
Keesokan harinya...
“Aisyah, kamu udah siap?” Tanya Candra di depan apartemen Aisyah.
“Iya, aku udah siap. Mama, papa, Tuan William, Alisha pergi dulu ya, kh iya rencananya kami juga mau sekalian cari baju buat acara pernikahan kami nanti” Kata Aisyah.
“Iya, hati hati di jalan ya sayang” Kata Nyonya Rita.
“Pasti dong”
Alisha dan Candra segera bergegas menuju mall untuk membeli gaun pernikahan mereka dan sekaligus menyewa gedung untuk acara pernikahan mereka.
“Candra, rencananya, kita nanti pakai baju yang model gimana?” Tanya Alisha di dalam mobil.
“Aku ikut kamu aja”
“Gimana kalau kita sama sama pakai baju warna putih?” Tawar Alisha.
“Ha?”
“Iya, aku pakai gaun warna putih, dan kamu pakai kemeja serta celana berwarna putih. Gimana?”
“Ya.. Udah kalau gitu, iya aku setuju” Jawab Candra.
“Oke”
Mereka semua telah sampai di mall, mereka pun bergegas memilih gaun.
“Candra, gaun ini gimana?”
“Jangan yang itu, warnanya terlalu pucat” Nawab Candra. Alisha melanjutkan memilih gaun.
“Kalau ini?” Tanya Alisha.
“Mmm... Gimana ya, kalau menurutku itu terlalu polos” Jawab Candra.
Alisha pun merasa bingung, sampai akhirnya dia meminta tolong kepada karyawan wanita di toko itu untuk menentukan model gaun yang tepat untuknya.
“Kak, boleh minta tolong nggak?” Tanya Alisha kepada salah satu karyawan wanita itu.
“Boleh, minta tolong apa ya?”
“Kira kira, gaun yang pernikahan mana ya, yang bagus buat saya. Yang modelnya mewah, tapi harganya terjangkau di kantong?”
“Oh kakak tenang aja, ini gaun yang tepat buat kakak” Jawab Karyawan wanita itu seraya menunjukkan gaunnya.
“Wah iya, ini bagus banget, harganya terjangkau lagi! Candra, gimana ini bagus nggak?”
“Nah, itu bagus. Udah kamu beli yang itu aja” Kata Candra.
“Oke oke. Kak, tolong bungkuskan yang ini ya. Nanti kami ambil, sekarang kami mau cari cincin dulu” Kata Alisha.
“Baik kak” Jawab karyawan itu kemudian pergi.
“Candra, kamu udah dapat kemejanya?”
“Udah kok, aku udah pilih sesuai dengan keinginan kita” Jawab Candra.
“Oh ya udah kalau gitu, tapi sayang tadi aku nggak sempat lihat. Tapi aku yakin, pilihan kamu pasti sama dengan pilihan aku” Kata Alisha.
“Iya, ya udah sekarang kita lanjut cari cincin pernikahan kita yuk” Kata Candra.
“Ayo”
Mereka berdua pergi untuk mencari cincin pernikahan mereka, dan setelah mendapatkan barang sesuai dengan keinginan mereka, mereka pun membayarnya di kasir.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari spot foto yang bagus.
“Candra, aku seneng deh, karena kita bisa bersama lagi” Kata Alisha.
“Kamu, kenapa tiba tiba ngomong gitu?”
“Ya, karena kita kan udah puluhan tahun terpisah dan dipertemukan kembali di sini, London. Ya, aku harap kita bisa selalu bersama sih. Tapi, aku boleh nggak tanya sesuatu sama kamu?” Kata Alisha.
“Tanya apa?” Jawab Candra seraya menyetir.
“Kalau misalkan aku pergi ke suatu tempat yang bahkan belum pernah kita kunjungi, kamu bakal cari aku nggak?” Tanya Alisha polos.
“Kamu ngomong apa sih, ya pasti aku cari lah” Jawab Candra.
