The Dark Reaper

The Dark Reaper
Chapter 9: Mencari Party Untuk Raid Dungeon


__ADS_3

Satu minggu kemudian


Tap..


Tap...


“ha... ha... ha...”.


Andre sedang berlari untuk menyelesaikan Quest harian miliknya, sistem terus menerus memperingatinya untuk menyelesaikan, akan tetapi Andre merasakan manfaatnya, badan Andre menjadi terbentuk dan stamina miliknya menjadi bertambah, kekuatannya juga menjadi meningkat sedikit demi sedikit.


Andre pun berhenti untuk berlari, Andre pun selesai melakukan Quest harian miliknya dan muncul layar tentang Quest harian miliknya


[Daily Quest\, reset setiap hari] [Wajib]


[ (Selesai), Push-Up: 100/100


(Selesai), Sit-Up: 100/100


(Selesai), Squats: 100/100


(Selesai), Lari: 10/10Km


Waktu: 15:01:20


].


“hu..., akhirnya aku selesai” bilang Andre.


Setelah menyelesaikan latihan, Andre berjalan untuk pulang ke rumah, ketika berjalan Andre mempunyai niat untuk memasuki Dungeon lagi.


“sepertinya aku butuh ke Dungeon Rank D, akan lebih cepat untuk naik level di dungeon tersebut, akan tetapi bagaimana aku melakukannya?, aku tidak punya kenalan” bilang Andre sambil berjalan pulang.


Andre belum pernah melakukan Party untuk Raid Dungeon, yang Andre lakukan selama menjadi Hunter adalah berburu di Dungeon Rank E, dia belum sama sekali Raid Dungeon E ke atas, peraturan untuk Hunter cukup ketat yang mengharuskan Hunter Rank E sampai D untuk selalu membentuk party minimal 5 orang, hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kematian Hunter.


“*ha...*\, sepertinya aku harus pergi ke kantor Biro Hunter”


Lisa sedang menyapu seperti biasa di depan rumah, Lisa melihat Andre sedang berjalan ke rumah sambil melamun seperti memikirkan sesuatu, Lisa pun menegur Andre yang sedang berjalan pulang.


“Kakak..!!” teriak Lisa.


Andre kaget mendengar suara adiknya berteriak memanggilnya, Andre pun melihat adiknya yang sudah ada didekatnya.


“ah.., ada apa Lisa?” bilang Andre yang terkejut.


“kakak sedang melamun apa?, nanti kakak kesambet loh... kalau ngelamun terus” bilang Lisa sambil menunjuk-nunjuk kakak.


“ahaha..., kamu ada-ada aja” bilang Andre sambil tertawa kecil.


“Dasar..., kakak akhir-akhir ini menjadi aneh”


Lisa melihat Andre yang sudah berubah bentuknya selama Andre keluar dari rumah sakit, badan kakaknya menjadi berbentuk dan mukanya seperti agak mudah dan segar.


“akan tetapi lihatlah badan kakak sekarang, kakak menjadi lebih maco dan tampan, apakah kakak melakukan semua ini untuk seorang gadis, hhhmmm...” bilang Lisa sambil mencolek-colek badan Andre.


Clak...

__ADS_1


“Dasar..., apa yang kamu fikirkan, aku melakukan latihan ini untuk menjadi Hunter yang kuat” bilang Andre sambil menyentil dahi Lisa.


“aaawww..., sakit tahu...” bilang Lisa sambil mengusap-ngusap dahinya.


Andre kemudian memegang pipi Lisa dan mencubit-cubit pipinya


“sebaiknya kamu juga melakukan olahraga, agar kamu menjadi lebih sehat..” bilang Andre sambil mencubit pipi Lisa.


“Vaik... kakak...” bilang Lisa yang sedang di cubit Andre.


Andre melepaskan cubitannya, Andre kemudian berjalan masuk ke rumah untuk bersih-bersih.


Beberapa saat kemudian...


Andre sudah berpakaian rapih untuk melakukan pergi ke Biro Hunter mencari Party, Ibu Andre melihat Andre yang sedang menalikan sepatunya di depan rumah, Ibu Andre bertanya ke Andre.


“Andre kamu mau ke Dungeon lagi?” bilang Ibu Andre yang penasaran.


“ya.. ibu, akan tetapi aku ingin pergi ke Biro Hunter dulu” bilang Andre sambil menalikan sepatunya.


“biasanya kamu langsung ke Dungeon Rank E, tumben sekali kali ini pergi ke Biro Hunter” bilang Ibu Andre yang bingung.


“Sepertinya kali ini aku ingin mencoba Party untuk pergi ke Dungeon Rank D ibu”.


Ibu Andre yang mendengar Andre mengatakan akan melakukan Party kaget, karena Andre belum pernah Party dengan siapapun.


