
Sesampainya di perusahaan Papa Denis, Ray keluar dari mobil melangkah masuk perusahaan. Saat sampai di lobi, terdengar riuh bisik-bisik orang yang melewatinya. Mereka penasaran, siapakah gerangan pria tampan yang singgah di perusahaan.
“Wah, ganteng banget.” Ujar karyawati 1
“Mimpi apa aku semalam, bisa ketemu cowok ganteng banget.” Ujar Karyawati 2
“Bisa gue jadiin gebetan nih, buat pamerin ke temen-temen.” Ujar Karyawati 3
“Pria idaman gue akhirnya datang juga.” Ujar Karyawati 4
Dan masih ada kalimat pujian lain yang mengarah ke Ray. Sedangkan Ray yang dipuji memilih tetap berjalan dengan gaya yang cool dan berwibawa.
Ruang Pimpinan Perusahaan
“Mana sih Ray, dari tadi ditunggu nggak datang-datang.” Gerutu Papa Denis
“Tadi kata mama udah dalam perjalanan, kenapa lama banget. Nggak mungkin kan dia nyasar, Lha wong diantar sama Pak Cipto.” Gerutu Papa Denis sendirian
Tok…tok…tok… (suara pintu diketuk)
“Masuk.” Jawab Papa Denis
Pintu dibuka dan Ray masuk ke ruangan papanya.
“Kamu itu dari mana? Ditunggu dari tadi belum nongol-nongol.” Tanya Papa Denis dengan kesal.
“Sorry pah, aku tadi bangun kesiangan jadi sedikit telat datangnya.” Jawab Ray
“Kamu itu kebiasaan selalu saja bangun telat. Gimana nanti kalau mau gantiin papa di perusahaan trus nanti kamu kalau udah punya istri sifat kamu masih seperti itu, papa jamin bakal langsung dicerain sama istri kamu.” Ceramah Papa Denis
“Udah deh pah, pentingkan aku udah datang ke sini dan juga kenapa pada mbahas punya istri trus sih. Tadi di rumah mamah ngomel ujung ujungnya mbahas tentang kapan punya istri, sekarang gantian papa. Ray capek tahu pah.” Jawab Ray dengan sedikit kesal.
“Ya makannya buruan nikah, biar nggak kena omel mama sama papa.” Saran Papa Denis
“Nikah nikah nikah, tiap hari yang dibahas nikah mulu.” Gerutu Ray
“Nikah itu enak Ray. Kalau tidur ada yang meluk, baju kerja udah disiapin, makan ada yang masakin dan habis pulang kerja ada yang nyambut. Walaupun kamu lelah sama pekerjaan kantor, sampai rumah lihat istri kamu nyambut rasanya bisa langsung seger lagi pokoknya. Papa jamin deh.” Ujar Papa Denis
“Terserah papa deh.” Jawab Ray masih dengan nada kesal.
“Yaudah, sekarang kamu ikut papa di gedung aula kantor.” Perintah Papa Denis
Ray tanpa menjawab, memilih mengikuti Papa Denis dari belakang.
Dilain tempat, tepatnya di bagian ruangan khusus cleaning service. Terdapat tiga orang manusia dan karyawan cleaning servis lain yang kelelahan akibat harus membersihkan seluruh perusahaan ditambah bagian aula yang jarang dibersihkan.
“Huh… capeknya.” Keluh Elis sambil mengusap keringat di dahi.
__ADS_1
“Iya, capek banget. Nggak kayak biasanya kita di suruh buat bersihin aula.” Tanya Fira penasaran
“Palingan nanti ada kayak pengumuman.” Kata
Fando
Percakapan mereka terhenti, saat ada Bu Lidia yang masuk guna memberitahu untuk segera berkumpul di aula semua sekarang. Mendengar itu, mereka semua bergegas menuju aula. Sesampainya disana sudah ada karyawan lain yang berkumpul.
“Karena semua sudah berkumpul, saya ingin memberitahu informasi penting. Di sebelah kanan saya, dia adalah anak saya bernama Rayn Alif Santosa bisa dipanggil dengan sebutan Pak Ray yang akan melanjutkan kepemimpinan perusahaan. Karena saya akan pensiun dirumah.” Ujar Papa Denis memberitahu karyawannya.
Seluruh karyawan yang mendengar itu hanya menganggukan kepala dan ada juga yang memberi ucapan selamat. Namun di dalam hati, terutama karyawan wanita merasa sangat senang karena bisa memiliki pimpinan yang berwibawa, cool, kece dan yang paling penting tampan pakai komplit pokoknya.
