Tetangga Tapi Menikah

Tetangga Tapi Menikah
Bab 10 Special lunch


__ADS_3

🎵Flashlight-Jessie J


...Happy Reading...


Suara bising dari luar kamar membangunkan Raina dari tidurnya yang lelap, saat membuka matanya objek pertama yang dia lihat adalah mata suaminya yang sedang menatapnya dengan senyuman cerah yang terukir di wajahnya.


"Selamat pagi istrinya Abi," sapa Abi seraya mengeratkan pelukannya di pinggang istrinya.


"P-agi juga, di luar ada apa Kak?" tanya Raina gugup.


"Palingan si Mbok pagi-pagi bikin rusuh," jawab Abi.


"Kak, aku mau keluar bantuin Mbok Marni. Bisa tolong lepasin nggak?"


"Nggak usah, lagian Mbok Marni nggak sendirian kerjanya." jawab Abi acuh tak acuh seraya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.


"Ihh, nggak boleh gitu. Lepasin yah Kak?" pinta Raina mengiba.


"Lima menit lagi," gumam Abi.


Sudah lebih dari lima menit namun Abi tak kunjung melepaskan Raina juga. "Kak, udah lima menit." ucap Raina seraya memukul pelan tangan Abi.


"Hmm... bentar lagi," jawab Abi masih memejamkan matanya.


Setelah beberapa menit berlalu, Raina merasakan pelukan Abi mulai mengendur dan benar saja saat melihat wajah suaminya, Raina sadar bahwa Abi kembali tertidur.


Dengan pelan Raina melepaskan tangan Abi dari pinggangnya dan berjalan ke dalam kamar mandi. Raina melotot kaget melihat bercak-bercak merah di lehernya karena ulah Abi semalam.


"Isss, Kak Abiii!!! Ngeselin banget sih," Raina menggeram kesal.


Setelah membersihkan tubuhnya, Raina pun keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk. Raina berjalan ke arah meja rias miliknya dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


Usai dengan kegiatannya, Raina pun keluar dari kamar menuju dapur. "Lho, kok Neng Raina kok udah bangun?" tanya Mbok Marni saat melihat Raina di dapur.


"Udah pagi banget lho ini Mbok, masa aku tidur sampai siang." jawab Raina tersenyum simpul kearah Mbok Marni.


"Hehehe iya sih, Neng Rai tumben banget make baju gitu di rumah biasanya make kaos kedodoran." ucap Mbok Marni bingung sekaligus penasaran melihat Raina yang menggunakan pakaian dengan model turtleneck di rumah.


"Emm, nggak apa-apa. Bosen aja make kaos mulu," jawab Raina ngeles padahal bukan itu alasan sesungguhnya.


"Oalah," ucap Mbok Marni mangut-mangut.


"Aku bantuin yah Mbok?" ucap Raina menatap semua bahan-bahan makanan di atas meja.


"Nggak usah Neng, nggak enak sama Tuan dan Nyonya. Lagian Mbok di sini cuma bagian dapur aja, mending si Neng balik ke kamar aja." tolak Mbok Marni halus.


"Nggak apa-apa Mbok, bosen di kamar mulu. Lagian Kak Abi juga masih tidur," jawab Raina seraya memotong beberapa sayuran.


"Tumben baget si Den lambat bangun," gumam Mbok Marni yang masih bisa di dengar Raina.


"Emang biasanya Kak Abi bangun jam berapa, Mbok?"


"Sekitar jam enam lah, biasanya Den Abi olahraga di ruang khusus olahraga di lantai tiga." jawab Mbok Marni.


"Oo..."


***

__ADS_1


"Rajin banget Mbak, istri siapa sih?" ucap Abi mengagetkan Raina yang sedang mengatur makanan di atas meja makan.


"Ihh, Kak Abi!! Bisa nggak sih, nggak ngagetin?! Kalau aku jantungan gimana!?"


"Hehehe Sorry, janji nggak ngulang lagi deh."


"Selamat pagi semuanya, duh Rai, maaf yah Mama nggak sempat bantuin. Tadi lambat bangun," ucap mama Abi merasa tidak enak.


"Nggak apa-apa Ma, lagian tadi aku juga cuma sebentar bantuin Mbok Marni kok." jawab Raina tersenyum simpul kearah mertuanya.


"Ya udah kalau gitu, ayo kita sarapan."


"Kita nggak nungguin Papa?" tanya Raina polos menatap Abi dan mertuanya bergantian.


"Em, Papa belum bangun sih, lagian nanti aja Papa sarapan sendiri." jawab mama Abi.


"Oo..."


Setelah selesai sarapan, mama Abi pun berangkat kerja sedangkan Abi dan Raina kembali masuk ke dalam kamar mereka. "Kak, aku mau berkunjung ke rumah Mama sebentar yah?" Raina meminta izin untuk pergi ke rumah orang tuanya.


