Tetangga Tapi Menikah

Tetangga Tapi Menikah
Bab 2 Bertemu Kak Abi+Visual versi Author


__ADS_3

🎵Night Changes-One Direction


...Happy Reading...


Visual Raina versi Author



Visual Abi versi Author



Raina pulang ke rumah dengan wajah yang ditekuk, mamanya yang melihat itu bertanya penasaran. "Suram banget muka kamu Rai, kenapa?" tanya Mama Raina setelah melihat wajah anaknya yang ditekuk.


"Pokoknya mulai besok, Rai nggak mau lagi bantuin Mama pergi belanja di Bang Tejo!" ucap Raina kesal.


"Lho kenapa emang?" tanya Mama pura-pura tak tahu, padahal dia sangat tahu alasan wajah anaknya itu sangat suram. Dia sudah bosan ditanya-tanya mengapa Raina tak kunjung bekerja, dia sengaja menyuruh Raina untuk pergi hari ini karena tidak mau mendengar celotehan-celotehan tetangganya yang terkadang menyombongkan anak mereka.


Mama Raina juga ingin menyombongkan anaknya, namun apalah dayanya dia juga bingung ingin menyombongkan apa.


"Halah, Mama pura-pura nggak tahu atau memang tidak tahu?"


"Hehehe, makanya sekali-kali kamu harus dengerin omongan ibu-ibu komplek supaya kamu lebih giat nyari kerjanya." jawab mama membuat Raina mendelik tak terima.


"Rai juga nggak mau gini, kalau Mama mau tahu!" marah Raina, dia kemudian meninggalkan mamanya yang menghela nafas berat karenanya.


Setelah sampai di kamarnya, Raina mendumel tidak jelas. "Emang yang mau jadi pengangguran siapa sih? Aku juga pengen kerja tapi masih belum ada panggilan, interview aja baru tiga kali dari sekian banyak perusahaan tempat aku masukin berkas." kesal Raina berbicara sendiri.


Dia juga tidak ingin jadi pengganguran, tapi keadaan sangat tidak mendukungnya. Dia ingin pergi tapi tidak tahu harus pergi kemana, tentu saja tidak ada keluarga orang tuanya yang mau menampungnya. Ingin pergi ke rumah neneknya, tapi semua nenek dan kakeknya baik yang berasal dari mamanya maupun papanya sudah meninggal.


'Apa iya aku nikah aja sama kak Abi? Kan nanti hidup aku bisa dibiayain oleh orang tua kak Abi, jadi nggak perlu denger omongan nggak enak dari tetangga!' batin Raina.


***


Raina keluar dari kamarnya setelah siang hari, hanya dia sendiri yang ada di rumah. Semuanya sudah pasti pergi bekerja, papanya adalah seorang guru yang mengajar disalah satu sekolah negeri di kota mereka. Sedangkan mamanya beliau pasti sedang berada di toko kelontong milik mereka, Reina tidak perlu ditanyakan lagi pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke kantornya.

__ADS_1


Raina ingin pergi untuk bertemu dengan Abi, tapi karena perutnya sudah meronta-ronta minta di beri makan dia terpaksa melangkahkan kakinya menuju meja makan. Dia sedari tadi belum makan, tadi kan dia ngambek. Sebenarnya sebelum mamanya pergi ke toko kelontong, dia sudah menyuruh Raina untuk pergi makan tapi karena masih kesal dia berpura-pura tidak dengar.


Setelah menghabiskan sepiring makanan, Raina kini sudah merasa kenyang. Dia tidak langsung beranjak dari duduknya, dia duduk sebentar guna membuat makanannya sepenuhnya turun kedalam perutnya.


Setelah dirasa lega, Raina kemudian berjalan keluar rumah menuju rumah Abi. Sudah dapat dia pastikan jika Abi pasti ada di dalam rumahnya.


Ting tong


Bunyi bel di rumah Abi, Abi yang tengah sibuk main game menjadi terganggu. "Siapa sih yang datang siang-siang gini?!" kesal Abi, dengan terpaksa dia beranjak dari duduknya dan berjalan keluar kamarnya.


Setelah membuka pintu dia terkejut dengan kedatangan Raina, Abi tentu saja sudah tahu jika dia dijodohkan dengan tetangganya itu. "Nyari siapa?" tanya Abi dingin.


"Nyari kak Abi, aku mau ngomong bentar." jawab Raina sedikit gugup.


