
Lima hari kemudian...
Hari ini merupakan jadwal pertunangan Candra dengan Alisha. Candra tengah bersiap dan begitu juga Alisha, ia bersiap untuk pertunangannya dengan Candra.
“Alisha, lihat wajah kamu. Kamu terlihat begitu cantik” Kata Amira sembari menata rambut Alisha.
“Hehe, makasih ya. Aku nggak sabar keluarga aku yang dari Indonesia datang, pasti mereka bahagia banget. Mama, papa, kakak, pasti mereka semua bahagia” Kata Alisha dengan begitu bahagia.
“Ya iya dong pasti” Jawab Amira.
Tiba tiba keluarga Alisha datang dan mereka disambut oleh Alisha, Tuan William, dan Amira.
“Alisha??” Panggil ibunya Alisha yang bernama Nyonya Rita.
“Itu kayaknya mereka udah datang deh” Kata Amira.
Alisha merasa sangat bahagia, ia pun pergi ke lantai satu untuk menyambut keluarganya.
Begitu juga keluarganya, mereka merasa senang, bahagia, terharu, seluruh perasaan mereka bercampur aduk saat melihat putri mereka yang sudah lima belas tahun lebih meninggalkan mereka.
“Mama?” Kata Alisha.
“A.. Alisha?” Kata Nyonya Rita lalu memeluk Alisha dengan erat.
“Alisha, kamu udah besar banget, mama bahagia banget bisa ketemu kamu. Kamu selama ini kemana aja Sha” Kata sang ibu.
“Ceritanya panjang ma, nanti aku ceritain di dalam. Sekarang ayo kita masuk” Kata Alisha.
Seluruh keluarga Alisha masuk ke apartemen, lalu masuk ke kamar Alisha.
“Alisha, biar mama yang nambahin riasannya ya?”
“Iya ma, tentu”
Tiba tiba ayahnya Alisha yang bernama Tuan Harry memotong pembicaraan mereka.
“Alisha” Kata Tuan Harry.
“Iya pa?”
“Papa kamu, mama kamu, dan kakak kamu, sangat merindukan kamu nak. Coba cerita, selama ini kamu kemana?” Tanya Tuan Harry.
“Iya Sha, kami semua rindu lho. Bahkan selama 6 bulan lebih mama kamu tuh nggak berhenti mengenang kamu, kami kira kamu udah....” Kata sang kakak yang tiba tiba dipotong oleh Alisha.
__ADS_1
“Sssttt! Kakak nggak boleh ngomong gitu. Jadi gini ceritanya, dulu waktu habis kecelakaan aku kan pingsan, nah aku diselamatin sama orang yang baik banget, namanya Tuan William dan Nyonya Pretty. Mereka bawa aku ke rumah sakit, dan setelah dokter selesai menangani aku, dokternya bilang kalau aku mengalami amnesia. Karena kebetulan Tuan William dan Nyonya Pretty nggak tahu keluarga kandungku, mereka memutuskan untuk mengangkat aku jadi anak angkatnya. Gitu ceritanya, aku diceritain sama Tuan William dan Nyonya Pretty sendiri beberapa hari lalu” Jelas Alisha.
“Terus, kok kamu bisa kenal kami lagi?” Tanya sang kakak.
“Kalau untuk itu sih, aku belum tahu pasti. Soalnya, 7 hari lalu ketika aku membuka mata, aku udah ada di atas ranjang rumah sakit. Kalau kata Amira sih, aku ngalamin kecelakaan yang cukup parah sampai kepala aku terbentur” Jawab Alisha.
“Ya udah, nggak penting apa yang terjadi. Yang terpenting sekarang adalah, Alisha udah bisa ingat sama kita lagi” Kata sang ibu seraya merias Alisha.
“Iya ma” Jawab Alisha.
“Nah, sekarang udah siap. Alisha udah siap pergi ke gedungnya” Kata sang ibu.
Alisha berdiri menghadap ayahnya, dan kakaknya. Keluarga angkat Alisha sudah menunggu di lantai satu.
“Ya ampun, anak papa cantik banget, kayak bidadari” Kata Tuan Harry.