“Jangan Can. Aku nggak mau suatu waktu nanti kamu nyari aku secara terus menerus, padahal kamu nggak akan bisa nemuin aku”
“Alisha, kamu ngomong apa sih. Jangan ngomong yang aneh aneh deh. Aku nggak suka” Kata Candra dengan sedikit kesal.
“Iya, itu sih pesan aku. Maaf ya kalau aku udah bikin kamu kesal”
“Iya nggak apa apa. Nah, sekarang udah sampai, ayo kita turun” Kata Candra.
Alisha dan Candra turun dari mobil, mereka sudah sampai di lokasi yaitu di bukit yang sangat indah, dikelilingi dengan pohon yang begitu rindang, serta suasan yang sejuk, dan air terjun yang semakin mempercantik suasana.
“Alisha, lokasinya bagus banget ya” Kata Candra.
“Iya nih, tapi dingin banget sih” Kata Alisha.
__ADS_1
“Oh kamu kedinginan, udah kamu sekarang pakai jaket ini ya” Kata Candra seraya memakaikan jaket bulu yang begitu hangat untuk Alisha.
“Ayo kita foto foto di sini. Kita minta tolong orang itu aja buat fotoin, kayaknya fia fotografer di tempat ini deh” Kata Candra.
“Iya, aku tunggu di sini ya” Kata Alisha.
Candra memanggil tukang foto itu, kemudian berfoto bersama Alisha.
Mereka semua berpose dengan pose yang bagus. Setelah selesai berfoto, Candra berniat untuk mengambil karpet serta makanan di mobil.
“Alisha, kamu tunggu di sini ya? Aku mau ambil karpet sama makanan buat kita bersantai di sini” Kata Candra.
“Oh iya”
Candra pergi untuk mengambil barangnya itu, tetapi ketika ia hendak menyebrang ada mobil yang melaju begitu kencang, melihat hal itu Alisha berteriak dan berlari untuk menyelamatkan Candra.
“CANDRAAA!!!!”
ARGH BRUKK Alisha lah yang tertabrak oleh mobil itu, dia terguling guling di jalan, kepalanya mengeluarkan begitu banyak darah. Candra merasa lemas dan terkejut melihat calon isterinya mengalami hal tragis.
“Alisha!!!!!! Alisha, kamu pasti kuat, bentar aku telepon ambulance” Ka.
ta Xandra dengan begitu khawatir, ia pun menelepon ambulance.
“Pak, maaf gimana kalau saya aja yang mengantar perempuan ini. Karena, saya yang bertanggung jawab” Kata orang yang menabrak Alisha.
“Nggak usah pak, saya terlanjur telepon ambulance. Mendingan bapak tolong hubungi keluarga saya, nomornya ada di handphone saya” Kata Candra seraya memberikan ponselnya.
“Baik pak”
Orang itu menghubungi keluarga Candra dan Alisha, mendengar hal itu keluarga Candra dan Alisha syok.
Tidak lama kemudian, ambulance datang dan membawa Alisha ke rumah sakit terdekat. Begitu sampai di rumah sakit, Alisha mendapat pertolongan. Alisha harus dioperasi, sementara Candra hanya bisa berdoa.
Keluarga Candra dan Alisha datang dengan begitu sedih dan khawatir.
“Candra, gimana keadaan Alisha?” Tanya Nyonya Rita dengan begitu cemas.
“Tante, aku nggak tahu. Tapi dokter sekarang sedang menanganinya. Kata dokter Alisha kehilangan banyak darah, dan harus dioperasi” Kata Candra.
“Ya ampun Alishaa” Kata Nyonya Rita sambil menangis.
“Candra, sekarang jelasin ke mama apa yang terjadi?” Kata Nyonya Rosa.
“Jadi gini ma, awalnya tuh lancar, aku tadi mau ambil karpet sama makanan buat kami bersantai di bukit tadi tapi waktu aku di jalan mau ngambil itu, ada mobil yang melaju sangat kencang, Alisha nyelamatin aku, dan malah dia yang jadi korban” Jelas Candra.
“Ya ampun Candra!” Kata Nyonya Rosa lalu menamparnya.
“Ma, kenapa mama malah menamparku?” Tanya Candra.
