
BAB 3: DIPERTEMUKAN KEMBALI
Satu hari berlalu, Candra di hotelnya sedang bersiap menuju kantornya. Dia pergi dengan menggunakan taksi, dia menunggu taksi di halte pemberhentian taksi. Ketika dia menunggu, dia melihat Zafira juga sedang menunggu taksi datang dari arah berlawanan dengan Candra.
Candra berniat untuk memanggil Zafira, tapi itu tidak sempat. Taksi sudah datang menjemput Candra.
“Taksi?” Tanya sopir taksi itu dengan bahasa Inggris.
NOTE: BAHASA INGGRIS DISINI SUDAH DITERJEMAHKAN KE BAHASA INDONESIA AGAR PARA PEMBACA PAHAM DAN MENGERTI JALAN CERITANYA.
“Iya pak” Candra masuk ke dalam mobil, tapi pandangannya masih ke arah Zafira.
“Pak kita mau kemana?” Tanya sopir taksi itu.
“Kita ke kantor saya ya, nanti biar saya yang nunjukin arahnya” Jawab Candra.
“Oh iya” Jawab sopir taksi itu.
•
•
•
•
•
Disisi lain, Zafira juga masih menunggu taksi, dan tak lama kemudian taksi yang diharapkan Zafira pun datang menjemputnya, dia langsung naik dan pergi menuju tujuannya.
“Pak, kita ke kafe yang ada disana ya” Kata Zafira menunjukkan tempat.
“Baik mba” Jawab sopir itu.
Zafira hendak menghubungi temannya, dia memiliki janji di kafe. Tetapi dia mencari cari ponselnya, dan tidak ketemu. Akhirnya dia menyuruh sopir taksi untuk berputar arah.
“Ponselku mana ya?” Batin Zafira mencari cari ponselnya.
“Pak, kita putar balik dulu ya, soalnya ponsel saya ketinggalan di apartemen. Nanti saya tunjukin arahnya” Kata Zafira.
“Oh iya mba” Jawab sopir taksi itu.
Di tengah perjalanan, ada lampu lalu lintas yang menyala dan berwarna merah. Itu artinya seluruh kendaraan harus berhenti. Dia berhenti tepat di depan lampu lalu lintas dan kebetulan sekali di samping taksi Zafira, ada taksi yang dinaiki oleh Candra.
Candra melihat sekilas dari jendela taksinya, dia tahu bahwa di sampingnya ada taksi yang ditumpangi oleh Zafira.
“Itu kan Zafira? Mau kemana dia?” Batin Candra.
Candra berniat untuk membuka jendela kemudian menyapa Zafira, tapi hal itu tidak terlaksana karena lampu sudah berubah menjadi hijau, dan seluruh kendaraan melaju ke depan.
“Aduh kenapa sih setiap aku mau sapa dia pasti ada aja yang menghalangi” Batin Candra dengan sedikit kesal.
Dia akhirnya memutuskan untuk tidak memikirkan Zafira dan fokus pada pekerjaannya.
“Pokoknya aku nggak mau mikirin orang lain, apalagi menggagu pekerjaan aku” Batin Candra.
Candra melanjutkan perjalanannya menuju kantornya, disisi lain Zafira yang hendak menuju kafe, masih bingung mencari ponselnya.
“Aduh ponsel aku kemana sih!? Dicari cari nggak ada” Gumamnya di dalam apartemennya.
“Apa mungkin masih di dalam koper ya? Soalnya kan kemarin begitu sampai di sini, aku langsung tidur” Gumamnya.
“Zafira, ada apa sih?” Tanya salah satu teman seapartemen dengannya yang bernama Amira.
“Aku nyari nyari ponsel aku, tapi nggak ketemu ketemu” Jawab Zafira dengan cemas dan kesal.
“Coba kamu cari lagi, mungkin masih ada di dalam koper. Soalnya kemarin kamu begitu sampai langsung tidur sampai pagi” Saran Amira.
“Iya niat aku juga tadi gitu” Jawab Zafira sambil terus mencari ponselnya di dalam kopernya.
Tidak lama kemudian, dia menemukan ponselnya, dan benar saja ponselnya ada di dalam koper itu.
“Nah ini dia!!” Kata Zafira dengan begitu senang.
“Ya kan aku bilang juga apa. Oh iya, by the way kamu nggak jadi ke kafe ya?” Tanya Amira dengan penasaran.
“Jadi, tapi aku tadi waktu mau telpon Lisa, ponsel aku nggak ada di tas. Jadi aku putar balik deh” Jawab Zafira.
