Tetangga Tapi Menikah

Tetangga Tapi Menikah
Bab 5 Pernikahan


__ADS_3

🎵Beautiful In White- Shane Filan


...Happy Reading...


Raina menatap pantulan dirinya dalam cermin yang terlihat sangat anggun dan cantik, andai saja orang yang akan menikah dengannya adalah orang yang dia cintai dan juga mencintainya mungkin hari ini adalah hari terbahagia baginya.


Hanya saja angannya untuk menikah dengan orang yang dicintai sudah benar-benar pupus, beberapa menit lagi dia akan menjadi istri Abi. "Kak, aku takut." ucap Raina tiba-tiba kepada Reina.


"Nggak apa-apa, Kakak yakin kamu pasti bisa lewatin ini semua." ucap Reina mencoba menguatkan adiknya.


"Aduh, ya ampun anak Mama udah cantik banget!!" pekik mama girang yang baru saja masuk ke dalam kamar Raina.


"Lho Rei, kamu kok belum ganti baju?" tanya mama heran melihat Reina yang masih belum memakai seragam kebaya yang telah disiapkan.


"Sabar Ma, bentar lagi." jawab Reina.


"Aduh, udah sana ganti baju!"


"Iya, iya" Reina kemudian pergi berjalan kearah pintu menuju kamarnya.


Setelah Reina meninggalkan kamar Raina, mama kemudian menatap Raina sendu. "Mama tahu kamu nggak siap, tapi mama yakin kamu akan bahagia suatu saat nanti. Kamu dengar-dengaran sama Abi yah? Sebentar lagi dia akan menjadi suami kamu," ucap mama seraya mengelus bahu Raina.


"Iya Ma,"


***


Akad nikah telah selesai beberapa jam yang lalu, kini Raina dan Abi duduk berdampingan di atas pelaminan seraya memamerkan senyum palsu mereka berdua. "Kak, keknya aku nggak sanggup deh lama berdiri buat nyalamin semua tamu." ucap Raina menatap lautan manusia yang hadir di resepsi mereka.


"Sama, aku juga kayaknya nggak mampu deh. Padahal kita hanya undang beberapa temen, kenapa malah ada banyak tamu yang datang?" jawab Deon menatap ngeri para tamu yang sudah pasti kebanyakan dihadiri oleh teman-teman orang tua mereka berdua.

__ADS_1


Mereka berdua hanya bisa menghela napas kasar sebelum para tamu menyalami mereka berdua, mau tidak mau mereka berdua harus tetap memberikan senyuman mereka yang paling manis kepada semua tamu undangan.


"Kak, kaki aku udah sakit banget dari tadi berdiri." ucap Raina pelan.


"Sabar bentar, tamunya udah dikit." jawab Abi juga pelan, bukan hanya Raina saja yang lelah dia juga lelah tapi harus bersabar hingga semua tamu undangan habis berdatangan menghampiri mereka berdua.


Setelah sekian lama berdiri menyalami semua tamu, kini Raina bisa bernapas lega karena semua acara resepsi telah selesai. Raina membaringkan tubuhnya yang masih terbalut gaun pengantin diatas ranjang king size di hotel tempat mereka menginap untuk beberapa hari kedepan.


Raina terpaksa membuka kembali matanya setelah mendengar suara knop pintu yang dibuka dari luar, "kok baru datang Kak? Kemana tadi?" tanya Raina sama sekali tak merasa canggung setelah kini dia sudah menjadi nyonya Davindra Abimanyu Brahmono, padahal jika pengantin-pengantin lain mereka pasti akan merasa canggung apalagi mereka adalah pasangan yang dijodohkan tapi hal tersebut tak berlaku bagi Raina.


"Tadi bicara sebentar sama teman kuliah, kamu belum mau mandi?"


"Kak Abi mandi dulu aja, badan aku masih remuk soalnya badan aku nanti bisa rontok kalau langsung mandi." ucap Raina kembali memejamkan matanya.


