Terror Mimpi Mistis ( Kisah Nyata )

Terror Mimpi Mistis ( Kisah Nyata )
Terbayang bayang


__ADS_3

Pada saat itu pertemuan kami sangat singkat, tapi menyisakan kesan yang sangat mendalam.


Kami berjabat tangan, lazimnya sahabat yang lama tak pernah bertemu.


Sambil kulirik sekilas, memperhatikan sekilas, kemudian membayangkan dan mengingat wajahnya serta menelusuri tiap inchi bagian wajahnya.


Namun tak pernah ada secuilpun ingatanku hinggap di kepalaku tentang dia di masa lalu.


Walau kadang ada melintas, sekelebatan bayangan samar datang di pelupuk mata dan pikiranku. Namun aku ragu, dia kah orang itu?


Awal pertemuan kami seperti awal perkenalan layaknya orang yang baru pertama kali kenalan, ini khusus buatku ya,,, ntah lah kalau dia, aku tak tahu.


Dari pertama ketemu itupun dia sudah banyak mengomel tentang sesuatu yang tidak jelas dan samar. Seolah-olah sesuatu yang dia ungkapkan seperti untuk dirinya sendiri tapi di ditujukan kepada diriku.


Dia bercerita mengenai diriku di masa lalu, sementara pandangan matanya kosong tak terarah. Sedikitpun dia tidak mau menatapku, hanya sempat kulihat dia melirik ku walau sekilas.


"Kau itu dulu sombong sekali, tidak pernah mau tegur saya. Tidak pernah mau bicara sama saya" rentetan omelan nya.


"Iyakah? " jawabku.


"Iya. Kau memang sombong, mentang orang kota, tidak mau kenal sama saya" keluh nya lagi.


"Masa sih? " jawabku lagi sambil mengingat ingat. Tapi tetap zonk,,,


"Padahal saya suka kau dulu, tapi tiba tiba setelah lulus sekolah kau menghilang entah dimana" ujarnya lagi dan tampak sorot matanya penuh dendam dan kebencian sambil menerawang jauh entah kemana


"Saya tidak tau, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu suka saya? " ujarku.


"Karena kau sombong, saya ini hanya orang kecil, orang desa. Saya hanya orang miskin, orang pelosok. Sementara kau orang kota, kaya. Kau cantik, putih" cecarnya lagi.


"Uhuk uhuk" tiba tiba aku tersedak mendengar dia mengucap itu.


Kupikir pikir, benarkah yang dia katakan itu?


Ah salah. Dia salah. Menurut ku aku tidak sombong, aku hanya diam, pendiam. Sombong dengan diam kan jelas beda.


Dan yang paling utama aku sangat pemalu. Apalagi aku statusnya di masa lalu itu adalah anak baru pindahan dari sekolah dari kota P.


Secara,,,

__ADS_1


Zaman dulu, jika ada anak sekolah yang baru pindahan dari kota. Otomatis jadi tontonan satu sekolah. Belum lagi dari sekolah lain yang sengaja datang menonton murid baru pindahan dari kota, pastinya mereka penasaran. Seperti apakah murid baru itu, cantikkah, ganteng kah, putih atau hitam kah kulitnya, kaya atau miskin, mancung atau pesek kah hidungnya, tinggi atau pendek kah badannya, dll.


Dan itulah yang ku alami selama menjadi murid baru pindahan dari kota.


Nasib nasib,,,


Mungkin kalau sekarang julid kali ya,,,


Rentan pembullyan, perundungan.


Aku yang memang memiliki sifat pendiam jadi semakin pendiam karena malu. Bagaimana tidak malu, tiap bergerak satu inchi pun tak luput dari pantauan mereka.


Jadi bahan gosip gitu lho.


Kembali ke pertemuan ku dengan seseorang ini.


Kuperhatikan wajahnya. Masih seperti tadi, bibirnya masih komat kamit tak jelas. Entah apa yang dia gumamkan.


Sorot matanya tampak penuh dendam.


"Dia ini aneh. Sedikitpun aku tidak ingat siapa dia" batinku.


"Kamu bicara apa" tanyaku padanya


Dia nampak terkejut saat aku bertanya.


