang ibu mau anaknya jadi simpanan pria kaya?” Tanya Fira
“Ya enggak lah amit-amit.” Jawab Ibu Lilis cepat
“Ya udah, makanya sini duduk dulu biar Fira ceritain gimana kejadiannya.” Ucap Fira sambil mengajak ibunya duduk di kursi.
“Jadi gini, tadi itu Fira jatuh dari motor, nah…” Ucapan Fira terpotong
“Apa? Gimana bisa kamu jatuh dari motor? Pasti kamu ngebut kan atau kurang fokus. Aduh kamu itu gimana sih Fir kalau bawa motor.” Oceh ibu Lilis heboh.
“Aduh ibu ini, Fira kan belum selesai ceritanya kenapa langsung potong aja jadi salah pahamkan.” Kata Fira gemas melihat ibunya heboh.
“Ya udah ibu diam nih, coba ceritain lagi lanjutannya.” Kata Ibu Lilis penasaran
“Dengerin loh, jangan asal main potong aja.” Kata Fira memperingatkan ibunya
“Iya iya, udah buruan ceritain.” Kata Ibu Lilis tak sabaran
“Tadi itu Fira jatuh dari motor, nah yang nabrak itu yang nganter Fira tadi ke rumah sebagai bentuk pertanggung jawaban.” Jelas Fira
“Trus motor kamu sekarang mana?” Tanya Ibu Lilis
“Motor Fira katanya mau diambil asistennya.” Jawab Fira
“Tapi kok sampai sekarang belum dianter, qapa jangan-jangan orang yang nabrak kamu bohong lagi Fir.” Kata Ibu Lilis gelisah dan cemas.
“Udah deh bu, mungkin masih dalam perjalanan. Kita nggak boleh suuzon sama orang lain. Lagipula orang yang nabrak Fira tadi ngasih tahu asistennya saat Fira udah di rumah sakit.”Jelas Fira supaya Ibunya tidak terlalu cemas.
“Trus gimana kata dokter di rumah sakit tadi?” Tanya Ibu Lilis cemas
“Kata dokter sih cuma bengkak aja, nanti dikasih salep bisa sembuh asal jangan diajak jalan terus.” Jelas Fira
“Lha terus besok kamu kalau kerja gimana Fir? Kalau kondisi kamu kayak gini.” Tanya Ibu Lilis
“Mungkin Fira cuti dulu selama 1 minggu, buat masa pemulihan dulu bu.” Jawab Fira
“Ibu juga setuju, pentingin kesehatan kamu kalau udah sembuh baru kerja jangan sampai dipaksain nanti malah makin parah sakitnya.Ya udah sekarang kamu mandi, makan trus istirahat supaya kaki kamu cepet sembuh.” Saran Ibu Lilis
“Kok aku dari tadi nggak lihat bapak, emang bapak kemana bu?” Tanya Fira
“Biasalah bapakmu pasti main ke rumah tetangga, buat main catur.” Jawab Ibu Lilis
“Ya udah deh bu, kalau gitu Fira mau masuk kamar dulu.” Pamit Fira menuju kamar
Dikamar, Fira mengambil handuk menuju kamar mandi. Selesai mandi dia menuju meja makan lalu kembali ke kamar untuk istirahat. Fira istirahat sambil main hp dan berniat menghubungi sahabatnya Elis lewat video call.
__ADS_1
“Halo Lis.” Sapa Fira
“Halo Fir, tumben lo telpon gue?” Tanya Elis
“Emm nggak papa sih, cuma ngasih tau kalau gue tadi jatuh dari motor.” Kata Fira
“Apa… Jatuh dari motor. Gimana bisa?” Teriak Elis heboh
“Lis jangan teriak dong. Gendang telinga gue hampir mau pecah nih.” Kata Fira kesal.
“Trus gimana keadaan lo?” Tanya Elis cemas
“Keadaan gue sih nggak papa cuma bengkak nih kaki.” Jawab Fira sambil memperlihatkan kakinya.
“Hah…bengkak lo bilang nggak papa. Lo gimana sih Fir.” Kata Elis sedikit marah
“Ya emang nggak papa, gue juga udah ke rumah sakit dan dokter bilang bengkaknya bakal kempes kalau dikasih salep.” Jelas Fira
“Trus orang yang nabrak lo tanggung jawab nggak?” Tanya Elis penasaran
“Pertamanya sih nggak mau, tapi karena dipojokkin orang yang lihat kejadian kecelakaannya jadi dia mau tanggung jawab.” Jelas Fira
“Emang tragedinya gimana kok lo bisa ketabrak? bukannya lo kalau bawa motor selalu hati-hati.” Tanya Elis penasaran karena dia tahu sahabatnya tidak mungkin bawa motor ugal ugalan hingga tabrakan.
