The Dark Reaper

The Dark Reaper
Chapter 19: Rank Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Srrriinnggg...


Srrriiingg.....


Zzzzuuuttttt....


Bola Kristal pun berhenti menyala, penjaga perempuan berjalan menghampiri Andre.


“Selamat anda telah naik D Rank” bilang penjaga perempuan.


Andre yang mendengarnya menjadi kaget, Andre tidak percaya kalau dia akan naik menjadi Rank D.


“Sial....!!!!, kenapa aku menjadi Rank D, padahal aku mengharapkan Rank C” bilang Andre yang berbicara dalam hati sambil kecewa.


Penjaga perempuan kemudian memberikan semacam kartu yang berisikan QR code.


“silahkan serahkan kartu ini ke ruang pencetakan kartu ID Hunter, nanti ID kamu akan diganti menjadi baru” bilang wanita penjaga.


“Baiklah bu” bilang Andre sambil mengambil kartunya.


Setelah selesai melakukan tes kenaikan Rank, Andre pergi keluar ruangan, dengan wajah Andre begitu kecewa.


“*haa...*\, aku tidak percaya Cuma naik satu tingkat\, tapi ya... sudahlah” bilang Andre sambil berjalan lemas.


Beberapa saat kemudian.


Andre sudah mencetak kartunya, sekarang Andre sekarang resmi menjadi Hunter Rank D, Andre kemudian berjalan keluar ruang kenaikan Rank Hunter.


“Sepertinya hari ini aku pulang saja, aku sudah tidak mood lagi” bilang Andre yang lemas.


Ketika Andre ingin berjalan pulang, tiba-tiba ada suara seorang pria yang memanggil namanya.


“ANDRE..!!!” teria pria tersebut.


Andre yang mendengarnya melihat ke sumber suara, Andre melihat pria memakai armor silver dan prisai, Andre melihat wajahnya, sosok tersebut sudah tak asing bagi Andre, dia adalah Wijaya. Kemudian Wijaya pun menghampiri Andre.


“Andre apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Wijaya.

__ADS_1


“Aku habis tes kenaikan Rank” jawab Andre.


“Lalu kau dapat Rank apa?” tanya wijaya yang penasaran.


“Rank D” jawab Andre dengan lemas.


“hhooo..., sekarang kita sama-sama Rank D, hahahaha...., mohon kerjasamanya kawan” bilang Wijaya sambil merangkul.


“ahahaha..., iya...” bilang Andre sambil tertawa kecil.


“Jadi habis ini apakah ada kegiatan yang kamu lakukan?”.


“*haa...*\, sepertinya aku mau pulang saja” bilang Andre sambil menghela nafasnya.


“Kenapa langsung pulang?, dari pada pulang lebih baik ikut aku ke restoran, aku akan tratir kamu sebagai tanda perayaan kamu naik rank”.


Andre yang mendengar kata-kata ditraktir menjadi semangat, jiwa miskin Andre menjadi membara, Andre berfikir Wijaya akan mentraktir Andre makanan enak.


“kalau begitu aku ikut!” bilang Andre yang bersemangat.


“Nah..., itu baru semangat, aku akan mentraktir makanan enak, sebagai tanda terimakasih juga kamu telah menyelamatkan ku” bilang Wijaya sambil tersenyum.


“Ya.., akan tetapi ketika aku berjalan untuk melihat Quest Dungeon, aku melihat kamu, jadi lebih baik aku menyapa mu dulu, dan malah aku fikir kamu juga sedang mau ambil Quest Dungeon”.


“oohhh.. yasudah.., kalau begitu diamana kita akan makan?” bilang Andre sambil bersemangat.


“sepertinya kau sangat bersemangat ahahaha..., kalau begitu ikuti aku, aku tahu restoran yang bagus”.


Kemudian Andre dan Wijaya pergi ke Restoran, sesampainya di restoran Andre memesan banyak sekali makanan, Andre memakan makanan dengan sangat nafsu.


Muach....


Muach....


“Pelan-pelan saja Andre..” bilang Wijaya sambil melihat Andre.


“muach... muach..., makanannya enak sekali, aku belum pernah memakan makanan seenak ini” bilang Andre yang mulutnya penuh makanan.

__ADS_1


Wijaya hanya diam saja melihat Andre makan, Wijaya sepertinya ingin mengatakan sesuatu ke Andre akan tetapi Wijaya tidak ingin menggangu Andre makan, tapi Wijaya akhirnya mengatakan sesuatu ke Andre.


“Andre apakah kamu mau Party dengan ku lagi?” bilang Wijaya.


Andre yang mendengarnya langsung menelan makanan yang dimulutnya dulu, kemudian berbicara ke Wijaya.


“dasar..., sepertinya kamu sudah menahan pertanyaan itu dari tadi” bilang Andre.


“akhir-akhir ini aku ingin pergi Party dengan seseorang menjadi ragu setelah kejadian kemarin, aku takut mereka mengincar ku” bilang Wijaya sambil menunjukan muka khawatir.


Andre melihat Wijaya yang berekpresi seperti itu Andre memakluminya, karena Hunter Looter Black Viper sangat terkenal, mereka akan beraksi ketika Hunter masuk Dungeon, jadi tidak ada yang bisa tahu bagaimana Hunter tersebut mati apakah dibunuh manusia atau monster.


“Baiklah..., aku akan pergi Party dengan”


“Benarkah...?!, mohon kerjasama Andre”.


Wijaya langsung menunjukan ekpresi yang senang, kemudian menjabat-jabat tangan Andre.


“akan tetapi kita butuh satu orang lagi untuk diizinkan masuk ke Dungeon, apakah kamu punya kenanalan orang?” bilang Wijaya


Ketika Wijaya bertanya seperti itu, di fikiran Andre terbesit satu orang.


“Aku punya kenalan, aku akan menghubunginya untuk datang kesini” bilang Andre.


“baiklah”


Andre kemudian mengambil hp miliknya dari kantor, kemudian mengirim pesan ke orang tersebut, tak lama andre menutup hpnya.


“Katanya dia akan kesini sekarang, jadi kita tunggu saja dia” bilang Andre.


“Baiklah.., semoga dia orang yang baik”


“tenang saja, dia adalah orang baik dan juga sudah kenal kamu”


“Huh..?!, siapa..?, dia tahu aku darimana?” bilang Wijaya yang bertanya-tanya.


“udah tidak usah difikirkan, nanti juga tahu sendiri”

__ADS_1


Andre dan Wijaya pun makan dan minum di restoran tersebut, mereka menunggu kedatangan orang yang Andre kenal.


Beberapa saat kemudian muncul sosok yang tidak terduga...


__ADS_2