The Dark Reaper

The Dark Reaper
Chapter 17: Tim Investigasi Biro Hunter


__ADS_3

Andre, Wijaya, Idaline melihat Identitas pria tersebut, dan ternyata dia merupakan orang penting dari Biro Hunter.


Nama: Raka Clovin


Afiliasi: Biro Hunter


Rank Hunter: S


“Kami mendapatkan laporan ada insiden pembunuhan di Dungeon ini, apakah kalian bisa menjelaskan detailnya?” bilang Raka.


Andre, Wijaya, Idaline saling menatap satu sama lain, Andre tidak ingin mengatakan yang sesungguhnya, sedangkan Wijaya sepertinya fikiran dia masih belum jernih karena masih merasakan kesakitan, yang pada akhirnya Idaline lah yang akan menjelaskannya.


“*haa...*\, baiklah aku saja yang menjelaskannya” bilang Idaline sambil menghela nafas.


Kemudian Idaline pun menjelaskannya, akan tetapi Idaline mengarang cerita kalau dia lah yang membunuh para Hunter Looter tersebut, akibat dari pertempuran yang sengit Wijaya terluka, sedangkan Andre berusaha melawan juga.


Idaline sudah berjanji ke Andre kalau Idaline akan merahasiakan kekuatan Andre.


“Begitulah ceritanya pak” bilang Idaline.


“baiklah kalau begitu, selebihnya kami yang akan mengurus” bilang Raka.


Akan tetapi Raka melihat Andre tidak terluka sama sekali, dia heran kenapa Andre tidak terluka sama sekali, apakah Hunter E Rank bisa melawan empat Hunter Rank D, tapi Raka tidak mau terburu-buru membuat kesimpulan.


“uummm..., pak bisakah anda menolong teman ku yang terluka” bilang Andre yang melihat Raka kebingungan.


“oohhh... maaf, kami akan segera mengirimnya ke rumah sakit, ada orang yang terluka cepat bawa dia ke rumah sakit terdekat” perintah Raka ke anak buahnya.


Wijaya kemudian dibopong oleh dua anggota Biro Hunter, Wijaya pun kemudian dilarikan ke rumah sakit, setelah Wijaya dibawa ke rumah sakit, Raka pun sedikit penasaran dengan Andre.


“Kamu.., kenapa kamu tidak terluka sama sekali..?” tanya Raka yang penasaran.

__ADS_1


“hahaha..., aku hanya bertahan dan lari saja, selebihnya Idaline dan Wijayalah yang banyak bertarung, mereka juga melindungi ku, jadi aku tidak banyak terluka” bilang Andre sambil tertawa kecil untuk mengeles.


“hhooo.. baiklah, ngomong-ngomong siapa nama kamu?” tanya Raka yang penasaran.


“Andre pak” bilang Andre.


Tak lama mereka berbincang, tiba-tiba datang anak buah Raka, dia pun berbicara sama Raka.


“Pak kami sudah menginvestigasi pelakunya” bilang anak buah Raka


“Baiklah coba aku lihat laporannya” bilang Raka.


Anak buah Raka kemudian memberikan kertas dan tatakannya ke Raka, Raka kemudian terkejut melihat Identitas asli dari pelaku.


“Sial.. mereka selalu berulah lagi, emang benar-benar bajingan...” bilang Raka yang kesal.


Andre yang melihat Raka kesal, Andre penasaran dengan Identitas Jasim dan teman-temannya.


“ngomong-ngomong siapa mereka pak?” tanya Andre yang penasaran.


“Aku hanya memperingati ini dari sekarang, hati-hati lah mulai saat ini, mereka adalah Hunter Looter dari organisasi yang cukup terkenal, nama organisasi tersebut adalah Black Viper” bilang Raka.


“Black Viper..?!, aku baru kali ini mendengarnya” bilang Andre yang bingung.


“Pokoknya berhati-hati lah, mereka pasti akan mengincar kalian, dan kami juga tidak bisa menjamin keselamatan kalian, akan tetapi jika kalian dalam bahaya silahkan hubungi Biro Hunter” bilang Raka.


“Baiklah” bilang Andre dan Idaline.


“Baiklah jika kalian sudah mengerti, kalian boleh pulang” bilang Raka.


“Baik terimakasih pak” bilang Andre.

__ADS_1


Andre dan Idaline kemudian pergi, mereka berjalan berbarengan, ketika mereka berjalan, Andre melakukan percakapan dengan Idaline.


“terimakasih telah merahasiakannya” bilang Andre.


“haha.., tidak apa-apa, berkat kamu kita berdua selamat” bilang Idaline sambil tersenyum.


Sebenarnya Idaline sangat bersyukur dia bisa selamat, Andre juga tidak pelit, dan Idaline melihat Andre kalau dia orang yang baik hati.


“ngomong-ngomong, apakah aku boleh minta nomor hp kamu?” bilang Idaline yang malu-malu.


“Ya tentu saja.., tapi bukannya hp kamu mati” bilang Andre.


“uugghh..., benar juga” bilang Idaline yang kecewa.


“Bagaimana kalau nomor kamu saja yang aku save, nanti aku kirim pesan ke kamu” bilang Andre yang menawarkan diri.


“Ya.. baiklah, terimakasih” jawab Idaline yang gembira.


Idaline kemudian memberikan nomor hpnya ke Andre, Andre kemudian mengirimkan pesan ke Idaline.


“Sudah selesai, aku sudah mengirim pesan ke kamu” bilang Andre.


“oohh... Baiklah, aku akan balas pesan kamu nanti” bilang Idaline yang senang.


Ketika mereka mengobrol sambil berjalan, tak terasa mereka sudah ada di pinggir jalan, dan mengharuskan mereka untuk berpisah, Idaline pun memesan taksi, dan tak lama taksi pun datang, sedangkan Andre menunggu bus yang masih belum datang.


“Sampai jumpa lagi Andre” bilang Idaline.


“ya.., hati-hati di jalan” bilang Andre sambil tersenyum.


Bbbrrrr...

__ADS_1


Taksi Idaline pun jalan, Andre melihat Idaline yang melambaikan tangannya sebagai bentuk perpisahan, setelah Idaline pergi, Andre harus pergi ke suatu tempat.


“Sekarang aku harus pergi ke toko Hunter, saatnya untuk panen uang heheheh..” bilang Andre sambil tersenyum lebar.


__ADS_2