“Iya ma aku minta maaf, tapi ini semua kecelakaan” Kata Candra.
“Udah udah, sekarang kita berdoa aja biar Alisha bisa selamat” Kata Nyonya Rita.
Mereka mengangguk.
Setelah menunggu selama 30 menit, dokter keluar dari ruang operasi.
“Dok, gimana keadaan Alisha dok?” Tanya Candra cemas.
“Alisha sudah bisa kami tangani, sekarang pasien masih dalam masa pemulihan” Jawab dokter itu.
“Saya boleh masuk dok?” Tanya Candra.
“Sebaiknya, kalian masuknya nanti saja kalau pasien udah dipindahin ke ruang rawat, dan kami akan memindahkan pasien sekarang” Jawab dokter itu.
Alisha pun dipindahkan ke ruang rawat. Setelah itu, Nyonya Rosa beserta suaminya masuk ke dalam.
“Alisha, nak, kenapa semua ini harus terjadi padamu sih?” Kata Nyonya Rita sedih.
“Iya Sha, papa percaya kalau kamu kuat dan kamu bisa ngadepin semua ini” Kata sang ayah.
“Iya Sha, kamu pasti kuat. Sekarang mama keluar dulu ya, karena Candra dan keluarganya mau lihat kamu” Kata Nyonya Rita kemudian keluar.
Candra beserta orang tuanya masuk ke dalam ruangan.
“Alisha, maafin aku karena aku kamu harus ngadepin semua ini. Kamu harus bangun, ingat sama janji janji kita dulu” Kata Candra.
“Iya nak, kamu harus bangun, banyak yang nunggu kamu sekarang. Kami semua berharap kamu bisa segera sadar ya sayang ya” Kata Nyonya Rosa.
Tidak lama kemudian, Alisha membuka matanya perlahan.
“Alisha, kamu udah sadar?” Kata Candra.
“Dok, Alisha udah sadar” Kata Candra memanggil dokter.
Dokter pun memeriksa Alisha, kemudian keluar. Seluruh keluarga sudah berkumpul di dalam untuk melihat kondisi Alisha.
“Candra?” Kata Alisha dengan begitu lemas.
“Iya Sha, ayo bangun”
“Mama, papa, tante Rosa, Tuan William, Amira, kalian semua, makasih ya udah mau ngurus dan nemenin Alisha. Terimakasih atas semua jasanya, Candra, makasih ya udah mau jadi teman baik dari kecil sampai sekarang, aku harap kamu ingat sama semua kalimat yang aku ucapkan sama kamu waktu tadi di mobil. Amira, makasih ya udah mau nemenin aku, udah mau jadi sahabatku. Mungkin, aku nggak akan lama di sini, aku bakalan pergi jauh dari tempat ini” Kata Alisha dengan lemas.
__ADS_1
“Alisha, kamu nggak boleh ngomong gitu sayang” Kata Nyonya Rita.
“Mau gimana lagi ma, ini udah takdir Alisha. Alisha nggak bisa lama lana bersama kalian”
“Alisha, aku nggak mau kayak gitu, ingat pernikahan kita satu minggu lafi” Kata Candra dengan cemas.
“Oh iya, Candra. Aku mau minta sesuatu sama kamu”
“Ayo katakan apa aja”
“Aku minta kamu nikahin Amira” Kata Alisha dengan lemas.
“Apa? Apa maksud kamu?” Tanya Candra.
“Amira, tolong kamu nikah sama Candra ya, karena itu bisa membuatku tenang nanti” Kata Alisha.
“Apa maksud kamu Sha, aku bahkan nggak cinta sama Candra” Kata Amira.
“Aku tahu, kalau kamu cinta sama dia. Kamu ingat waktu kecelakaan yang menimpa aku dulu? Aku dengar kalau kamu itu cinta sama Candra” Kata Alisha.
“Apa, apa maksudmu? Bukannya waktu dulu kamu nggak sadarkan diri?”
“Iya memang waktu itu aku nggak sadarkan diri, tapi sebenarnya aku udah bisa dengar perkataan krang di sekelilingku” Kata Amira.
