
ssrrahh.....
[HP 567/1.200]
[HP Anda dibawah 50%]
[Efek Item aktif: Berserk Soul]
[Anda mendapatkan +5 Damage dan 10% Defensive Stat].
Jasim merasakan ada sesuatu yang aneh dari Andre, Jasim tidak percaya Andre masih hidup setelah terkena serangan yang cukup kuat, apalagi Andre adalah Hunter Rank E.
“Bajingan.., kenapa kau masih bisa hidup” bilang Jasim yang heran dan kesal.
“Apakah aku harus memberitahu mu?” bilang Andre.
“Sial.., Oi... berikan aku buff..!!, aku akan bunuh si bajingan ini” bilang Jasim.
Dua Mage teman Jasim pun memberikan buff Jasim, Jasim pun dipenuhi oleh kekuatan.
“AHAHAH...!!, kali ini kau akan mati brengsek” teriak Jasim ke Andre.
Akan tetapi Andre tidak berfokus pada Jasim, pandangan Andre berfokus sama Mage yang men-support Jasim.
“*haa..*\, sepertinya jarak segini sudah cukup” bilang Andre yang berbicara sendiri.
“Apa yang kau katakan?, apakah kau ingin membunuh ku?, silahkan saja bila kau bisa” bilang Jasim yang heran mendengan Andre berbicara sendiri.
Andre kemudian berdiri tegak dan langsung menggunakan skill miliknya.
“[Haste]”
Whosh...
“APA..?!” bilang Jasim yang kaget.
Jasim tidak melihat Andre yang bergerak begitu cepat, Andre langsung menyerang dengan cepat Mage yang men-support Jasim.
Whosh...
Stab...
“*keeuukk*”
Andre menusukan pedangnya ke dada salah satu Mage, Mage tersebut langsung mati ditempat karena pedang Andre menembus jantungnya.
“Satu mati” bilang Andre.
Mage satunya lagi kaget melihat Andre sudah membunuh teman yang berada disampingnya.
“aaarrgghhh... Bajingan..!!!, [Fireball]” teriak Mage yang kesal melihat temannya mati.
Sebelum mantra yang digunakan Mage tersebut melancarkan serangannya, Andre dengan cepat menyerang Mage.
Whosh..
Splash..
__ADS_1
Lengan kanan mage ditebas Andre, tangan kanan Mage pun putus, dan mantra yang dipakai Mage menjadi batal, kemudian Mage tersebut teriak kesakitan sambil memegang tangannya.
“AAARRRGGHHHH...”
Akan tetapi Andre tidak memberikan jeda Mage tersebut, Andre pun langsung menyerang Mage lagi.
Whosh...
Slash..
Splash..
Andre dengan cepat menebas kepala Mage, kepala Mage pun terbang, Jasim sangat marah melihat apa yang terjadi oleh teman-temannya, Andre kemudian melihat Jasim dengan tatapan yang serius.
“Selanjutnya adalah kau” bilang Andre sambil mengarahkan pedangnya ke Jasim.
Jasim semakin marah melihat Andre yang sudah membunuh temannya dan seolah-olah sudah menjadi kuat.
“Dasar bajingan...!!!, akan aku bunuh kau” teriak Jasim yang kesal.
Whosh...
Jasim langsung menyerang Andre dengan cepat, Andre hanya diam ditempat melihat Jasim yang menyerang.
Whosh..
Clang...
Pedang mereka saling beradu, Andre tidak melihatkan kalau dia lemah lagi, Andre menahan serangan Jasim dengan sangat santai, tidak ekpresi kalau dia kesusahan menahannya.
“Cih.. sialan.., jangan sombong dulu” bilang Jasim.
Jasim kemudian melepaskan aduan pedangnya, kemudian menyerang Andre secara bertubi-tubi.
Whosh..
Clang..
Clang..
Andre menahan serangan Jasim dengan sangat mudah, ketika Jasim semakin kuat menyerang, pertahana Andre juga menjadi kuat, Jasim pun sudah menjadi kewalahan dan semakin habis staminanya.