Fira mulai bercerita awal terjadinya tabrakan tapi tidak dengan adegan gendongan yang ada di rumah sakit.
“Wah, parah sih tu orang yang nabrak lo. Untuk di lokasi ada yang lihat, kalau nggak pasti lo udah dituntut buat ganti rugi.” Kata Elis dengan kesal.
“Bener juga lo Lis.” Kata Fira mengiyakan perkataan Elis
“Coba gue lihat Fir.” Kata Elis
“Sebentar gue ambil dulu.” Kata Fira
Fira lalu mengambilnya dan memperlihatkan kartu nama itu kepada Elis
“Ehbentar Fir, namanya nggak asing deh sama gue.” Kata Elis sambil mengingat ingat nama yang ada di kartu nama tersebut.
“Gue juga nggak asing pas lihat wajahnya, kayak pernah lihat gitu. Tapi gue nggak ingat sama sekali.” Jelas Fira
“Rayn Alif Santosa.” Eja Elis sambil mengingat nama tersebut.
Beberapa detik kemudian
“Fir… sekarang gue inget nama itu.” Teriak Elis
“Aduh Lis, kenapa harus teriak lagi sih.” Kata Fira
“Hehe habis ini berita yang luar biasa.” Kata Elis senang
“Maksud lo apa Lis? Nggak jelas banget.” Ucap Fira
“Gini Fir, orang yang nabrak lo itu ternyata pimpinan kita yang baru, namanya Pak Ray makanya namanya agak gak asing bagi gue.” Jelas Elis
__ADS_1
“Apa…”Teriak Fira karena terkejut mendengar kenyataannya.
“Kok malah gantian lo yang teriak sih.” Kata Elis kesal sambil mengusap usaptelinganya
“Gimana gue nggak teriak, kalau orang yang nabrak gue tadi atasan kita Pak Ray. Malahantadi gue marahin dia lagi.” Kata Fira sambil mengusap wajahnya.
“Bahkan tadi pas mau masuk rumah sakit, gue digendong lagi sama Pak Ray.” Kata Fira lgidengan pelan.
“Apa lo bilang Fir, di gendong. Beruntung banget lo, di gendong sama Pak Ray yangsuper tampan itu.” Kata Elis kaget.
“Lo bilang beruntung, tapi kalau besok pas gue berangkat kerja dipecat gimana?”Kata Fira cemas.
“Tapi kan Pak Ray nggak tahu kalau lo kerja di perusahaannya.” Jelas Elis
“Emm iya juga sih, semoga gue nggak ketemu lagi sama Pak Ray. “ Doa Fira
.
.
.
“Fira… diluar ada tamu nyariin kamu.” Teriak Ibu Lilis
“Lis udah dulu ya, kata ibu ada tamu nyariin gue.” Pamit Fira
“Okey, semoga lo cepet sembuh.” Doa Elis
“Iya semoga aja.” Jawab Fira
Setelah panggilan berakhir, Fira meletakan hpnya di kasur dan keluar kamar menuju ruang tamu. Disana sudah ada ibu Lilis dan seorang pria.
“Bapak, siapa ya?” Tanya Fira pada pria yang ada di depannya
“Perkenalkan saya Dito asisten Pak Ray orang yang nabrak nona dan saya kesini mau ngembaliin motor nona.” Jelas Dito
“Oh bapak asistennya, kalau begitu terima kasih pak.” Kata Fira sambil tersenyum
“Jangan panggil bapak, panggil saja Dito. Kalau begitu saya permisi dulu.” Pamit Dito sambil berdiri.
“Iya pak eh Dito.” Jawab Fira
Setelah asisten Dito pergi, Fira melangkah keluar rumah untuk melihat keadaan motornya. Dia mulai meneliti satu persatu bagian motornya, ternyata atasannya bertanggung jawab tidak tanggung-tanggung, karena sudah mengganti beberapa goresan di motornya akibat kecelakaan tadi.
.
.
.
Bersambung
Terima kasih yang sudah mampir jangan lupa di like ya
__ADS_1
See you next time