“Tapi Sha”
“Ssttt, aku sekarang hanya mau kalian bersatu untuk selamanya. Tolong penuhi keinginan terakhirku ini, aku mohon” Ucap Alisha dengan semakin lemas.
“Baik, aku bakal lakuin apa yang kamu mau” Ucap Candra.
“Terima kasih, terima kasih banyak. Sekarang sudah saatnya aku pergi, selamat tinggal semuanya” Ucap Alisha dengan semakin lemas dan tak berdaya seraya menahan sakit.
Alisha menutup matanya perlahan, dan setelah itu detak jantungnya sudah tidak terdeteksi. Melihat hal itu seluruh keluarga termasuk Amjra berteriak histeris.
“Alishaaaaaa!!!!!” Teriak Candra histeris.
“Dokter, tolong dok!” Teriak Amira.
Dokter pun datang dan memeriksa kondisi Alisha, tetapi dia sudah tidak bisa berbuat apa apa.
“Maaf, kami sudah tidak bisa berbuat apa apa” Kata dokter itu dengan nada kecewa.
“Apa maksudnya dok?” Tanya Nyonya Rita.
“Alisha sudah meninggal dunia” Kata dokter itu.
Mendengar hal itu, Candra terjatuh lemas, Nyonya Rita dan suaminya hanya bisa menangisi kepergian anak tercintanya, Amira seketika pingsan mendengar hal itu. Dokter pun membawa Amira ke ruang rawat dan memeriksanya.
Dalam pingsannya Amira bermimpi melihat Alisha mengenakan jubah berwarna putih bersih pergi ke suatu tempat yang begitu indah yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
“Alisha, kamu mau pergi kemana?” Tanya Amira.
“Eh, Amira. Aku mau nyusul kakek sama nenek” Kata Alisha dengan begitu bahagia.
“Apa maksudmu?”
“Iya, aku mau nyusul mereka. Lihat, di sana mereka sudah menungguku, di tempat yang begitu indah itu” Jawab Alisha dengan gembira.
“Tapi Sha, biarkan aku ikut” Ucap Amira.
“Nggak Mir, kamu nggak boleh ikut. Kamu harus menepati janjimu dulu untuk menikah dengan Candra, bahagiakan dia jangan sampai dia bersedih” Jelas Alisha.
“Iya tapi...”
“Ssstt, udah lakuin aja. Biarkan aku tenang di sana, baiklah aku pergi dulu ya. Selamat tinggal Amira” Kata Alisha kemudian pergi.
“Alisha, Alisha!” Panggil Amira tapi tidak dihiraukan oleh Alisha.
Amira pun sadar dari pingsannya, ketika ia membuka matanya ia melihat ibunya dan juga orang tua Alisha di depannya.
“Amira, kamu udah sadar?” Tanya sang ibu.
“Ma, di mana Alisha ma?” Tanya Amira cemas.
“Alisha udah nggak bisa kembali lagi sayang” Jawab sang ibu dengan sedih.
Amira menangisi kepergian Alisha, di samping itu Nyonya Rosa berusaha untuk menenangkan Amira.
“Amira, udah ya, kita ikhlasin kepergian Alisha, biar dia tenang di sana” Kata Nyonya Rosa seraya mengelus dahi Amira.
“Iya tan, sekarang dia di mana?”
“Alisha udah di makamkan”
“Ya udah nanti kita ke sana ya” Kata Amira.
“Iya”
Sore hari pun tiba, Amira beserta keluarga Alisha dan juga Candra pergi ke makam untuk mendoakan Alisha.
Amira menaburkan bunga di atasnya.
“Alisha, semoga kamu bahagia di sana ya. Kami udah ikhlas kok, tapi aku masih nggak nyangka aja kamu bisa pergi secepat ini” Kata Amira.
__ADS_1
“Sha, tenang di sana ya. Aku pasti ikutin keinginan kamu buat nikahin Amira” Kata Candra.
Setelah itu mereka kembali ke apartemen mereka, kini di apartemen Alisha sudah berbeda keadaannya. Sunyi, dan sepi.