
Selamat membaca
Fira yang pingsan lagi, membuat Mama Lisa panik dan berteriak memanggil Ray.
“Ray…” Teriak Mama Lisa
Ray yang mendengar teriakan Mamanya, bergegas masuk ke ruang pribadinya.
“Ada apa ma, teriak-teriak?” Tanya Ray sedikit panik
“Fira pingsan lagi.” Kata Mama Lisa panik
“Kenapa bisa pingsan lagi sih mah?” Tanya Ray
“Mungkin dia syok karena pertanyaan mama tadi.” Kata Mama Lisa
“Emang mama tanya apa sampai dia pingsan lagi?” Tanya Ray penasaran
“Ada deh rahasia.” Kata Mama Lisa sambil tersenyum mengejek.
“Hah terserah mama deh, sekarang gimana caranya biar dia siuman lagi mah?” Tanya Ray sambil berpikir.
“Mending kasih minyak kayu putih, biasanya bisa langsung sadar.” Kata Mama Lisa memberikan usulan.
“Tapi di sini nggak ada minyak kayu putih mah.” Kata Ray
“Sebentar, mama kayaknya bawa deh di tas.” Kata Mama Lisa sambil mencari minyak kayu putihnya di tasnya.
Setelah menemukan, Mama Lisa mulai menempelkan minyak kayu putih itu di bagian hidung Fira. beberapa menit kemudian, Fira memulai membuka mata perlahan-lahan.
“Huh…syukur deh kalau kamu udah sadar lagi.” Kata Mama Lisa merasa lega.
Fira mulai mengingat, kenapa dirinya bisa pingsan lagi
“Maaf ya tan, pertanyaan yang diajukan tante tadi maksudnya apa ya?” Tanya Fira sambil mengubah posisi menjadi duduk.
“Pertanyaan tadi akan tante jelasin saat kamu udah sehat aja, sekarang mending kamu makan supaya badanmu fit lagi.” Kata Mama Lisa
“Em, Fira mau kembali ke ruang kerja Fira aja dan makan bareng sahabat Fira.” Kata Fira
“Kamu kerja di perusahaan ini?” Tanya Mama Lisa
“Iya tan.” Jawab Fira
“Kerja di bagian mana?” Tanya Mama Lisa
“Fira jadi cleaning service di perusahaan ini.” Jawab Fira
“Kenapa milih jadi cleaning service nggak ambil bagian yang lain aja?” Tanya Mama Lisa
“Em, Fira hanya lulusan SMA tan. Dapat pekerjaan ini saja, Fira udah seneng banget karena bisa bantu memenuhi kebutuhan keluarga.” Jelas Fira
“Wah kamu hebat banget ya. Udah cantik, pekerja keras, sayang lagi sama keluarga. Pasti yang jadi suami kamu besok bakal seneng punya istri kayak kamu. Kata Mama Lisa memuji
__ADS_1
“Tante bisa aja.” Kata Fira sambil tersenyum malu.
“Daripada kamu kembali ke ruang kerja kamu mending makan di sini aja. Lagipula tadi tante bawa bekal makan siang.” Kata Mama Lisa sambil mengambil kotak bekal dan membawanya ke tempat Fira.
“Lah, kalau makan siangnya di kasih dia. Trus aku makan apa dong mah?” Protes Ray kesal.
“Kan bisa nyuruh asisten kamu buat pesenin makanan Ray.” Kata Mama Lisa
“Tapikan harus nunggu lama mah, sedangkan Ray udah laper gara-gara meeting tadi.” Protes kembali Ray.
“Tante, mending bekalnya dikasih Pak Ray. Saya bisa makan di kantin aja.” Kata Fira memberi saran sekaligus merasa tak enak pada atasannya karena sudah merebut kotak bekal makan siangnya.
“Kamu nggak usah mikirin Ray, mending sekarang kamu makan.” Suruh Mama Lisa sambil membuka kotak bekal dan menyuapkan ke mulut Fira. Sedangkan Fira memilih menerima suapan dari Mama Lisa karena sebenarnya dia sudah sangat lapar.
“Dan kamu Ray, masak nggak bisa ngalah sama perempuan sih. Lagian yang buat Fira sampai kayak gini bukannya kamu. Bukannya tanggung jawab malah dimarahin.” Kata Mama Lisa dengan nada marah.
“Hah, tanggung jawab orang dia pingsan bukan karena Ray.” Kata Ray membela diri.
“Tanpa kamu jelasin, mama sebenarnya udah tahu apa yang kamu lakuin ke Fira tadi.” Kata Mama Lisa tersenyum menyeringai karena merencanakan sesuatu
“Bagus deh kalau mama udah tahu, jadi Ray nggak repot buat jelasin lagi.” Kata Ray datar kemudian melangkah keluar dari kamar pribadinya.
“Ray kamu mau kemana?” Tanya Mama Lisa
“Ray lapar mau makan di restoran depan perusahaan.” Kata Ray ketus dan berjalan keluar ruang kerjanya.
Sedangkan Fira yang mendengar nada bicara atasannya merasa semakin tak enak karena sudah mengambil jatah makan siangnya.