“Cukup itu saja yang ingin saya beritahu, kalian bisa kembali bekerja.” Ujar Papa Denis
Mendengar itu, seluruh karyawan yang berkumpul membubarkan diri meninggalkan aula menuju tempat masing-masing. Di sepanjang jalan Elis masih mengagumi ketampanan pimpinannya yang baru.
“Fir, tadi anak pimpinan kita ganteng banget ya.” Kata Elis sambil membayangkan wajah Ray
“Kalau pimpinannya kayak gitu, jadi semangat gue kalau kerja.” Kata Elis lagi
“Kayak gitu dibilang ganteng, masih gantengan gue kali Lis.” Gerutu Fando dengan pelan dan lirih namun masih bisa di dengar oleh Fira yang ada disebelahnya.
“Kenapa Fando kayak kesel gitu sih mukanya. Apa jangan-jangan dia suka lagi sama si Elis? ah nggak mungkin deh.” Gumam Fira di dalam hati sambil melamun.
“Lo itu dengerin gue enggak si Fir dari tadi ngomong, Jangan bilang lo nggak dengerin gue?” Tanya Elis dengan kesal
“Hehe, sorry deh Lis emang tadi lo bilang apa?” Tanya balik Fira
“Kan ada Fando yang dengerin, ya kan Fan?” Tanya Fira memastikan
“Iya gue dengerin kok, tpi dia ngomongnya tadi nglantur jadi nggak usah dibahas.” Jawab Fando dengan
nada ketus dan sedikit sewot.
“Kok lo yang sewot sih Fan, padahal gue nggak nyinggung lo loh.” Kata Elis
“Gimana gue nggak sewot, kalau orang yang gue suka muji cowok lain.” Gerutu Fando dengan pelan
dan lirih.
“Lo bilang apa barusan Fan?” Tanya Elis
“Nggak, gue nggak bilang apa-apa.” Jawab Fando gugup
“Ya udah deh nggak usah diterusin, mending kita ke kantin karena sebentar lagi udah mau jamnya makan siang.” Kata Fira
“Yaudah yuk, gue juga udah laper gara-gara ngebersihin aula tadi.” Ajak Elis melupakan ketegangannya terhadap Fando.
__ADS_1
“Okey, lets go kita ke kantin.” Kata Fando dengan semangat untuk menutupi kegugupannya agar kedua sahabatnya tidak tahu.
Mereka kemudian melangkah menuju kantin. Sesampainya di sana mereka memesan makanan dan tanpa diketahui di sebelah meja mereka ternyata ada Ray bersama asistennya yang bernama Dito sedang menunggu pesanan makanan.
“Fir, bukannya itu pimpinan yang tadi dikenalin, dari jauh aja udah ganteng apalagi dari deket gini tambah ganteng tau.” Kata Elis sambil berbisik pada kedua temannya.
Fira bukannya menanggapi Elis, tetapi dia malah fokus pada perubahan wajah Fando yang tadi ketus berubah semangat dan sekarang kembali kesal. Itu terjadi saat Elis membahas pimpinannya yang baru.
“Apa bener ya dugaan gue. Kalau semisal bener, gue harus bantu Fando.” Gumam Fira sendiri di dalam hati
“Fir… Fira… lo kenapa sih dari tadi ngelamun terus.” Tanya Elis penasaran
“Eh, gue nggak papa kok.” Jawab Fira sedikit kaget.
Karena pesanan sudah datang, mereka menghabiskan makanan tanpa ada yang berbicara sama sekali dan menikmati makanan masing-masing.
“Akhirnya kenyang juga gue.” Kata Elis sambil mengusap perutnya.
“Gue juga.” Kata Fando singkat
“Hari ini kita disuruh pulang agak awal kan?” Tanya Fira
“Iya, katanya kita disuruh pulang sama Bu Lidia.” Jawab Fando
“Wah, akhirnya bisa istirahat juga gue di rumah.” Kata Elis senang
Setelah menyelesaikan makan dan berbincang bincang sedikit, mereka kembali ke ruangan khusus untuk cleaning service dan mulai berkemas. Kemudian melangkah keluar perusahaan menuju motor masing-masing. Kalau Elis membonceng Fando karena dia tidak memiliki sepeda motor dan kesehariannya diantar jemput Fando.
“Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya.” Pamit Fira
“Hati-hati yang Fir.” Kata Fando
“Jangan ngebut Fir, semisal lo ada apa-apa telfon gue atau Fando aja.” Kata Elis
“Okey siap bos.” Jawab Fira dengan tersenyum.
Fira mulai melajukan motornya keluar area kantor dan meninggalkan kedua sahabatnya.
.
.
.
Bersambung
Terima kasih yang sudah
__ADS_1
mampir untuk membaca dan jangan lupa di like dan tinggalkan jejak ya.
See you next time