Tetetan Embun Cinta

Tetetan Embun Cinta
BAB 6 : Rasa Ini Mulai Ada


__ADS_3

Setelah Candra sampai di kafe, dia langsung menghampiri Zafira. Di sana terlihat Zafira sedang duduk bersama dengan temannya yaitu Amira.


“Zafira?” Panggil Candra


“Oh kamu udah datang, ayo duduk di sana” Kata Zafira.


“Zafira, aku ke toilet dulu ya” Kata Amira yang menyela pembicaraan Zafira dengan Candra begitu saja.


“Oh iya, tapi jangan lama lama ya”


“ Nggak kok, kamu tenang aja” Jawab Amira kemudian pergi.


Sementara Zafira dengan Candra memulai pembicaraannya.


“Katakan, kenapa kamu mau ketemu aku?” Tanya Zafira.


“Aku mau cerita boleh nggak?”


Zafira mengangguk mau.


“Oke, jadi gini aku kan punya klien perempuan, nah tiba tiba dia ngasih aku laporan keuangan yang begitu aneh”


“Anehnya kenapa?” Tanya Zafira polos.


“Ya aneh, soalnya sebelum ada dia keuangan aku tuh baik baik aja malah dapat untung, tapi setelah dia masuk ke perusahaan aku dia bilang kalau aku nggak fokus, perusahaan aku mengalami kerugian”


“Kamu jangan berburuk sangka dulu Can, lagi pula siapa tahu dia emang bener” Jawab Zafira dengan santai.


“Kamu tuh ya!” Kata Candra dengan ketus.


“Haha, iya iya aku bercanda. Sekarang kamu gini aja, kamu lihat atau cari tahu tentang dia”


“Maksud kamu?”


“Iya, kamu bisa kan mata matain dia atau nyuruh siapa aja buat mata matain dia. Ya, siapa tahu aja dia itu pengen mengambil alih perusahaan kamu” Kata Zafira.


“Maksud kamu dia yang udah ngehancurin perusahaan aku?”


“Ya nggak gitu juga. Nih ya, dulu papi aku juga sempat ngalamin kejadian kayak kamu gitu, untung aja papi aku langsung selidikin orangnya dia nyuruh rekannya buat mata matain orang itu. Ternyata bener lho, orang itu berencana untuk menghancurkan perusahaan papi aku dia bersekongkol dengan temannya. Untung aja papi aku pintar” Jelas Zafira.


“Oh ya? Kalau gitu, aku juga mau nyuruh teman aku buat mata matain orang itu ah”


“Bagus deh” Jawab Zafira kemudian meminum minumannya.


“Makasih ya atas sarannya” Kata Candra dengan menunjukkan senyuman manisnya.


Begitu juga dengan Zafira.


“Sama sama”


Candra menatap Zafira dengan tatapan tidak seperti biasanya, hal itu membuat Zafira merasa aneh dan canggung.


“Candra?”


Candra masih menatapnya dengan berlebihan.


“Candra, heii” Kata Zafira melambai lambaikan tangannya di depan mata Candra.


Candra pun membuang tatapan matanya itu.


“Kamu kenapa sih? Lihatin aku sampai kayak gitu?” Tanya Zafira penasaran.


“Nggak, nggak apa apa. Oh ya, sekarang aku mau kembali ke kantor dulu ya” Jawab Candra kemudian pergi dengan terburu buru.


“Aneh” Gumam Zafira dengan tawa kecilnya.


Setelah Candra pergi, Amira datang menghampiri Zafira.


“Fir” Panggil Amira.


“Amira, kamu tuh dari mana aja sih? Perasaan udah dari tadi deh kamu ke toilet” Tanya Zafira heran.


“Hehe, maaf aku tuh tadi sengaja lama lama. Ya karena aku nggak mau mengganggu percakapan kalian” Jelas Amira.


“Ih masa gitu aja ganggu sih, ya nggak lah”


“Ya tetap aja. Eh btw tadi aku lihat kalian itu seru banget bicaranya?” Kata Amira.


“Biasa aja ah” Jawab Zafira singkat.


“Ih ini itu nggak biasanya, tadi aku lihat kalian berdua tuh senyum senyum gitu, apalagi Candra sesaat sebelum pergi aku lihat muka dia tuh senyum senyum gitu”


“Kamu apaan sih. Kamu nguping ya?”


“Bukan nguping, tapi ngintip. Ya aku kepo aja sama pembicaraan kalian” Jelas Amira.


“Kamu ya!” Kata Zafira.


“Eh Fir, jangan jangan dia suka sama kamu. Secara kan kamu sama dia itu udah baikan tadi pagi”


“Iya baikan sih baikan, tapi ya nggak harus saling suka satu sama lain” Jawab Zafira.


“Masa sih?” Gelak Amira.


“Ah udah deh”


“Hehe iya iya maaf”


“Apa iya, Candra itu suka sama aku?” Batin Zafira.





