Tetetan Embun Cinta

Tetetan Embun Cinta
BAB 5 : Mulai Mereda


__ADS_3

Malam hari tiba, bintang bintang mulai tersebar di langit. Zafira dari jendela kamarnya sedang melihat keindahan langit malam itu.


“Langitnya indah banget, rasanya aku ingin meminta maaf kepada Candra” Gumamnya.


“Ketika dia pergi tadi, matanya itu kelihatan sedih, marah, dan kecewa dengan apa yang aku katakan. Apa aku minta maaf aja ya?” Gumamnya seraya berpikir.


Tiba tiba sang ayah datang dengan membawakan teh hangat untuknya.


“Selamat malam anak kesayangan papi” Kata sang ayah.


“Eh papi, masuk sini pi” Ajak Zafira.


“Kamu kok kelihatan mikir kayak gitu? Ada apa? Kamu ada masalah?” Tanya sang ayah lembut.


“Nggak kok pi, aku baik baik aja kok” Jawabnya dengan tak yakin.


“Aku kan nggak mungkin bilang ke papi kalau aku mau minta maaf sama Candra” Batin Zafira.


“Ya udah kalau gitu. Ayo minum tehnya, papi mau ke kamar dulu” Kata Tuan William, kemudian pergi.


Setelah sang ayah pergi ke kamarnya, Zafira menelepon Candra dengan suara sangat pelan.


“Hallo?” Kata Zafira dengan suara pelan.


“Hallo? Inu siapa ya?” Tanya Candra dari telepon.


Zafira menepuk dahinya.


“Candra, ini aku Zafira” Kata Zafira.


“Oh Zafira, ada apa? Apa kamu belum puas udah bikin aku malu dan kecewa di depan papi kamu?” Tanya Candra dengan nada kesal.


“Justru itu. Aku mau besok kita ketemu di taman dekat apartemen aku” Kata Zafira.


“Emangnya ada apa? Kamu mau malu maluin aku di depan umum?”


“Aduh jangan banyak ngomong deh. Udah besok datang aja, aku tunggu jam 9 pagi. Awas kalau nggak datang” Kata Zafira dengan bulat.


“Tapi aku besok harus ke kantor”


“Udah ke kantornya tunda dulu aja! Ini lebih penting tahu nggak” Kata Zafira meyakinkan.


“Iya yaudah, aku datang. Tapi kalau kamu mau malu maluin aku, maka aku nggak akan mau bertemu sama kamu lagi” Jawab Candra.


“Iya, udah tutup teleponnya. Bawel amat!”


Candra pun menutup teleponnya.


Zafira merasa tidak sabar menunggu hari esok.


Keesokan hari...


“Zafira, ayo kita sarapan” Panggil Tuan William.


“Iya pi, aku segera datang kok”


Zafira menuju ke ruang makan, dan setelah sampai Zafira makan dengan tergesa gesa sampai tersedak.


“Uhuk Uhuk” Zafira menepuk dadanya.


Tuan William dengan segera memberikan segelas air mineral kepada Zafira.


“Ayo minum ini” Kata Tuan William seraya memberikan segelas air.


Zafira pun segera meminum air itu. Setelah tenang, Tuan William bertanya kepada Zafira.


“Ada apa Zafira?” Tanya Tuan William.


“Nggak kok pi” Jawab Zafira.


“Ayo jujur sama papi, kenapa kamu bisa tersedak gitu terus kenapa kamu makan dengan tergesa gesa? Emangnya kamu mau kemana sih?” Tanya Tuan William.


“Apa aku jujur aja ya sama papi? Lagian kalau sembunyiin juga lama kelamaan papi juga tahu” Batin Zafira.


“Zafira? Ayo jawab, kok malah bengong sih?” Tanya Tuan William.


“Iya pi. Jadi aku itu mau ke taman dekat apartemenku ini”


“Oh ya? Dengan siapa kamu mau bertemu?” Tanya Tuan William.

__ADS_1


“Dengan.... Candra” Jawab Zafira dengan tak yakin.


Tuan William terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Zafira.


“Kenapa? Apa dia maksa kamu buat ketemuan?” Tanya Tuan William.


“Nggak pi, dengar dulu. Jadi yang maksa itu bukan Candra, tapi aku. Aku mau minta maaf sama dia soal kemarin pi” Jawab Zafira.


“Tapi kenapa? Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau Candra itu sendiri yang bikin kamu sakit”


“Iya pi, tapi setelah melihat ekspresinya kemarin waktu jenguk aku. Dia itu kelihatan ikhlas, terus pas aku usir dia, dia itu kelihatan kecewa, sedih, dan marah pi. Aku mau mencoba lebih dekat dengannya” Jelas Zafira


“Apa kamu yakin?” Tanya Tuan William.


“Iya pi, aku yakin. Sekarang aku pergi dulu, udah jam 8.45” Jawab Zafira kemudian pergi.


Zafira pergi menuju taman itu. Ternyata disana Candra sudah duduk menunggu Zafira.


Zafira merasa terkejut dengan hal itu.


“Candra? Kamu udah disini?” Tanya Zafira tiba tiba.


“Zafira. Iya, aku udah disini” Jawab Candra.


“Bagus kalau begitu, ternyata kamu orangnya itu tepat waktu ya”


“Udah nggak usah banyak basa basi. Sekarang bilang kamu mau ngomong hal penting apa sampai kamu nyuruh aku buat nunda aku ke kantor” Kata Candra.