"Ya udah, ayo masuk."


Raina kemudian duduk diatas sofa setelah dipersilahkan oleh Abi, "Mbok Marni, mana?" tanya Raina celingukan mencari ART yang selalu menyambutnya saat datang ke rumah Abi. Raina memang seringkali datang untuk membawakan masakan buatan ibunya, entah itu kue ataupun lauk pauk. Padahal keluarga Abi itu kaya raya, kenapa harus mereka yang biasa saja yang datang memberi makanan? Itu yang selalu dipertanyakan Raina dalam pikirannya sendiri, tapi tak pernah dia ungkapkan.


"Mbok lagi balik kampung," jawab Abi singkat.


"Nggak usah, saya cuma mau bicara bentar kok."


Abi mengerutkan keningnya, "mau bicara apa?" tanya Abi.


"Ehm, kamu udah tahu kalau kita dijodohkan?" tanya Raina pelan, dan diangguki oleh Abi.


"Kak Abi terima?"


"Mau tidak mau saya terpaksa setuju, aku nggak mau berjodoh dengan nenek-nenek." ucapan Abi itu membuat Raina membelalakkan matanya.


"Jadi kak Abi juga disumpahin bakal berjodoh dengan nenek-nenek kalau nolak dijodohin, ya ampun kok mereka sumpahnya gitu sih! Kalau aja sumpahnya bakal berjodoh dengan CEO Cogan dan Hot," ucapan Raina itu membuat Abi mendelik kesal.


"Idih itumah kesukaan kamu!" kesal Abi.


"Iya dong, siapa yang nggak mau dinikahin sama orang kaya, ntar aku tinggal ongkang-ongkang kaki aja. Hahaha..." Raina tanpa sadar tertawa di depan Abi.

__ADS_1


"Aku juga kaya kok, ganteng juga." Abi tak mau kalah disandingkan dengan CEO.


"Iya sih, tapi keluarga Kakak yang kaya bukan Kakak, Kakak juga emang ganteng tapi udah punya pacar."


"Sama aja kan aku yang bakal jadi ahli waris, aku udah lama putus dengan Karin!" tegas Abi.


"Kak Abi kenapa bisa putus? Ya ampun kok kak Abi putus sih, kapan?" tanya Raina kaget, tangannya kini sudah berada dibahu Abi dan menggoncang-goncangkannya.


"Eh, sorry." Raina kelabakan saat sadar apa yang telah dia lakukan.


"Kamu nggak usah tahu kenapa kami putus, kami udah putus sebelum saya tahu kita dijodohkan." jelas Abi.


"Astaga, kalau gini alasan apa yang harus aku pake buat nolak perjodohan ini? Ya ampun harusnya kak Abi nggak usah putus," Raina frustasi.


"Halah ikut aja perjodohan ini, lagian emang kamu mau berjodoh dengan kakek-kakek?" ucapan Abi membuat Raina menggelengkan kepalanya cepat.


"Yaudah deh aku pulang Kak," ucap Raina lesu berjalan kearah pintu rumah Abi.


Masih dengan langkah yang lesu, Raina berjalan kearah warung kelontong mereka. Dia ingin pulang tapi malas sendirian di rumah, maka dia memutuskan untuk pergi ke warung kelontong mereka sudah pasti ada mamanya disana.


Mama Raina bingung dengan wajah anaknya yang sangat lesu, " kamu kenapa? Lesu banget, masih marah soal tadi pagi?" tanya Mama yang sibuk entah melihat apa di dalam ponselnya beliau hanya melihat Raina sekilas tadi.


"Rai setuju dijodohkan dengan kak Abi," ucapan Raina itu langsung membuat mamanya tergelonjak senang.


"Kamu yakin? Bukannya kemarin mau ketemu Abi dulu?" tanya Mama Raina berbinar.


"Udah ketemu tadi sama kak Abi, katanya dia udah lama putus dengan kak Karin." jawab Raina lesu menaruh kepalanya diatas meja.


"Nggak sabar Mama besanan sama keluarga Brahmono," gumam Mama Raina pelan dengan mata yang semakin berbinar-binar.


"Huh, Mama yang untung tapi aku yang buntung! Tapi sudahlah..." Raina tidak punya alasan lagi untuk menolak.


Note : Visual yang diatas cuma versi dari Author, kalau kalian ngerasa kurang srek kalian bisa bayangin sendiri visual versi kalian.😊


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2