“Oh gitu. Mm.. Nanti disana ada si Alex nggak? Soalnya kan dia suka sama kamu itu udah lama, apalagi dia itu selalu ngikutin kamu kemana mana” Gelak Amira.
“Apaan sih, lagian ya kalau ada urusannya sama kamu tuh apa”
“Ih gitu aja marah, aku bercanda tahu” Jawab Amira.
“Tahu ah. Oh iya, kamu mau ikut nggak? Sayang loh kalau kamu nggak ikut”
“Sayang kenapa?” Tanya Amira dengan penasaran.
“Nanti di sana ada si William, kan kamu juga udah bertahun tahun suka sama dia” Gelak Zafira kembali.
__ADS_1
“Dih, apaan. Lagi pula aku tuh sibuk banget ngurusin pekerjaan aku, mana sempat aku mau ikut kamu”
“Iya iya, aku paham. Ya udah aku pergi dulu ya, kasihan sopir taksinya nunggu lama” Kata Zafira meninggalkan Amira.
“Iya sana” Jawab Amira.
Zafira pergi meninggalkan Amira dan langsung masuk kedalam taksi kemudian menuju kafe.
“Pak ayo” Kata Zafira.
“Iya”
•
•
•
•
•
Candra sedang duduk di kursi kantornya dan memikirkan Zafira.
“Zafira Zafira Zafira, etah kenapa aku nggak bisa lupain gadis itu. Rasanya aku nggak aneh dengan wanita itu, sifatnya saat pertama kali bertemu, mengingatkan aku pada seseorang. Tapi siapa ya?” Batinnya sambil berpikir.
“Alisha, ya dia mirip banget dia sama Alisha” Batinnya.
Candra langsung melihat dan memperhatikan foto almarhum Alisha.
“Alisha, apa benar itu kamu? Jadi kamu masih hidup sampai sekarang?” Tanya Candra kepada foto Alisha.
Tiba tiba ada karyawan Candra mengetuk pintu ruangannya.
TOK TOK TOK
“Masuk” Kata Candra.
“Permisi pak, ada orang yang ingin bertemu dengan anda” Kata karyawan yang bernama Stevany itu.
“Siapa orangnya?” Tanya Candra.
“Saya tidak tahu pak” Jawab Stevany.
“Ya sudah, biarkan dia masuk” Kata Candra.
“Baik pak”
“Katakan, ada apa kamu kesini?” Tanya Candra.
“Saya mau melamar kerja di sini pak” Kata wanita itu.
“Lalu siapa namamu, dan apa latar belakangmu, dan sebelumnya kamu pernah kerja di mana?” Candra melontarkan beberapa pertanyaan.
“Nama saya Alexaria, saya ingin bekerja di sini karena saya butuh pekerjaan ini untuk hidup, dan sebelumnya saya pernah bekerja di PT. INDRAJAYA” Jawab wanita yang bernama Alexaria itu.
Candra terkejut mendengar perkataannya itu, karena hubungan perusahaannya dengan perusahaan yang dulu pernah digunakan Alexaria itu berlangsung baik.
“Bagus juga, ini bisa nambah saham di perusahaan aku” Batinnya sambil meggosok telapak tangannya perlahan.
“Bagus juga latar belakang kamu, baiklah kamu diterima di perusahaan ini” Kata Candra dengan senang.
“Beneran pak!? Syukurlah” Kata Alexaria dengan begitu bangga.
“Oh iya, saya boleh lihat kartu identitas kamu?”
“Boleh pak, ini” Jawab Alexaria memberikan kartu identitasnya.
“Oke, sekarang kamu boleh pergi” Kata Candra.
“Baik pak”
Alexaria pergi keluar ruangan dengan begitu bahagia. Di luar ruangan Alexaria terlihat begitu bahagia dan berkata dalam hati...
“Bagus,rencanaku pertamaku berhasil, ini langkah pertamaku untuk mencapai tujuanku, yaitu mengambil seluruh aset perusahaan dan aku yang akan menjadi pimpinan perusahaan ini., dan Candra, dia begitu bodoh sehingga dia bisa mudah banget di tipu. Padahal aku sama PT. INDARAJAYA nggak ada hubungan apa apa, aku tahu dari namanya yang bagus dan terdengar maju. Aku juga sudah menyewa salah satu karyawan disana untuk memberitahuku mengenai kartu identitas karyawan perusahaan itu. Langkah selanjutnya aku harus menarik perhatian Candra agar dia mau menuruti apa yang aku inginkan” Batinnya sambil tersenyum sinis.
Alexaria pun pergi keluar kantor..
Disisi lain, Zafira sudah sampai di kafe dan kemudian masuk kedalam kafe itu untuk pertemuannya dengan temannya.
