The Dark Reaper

The Dark Reaper
Chapter 20: Pertemuan Yang Ditakdirkan


__ADS_3

Tap..


Tap..


Ketika Andre dan Wijaya sedang mengobrol asik, muncul sosok seseorang di samping mereka.


“*haa..*\, sepertinya kita di pertemukan lagi oleh takdir” bilang sosok tersebut.


Suara tersebut adalah suara seorang wanita, Andre dan Wijaya melihat ke sumber suara yang ada di samping, mereka melihat sosok yang merek berdua kenal juga.


“lama tak jumpa, Idaline”


“Ya.., aku akan membantu mu kali ini” bilang idaline.


Idaline datang dengan berpakaian lengkap tempur miliknya, dia membawa panah, belati di pinggangnya sebagai cadangan, dan memakai armor ringan, terlebih lagi, armor yang dia pakai adalah artifak yang sudah di enchant.


“Lama tak jumpa Idaline” sapa Wijaya.


“Ya kamu juga, ngomong-ngomong bolehkah aku duduk?” tanya Idaline.


“oohh... ya, silahkan duduk” bilang Wijaya.


Wijaya pun geser dari tempat duduknya, sekarang mereka duduk bertiga.


“jadi apakah hanya bertiga yang akan pergi ke Dungeon?” tanya Idaline.


“Ya.., begitulah, asalkan sudah memenuhi syarat untuk Party Dungeon Rank D, itu sudah cukup” bilang Andre dengan percaya diri.


“huh..?, kalau begitu apakah kamu naik Rank D Andre?” tanya Idaline ke Andre.

__ADS_1


“iya..” jawab Andre.


“wow.., kalau begitu selamat” bilang Idaline dengan senang.


“aku bertemu Andre pada saat dia keluar dari test kenaikan Hunter, makannya aku mengajak dia makan untuk merayakannya, sekalian aku ingin membentuk Party” bilang Wijaya.


“kalau begitu.., apakah kalian sudah membooking Dungeon?” tanya Idaline.


Andre dan Wijaya pun saling menatap satu sama lain, mereka baru sadar kalau mereka belum membooking bahkan belum melihat sama sekali Dungeon yang mana yang mereka akan pilih, dari gerak-gerik Andre dan Wijaya, Idaline mengetahuinya kalau mereka berdua belum mempersiapkannya.


“*haa..*\, sepertinya kalian belum menyiapkannya sama sekali” bilang Idaline.


“yah.., untuk itu kami lupa aahaha...:” bilang Wijaya sambil tertawa kecil dan mengaruk-garuk kepalanya.


Idaline kemudian mengeluarkan dua kertas, kertas tersebut adalah surat izin untuk membuat Party dan Raid Dungeon, dan detail tentang Dungeon yang akan di Raid.


“Terimakasih Idaline, berkat kamu kita tidak repot-repot lagi mencari Dungeon” bilang Wijaya.


Sementara Idaline dan Wijaya mengobrol Andre mengambil kertas yang berisi detail tentang Dungeon, di kertas tersebut ada level kesulitan Dungeon, lokasi dan lain-lain, sekarang Andre sedang tidak punya kegiatan lagi, Andre kemudian langsung berdiri dari bangkunya.


“Baiklah kita akan pergi ke Dungeon sekarang” bilang Andre.


“Apakah kamu yakin?, sekarang kamu sedang tidak membawa perlengkapan” bilang Idaline.


“Ya aku akan membeli perlengkapan dulu sedikit di toko Hunter” bilang Andre.


“Baiklah sudah di putuskan kita akan pergi sekarang” bilang Wijaya sambil berdiri.


“Ya..., ayo kita pergi ke Dungeon” bilang Andre.

__ADS_1


Andre, Wijaya dan Idaline kemudian pergi dari kafe untuk melakukan Raid Dungeon, Andre yang tidak punya perlengkapan, Andre mampir dulu ke toko Hunter untuk membeli armor ringan yang bisa meminimalisir serangan musuh.


Beberapa jam kemudian.


Mereka sampai di lokasi Dungeon, Idaline dan Wijaya masih memakai armor yang sama, sedangkan Andre membeli armor ringan yang sangat murah, armor tersebut terbuat dari kulit yang tebal dan berwarna coklat, Andre membeli sarung untuk pedang, dan Andre membeli sarung untuk belati miliknya, Andre menaruh pedang Berserk Soul miliknya di samping pinggang, dan menaruh belati Askarot Dagger miliknya di pinggang.


Andre ditunjuk oleh Idaline dan Wijaya sebagai pemimpin dari Raid mereka, mereka percaya sama Andre, Andre pun tak bisa menyangkalnya, karena Andre adalah orang terkuat di tim.


“akhirnya aku bisa Raid Dungeon lagi” bilang Wijaya dengan hati yang berdebar-debar.


“kuat kan lah mental mu, jangan sampai lengah” bilang Idaline sambil menepuk pundak Wijaya


Andre melihat Idaline dan Wijaya yang sedang mengobrol, Idaline dan Wijaya pun melihat pemimpinnya kali ini, kemudian Andre pun berbicara.


“bagaimana persiapan kalian, apakah kalian sudah siap?” tanya Andre.


“Ya tentu saja” bilang Wijaya dengan percaya diri.


“Aku selalu siap” bilang Idaline yang percaya dirinya juga.


“kalau begitu kita akan memasuki, jangan lengah sedikit pun” bilang Andre.


“Ya” bilang Idaline dan Wijaya dengan serentak.


Setelah semuanya memeriksa dan melakukan persiapan sebelum memasuki, Andre, Wijaya dan Idaline kemudian berjalan memasuki Dungeon.


Whosh....


[Anda telah memasuki Dungeon].

__ADS_1


__ADS_2