Terror Mimpi Mistis ( Kisah Nyata )

Terror Mimpi Mistis ( Kisah Nyata )
Rindu


__ADS_3

Tiga minggu telah berlalu.


Sejak pertemuan ku dengan Rey, aku mengalami sedikit perubahan suasana hati.


Menurut teman teman kerjaku, aku yang sekarang lebih banyak berdiam diri dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyendiri. Tak jarang mereka mendapatkan ku sementara termenung dan melamun.


Sementara menurut perasaanku sendiri, aku sendiri bingung. Di pikiranku hanya ada dia, Rey. Aku seperti anak ABG yang sedang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama.


Mulai dari berangkat tidur malam hingga bangun tidur menjelang shalat subuh, di pikiranku dan dimataku hanya ada dia.


Namun aku berusaha menepis dan mencoba untuk menghilangkan bayangan itu. Dimulai dengan mendekati suami dan anak anakku. Namun, semakin kucoba menghilangkan bayangannya, semakin kuat pula bayangan itu lengket di mata dan pikiranku.


Aku menjadi sensitif, emosiku menjadi tak stabil. Menjadi mudah marah dan mudah menangis walau tak ada sebab apapun ( itu menurut mereka yang tak mengetahui suasana hatiku pada saat itu ), padahal kalau mereka tau dan mereka mau mendengar cerita serta penjelasanku mungkin mereka akan faham dan sedikit mengerti. Namun bibirku rasanya terkunci rapat, seolah-olah apa yang terjadi pada diriku ini tak boleh di ceritakan pada orang lain dan harus aku sendiri yang merasakan dan menanggungnya. Sekalipun pada suami sendiri, akupun lebih suka memendam perasaanku dan apa yang kurasakan walau sesakit apapun itu. Mungkin sebagian orang akan mengatakan itu salah, karena fungsinya berumah tangga adalah untuk saling mengisi, memberi, dan menerima apapun keadaannya. Tapi itu tidak berlaku untukku, meskipun komitmen awalnya seperti itu. Apalagi dengan kondisiku yang seperti ini, malah membuatku semakin terpuruk. Karena dia suamiku, yang seharusnya membantu mencari jalan keluar untuk mengatasi masalahku, malah berbalik menyalahkan ku dan menyudutkan ku.


Emosiku makin tak stabil. Disatu pihak tak ada motivasi dari suami untuk membuat diriku menjadi lebih tenang, sementara di pihak lain menekanku dengan cara yang tak lazim.


Namun sebisa mungkin, luapan emosiku tidak kutumpahkan pada anak anakku yang masih balita karena bukanlah mereka yang menjadi sebab musababnya.


Perasaanku kuat sekali untuk bisa mencari dan bertemu dengannya. Nafsu makanku menurun dan hilang sama sekali. Tiada yang dapat masuk di lambung ku kecuali jika sudah melihat wajahnya, mendengar suaranya, ataupun sekedar berjalan dan bisa melihat tempat kerjanya.

__ADS_1


Aku memiliki penyakit jantung bawaan dari kecil, serta asam lambung yang tinggi.


Anehnya sejak pertemuan ku dengan rey selama tiga minggu ini, tidak ada rasanya mau kambuh atau naik asam lambung ku, atau sakit maag biasa. Padahal lambung ku hampir dibilang tak pernah diisi selama tiga minggu ini. Berat badanku turun drastis, selama tiga minggu ini berat badanku sudah turun sebanyak 5 kg. Namun aku tak menyadari dan tak pernah merasakan apapun, selain rasa ingin mencari dan bertemu dengan rey.


Mencari, mencari dan mencari.


,,,,,,


Kuputar musik, mencari cari lagu yang kira kira cocok dan pas dengan suasana hatiku.


Ahai,,, dapat lagu yang enak. Entah lagu siapa itu,,, Buku Diary🤭


Tak mungkin terlupakan


Tertulis dengan tinta biru


Didalam buku harian...


Dan seterusnya,,,

__ADS_1


Uh, merinding rasanya. Rasanya kembali mengingatkan kepada kenangan di masa lalu. Padahal aku sendiripun bingung. Kenangan pada siapa, untuk siapa?


Merindukan masa lalu, masa lalu dengan siapa?


Hanya rasanya, ingin kembali mengenang masa lalu yang tak pernah ada dihatiku.


Pikiranku pun kembali melayang-layang, memenuhi seantero kepalaku. Rasa penat, penuh, full memory. Rasanya kayak mau meledak....


Hanya satu,,,


Saat ini, aku sangat merindukan dirimu yang jauh disana. Dirimu yang bukan suamiku. Rindu yang tak dapat ku cegah, walau dalam keadaan sedang bersujud menghadap Sang Pencipta. Wajah yang masih asing itu sangat indah rasanya di pandang, suara yang menggoda itu sangat merdu mendayu-dayu, semuanya sangat mengganggu waktuku ketika ku bersujud mengahadap Penciptaku.


Tidak bisa khusyuk, sangat mengganggu, dan aneh,,, aku sangat menikmati momen tersebut. Momen antara khusyuk dan bayangan rey yang terus menggoda urat syaraf ku.


Rasanya tak rela bayangan itu sirna walau hanya sesaat.


Aku hanya manusia biasa, yang tak pernah luput dari segala kekhilafan dan seonggok dosa dosa.


Dan aku tak munafik, jika aku merindukan sentuhan dari dia yang bukan suamiku. Meski ku tau itu dosa yang sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2