“Hai semua” Kata Zafira menyapa semua temannya.
“Hai Zafira, kamu tuh dari mana aja sih? Lama banget tahu nggak kami nunggu di sini” Kata salah satu temannya yang bernama Velleria.
“Ya maaf, aku tuh tadi pulang lagi buat ngambil ponsel aku yang ketinggalan di apartemen” Jawab Zafira santai.
“Oh ya udah, duduk yuk”
“Iya, oh iya Happy birth day temanku Velleria” Kata Zafira sambil memeluk Velleria.
__ADS_1
“Makasih Zafira” Jawab Velleria memeluk Zafira
“Oh ya sesuaj perjanjian kamu harus traktir kami semua ”
“Iya nih, masa ulang tahun kamu nggak nraktir kami” Kata salah satu sahabatnya yang bernama Falicia.
“Iya iya, sekarang aku pesan minuman deh” Kata Velleria
Veleria kemudian memesan minuman untuk semua orang.
1 jam berlalu.. Semua teman Zafira saling berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing, termasuk dengan Zafira.
“Daa.. Sampai ketemu lagi” Kata Velleria melambaikan tangan.
“Daaa” Jawab Zafira melambaikan tangannya kembali.
Zafira pulang menuju rumah dengan menggunakan taksi, dia menunggu taksi datanh di tempat biasanya.
Sementara menunggu, tiba tiba Candra datang di depannya.
“Hai?” Sapa Candra.
“Oh hai” Jawab Zafira.
“Kamu kan orang yang waktu itu di bandara?” Tanya Candra.
“Iya, kamu Candra ya?” Tanya Zafira.
“Iya, ternyata kamu masih ingat ya?”
“Ya masih dong” Jawab Zafira.
Zafira mengeluarkan cokelat yang dia pesan ketika di kafe tadi dari tasnya, kemudian dia memakannya. Sebelum dia memakannya, dia menawarkan cokelat itu untuk Candra.
“Nih mau cokelat?” Tanya Zafira.
“Oh nggak, terimakasih” Jawab Candra.
“Ini enak loh, rasanya tuh manis, dan aku suka dengan yang manis manis, apalagi cokelat, rasanya sangat sangat lezat” Kata Zafira.
Tiba tiba Candra merasa aneh dengan apa yang diucapkan oleh Zafira, dia teringan akan Alisha. Dia memperhatikan Zafira dengan berlebihan sehingga membuat Zafira merasa tidak nyaman.
“Permisi? Ada apa ya, kok kamu lihatin saya gitu?” Tanya Zafira dengan penasaran.
Candra langsung membuang pandangannya yang berlebihan itu.
“Nggak, nggak apa apa kok. Mendengar perkataan kamu tadi, membuat aku ingat sama seseorang” Jawab Candra.
“Oh ya? Siapa dia?” Tanya Zafira dengan terus memakan cokelatnya.
“Dia adalah sahabat terbaikku, dia nggak akan pernah digantikan oleh siapapun. Dia sahabat masa kecilku” Jawab Candra.
“Lalu, di mana dia sekarang?”
“Dia udah pergi duluan. Dia udah pergi sangat jauh. Dia udah meninggal” Jawab Candra dengan nada sedih.
“Ups, maaf”
“Iya nggak apa apa, memang kalau dilihat dari tingkah laku kamu itu mirip banget sama dia” Kata Candra.
“Wah masa sih?”
“Iya” Jawab Candra.
Tidak lama kemudian, taksi pun datang menghampiri Zafira.
“Eh itu taksinya udah datang. Aku pergi dulu ya” Kata Zafira membereskan tasnya.
“Oh iya”
Ketika taksi sudah berada tepat di depan Zafira, dia langsung naik dan pergi.
“Duluan ya, daa” Kata Zafira melambaikan tangannya.
Kini Candra sendiri di tempat menunggu taksi.
“Loh, aku ngapain disini? Aku kan tadi mau ke foto copy” Kata Candra.
Dia pun pergi menuju foto copy-an.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Zafira sedang di tengah perjalanan, dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Candra.
“Tadi kenapa Candra ngomong gitu ya? Dan aku juga kenapa rasanya nggak aneh sama kalimat yang aku ucapkan tadi, dan waktu dia nyebut nama Alisha entah kenapa aku merasa familiar dengan nama itu? Apa ini mungkin aku ini adalah Alisha? Ah jangan ngaco deh Zafira, mana mungkin aku Alisha, sedangkan aku sendiri nggak tahu siapa itu Alisha. Lagi pula aku kenal Candra juga waktu di pesawat” Batinnya.