
Dalam suasana penuh keremangan, Tiba-tiba aku telah berada di suatu ruangan.
Nanar mataku menatap satu persatu perkakas yang ada di setiap sudut ruangan itu.
"Tempat apa ini,,, " batinku.
Disebelah kiriku nampak berjejer tungku perapian kuno yang terbuat dari tanah liat, berbahan bakar kayu.
Tiga meter disebelah kananku, terpasang sebuah pintu yang entah terhubung kemana.
Dua meter didepanku, nampak berjejer meja yang terbuat dari kayu biasa. Diatasnya tersusun perkakas peralatan dapur dan piring piring seadanya.
Mataku masih keliling mencari sesuatu.
Ahai,,, ada yang aneh sepertinya. Ruangan ini berdinding kayu, berlantai tanah, dan atapnya?
Entah terbuat dari apa, aku tak tahu.
Tidak ada bholam lampu listrik di plafon. Tapi, tunggu dulu. Tidak ada bholam lampu listrik, berarti tidak ada listrik. Tapi kok ada kipas angin listrik menggantung di langit langit palfon tersebut.
Sungguh aneh tak masuk akal, batinku.
Mendadak suasana nampak mencekam selama beberapas saat. Angin seperti berhenti bertiup, riuhnya suara binatang tak terdengar lagi dalam hitungan detik.
"Slap,,, " semilir angin bertiup perlahan.
Kiapas angin listrik yang menggantung di langit langit palfon tersebut tiba-tiba bergerak stabil dengan sendirinya tanpa ada hubungan aliran listrik. Namun tiba-tiba kipas angin itu lepas dari pengait nya dan kemudian jatuh berhamburan di lantai tanah.
Semua perkakas dapur pun ikut terbang tak karuan di sekitarku. Kemudian jatuh berhamburan di sekitar tempatku berdiri. Angin yang tadi sempat hilang tiba-tiba berhembus pelan lalu berhenti berhembus dalam sekejap.
Di barengi dengan penampakan secara tiba-tiba dari seorang gadis imut, berkulit coklat pucat, berhidung mbangir mancung, bermata datar tanpa ekspresi, dikepalanya nampak mengenakan balutan kerudung pasmina berwarna hijau lumut.
Aku pun menoleh, mencoba menghampiri sosok gadis yang baru saja datang dan sedikit mengusik ketenanganku. Namun gadis itu hanya berdiam diri saja. Tak nampak ekspresi apapun diwajahnya. Wajahnya selalu menunduk, matanya menatap hamparan tanah yang di pijak dibawahnya.
__ADS_1
Kucoba mendekatinya.
Namun dia malah semakin menjauh. Ku coba meraih tangannya. Spontan dia menarik tangannya untuk disembunyikan di balik badannya dan menolak uluran tanganku.
" Hai,,, " kataku lembut.
" ,,,,,, " tiada jawaban apapun.
" Kamu siapa? " tanyaku lagi.
" ,,,,,, " tiada jawaban.
" boleh kenalan gak? " tanyaku.
" ,,,,,, "
" Nama kamu siapa, boleh gak aku jadi temanmu? " cecarku lagi.
" ,,,,,, ? " masih diam, namun mulai ada sedikit pergerakan.
Ku ulurkan tanganku serta mencoba meyakinkan dia. Dia pun diam.
Kuusap perlahan punggung tangannya sebelah kanan, seolah-olah memberi ketenangan padanya.
" Aku Nita, kamu siapa? " tanyaku lembut.
" ,,,,, " diam sesaat. Kemudian dia pun menjawab.
" Citra, biasa di panggil shinta " jawabnya singkat dan lirih.
" kamu mau kan jadi temanku? " cecarku lagi.
Nampak dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.
__ADS_1
Kamipun berdiam diri. Larut dalam pikiran masing-masing. Entah apa yang dia pikirkan, aku tak tahu.
Sementara aku sendiri sibuk memikirkan sosok gadis didepanku.
Siapa dia, dari mana asalnya, kenapa bisa muncul tiba-tiba tanpa ada tanda apapun, seperti bukan manusia tapi kok fisiknya manusia asli. Entahlah membuatku bingung.
Raut wajahnya kelihatan bersedih.
Menurut penglihatanku, gadis di depanku ini seperti terasing dan dikucilkan dari kelompoknya. Nampak setitik air yang jatuh menetes di sudut matanya.
Inginku bertanya, namun berat rasanya bibirku ini bergerak.
Akhirnya aku hanya diam, dia pun lebih diam lagi.
Ku hela nafasku yang terasa berat dan mengganjal di dadaku.
Sejenak kepalaku menoleh untuk sekedar mencari sesuatu. Namun ketika kepalaku kembali pada posisi semula, ehhh,,, aku sangat terkejut. Karena gadis itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Tiada niatku untuk mencarinya.
Hanya ribuan pertanyaan yang belum pernah terjawab sampai saat ini, tentang sosok gadis ber pasmina hijau lumut.
Siapa dan darimana dia,,,
.....
Kubuka kedua belah mataku. Sedikit memicing, karena silaunya cahaya lampu kamar.
Eit tunggu,,, kamar? aku dimana lagi sekarang ini?
Ku tengok kanan kiri, untuk memastikan dimana diriku berada.
Ku hela nafas lega, Alhamdulilah,,, ternyata aku berada di kamarku sendiri.
__ADS_1
Ah, berarti tadi hanya mimpi.
Mimpi seperti kenyataan.