“apa..?, tidak biasanya seperti ini nak” bilang Ibu Andre yang sedikit terkejut.


“hahaha.., aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus mengambil resiko untuk menjadi kuat” bilang Andre dengan santainya.


Andre yang sudah menalikan sepatunya, Andre berdiri dan siap untuk berangkat.


“Iya bu..., aku berangkat dulu ya” bilang Andre dengan senyum.


“Iya.., hati-hati nak”


Setelah berpamitan sama Ibunya, Andre kemudian pergi ke Biro Hunter.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jakarta, Biro Hunter


Tap...


Tap...


Di aula Biro Hunter banyak Hunter yang sedang berkumpul, mereka mencari Party untuk Raid Dungeon, di aula Biro Hunter ada papan Quest Raid Dungeon dan Receptionist.


Biro Hunter memberikan informasi tentang lokasi dan level Dungeon, biasanya Party akan membooking Dungeon yang telah disediakan oleh Biro Hunter, sebelum membooking, Hunter harus memberikan informasi identitas tentang Party dan kapan akan melakukan Raid Dungeon ke Receptionist, dan Receptionist akan memberikan izin, jika Dungeon belum diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka agen dari Biro Hunter akan memeriksa ke Dungeon, apakah Party selamat selama Raid Dungeon atau Party mengabaikan Dungeon tersebut, jika Party tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yang ditentukan maka akan dialihkan ke Party lain, dan jika Party tidak ada yang selamat selama Raid Dungeon, maka Biro Hunter akan melakukan Investigasi tentang Dungeon tersebut.


Andre datang ke Biro Hunter untuk mengecek dan melakukan Party, selama di aula Biro Hunter, Hunter-Hunter berteriak untuk mencari Hunter yang ingin ikut Party mereka.


“Dicari Hunter tipe Mage dan Rank C untuk Raid Dungeon” bilang salah satu Hunter


“kami butuh Hunter Rank D untuk Raid Dungeon Rank D” teriak salah satu Hunter.

__ADS_1


Andre pun berkeliling untuk mencari ada orang yang bersedia menerima Hunter dengan Rank E, Andre takut ditolak jika ingin mencoba menawarkan diri untuk bergabung, kemudian Andre yang bingung, Andre melihat papan yang berisikan informasi Dungeon.


“sepertinya Dungeon banyak muncul akhir-akhir ini” bilang Andre sambil menatap pana Quest.


Tak lama Andre melihat papan Quest, tiba-tiba ada yang merangkul Andre dari belakang, sosok tersebut adalah pria yang berbadan agak besar dan kekar.


“Yo... bocah, apakah kamu mencari Party?” bilang pria tersebut.


“iya..” bilang Andre dengan nada pelan.


“ooohhh..., kebetulan kami kekurangan orang” bilang pria tersebut sambil menunjukan temannya.


Andre melihat ke Party pria tersebut, mereka berjumlah tiga orang, Andre melihat Party mereka sangat bagus dan lengkap secara tugas, ada Mage, Tank, dan Fighter.


“Rank apa kamu?” tanya pria tersebut.


“Rank E bang” bilang Andre dengan sungkan.


“Hoh...” bilang pria tersebut sambil menunjukan ekpresi mencurigakan.


“saya boleh ikut bang?” tanya Andre


“hahahaha...., tentu saja kau boleh ikut teman” bilang pria tersebut.


Pria tersebut kemudian melepaskan rangkulannya dan saling berhadapan sama Andre.


“untuk waktunya kapan bang?” tanya Andre


“untuk waktunya dimulai dua hari dari sekarang” bilang pria tersebut.


“oke bang saya dateng” bilang Andre.


“oke kalau begitu deal ya teman”


“iya bang”


Pria tersebut kemudian menjabat tangan Andre kalau mereka sudah setuju


“kalau boleh tahu.., nama abang siapa?” tanya Andre yang penasaran.


“Nama gw Jasim, gw adalah kapten Raid” bilang Jasim.


“Iya bang, nama saya Andre”


Setelah mereka berdua sepakat Jasim kemudian berjalan ke Partynya, ketika dia berjalan ke Partynya, Jasim membelakangi Andre dan memberitahunya lagi.


“Jangan lupa ya..., dua hari lagi hehehehe...” bilang Jasim sambil tersenyum mencurigakan.


Setelah memberitahu hal tersebut, Jasim pun pergi bersama Partynya.


Andre yang melihat Jasim tersenyum mencurigakan tidak berfikir apa-apa, yang dia fikirkan hanyalah dia bisa pergi untuk Raid Dungeon.


“*haa...*\, apa-apaan orang itu\, dia agak mencurigakan tapi ya sudahlah\, yang penting aku dapat Party” bilang Andre yang merasa aneh.


Dua hari kemudian.................

__ADS_1


__ADS_2