__ADS_1



Candra sampai di hotelnya, dia pergi mencari temannya untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Zafira.


“Stevan” Panggil Candra.


“Iya ada apa sih?” Jawab Stevan.


“Aku mau minta tolong sama kamu, kamu mau nggak?” Tanya Candra baik baik.


“Minta tolong apa?” Tanya Stevan.


“Jadi gini...” Candra mengatakan semuanya.


Setelah Candra selesai mengatakan semuanya, Stevan pun menjawab.


“Oh gitu ya. Mmm, tapi kayaknya nggak bisa deh” Jawab Stevan.


“Tapi kenapa?”


“Ya aku nggak mau ikut campur urusan orang lain, mana nanti aku harus cari kerjaan lagi” Jelas Stevan.


“Tolong dong, kamu sahabat baik aku masa nggak mau nolongin sahabat yang kesulitan sih. Atau gini aja, nanti kamu aku angkat jadi karyawan di perusahaan aku, gimana mau nggak?” Bujuk Candra.


“Nah gitu dong, itu baru sahabat terbaik aku. Oke aku mau nolongin kamu” Jawab Stevan.


“Hmm. Kalau ada maunya aja baru mau nolongin” Gumam Candra.


“Ha? Kamu ngomong apa barusan?” Tanya Stevan terkejut.


“Nggak, nggak ngomong apa apa kok” Jawab Candra mengalihkan.







Malam hari pun tiba, seperti biasanya bintang bintang yang tersebar di langit membuat Zafira enggan meninggalkan keindahan langit itu.


“Kenapa aku kepikiran sama omongan Amira tadi ya?” Gumam Zafira.


“Apa benar, Candra itu suka sama aku” Gumamnya berpikir keras.


Ketika itu, Tuan William tengah menuju kamarnya, tapi hal itu terhentikan karena ia melihat kamar Zafira masih menyala lampunya.


“Kenapa kamar Zafira masih nyala ya lampunya?” Gumam Tuan William


Tuan William segera menuju kamar Zafira.


“Zafira?” Panggil Tuan William.


“Kamu belum tidur?” Tanya Tuan William.


“Mm, belum pi. Papi sendiri kenapa belum tidur?” Tanya Zafira kembali.


“Ini papi mau tidur, tadi habis dari ruang kerja papi. Kebetulan waktu papi mau ke kamar, papi lihat kamar kamu masih nyala lampunya” Jelas Tuan William.


“Oh gitu ya pi”


“Iya, ya udah papi ke kamar dulu ya. Kamu segera tidur, nanti besok kamu kesiangan lagi bangunnya” Saran Tuan William.


“Iya pi” Jawab Zafira.


Tuan William segera pergi menuju kamarnya.


Zafira segera mematuhi perintah Tuan William.


Sekitar 20 menit Zafira tidur, dia bermimpi terjadi sesuatu kepada Candra, dia pun terbangun dengan keadaan terkejut dan berteriak.


“TIDAAAKK!!” Teriak Zafira histeris


Teriakan Zafira terdengar oleh ayahnya yaitu Tuan William, sehingga hal itu membuatnya terkejut dan khawatir. Dia pun segera menghampiri Zafira.


“Ada apa? Ada apa Zafira?” Tanya Tuan William dengan khawatir.


Zafira pun langsung memeluk ayahnya dan kemudian menceritakan semuanya.


“Ada apa Fir?” Tanya Tuan William.


“Pi, tadi aku mimpi buruk” Jawab Zafira.


“Iya mimpi apa? Ceritakan sama papi”


“Jadi, tadi tuh aku mimpi terjadi sesuatu sama Candra” Jawab Zafira.


“Candra kenapa?”


“Aku mimpi Candra jatuh ke jurang karena mau nolongin aku. Aku takut hal itu menjadi nyata pi” Jawab Zafira.


“Udah kamu tenang aja, itukan Cuma mimpi” Saran Tuan William.


“Iya pi, tapi...” Perkataan Zafira dihentikan oleh Tuan William.


“Udah kamu tenang aja, sekarang kamu lanjutkan tidurnya”


“Iya pi”


“Selamat malam” Kata Tuan William kemudian mematikan lampu kamar Zafira.


“Malam pi” Jawab Zafira kemudian berusaha untuk kembali tidur.


__ADS_1






Malam berlalu, dan fajar pun tiba. Zafira yang tadinya masih tidur lelap kini terbangun dengan suara alarm yang ada di kamarnya.


Ketika dia terbangun, dia langsung teringat akan mimpinya semalam.


“Kenapa aku kepikiran sama mimpi yang semalam ya?” Gumamnya.


Tiba tiba terlintas dipikirannya perkataan Amira yang mengatakan bahwa Zafira mulai memendam perasaan suka terhadap Candra.


