
Sekarang waktunya bagi Candra untuk pergi ke London dan meninggalkan kota yang ia tinggali saat ini yaitu Jakarta.
"Kamu hati hati di jalan ya nak, selalu berdo'a, jangan lupa itu" Nasehat sang ibu yang membuat Candra semakin enggan meninggalkan kota itu.
"Iya ma. Candra pergi dulu ya" Kata Candra dengan nada tidak yakin.
"Iya"
Candra pergi keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. Dia akan menuju ke bandara di antar dengan sang ayah.
"Candra, papa senang banget kamu mau nurutin apa kata papa" Kata sang ayah dengan begitu bahagia.
"Andai papa tahu kalau sebenarnya aku itu nggak mau pergi meninggalkan kota yang penuh dengan kenangan ini" Batin Candra.
"Candra, kamu senang kan?" Tanya sang ayah.
"Aku sebenarnya merasa sedih, tapi dihadapan papa aku harus terlihat senang" Candra kembali membatin.
"Iya pa, aku senang kok" Jawab Candra dengan senyum palsunya.
"Ya udah kalau gitu. Nanti ketika kamu sampai di bandara, papa nggak bisa nganter kamu ke dalam karena ada meeting yang sangat penting di sini. Jadi nanti kamu masuk ke dalam bandara sendiri ya, papa hanya mengantar kamu sampai depan aja"
"Iya pa"
•
•
•
•
•
Mereka sampai di bandara, dan sang ayah langsung memberinya bekal uang kemudian pergi.
"Candra papa pergi dulu ya. Semoga kamu selamat sampai tujuan, oh iya ini uang bekal untuk kamu di London nanti" Kata sang ayah sembari memberikan uang kepada Candra.
"Iya pa makasih ya" Jawab Candra menerima uang itu.
"Iya, sekarang papa pergi dulu ya"
"Iya pa"
Sang ayah pergi, dan Candra masuk ke dalam bandara.
Candra menuju lokasi penukaran tiket, ketika di tengah jalan dia bertabrakan dengan seorang wanita yang sedang berlari.
"Eh maaf mas" Kata wanita itu dengan terburu buru.
"Iya nggak apa apa" Jawab Candra kebingungan kenapa wanita itu terburu buru.
__ADS_1
"Ya udah mas, saya permisi" Kata wanita itu meninggalkan Candra.
"Iya"
"Kenapa aku merasa familiar ya dengan tatapan wanita itu?" Batin Candra dengan ekspresi bingung.
Candra kemudian pergi tanpa menghiraukan pikirannya itu.
•
•
•
•
•
NGIIIEENNG Pesawat itu lepas landas..
Candra di dalam pesawat sedang membaca buku harian yang ia bawa dari rumah. Dia duduk di dekat jendela sendiri, belum ada yang menemaninya.
Tiba tiba datang wanita yang menabraknya tadi ketika di bandara. Wanita itu duduk satu kursi dengan Candra.
"Inikan wanita tadi" Batin Candra sambil memperhatikan wanita itu.
Wanita itu melihat Candra dan kemudian terkejut.
"Iya, ini mbaknya yang tadi ya?" Candra kembali bertanya kepada wanita itu.
"Iya.. Ngomong ngomong masnya tujuan kemana ya?" Tanya wanita itu.
"Saya mau ke London" Jawab Candra.
"Wah iya? Saya juga sama lho mas, mau ke London" Kata wanita itu.
"Oh ya? Bagus deh kalau gitu"
"Bagus kenapa?" Tanya wanita itu.
"Ya bagus, soalnya kita searah dan satu tujuan yaitu ke London” Jawab Candra sambil menatap matanya dengan tatapan yang tajam sehingga membuat wanita itu sedikit takut.
“Saya mau ke toilet dulu” Kata wanita itu.
“Oh iya” Jawab Candra membuang pandangannya.
Wanita itu pergi ke toilet dan meninggalkan Candra.
Candra berpikir sejenak..
“Rasanya aku nggak aneh sama pandangan wanita itu” Gumamnya.
__ADS_1
•
•
•
•
•
Setelah lama di pesawat akhirnya dia sampai di negeri London, dia turun dari pesawat dengan mengajak wanita tadi.
“Ayo kita turun” Kata Candra.
Wanita itu mengangguk mau. Mereka berdua turun secara bersamaan dari pesawat.
Setelah keluar bandara, mereka harus berpisah karena lokasi atau titik tempat yang akan mereka tuju berbeda.
“Aku rasa, kita harus berpisah di sini” Kata wanita itu.
“Iya, aku rasa juga begitu. Emangnya kamu mau kemana?” Candra bertanya kepada wanita itu.
“Ya mau pulang lah” Gelak wanita itu.
“Iya tahu, maksudnya tujuan atau titik tempatnya itu di mana?” Tanya Candra.
“Di apartemen, letaknya sebelah sana” Kata wanita itu menunjuk ke arah apartemennya.
“Oh ya udah, kita memang harus berpisah dari sini. Oh iya sebelum berpisah aku boleh nggak tahu siapa nama kamu?” Tanya Candra sambil mengulurkan tangan.
“Oh boleh, nama aku Zafira” Jawab Wanita itu bersalaman dengan Candra.
Ternyata nama wanita itu adalah Zafira.
“Oh nama yang bagus, oh iya namaku Candra” Kata Candra.
Mereka bertatapan dan saling tersenyum.
“Oh iya, aku harus pergi sekarang” Kata Zafira sambil mengambil kopernya.
“Mm.. Iya” Jawab Candra.
“Aku pergi dulu ya” Kata wanita itu.
“Iya, semoga lain waktu kita bisa bertemu kembali” Kata Candra dengan senyum penuh harapan.
Zafira mengangguk dan kemudian pergi dengan perasaan yang aneh.
“Rasanya aku nggak aneh sama pria yang bernama Candra itu, rasanya aku sudah familiar dengan tatapannya itu” Batin Zafira sambil menegang dadanya.
Zafira tidak menghiraukan pikirannya kemudian pergi, begitu juga dengan Candra, dia pergi menuju hotel yang sudah disewa oleh ayahnya.
__ADS_1