“sial.., apakah bocah ini menyembunyikan kekuatannya dari awal?, apakah dia benar-benar Hunter Rank E?” bilang Jasim dalam hati.
Andre sepertinya tidak mau lama-lama lagi, Andre kemudian menangkis pedang Jasim.
Clang...
Tangan Jasim terangkat ke atas, Andre melihat celah badannya terbuka, Andre pun menendang jasim dengan sangat kuat.
Whosh..
Brak...
“aarrrgghhh...”
Jasim terpental akibat tendangan Andre, dan Jasim pun terjatuh ke tanah, Jasim kemudian bangun dari jatuhnya dan duduk berlutut sambil memegang perutnya yang kesakitan.
__ADS_1
“aaarrrgghhh.., dasar bocah kura-“
Sebelum Jasim menyelesaikan kata-katanya, Andre dengan cepat menuju ke tempat dan meletakan pedangnya di leher Jasim.
“orang-orang seperti mu lebih baik dibuang, jika tidak akan ada banyak Hunter yang baik yang mati karena ulah-ulang kalian, dasar sampah..” bilang Andre ke Jasim.
Jasim yang mendengar itu menjadi marah, Jasim kemudian mencoba menyerang Andre, akan tetapi gerakan Andre lebih cepat daripada Jasim, Andre langsung menebas kepala Jasim.
Whosh..
Splash..
Kepala Jasim pun terputus dari badannya.
“*haa...*\, akhirnya...” bilang Andre dengan lega.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah semuanya berakhir, Andre kemudian memeriksa keadaan Idaline dan juga Wijaya
“Apakah kalian baik-baik saja?” tanya Andre
“Iya..” bilang mereka berdua sambil menunjukan ekpresi yang agak kaget.
Idaline terlihat baik-baik saja tidak terluka sama sekali, sedangkan Wijaya dia memegang tangannya yang terluka akibat tebasan dari Jasim, Idaline pun kemudian menghampiri Andre.
“Apakah kau benar-benar Hunter Rank E” tanya Idaline yang penasaran.
“Iya.., apakah kamu tidak percaya, ini aku tunjukan Lisensi Hunter ku” bilang Andre sambil menunjukan Lisensi Hunter miliknya.
Idaline yang melihatnya pun terkejut, karena bagaimana cara Hunter Rank E mengalahkan empat Hunter Rank D, dan Idaline yang melihat pertarungan tersebut tidak percaya Andre adalah Hunter Rank E, karena tidak terlalu masuk akal kekuatan Andre, Idaline yang pensaran kemudian bertanya ke Andre.
“bagaimana kamu mengalahkan empat Hunter Rank D seorang diri, ini sangat tidak masuk akal” bilang Idaline yang masih tidak percaya.
Andre kemudian meletakan jari telunjuk ke bibir miliknya, kemudian melihat Idaline sambil tersenyum.
“tolong rahasiakan ini ya” bilang Andre sambil tersenyum
“eemmm...., baiklah” bilang Idaline.
“Sebaiknya kamu menolong wijaya untuk keluar dari Dungeon karena dia terluka cukup parah, dan panggil pertolongan dari Biro Hunter” perintah Andre.
“terus bagaimana dengan kamu?” tanya Idaline yang penasaran.
“Aku ada urusan yang masih aku harus selesaikan di Dungeon ini” bilang Andre.
“Baiklah...” jawab Idaline.
Andre kemudian berbalik badan dan mulai berjalan, ketika berjalan Wijaya berkata sesuatu ke Andre.
“Terimakasih Andre..., akan aku balas kebaikan mu nanti karena sudah menyelematkan kami” bilang Wijaya.
“Iya sama-sama...” bilang Andre sambil berjalan.
Idaline dan Wijaya pun melihat Andre sudah jauh berjalan dan menghilang, kemudian Idaline membantu Wijaya untuk diberi pertolongan ketika keluar dari Dungeon.
Andre pun semakin dalam memasuki Dungeon, dan Andre pun sudah sampai di tempat tujuannya yaitu Boss Dungeon.
__ADS_1