Terror Mimpi Mistis ( Kisah Nyata )

Terror Mimpi Mistis ( Kisah Nyata )
Tegang


__ADS_3

Ku baringkan tubuhku di atas kasur yang empuk. Pikiranku melayang entah kemana.


Di pelupuk mataku menampakkan wajah Rey yang menari nari dengan menggoda.


Ku hela nafasku dengan kasar. Apakah yang terjadi?


Berdebar rasa hatiku. Leherku mulai tegang, kepalaku mulai berdenyut. Dan,,,


Ah,,, aku tidak tau. Rasa apa ini, kenapa aku begini. Aku telah bersuami, dan saat ini memiliki 2 anak balita yang sedang membutuhkan kasih sayangku.


Memang hubunganku dengan suami sementara kurang baik. Tapi bukan berarti ku manfaatkan kesempatan itu untuk melakukan sesuatu yang menyimpang. Tidak, sekali lagi tidak.


Aku mau bertemu dengan Rey pun memberikan sebuah syarat. Dia pun sepakat.


Dan awal saat bertemu dengannya tidak ada sedikitpun memiliki rasa, selain merasa sebagai sahabat karena dia mengaku sahabatku.


Dan awalnya pun, tidak ada sedikitpun kecurigaan ku padanya jika dia akan melakukan perbuatan yang menurutku tidak masuk akal serta diluar nalar.


Kenapa aku jadi memikirkannya.


Gelisah, dan bayang bayang wajahnya itu seperti melekat di kedua pelupuk mataku.


Aku seperti Merindukannya. Ada yang salah nampaknya. Aku bingung, apa yang terjadi?


Ku beranjak bangun dari peraduan. Mencoba menepis semua bayangan itu. Tapi kenapa? semakin lama kucoba semakin kuat bayangan itu di mataku, di kepalaku.


Ku tengok kedua buah hatiku, tampaknya mereka tidak terganggu dengan kegelisahan yang sementara dirasakan oleh bundanya.


Kakiku melakangkah menuju kamar mandi, dan mencoba membasuh wajah. Kemudian segera ku ambil air wudhu untuk melaksanakan sholat 5 waktu yang sempat tertunda berapa menit.


Selesai sholat segera ku rapikan semua perlengkapan sholat. Merapikan semua peralatan dan perabotan rumah yang berantakan akibat ulah kedua balitaku.


Lelah, tapi inilah tugas seorang ibu. Tiada waktu istirahat, kadang istirahat sebentar anak sudah bangun dan merengek minta ini itu. Ditambah lagi urusan kerjaan kantor yang belum selesai. Kadang rasanya seperti mau menyerah.

__ADS_1


Tapi ku coba bertahan demi anak anakku.


Deg,,, tiba tiba dadaku berdebar lagi. Bayangan Rey muncul lagi. Gemetar, panas dingin rasa seluruh tubuhku, rasanya seperti ada yang berdenyut di bagian itu.


Kenapa tiba tiba aku merindukannya?


Aneh, benar benar aneh. Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal.


Kucoba menepis rasa itu. Aku telah bersuami, tidak seharusnya aku memikirkan dia batinku.


Tak terasa mulai tengah malam. Ehm,,, pantas mata rasanya mulai berat. Cuci kaki dulu ah,,,


Akupun melangkahkan kakiku menuju toilet di dekat dapur. Dan seperti biasa, menunaikan panggilan alam. Oh, ada yang aneh?


Ternyata tamu bulanan itu telah datang malam ini. Segera ku tuntaskan semua, dan kembali masuk ke peraduan.


Ku rebahkan kembali tubuhku, mencoba menutup mata dan melupakan semua kepenatan setelah seharian beraktifitas.


Ku langkahkan kakiku di sepanjang jalanan perkantoran tempat kerjaku.


Oh, ada anjing hitam! seruku dalam hati. Anjingnya besar, gemuk dan mengkilat bulunya. Tiba tiba anjing hitam itu mengekoriku di belakangmu. Nampaknya anjing itu jinak sekali. Kebetulan aku memang pecinta binatang, dan anjing adalah salah satu hewan yang kusukai. Jadi kubiarkan anjing itu mengikutiku.


Tiba tiba dari sebelah kiriku, muncul anjing hitam lain yang sama besarnya dengan anjing yang membuntutiku. Bukannya anjing itu tadi tidur di bawah meja? kenapa tiba tiba dia bangun. Sepertinya dia mengincar sesuatu.


Auwh,,, kaget aku. Ternyata anjing hitam itu mengincar ku, dengan tiba tiba anjing hitam itu menggigit telapak tanganku sebelah kiri.


Tapi anehnya aku tidak merasakan sakit sama sekali. Hanya geli rasanya. Kupikir anjing itu mengajakku bermain. Jadi kami lari kejar kejaran. Kembali dia menggigit tanganku sebelah kiri lagi, berarti sudah 2 kali dia menggigit ku.


Tapi aku tak memiliki pikiran apa apa. Masih seperti biasa, mungkin anjing hitam itu sedang mengajakku bermain.


Mungkin karena aku lelah, aku punya mencoba berlari menghindarinya. Lalu ku lompati meja di sampingku dan sret,,, bugh,,,


auwh,,, ternyata di meja itu telah berdiri seorang kakek tua berpakaian gelap.

__ADS_1


"Jangan takut nak, memang begitu dia. Anjing itu suka sama perempuan" Ujarnya.


Dan untuk yang ketiga kalinya, telapak tangan kiriku digigit oleh anjing hitam itu.


Geli, hanya geli rasanya. tidak ada rasa sakit sama sekali.


Sambil mengatur nafas karena masih terengah engah akibat berkejaran dengan anjing hitam tadi. Aku pun duduk di atas meja untuk istirahat.


Rasa penasaran ku pada kakek itu memaksaku untuk memutar kepalaku ke arahnya. Namun ternyata kakek itu telah menghilang entah kemana. Hanya suaranya yang masing terngiang-ngiang di kedua telingaku.


Kubuka mataku. Hei,,, aku ada kamarku sendiri, kedua buah hatiku masih terlelap di sampingku. Ternyata aku hanya mimpi.


Mimpi yang aneh, batinku.


......................


Matahari pagi bersinar di timur dengan cerahnya. Burung burung pun berceloteh dengan riangnya menikmati udara pagi ini.


Kuhirup udara pagi, hm,,, sejuknya. Indahnya pemandangan di desaku ini. Tampaklah kekuasan Allah SWT. Allah memang Maha Sempurna,,, puji ku memujiNYA.


Tapi, kenapa seperti ada aneh?


Perasaan kemarin timbul kembali.


Berdebar debar tak menentu.


Geli menjalar di seluruh tubuhku, dan ada sesuatu yang berdenyut di bagian itu.


Ahhh,,, tak terasa aku mendesah. Bayangannya muncul kembali di depanku. Leherku mulai tegang.


Segera aku masuk di dalam rumah. Untuk menetralkan persaan aneh yang datang menyerang.


Ku pijit pijit sedikit bagian leherku untuk meredakan rasa kencang di pembuluh darah itu.

__ADS_1


Kenapa akhir akhir ini sering tegang?


Jangan jangan kolesterol, masa iya sih, aku kan kurus! bantahku dalam batinku konyol


__ADS_2