
Tap...
Tap....
Jasim mengarahkan Partynya ke terowongan bagian kiri, mereka terus berjalan semakin dalam, dan mereka berakhir di ujung terowongan, di ujung terowongan hanya ada jalan buntu yang tertutup rata, yang bisa disimpulkan jalan yang mereka lalui itu tidak benar, Andre pun berbicara ke Jasim.
“bang... saya sudah kubilang ini adalah jalan salah” bilang Andre
Akan tetapi Jasim memberikan senyuman yang jahat, bergitu juga dengan teman-teman Jasim.
“Apa yang kau bilang bocah?, ini adalah jalan yang salah?, tapi ini jalan yang benar dan terbaik menurut ku, kekekek” bilang Jasim.
Kecurigaan Andre ternyata benar, kalau Jasim tidak benar, Andre pun teringat sesuatu.
“Sial.., apakah yang diperingatkan oleh sistem itu adalah Jasim dan teman-temannya” bilang Andre dalam hati.
Jasim kemudian mengarahkan pedangnya ke Andre, Idaline, dan Wijaya, kemudian Jasim mengancam mereka,
“Sekarang..., serahkan barang-barang kalian atau kalian akan mati, sebenarnya walaupun kalian tidak ingin menyerahkan barang-barangkan kalian tetap akan mati juga, ahahaha..!!” bilang Jasim sambil tertawa.
“Brengsek.., dasar Hunter Looter..!!” teriak Wijaya.
Hunter Looter adalah Hunter yang kerjaannya membunuh Hunter hanya untuk mencuri Item milik mereka, biasanya Hunter Looter mencari Hunter pemula yang menurut mereka mudah untuk dibunuh, mereka tak lain adalah kriminal di dunia Hunter.
“Apa yang kau katakan..?, maju sini jika kau berani” bilang Jasim ke Wijaya.
“Dasar.. bajingan” bilang Wijaya yang kesal.
Whosh..
Wijaya langsung maju menyerang Jasim, Wijaya menyerang Jasim dengan cepat, akan tetapi Jasim menahan serangan Wijaya.
Clang...
Sring....
Jasim menahan serangan Wijaya, tubuh Jasim dikelilingi Mana yang berwarna merah, mana tersebut adalah buff, Jasim sangat diuntungkan di pertermpuran ini, karena dia memiliki dua kelas Mage yang bisa support Jasim.
Idaline yang melihat Wijaya berjuang sendir melawan Jasim, Idaline pun berinisiatif membantu Wijaya yang sedang melawan Jasim, Idaline kemudian menembakan panahnya ke arah Jasim untuk membantu Wijaya.
Whosh...
Clang...
“apa...?!” bilang Idaline yang kaget.
Salah satu teman Jasim yang merupakan Fighter membantu Jasim juga, dia juga memiliki Buff yang serupa dengan Jasim, yang bisa setara dan menahan serangan Item yang dimiliki Idaline.
__ADS_1
“Sial.. , Dasar bajiangan...” bilang Idaline.
Jasim pun menyerang balik Wijaya, Jasim menendang Wijaya di bagian perutnya.
Whosh..
Brak..
“aaarrrgghhh...” teriak Wijaya.
Wijaya pun terpental akibat tendangan Jasim yang sangat kuat, Armor yang dipakai Wijaya menjadi tak berfungsi, Jasim tak ingin membiarkan Wijaya istirahat, Jasim langsung menyerang Wijaya.
Whosh..
Clang...
“hhoo.., ternyata kau masih bisa menahan serangan ku” bilang Jasim.
Wijaya menahan serangan Jasim menggunkan prisai yang dia miliki, tangan Wijaya bergemetar menahan serangan Jasim, Jasim pun kemudian terus menerus menyerang prisai Wijaya.
Clang...
Clang...
Clang...
Prisai yang dimiliki Wijaya pun hancur berkeping-keping, Jasim kemudian menebas tangan Wijaya.
“aaaarrrggghhh....!!!’ teriak Wijaya yang kesakitan.
“AHAHAH...!!!, Dasar orang bodoh, sebaik kau diam saja menunggu kematianmu” bilang Jasim sambil tertawa.
Disisi lain Idaline sedang bertarung melawan teman Jasim, Idaline menyerang menggunakan menggunakan tiga anak panah sekaligus.
Whosh...
Teman Jasim pun menangkisnya dua anak panah miliknya, akan tetapi salah satu anak panah milik Idaline ternyata bisa belok dan menyerang kepala teman Jasim.
Whosh...
Splash..
Teman Jasim berhasil menghindar akan tetapi anak panah milik Idaline mengenai pipi teman Jasim dan membuat pipinya berdarah.
“cih dasar ****** bajingan” bilang teman Jasim.
“Apa segitu saja kemampuan mu” ejek Idaline.
__ADS_1
“Dasar ****** brengsek...!!!” teriak teman Jasim.
Whosh...
Teman Jasim pun menyerang Idaline, akan tetapi Idaline sangat lincah, item yang dimiliki Idaline menambah kelincahan Idaline sabagai Archer, dan item yang dimiliknya juga sangat bagus.
Jasim yang melihat temannya bertarung sangat lama, Jasim sudah tak sabar, Jasim kemudian memerintahkan teman Mage miliknya untuk melakukan sesuatu.
“aku sudah tidak sabar, buat mereka tidak bisa bergerak” perintah Jasim ke teman Magenya
“[Paralyze]” rapal teman Mage Jasim
Bbzzzttt...
[Anda terkena Paralyze]
[Anda tidak bisa bergerak]
Andre dan yang lainnya terkena Paralze yang menyebabkan mereka tidak bisa bergerak sama sekali.
“Apa...?!, sialan aku tidak bisa bergerak” bilang Idaline.
“kekekek...., Dasar ****** bajingan” bilang teman Jasim.
Teman Jasim pun perlahan-lahan mendekati Idaline, akan tetapi tatapan Jasim terpaku pada Andre, Jasim mempunyai firasat Andre memiliki barang bagus di tas miliknya.
“oi.., jangan kau apa-apakan dia dulu, sepertinya bocah dibelakang itu mempunyai barang bagus di tas, bunuh bocah itu dulu” perintah Jasim
“cih.., baiklah”.
Teman Jasim pun perlahan lahan mendekati Andre yang terkena Paralyze, teman Jasim pun sudah bersiap-siap untuk membunuh, dan teman Jasim pun sudah ada didepan Andre.
“kau sepertinya punya sesuatu yang bagus di tas mu bocah, sayangnya kau akan mati hari ini juga, kekekek” tawa teman Jasim.
Teman Jasim kemudian membidik leher Andre dan berniat untuk membunuhnya dalam sekali tebasan.
“Saatnya kau mati kawan, AHAHAH...”
Teman Jasim punn menyerang leher Andre.
Whosh...
[Anda mendapatkan Skill baru]
[Skill: CC Imunity Lv 1]
Splash....
__ADS_1