
Raina Putri (20 tahun) sudah lama mengenal Davindra Abimanyu Brahmono (21 tanun) mereka berdua sudah bertetangga sejak mereka berada didalam kandungan.
Namun meskipun begitu, mereka berdua tidak terlalu dekat setelah mereka sudah menginjak remaja. Semasa kecil Raina dan Abi merupakan partner in crime, yang selalu bersekongkol untuk mencuri buah jambu Pak RT dan buah mangga Pak Bando.
Setelah mereka remaja, mereka tidak lagi dekat karena mereka sudah mengenal cinta-cintaan. Pacar Abi yang posesif dan gebetan Raina yang cemburuan, sejak saat itu mereka tidak lagi dekat. Biasanya mereka berdua hanya akan saling menyapa saat mereka berpapasan di depan rumah mereka, jika di tempat lain mereka akan bersikap seolah-olah mereka tidak saling mengenal.
Setelah lulus kuliah Abi menjadi seorang Pengacara 'Pengangguran Banyak Acara', dia tidak mau capek-capek pergi mencari pekerjaan entah apa alasannya. Begitupun dengan Raina yang juga pengangguran yang tidak banyak acara, sebenarnya Raina sudah memasukkan lamaran pekerjaan dimana-mana, namun tak kunjung mendapat panggilan berbeda dengan Abi yang memang tidak pernah mengirim lamaran pekerjaan dimanapun.
Untuk mengisi waktu luangnya sebagai seorang pengangguran, Raina membantu ibunya berjualan di toko kelontong yang sudah lama mereka kelola. Sedangkan Abi, entah apa yang dia kerjakan di dalam kamarnya tapi dia tidak perlu khawatir jika tidak memiliki pendapatan. Ayah Abi adalah pemilik peternakan terbesar di kota mereka, tapi entah mengapa Abi tidak pernah mau terjun membantu ayahnya. Sedangkan ibu Abi adalah seorang dokter spesialis anak yang sangat terkenal.
Raina sangat iri dengan kehidupan Abi yang sangat nyaman, tanpa harus pusing mendengar ocehan ibunya karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan.
...🍎...
__ADS_1
"Rai, Papa mau bicara sesuatu sama kamu." ucap Teguh Iswandi- Papa Raina setelah Raina masuk ke dalam rumah sehabis pulang dari minimarket.
"Papa mau bicara apa?" tanya Raina seraya duduk di sofa dekat ayahnya.
"Sebenarnya sebelum kamu lahir, kamu dan Abi sudah kami jodohkan." ucap Papa membuat Raina bagai tersambar petir.
"Hah? Aku? Kak Abi? gimana bisa? Nggak-nggak bisa kita nggak bisa bersama! Gimana mungkin Pa, kita berdua itu sama-sama pengangguran masa selama kita hidup dibiayain terus sama orang tua kak Abi." tolak Raina mentah-mentah.
"Maaf Nak, tapi kalian sudah dijodohkan sejak kalian masih embrio jadi kamu tidak punya alasan menolak. Kalau kamu nolak kamu bakalan nikah sama kakek-kakek, itu sumpah yang pernah kami ucapkan jika kamu dan Abi tidak menikah."
"Ayah kenapa bisa sumpah-sumpah gitu sih, kan aku yang mau jalanin." ucap Raina dengan mata berkaca-kaca, bagaimana bisa dia dijodohkan dengan tetangganya sendiri minimal yang tidak pernah ketemu Rainalah.
"Dulu ada Nenek-nenek yang ramal kamu bakalan mati kalau kamu nggak nikah diumur 17 tahun, kita tanya gimana caranya supaya ramalan itu tidak jadi dia bilang kamu harus nikah dengan tetangga yang paling dekat dengan kita, kebetulan keluarga Abi yang paling dekat dengan kita." jelas Papa.
__ADS_1
"Memang kamu mau nikah di umur 17?" tanya Papa.
"Ya enggaklah, Rai masih sekolah." jawab Raina kesal, dia masih tidak terima dijodohkan dengan Abi.
Sebenarnya Papa Raina berbohong dengan alasannya tadi, mereka menjodohkan anak mereka dengan keluarga Brahmono karena mereka dulu sangat dekat bahkan sampai sekarang masih dekat hanya anak mereka yang tidak terlalu dekat lagi.
Mama Raina- Indah Permaswari sangat suka dengan Abi, jadinya dia mengusulkan jika anak keduanya perempuan maka kelak anaknya itu akan jadi istri Abi. Usulannya itu langsung di terima oleh kedua orang tua Abi.
Hai guys karena tugas kuliah Author belum terlalu banyak, jadinya untuk mengisi waktu luang Author mau nulis aja. Ini cerita baru Author meskipun lapak sebelah belum tamat, Author usahain bakal adil updatenya jika ada waktu nulis.
Lapak ini juga sepertinya akan jadi lapak 16+, jadi adik-adik yang belum 16 tahun nggak usah ngeyel mau lanjut baca. Tapi kalau mau tetap lanjut, nanti Author beri peringatan yang isinya 16+😊
Hope you like❤️
__ADS_1
Bersambung...