“Papa bisa aja”
“Ya udah, sekarang ayo kita ke bawah, udah banyak yang nunggu kamu” Kata sang kakak.
Alisha mengangguk, dan pergi ke lantai satu. Di sana mereka terkagum melihat penampilan Alisha yang begitu cantik jelita. Matanya indah bersinar, kulit yang putih, rambut yang terurai dengan sedikit rambut bawah sedikit ikal, dan gaun yang digunakan semakin mempercantik dirinya.
Mereka semua segera masuk keobil. Dan menuju lokasi pertunangan. Setwlah sampai semuanya sudah siap, kini Candra juga sudah siap dengan menggunakan kemeja serta celana panjang berwarna hitam, rambut yang tertata rapi semakin membuat dia terlihat tampan.
Alisha mengangguk, lalu naik ke atas panggung dengan di gandeng oleh Candra.
“Baik, para hadirin sekarang Alisha dan Candra sudah ada di atas panggung. Kini saatnya acara pertunangan ini dimulai” Kata pembawa acara dengan semangat.
Semua orang memberi tepukan tangan.
Candra pun melamar Alisha.
“Alisha, dengan sangat berbahagia. Maukah kamu bertunangan denganku? Aku janji setelah pertunangan ini, kita kan segera duduk di pelaminan” Kata Candra.
Alisha mengangguk.
“Iya, aku mau” Jawab Alisha.
Seketika semua orang yang hadir memberi tepukan tangan yang sangat meriah.
“Baik, sekarang acara intinya sudah selesai. Kini saatnya bagi para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang ada” Kata pembawa acara itu.
Seluruh tamu undangan beserta keluarga Alisha dan Candra menikmati acara dengan berbahagia.
__ADS_1
“Alisha, mama bangga banget sama kamu. Karena kamu bisa menjadi perempuan yang begitu baik walaupun nggak bersama keluarga kandungmu” Kata Nyonya Rita seraya menyantap hidangan yang ada di depannya.
“Iya ma, ini semu berkat Tuan William yang mau rawat aku dan didik aku dengan benar. Makasih ya Tuan William” Jawab Alisha.
“Iya sama sama”
“Oh iya, kamu sama Candra nggak ada rencana buat refreshing kemana gitu?” Tanya Nyonya Rosa.
“Iya ya, Sha. Gimana kalau besok kita jalan jalan? Kemana aja gitu” Kata Candra.
“Boleh, tapi kemana?”
“Gimana kalau kita ke bukit? Di sana kan ada air terjun dan juga spot foto yang bagus. Ya itung itung, sekalian buat foto prewedding” Gurau Candra.
“Apaan sih kamu, baru aja tunangan, udah rencana prewedding lagi” Jawab Alisha seraya tertawa.
“Ya nggak apa apa dong Sha, namanya juga cinta” Kata Amira.
“Hehe, iya deh. Aku mau ke bukit” Jawab Alisha.
“Oke, besok jam 7 kita berangkat ya” Kata Candra.
“Oke. Aisyah, Amira, kalian mau ikut?” Tanya Alisha.
“Nggak lah, takutnya nanti malah ganggu acara kalian” Ucap Aisyah.
“Hehe, ya udah kalau gitu”
“Kak, emangnya kakak kapan sih mau nikah sama kak Alisha, kelihatannya kakak udah nggak sabar aja deh” Gurau Aisyah.
“Kalau itu sih, kira kira kapan ya?? Minggu depan, gimana?”
“Ha? Candra, buru buru banget sih” Kata Aisyah.
“Iya nggak apa apa, biar kita nggak lama lama nunggu” Jawab Candra.
“Gimana ya, aku setuju aja sih. Kalau mama, papa, kalian gimana?” Tanya Alisha.
“Hehe, kami setuju kalian mau nikah kapan aja. Yang penting kalian harus selalu bersama” Jawab Nyonya Rita.
“Iya, aku juga setuju” Kata Nyonya Rosa.
Mereka semua merasa sangat bahagia, sampai sampai tidak dirasa waktu sudah berlalu.
__ADS_1