Kemudian dia menatapku tajam, tajam sekali, setajam pisau yang tiba tiba tanpa aba aba datang menghujam secepat kilat menembus jantungku. Sirrr,,, kurasa darahku berdesir, jantungku berdetak cepat, badanku sontak dingin. Dingin disekujur tubuhku.


Entah apa yang kurasakan saat itu. Terkejut? iya. Kaget? pasti iya lah.


Seperti ada rasa takut dan khawatir melanda hatiku. Tak mampu untuk menjabarkan nya. Ada rasa was was gitu,,,


"Kau sombong, saya mau bikin kau biar tidak bisa melupakan ku. Saya mau bikin kau supaya kau terus mengingatku, saya mau bikin kau supaya kau bisa menjadi milikku" gumamnya tak jelas, seolah bicara kepada dirinya sendiri.


"Maksudmu? " sahutku.


"Saya mau bikin kau biar mau sama saya, kau itu istriku. Saya sudah bersumpah dari dulu, kalau kau itu istriku. Saya mau mendapatkan mu bagaimanapun caranya" semburnya lagi.


"what,,, ? ya tidak bisa lah. Saya ini kan sudah bersuami, saya ini milik orang" bantahku.

__ADS_1


"Tidak, kau itu istriku dari dulu. Suamimu itu merebutmu dariku" gumamnya.


"sejak kapan kita menikah, saya tidak pernah merasa menikah denganmu" tambahku.


"Tidak perlu kau tau kapan kita menikah. Karena kita sudah menikah" sahutnya.


"OMG,,,! " beneran kaget deh gue, teriakku dalam hati.


Dalam hati aku merutuki diri sendiri. Kenapaaaa bisa sampai ketemu mahluk konyol seperti ini.


Awalnya aku mau bertemu karena merasa tidak enak. Kadang aku mikir dalam hati, mungkin bener dia temanku dulu.


Dan kebetulan aku ada keperluan di kantor, serta membutuhkan bantuannya. Akhirnya kuputuskan MAU ketemu dengan dia.


Memang aku sangat percaya diri, walau awalnya sempat curiga. Berhubung dia mengenalkan dirinya sahabat kecil dimasa lalu. Dan sempat ku tanyakan sama teman sejawat ku, ternyata memang benar tentang apa yang dia katakan itu.


Akhirnya aku pun merenung, mencoba mengingatnya. Mencoba membayangkan dirinya. Mencari cari sosok bayangannya di masa lalu, yang sekarang terpampang jelas di depan mataku.


Namun, ahhh,,, tetap saja belum ketemu siapa dia sebenarnya.


Hari menjelang senja, sekitar pukul 17.15.


Aku mencoba berpamitan untuk kembali pulang ke rumah.


Dan lagi lagi dia mengatakan ini,,,


"Kau akan terus mengingatku, kau tidak akan pernah melupakan saya lagi. Besok kita akan ketemu lagi disini, di tempat ini" desis nya kurang jelas sambil matanya tajam menatapku.


Pada saat proses menatap mataku tanpa berkedip itu, jari tangannya sempat menyentuh ujung jari kelingking dan jari manisku sebelah kiri.


Sontak hatiku berdesir, darahku seperti cepat mengalir, jantungku berdebar kencang, dingin seluruh tubuhku. Karena hawa dingin itu seperti langsung meresap, mengalir melalui pembuluh darah di jari menuju ke seluruh tubuh. Terutama di seputar dada.


Sensasinya seperti awal mengenal cinta. Seperti saat pertama kali jatuh cinta, cinta monyet gitu, padahal ini mah udah tuwirrr,,,


Yah,,, mulai detik itu hingga sepanjang perjalanan pulang menuju kerumah. Kepalaku isinya hanya dia, pikiranku hanya ada dia, hatiku hanya ada dia, berdebar debar tak menentu.


Rasanya aku seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal 15 menit sebelumnya aku tak memiliki perasaan apa apa.


Sepanjang perjalanan selalu terbayang bayang akan dia.

__ADS_1


Dan ternyata, inilah awal malapetaka yang ku alami hingga kini.


__ADS_2