“Apa jangan jangan? Ah nggak deh, masa sih aku bisa suka sama Candra, apalagi aku kenal dia baru baru ini. Mendingan aku sekarang ke ruang makan kemudian pergi menemui Candra untuk memastikan keadaannya” Gumamnya kemudian pergi.


“Pagi Zafira kesayangan papi” Sapa Tuan William menyemangati.


“Pagi juga pi, oh iya kita sarapan sekarang ya pi. Soalnya nanti aku mau pergi keluar”


“Oh iya, sekarang kamu makan papi udah bikinin masakan spesial untuk kamu” Jawab Tuan William.


“Loh, kok tumben papi yang masak? Bibi Exa mana?” Tanya Zafira penasaran.


“Bibi Exa tadi bilang katanya mau cuti dulu beberapa hari ini karena anaknya sakit, jadi ya usah papi izinkan. Papi juga udah kasih dia gajinya bulan ini” Jelas Tuan William.


“Oh ya udah, semoga anaknya cepat sembuh ya pi”


“Iya, sekarang ayo makan” Kata Tuan William.


“Iya pi” Jawab Zafira kemudian menyantap makanannya.


Setelah selesai Zafira bersiap siap menuju rumah Candra yang bahkan dia belum tahu.


“Papi, aku pergi dulu ya”


“Iya, tapi kamu mau kemana Fir?” Tanya Tuan William.


“Ke rumah Candra, ada hal penting yang mau aku omongin sama dia” Jawab Zafira terburu buru.


“Tapi Zafira, apa kamu tahu rumah Candra dimana?” Tanya Tuan William.


“Oh iya ya, lebih baik aku telepon dia dulu aja deh” Jawab Zafira kemudian menelepon Candra untuk mengajak dia bertemu di taman yang kemarin.


Setelah selesai menelepon dia segera bergegas menuju taman itu, dan sesampainya di taman dia melihat Candra sudah menunggunya.


“Hai Candra” Sapa Zafira.


“Hai, ada apa?” Tanya Candra.


“Aduh aku harus cari alasan apa ini? Kenapa aku nggak mikir dulu sih sebelum ngajak dia ketemuan. Kalau aku bilang khawatir sama dia, pasti nanti dia ge er. Aku bilang aja deh kalau kemarin ada barang aku yang ketinggalan disini” Batinnya.


“Fir? Kenapa malah bengong?” Tanya Candra tiba tiba.


“Mm, kemarin barang aku kayaknya ada yang ketinggalan deh disini, kamu lihat nggak?” Alih Zafira.


“Jadi tujuan kamu buat manggil aku kesini tuh Cuma untuk menanyakan barang kamu yang ketinggalan? Buang buang waktu aja” Kata Candra sambil menepuk dahinya.


“Iya kan waktu itu kamu juga disini, siapa tahu kamu yang ambil”


“Enak aja, mana ada sih aku ambil barang orang tanpa izin dulu. Jangan jangan kamu manggil aku kesini karena kamu... Kangen sama aku ya?” Tanya Candra.


Zafira terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Candra, dia pun mencoba mengelak.


“Mm... Enggak lah, masa sih aku kangen sama kamu”


“Bohong, atau jangan jangan kamu khawatir ya sama aku?”


“Nggak”


“Iya”


“Nggak”


“Iya”


Mereka terus berdebat sampai akhirnya Zafira tidak sengaja berkata jujur kepada Candra.


“Ihh Ya UDAH IYA!” Jawab Zafira dengan nada tinggi.


“Tuh kan bener, sekarang bilang kenapa kamu khawatir sama aku”


“Ih nggak deh, jangan ge er” Gelak Zafira.


“Udah deh Zafira, nggak usah ngelak. Aku tahu kok kalau kamu itu suka sama aku”


“Ih apaan sih, aku tuh khawatir sama kamu karena semalam aku mimpi kamu jatuh ke jurang, jadi aku sekarang cuma mau mastiin kamu apa kamu baik baik aja atau nggak” Jawab Zafira.


“Ciee diam diam perhatian sama aku” Gurau Candra.


“Dih apaan sih, nggak usah ge er deh” Jawab Zafira kemudian pergi dengan senyum malu.


“Fir, kamu nggak usah malu! Kalau kamu suka sama aku bilang aja, aku juga suka sama kamu!” Teriak Candra.


Langkah Zafira kemudian terhenti setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Candra kepadanya. Dia berbalik arah dan menatap Candra dengan mata yang berkaca kaca.


“Apa?” Tanya Zafira dengan nada lemas.


Candra mendekati Zafira.


“Iya Fir, aku suka sama kamu dari sejak awal kita bertemu” Jawab Candra.


“Apa kamu bilang?”


“Iya, sekarang kamu mau nggak jadi pacar aku?”

__ADS_1


Zafira tidak bisa berkata kata dia pun pergi tetapi tangannya ditahan oleh Candra.


__ADS_2