“Iya. Jadi aku itu mau... Minta maaf sama kamu” Jawab Zafira.


Candra tentu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zafira.


“Apa? Aku nggak salah dengar nih?” Kata Candra.


“Iya, aku minta maaf sama kamu. Soalnya, kemarin aku udah terlalu kasar sama kamu” Jawab Zafira.


“Ya udah aku maafin. Sekarang, aku mau ke kantor” Kata Candra dengan nada tidak ikhlas.


“Masa gitu sih? Kamu yang ikhlas dong maafin aku nya”


“Iya Zafiraaa.. Aku ikhlas”


“Iya” Jawab Candra, kemudian pergi.


Setelah Candra pergi, Zafira masih duduk di taman sambil mengamati keindahan alam.


“Hhhh” Zafira menghela nafas sejenak.


“Lega rasanya aku udah minta maaf dan Candra juga maafin aku. Sekarang aku kemana ya?” Gumam Zafira.


Tiba tiba, datang salah satu teman perempuannya yang mengejutkan Zafira.


“Zafira” Panggil orang itu.


“Ya ampun Amira? Kamu tuh bikin aku kaget aja” Kata Zafira.


Amira kemudian duduk di samping Zafira.


“Zafira, kamu kenapa sih kok kelihatan bahagia gitu?” Tanya Amira dengan penasaran.


“Iya, jadi tadi aku tuh udah minta maaf sama teman aku”


“Masa minta maaf doang sampai bahagia gitu?” Kata Amira.


“Iya, soalnya dia juga maafin aku” Jawab Zafira.


“Mmm... Teman kamu laki laki atau perempuan?” Tanya Amira.


“Laki laki” Jawab Zafira dengan polos.


“Naahh!!” Kata Amira yang sontak membuat Zafira terkejut.


“Kenapa?” Tanya Zafira dengan terkejut.


“Kamu pasti suka kan sama laki laki itu?” Gelak Amira.


“Apaan sih. Orang aku minta maaf karena aku punya salah” Jawab Zafira.


“Masa sih?”

__ADS_1


“Iya. Udah ah, sekarang aku mau ke kafe” Kata Zafira dengan kesal kemudian pergi.


Amira lari mengejar Zafira, dan setelah berhasil Amira meminta maaf kepada Zafira.


“Zafira, kamu tuh kenapa lari gitu aja sih?” Tanya Amira polos.


“Ya abis, kamunya nyebelin”


“Oh apa gara gara tadi?”


Zafira mengangguk


“Ya udah, maaf. Lagian kamu tuh baperan, orang aku cuma bercanda” Jelas Amira.


“Bercandanya berlebihan, udah ah aku mau ke kafe” Kata Zafira kesal, kemudian pergi.







Candra sampai di kantornya, di sana dia tidak bisa berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaannya dikarenakan pikirannya selalu tertuju pada Zafira.


“Kenapa ya tadi Zafira tiba tiba minta maaf sama aku?” Batinnya.


Tiba tiba, datang salah seorang rekan kerjanya yaitu Alexaria yang memberikan dokumen kepada Candra.


“Permisi?” Kata Alexaria.


“Masuk”


Alexaria pun masuk.


“Pak, ini laporan keuangan perusahaan ini” Kata Alexaria menyerahkan berkas itu.


“Oh iya”


Candra mengecek berkas itu. Dia terkejut dengan apa yang ia baca.


“Apa ini? Kenapa perusahaan kita bisa rugi sebesar 20 juta?” Tanya Candra histeris.


“Saya tidak tahu pak. Yang saya tahu, bapak akhir akhir ini kurang fokus dalam melaksanakan tugas” Jawab Alexaria seraya menundukkan kepalanya.


“Siapa kamu berani mengomentari saya?!”


“Maaf pak, tapi saya mengatakan apa yang saya perhatikan”


“Sudahlah, kamu pergi sana” Kata Candra kesal.


Alexaria pergi ke luar ruangan. Di sana Alexaria terlihat begitu menahan bahagianya.


“Bagus, rencana keduaku untuk menghancurkan perusahaan ini hampir berhasil. Perlahan lahan pasti perusahaan ini akan bangkrut, dan setelah bangkrut aku akan mengambil alih perusahaan ini atas nama perusahaan ayahku” Batin Alexaria, kemudian pergi.


Disisi lain, Candra begitu kesal, marah, sedih, dan kecewa.


“Sebenarnya apa yang terjadi sama aku sampai sampai Alexaria bilang kalau aku itu nggak fokus” Gumamnya.


“Apa lebih baik aku telepon Zafira ya, buat minta saran?” Gumamnya kembali.


Akhirnya, Candra memutuskan untuk menelepon Zafira.


“Zafira, hallo?” Kata Candra.


“Ada apa?” Tanya Zafira dari telepon.


“Kita bisa ketemuan nggak?”


“Apa maksud kamu?” Tanya Zafira terkejut.


“Udah ini aku butuh banget saran dari kamu. Bisa ya?”


“Ya udah iya. Kita ketemuan di kafe, biar aku sharelock” Jawab Zafira.


“Ya udah makasih”

__ADS_1


Candra menutup teleponnya, dan tak lama kemudian Zafira membagikan lokasinya. Setelah itu, Candra segera bergegas menuju kafe itu.


__ADS_2