Tetangga Tapi Menikah

Tetangga Tapi Menikah
Bab 4 Rahasia Abi b


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Abi tidak suka keluar rumah, karena sangat membenci tatapan mencemooh dan pandangan remeh tetangganya karena berpikir bahwa dia hanyalah seorang pengangguran yang bergantung pada uang kedua orang tuanya.


Setelah menghabiskan sarapannya, Abi kembali ke kamarnya untuk memulai live streaming-nya di aplikasi merah. Saat live streaming, Abi tidak pernah memperlihatkan wajahnya. Abi selalu memakai topeng andalannya agar wajahnya tak terlihat, sehingga banyak fans- nya yang penasaran dengan wajahnya.



Sudah ada beberapa tim proplayer yang ingin merekrut Abi untuk masuk ke dalam tim mereka tapi di tolak Abi. Selain dua pekerjaan yang dia tekuni itu, dia juga kadang membantu pekerjaan ayahnya mengerjakan laporan keuangan perusahaan peternakan warisan keluarganya.


Abi dulu pernah memiliki hubungan percintaan yang toxic, dia terpaksa berpacaran dengan mantannya-Karin karena dari dulu dia tidak ingin berpacaran dengannya hanya saja Karin selalu mengancam akan bun*h diri bahkan mengancam akan melukai orang terdekat Abi jika memutuskan hubungan mereka. Mereka akhirnya putus, saat kedua orang tua Karin tahu tentang kegilaan anak mereka sehingga mereka membawa Karin ke luar negeri.


Selesai live streaming, Abi dikejutkan dengan bunyi bel beberapa kali sangat jarang ada yang datang berkunjung ke rumahnya kecuali tetangganya sekaligus calon istrinya-Raina. Biasanya Raina akan datang membawa makanan ke rumahnya, tentu saja Abi tahu jika Raina pasti disuruh oleh ibunya. Sejujurnya Abi pernah mencintai Raina, yah hanya cinta monyet saja saat mereka masih kecil namun rasa itu menghilang seiring dengan berjalannya waktu, namun tidak ada yang tahu jika kedepannya mungkin rasa itu akan kembali.

__ADS_1


Dengan langkah yang terpaksa Abi keluar membukakan pintu bagi orang yang telah menekan bel beberapa kali itu, saat pintu terbuka Abi sedikit kaget mendapati Raina yang datang.


"Ada apa?" tanya Abi datar.


"Aku mau ngomong sebentar," jawab Raina.


"Mbok Marni mana? Bukannya kemarin udah pulang yah?" Raina celingukan mencari sosok ART keluarga Abi.


"Si mbok ke pasar tadi, palingan bentar lagi baru balik." jawab Abi seraya duduk di sofa.


"Em... Kak? Pernikahan kita nggak bisa diundur? Gimana kalau Kakak ngajuin ke orang tua Kakak agar pernikahan kita diundur beberapa bulan lagi?"


Abi menaikkan alisnya sebelah mendengar permintaan Raina itu, "kenapa nggak kamu aja yang ngomong ke orang tua kamu?" tanya Abi.

__ADS_1


"Huft, aku udah mohon beberapa kali tapi nggak di setujui. Mungkin aja kalau Kakak yang ngomong pasti diturutin."


Mendengar itu Abi memutar kedua bola matanya malas, "udah terima aja! Ujung-ujungnya juga bakal nikah," ucap Abi malas.


"Tapikan seenggaknya kita punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri kita,"


"Siap nggak siap kita harus nikah, udahlah kamu kok takut banget nikah sama aku!"


"Kita ini sama-sama pengangguran Kak, lagian kita berdua juga nggak saling cinta. Pernikahan seperti apa yang akan kita jalani nanti? Ayolah Kak, pernikahannya diundurin yah?" pinta Raina semakin memelas.


"Hah, maaf tapi kalau kamu mau pernikahannya diundurin kamu bicara sendiri aja ke orang tua aku!" ucap Abi tegas.


"Kalau kamu datang hanya ngomong itu aja mending kamu pulang aja sekarang, aku mau lanjut tidur aja." lanjut Abi beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Tapi Kak..." Raina masih ingin bicara tapi Abi sudah menutup pintu kamarnya. Dengan terpaksa Raina kembali ke rumahnya dengan wajah yang ditekuk.


Bersambung...


__ADS_2