
Namun, sebisa mungkin kucoba kutahan badannya agar tak mendekati ku.
Dari kejauhan samar terdengar suara adzan Ashar.
Panggilan untuk segera menunaikan kewajiban menghadap Sang Pencipta bagi yang beragama muslim.
Alhamdulilah,,, Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan ku, batinku.
"Hai, aku mau sholat ashar dulu" celetuk ku tiba-tiba.
"Dan selanjutnya, aku mau pulang karena hari telah senja" lanjut ku.
Entah mengapa, bibirku begitu berat untuk menyebut namanya.
Dan tampaknya dia begitu berat pula untuk melepaskanku.
"Kapan kita ketemu lagi? " cecarnya kemudian.
"Entahlah, aku tak tau" jawabku sekenanya.
"Jangan pulang dulu, aku masih ingin di sisimu" keluh nya.
"tidak bisa" jawabku lagi.
"Ayolah, sudah lama sekali kita tak bertemu" kilahnya.
"Trus? " tanyaku lagi.
"Aku mau kau jadi istriku" sambungnya.
*Apa?! " setuju dengan mata melotot terkejut
"Iya, aku ingin kau jadi istriku" ulangnya.
"Tidak bisa" jawabku.
"Kenapa? " lanjutnya bertanya.
"Aku punya suami, dan kamu punya istri. Itu tidak mungkin" cecar ku santai
__ADS_1
"Itu bisa si atur" kilahnya santai
Aku cuma bisa melotot memandangnya tak percaya. Benarkah yang dia bilang itu?
Masih waras kah ini orang?
Masih punya pikiran kah?
Kenapa dengan entengnya bicara seperti itu.
Sebenarnya dia ini punya perasaan tidak?
"Tapi kalau tak punya pikiran, tidak mungkin lah dia masih bekerja disini. Kalau tidak waras, tidak mungkin lah dia masih bekerja disini" bantah ku sendiri dalam hati.
......................
Waktu pun berlalu. Jarum jam telah menunjukkan pukul 17.00, hari telah senja. Tampaknya matahari telah bersiap siap untuk menuju peraduannya.
Dengan perlahan dan hati hati kukendarai motor matic ku. Sambil melamun membayangkan apa yang tadi baru terjadi. Ku hela nafasku dengan kasar. Kenapa bayangan Rey masih tetap muncul dan muncul lagi?
KRIUUKKK
KRIUUKKK
Tunggu tunggu,,,
Aneh, pikirku.
Kenapa selera makanku langsung timbul setelah ketemu dan melihat wajahnya?
Kok jadi laper ya? pikirku bingung.
Ya udahlah, mumpung laper. Mendingan belok ah ke warung bakso langganan.
Kebetulan tak lama lagi motorku akan melewati warung bakso langganan itu.
Akhirnya aku pun sampai di warung.
Segera kuparkirkan motor matic ku, dan segera kucabut kunci kontaknya.
__ADS_1
Bismillah, Assalamualaikum,,
"Bakso 1 porsi ya" seruku
"Oke" jawabnya.
Sambil duduk menanti hidangan, akupun mengambil ponselku. Ternyata ada pesan whatsapp masuk. Segera kubuka, dan ternyata pesannya yang datang.
"Sudah sampai rumah? " tanyanya
Aku terdiam. Hanya kubaca dan tidak kubalas.
Se perhatian itukah dia padaku. Atau hanya karena ingin mengalihkan perhatian saja, supaya aku tak terlalu curiga padanya.
Karena jujur saja aku sangat curiga padanya.
"Baksonya mbak,,, "
"oh iya, makasih ya" jawabku
Segera kunikmati hidangan bakso yang ku pesan tersebut. Sungguh nikmat jika perut sedang lapar. Tapi, kenapa tidak mampu kuhabiskan bakso ini. padahal biasanya cepat sekali habis? gumamku.
Segera ku bayar setelah selesai. Akupun beranjak pergi meninggalkan warung bakso yang selalu ramai di kunjungi orang.
Ya ramai, karena disitu hanya itu warung bakso satu satunya. Dan kebetulan baksonya memang enak, serta menjadi menu favorit bagi siapa saja yang pernah mampir dan mencicipi baksonya.
Tak terasa motor telah sampai di depan rumah.
Kucari dua balitaku. Oh, ternyata dua balitaku telah bersih. Mereka biasa kutitipkan pada neneknya jika aku sedang memiliki urusan pekerjaan di kabupaten.
Wajah wajah bersih dan suci tanpa dosa itu berlari lari kecil menghampiriku.
Segera ku gendong mereka satu persatu, sebagai bentuk ungkapan rindu dan sayang setelah seharian tak bertemu.
Ku keluarkan sedikit oleh oleh yang biasa selalu di nantikan anak anak jika orang tuanya pulang dari bepergian.
Lalu kami pun kembali pulang di pondok pondok kecil kami. Aku lebih memilih tinggal sendiri dari pada bergabung dengan ibuku. Karena kupikir, itu lebih leluasa dalam menjalai aktifitas kami. Dan kebetulan ibuku hidup dengan bapak tiriku. Aku dengan bapak tiriku tidak cocok. Akhirnya aku memilih mengalah saja. Semua demi ketenangan.
......................
__ADS_1