Mama Lisa yang tak dapat sautan dari Ray hanya bisa menghela nafas. Dia tahu putranya sedang marah soal makanan. Namun dia tahu putranya itu walaupun sedang marah tak pernah bisa mengabaikan perintah dari wanita yang sudah melahirkannya ke dunia ini.
Di sisi lain, di tempat Ray berada.
Ray sekarang berada di café sendirian sambil menikmati makanan yang sudah dia pesan. Disana dia masih merasa kesal pada mamanya yang membiarkan putranya kelaparan hanya untuk seorang gadis cleaning service.
“Awas aja, bakal aku kasih hukuman nanti.” Gerutu Ray kesal sambil menikmati makanan
Selesai makan, Ray kembali ke perusahaan sesuai perintah Mama Lisa.
Di ruang kerja Ray
“Karena kamu udah di sini Ray dan Fira udah selesai makan. Ada yang mau mama bicarakan pada kalian berdua tentang masalah tadi.” Kata Mama Lisa dengan nada serius
“Bukannya tadi mama bilang udah paham, kenapa harus dibahas lagi?” Kata Ray sambil mengerutkan dahi.
“Mama kecewa sama kamu Ray.” Kata Mama Lisa dengan mimik sedih.
“Maksud mama apaan sih, Ray nggak ngerti.” Kata Ray bingung pasalnya dia tidak menyinggung mamanya.
“Gini bukannya kamu udah nglakuin hal bejat ke Fira, seharusnya kamu harus tanggung jawab. Kalau dilihat dari wajah Fira, usianya masih muda. Kasihan dong masa kamu hancurin masa depannya yang masih panjang.” Kata Mama Lisa panjang lebar.
“Mama aneh banget, orang aku nggak nglakuin hal itu. Kenapa harus tanggung jawab?” Tanya Ray dengan nada marah
“Mama nggak buta Ray, kalau kamu nggak nglakuin hal bejat ke Fira kenapa dia sampai pingsan. Fira juga pakai jas kamu dan tadi saat mama gantiin bajunya, di bagian leher ada tanda merah-merah. Kalau nggak kamu apa apain kenapa bisa sampai gitu. Pokoknya mama kecewa berat sama kamu Ray.” Cerocos Mama Lisa
__ADS_1
“Mah, Ray berani sumpah kalau nggak nglakuin apa yang dituduhkan mama tadi.” Kata Ray membela diri.
“Kamu bersumpah pun, kenyataannya memang begitu.” Kata Mama Lisa kekeh dengan pendapatnya.
“Kamu, kenapa dari tadi diam aja. Bukannya bantuan ngasih penjelasan, malah diam aja dari tadi.” Gertak Ray dengan marah pada Fira.
“Ray kamu nggak boleh gitu dong, kasihan Fira jadi takut.” Kata Mama Lisa membela Fira.
“Em, tante yang dikatakan Pak Ray benar. Malah Pak Ray yang udah nolongin saya tadi.” Jelas Fira memberanikan diri untuk bersuara.
“Tapi tetep aja yang dilihat mama tadi nyata. Jadi kalian nggak bisa ganggu gugat.
“Mamah itu dikasih tahu kenapa keras kepala banget sih, kayak anak kecil aja.” Kesal Ray
“Mamah akan anggap kamu nggak ngapa ngapain Fira dengan satu syarat.” Kata Mama Lisa sambil tersenyum menyeringai.
“Apa syaratnya?” Tanya Ray penasaran
“Syaratnya kamu harus mau nikahin Fira.” Kata Mama Lisa sambil tersenyum licik.
“Hah, sama aja dong kalau aku beneran ngapa ngapain dia ujung ujungnya juga bakal nikah kan.” Kata Ray kesal karena tak habis pikir dengan mamanya.
“Ya udah kalau kamu nggak mau nikahin Fira, nggak papa. Tapi ada konsekuensi yang kamu dapat.” Kata Mama Lisa sambil tersenyum.
“Apa konsekuensinya mah? Bakal Ray tanggung kok dibanding harus nikah sama wanita kayak dia.” Kata Ray kesal sambil menatap Fira.
“Konsekuensinya mamah bakal bilang ke papa kalau kamu udah ngelakuin hal bejat pada seorang gadis dan tidak mau tanggung jawab. Nanti pasti bakalan langsung dicabut semua fasilitas yang diberikan papa dan mungkin kamu bakal jadi gelandangan.” Ancam Mama Lisa
“Gimana kamu mau Ray?” Tanya Mama Lisa sambil menaikkan alis.
“Tante, Fira sama Pak Ray nggak ngelakuin apa-apa suer. Jadi nggak perlu tanggung jawab apalagi buat nikahin Fira.” Kata Fira
“Tuh denger sendiri mah, kita itu nggak nglakuin hal yang dimaksud mama. Jadi nggak perlu ada nikah segala.” Kata Ray
“Apa kamu nggak sadar Ray, kalau kamu ditolak mentah-mentah sama Fira. Seorang Ray yang katanya banyak dikagumi semua wanita. Ditolak oleh karyawannya sendiri.” Kata Mama Lisa dengan nada mengejek untuk memanas manasi Ray.
“Bener juga kata mama, secara nggak langsung dia udah nolak aku dong.” Gumam Ray merasa harga dirinya turun.
.
.
.
Bersambung
Terima
kasih yang sudah mampir, jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya
See
you next time
__ADS_1