Abi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis yang kini sudah menjadi istrinya. "Aku sama sekali nggak ngerasa udah nikah, padahal aku kira Raina akan canggung dengan aku." ucap Abi pada dirinya sendiri.


...🌹🌹🌹...


Bahkan setelah Raina selesai mandi, mereka berdua langsung tidur di ranjang king size yang akan menjadi tempat tidur mereka beberapa hari kedepannya. Sama sekali tidak ada drama salah satu dari mereka berdua harus tidur di sofa atau harus ada guling pembatas di tengah-tengah tempat tidur.


Mereka berdua baru bangun setelah jam telah menunjukkan pukul 10.49, bahkan mereka masih ingin tidur tapi perut mereka sudah berbunyi meminta untuk segera diisi dengan terpaksa mereka bangun untuk makan lalu setelah itu mereka akan tidur kembali.


"Kakak mau ke bawah atau kita pesan aja, nanti baru diantar kesini?" tanya Raina yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kita kebawah aja, sekalian cuci mata. Hahaha," jawab Abi tergelak membuat Raina mendelik kesal.


"Inget Kak, Kakak udah jadi suami aku! Aku nggak mau yah di madu," ucap Raina membuat Abi semakin tergelak.


"Hahaha, justru aku yang was-was takut kamu selingkuh. Kamu kan suka banget dengan cogan,"

__ADS_1


Raina yang mendengar ucapan Abi itu, sama sekali tidak menyangkal karena hal tersebut memang benar adanya. "Iya, iya, ayo kebawah aku udah lapar!" ucap Raina berjalan mendahului Abi.


Setelah sampai di restoran hotel, Raina langsung meminta Abi untuk memesankan mereka makanan sedangkan Raina akan mencari tempat duduk yang bagus untuk cuci mata karena sesungguhnya ada banyak pria tampan disini.


"Kak, disini ada banyak banget cogan yah? Liat tuh arah jam sembilan ada segerombolan cogan, bisa gitu yah satu circle ganteng-ganteng semua!" ucap Raina menatap segerombolan pria tampan dari kejauhan.


"Nah kan, apa aku bilang tadi bukannya aku yang cuci mata tapi malah kamu yang cuci mata." ucap Abi dengan nada yang sengaja dibuat kesal.


"Idih, liat tuh Kak arah jam dua belas ada banyak cewek tuh disitu." ucap Raina tersenyum geli menunjuk kearah para *waria yang juga berada di restoran tersebut.


Abi memutar kedua bola matanya malas setelah melihat objek yang ditunjuk Raina, "aku masih normal yah!" tegas Abi.


"Hahaha, abis disini kok jarang banget ada cewek yah?" ucap Raina heran menatap sekelilingnya dan hanya melihat beberapa pelanggan wanita dan juga waitress.


"Iya yah?" Abi baru sadar.


"Permisi Mbak, Mas, ini pesanan kalian." ucap seorang waiter membuat atensi mereka teralihkan.


"Oiya, makasih Mas, Mbak." ucap Raina pada beberapa waiter dan waitress yang datang membawakan mereka makanan yang telah mereka pesan.


Mereka berdua langsung melahap makanan yang telah mereka pesan, mereka tidak ada waktu untuk berbasa-basi sekarang perut mereka sudah sedari tadi meminta untuk segera diisi.


Setelah selesai makan, mereka berdua tak langsung kembali ke kamar mereka. Mereka masih berbincang beberapa saat setelah itu mereka berdua baru kembali ke kamar mereka.


"Aku mau lanjut tidur Kak, setelah liat kasur aku langsung ngantuk lagi." ucap Raina merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur seraya menutup kedua bola matanya.


"Ckckck, anak ini." ucap Abi menggelengkan kepalanya pelan, namun dia juga ikut tidur disamping Raina sejujurnya dia juga jadi mengantuk setelah melihat kasur padahal tadi dia sudah tidak mengantuk lagi. Mereka berdua tertidur hingga kegelapan kembali menguasai bumi.


Note : *waria \= lakuran dari wanita pria

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2