"Boleh, kamu mau Kakak ikut juga?"


"Nggak usah Kak, lagian Kakak pasti sibuk hari ini." tolak Raina halus.


"Lumayan sibuk sih, apalagi masih banyak yang harus di revisi. Lain kali aja yah, Kakak temenin?"


"Iya Kak,"


...🌹🌹...


"Mama..." teriak Raina dari luar rumah membuat mamanya yang sedang sibuk di dapur menghentikan aktivitasnya.


"Duh Rai, beberapa hari kamu nggak di rumah, rumah jadi sepi." ujar mama Raina seraya melepaskan pelukannya.


"Rai juga kangen sama Mama, Papa, sama Kak Rei."


"Abi nggak ikut?" tanya mama Raina mencari-cari keberadaan menantunya.


"Nggak Ma, Kak Abi lagi sibuk jadi nggak bisa datang. Mungkin lain hari aja, lagian cuma beberapa langkah aja dari rumah udah sampe." jawab Raina.


"Oo, ayo masuk ke dalam." mama Raina menarik tangan anaknya masuk ke dalam rumah.


"Mama mau masak apa?"


"Ayam kecap, sambal terasi, udang goreng tepung, cumi saos tiram dan juga capcai. Papa sama Rei mau makan siang di rumah kata mereka tadi pagi."


"Tumben banget Kak Rei makan di rumah,"


"Bagus dong kalau gitu, sekali-kali makan siang di rumah."


"Iyasih," gumam Raina masih bingung Kakaknya tiba-tiba mau makan siang di rumah. Biasanya Reina selalu punya seribu alasan untuk menolak ajakan mamanya untuk makan siang di rumah.


"Sikap Abi sama kamu baik 'kan Rai?" tanya mama Raina tiba-tiba saat mereka sedang sibuk memasak.


"Baik kok Ma, bukan cuma Abi aja orang tua Abi juga baik sama Raina."


"Syukurlah kalau gitu, Mama jadi lega." mama Raina bernapas lega.

__ADS_1


Setelah masakan mereka hampir selesai, Raina mendapat pesan dari suaminya.


Husband🤵


Kok masih belum pulang Rai?


Ini udah mau jam makan siang


^^^Wife👰^^^


^^^Aku makan siang disini aja yah Kak?^^^


^^^Lagian jarang banget kami makan siang lengkap dengan Kak Reina^^^


Husband🤵


Aku kesitu yah?


^^^Wife👰^^^


^^^Kalau Kakak mau kesini aja^^^


Husband 🤵


Okee


"Ma, Abi katanya mau makan siang disini juga." ucap Raina membuat mama Raina mendelik kaget.


"Lho, kamu kok baru bilang sih Rai. Tahu gitu kita masak lebih banyak menu lagi." ucap mama Raina mulai panik.


"Nggak apa-apa Ma, lagian hanya Abi yang datang." jawab Raina santai.


"Nggak usah panik gitu Ma, kita cuma makan siang biasa kok. Abi juga bukan tipe orang yang segalanya harus sempurna," lanjut Raina menenangkan mamanya.


***


Mama Raina tersenyum bahagia, untuk pertama kalinya setelah anaknya tumbuh dewasa mereka makan siang bersama dengan lengkap. Bahkan makan siang kali ini menjadi lebih spesial dengan adanya dua pria tambahan yang merupakan menantu dan calon menantunya yang ikut makan siang.


Saat kuliah Reina memilih kuliah di luar kota dan apabila dia datang liburan pasti papanya lagi yang tidak sempat ikut makan siang bersama. Setelah Reina mulai bekerja, dia tidak pernah makan siàng di rumah kecuali hari ini.


Setelah selesai makan siang, mereka semua berbincang-bincang sebentar sebelum mereka kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing. "Mama seneng banget deh, akhirnya setelah sekian lama kita bisa makan siang bareng lagi." tutur mama membuat Reina tertegun.


"Maaf Ma, lain kali Rei sempetin makan siang di rumah lagi." ucap Reina membuat mamanya tersenyum sumrigah.


"Janji ya, Rei."


"Iya Ma,"


"Tante, kami balik ke tempat kerja lagi yah? Semoga kedepannya kita lebih sering makan sama-sama," pamit Raihan-pacar Reina.


"Iya Han, hati-hati!" jawab mama Raina diangguki oleh Raihan dan Reina.


"Papa juga pamit yah?" seraya menyondorkan tangannya untuk di cium sang istri.


"Iya Pa, hati-hati!"


"Kami juga pulang Ma, besok-besok kami datang lagi." pamit Abi seraya mencium tangan mama Raina dan juga diikuti Raina.

__ADS_1


"Iya, sering-sering kesini yah? Hati-hati!"


Bersambung...


__ADS_2