The Dark Reaper

The Dark Reaper
Chapter 2: Double Dungeon.


__ADS_3

“aarrgghhh….”


Kepala Andre menjadi pusing setelah masuk ke dalam Dungeon, perlahan-lahan Andre membuka matanya, ketika dia membuka matanya, Andre terkejut melihat langit yang berwarna merah darah dan ada bulan yang berwarna hitam, Andre kemudian langsung bangun dan duduk.


“Huh..?!, dimana aku..?” bilang Andre yang kaget.


Andre kemudian melihat sekitar, Andre berada di sebuah hutan mati, hanya ada batang-batang yang berdiri tegak masih menancap di tanah di sekeliling dirinya, tidak ada daun hanya pohon kering, Andre kemudian menjadi sedikit panik.


“Sial…, aku terjebak di Double Dungeon, dan yang mengkhawatirkan adalah mungkin ini Black Dungeon” bilang Andre.


Black Dungeon adalah Dungeon yang paling ekstream, sekali keluar tidak bisa masuk, kecuali membunuh Boss Dungeon, kebanyakan Black Dungeon diperuntukan untuk bertahan hidup, Hunter harus bertahan hidup selama mungkin sampai menemukan Boss Dungeon dan membunuhnya.


Akan tetapi Andre tidak pernah mendengar Black Dungeon seperti ini, biasanya Black Dungeon didalamnya seperti hutan, gunung, padang pasir atau yang lain-lain lahannya sama seperti di bumi.


“Apakah ini Black Dungeon bentuk baru?, sial…., aku tidak pernah mendengar Black Dungeon seperti ini, apakah yang dikabarkan benar, setelah ku lihat ini seperti didunia lain” bilang Andre yang bingung.


Andre yang berusaha bersikap tenang masih tidak percaya apa yang terjadi padanya, didalam hati Andre, Andre masih putus asa apa yang terjadi pada dirinya, apakah dia harus menunggu kematian dirinya atau melawan dan mencari jalan keluar, jika Andre hanya berdiam diri, dia hanya akan mati konyol.


“ahahahaha….!!!!, aku hanya bisa menyadari betapa menyedihkan diri ku saat ini, apakah ini kematian yang pantas untuk diriku?” bilang Andre yang mulai ketawa akibat terlalu stress.


Ketika berbicara dengan dirinya sendiri, tiba-tiba Andre menyenggol sesuatu, Andre pun langsung melihat apa yang dia sentuh, dan ternyata tasnya masih berada disamping dirinya.


“terima kasih tuhan…, untung tas ku ikut terbawa juga” bilang Andre yang lega.


Andre membuka tasnya, dan ternyata didalamnya masih ada senjata miliknya, pedang dan satu belati.


“setidaknya ini bisa untuk melawan monster, aku tidak mau mati konyol di tempat ini” bilang Andre.


Gggrrrr….


Andre mendengar suara monster, Andre reflek langsung melihat ke sumber suara, Andre melihat monster berbentuk leopard mempunyai telinga yang panjang, di ujung ekornya yang panjang berbentuk seperti pisau yang tajam, dipunggungya terdapat duri-duri yang panjang disisi kanan dan kiri, dan memiliki kuku yang tajam.


“Sial….” Bilang Andre yang kaget.


Rrrroooaaarrr…..


Leopard mengaum dan melihat Andre, Andre merasa sedikit ketakutan, karena dia tidak pernah melawan monster seperti itu, Andre langsung memegang pedangnya dan bersiap-siap melawan leopard tersebut.


Roooaaarrrr….


Leopard langsung maju melawan Andre, Andre langsung melakukan posisi bertahan.


Whosh…


Leopard menggunakan cakarnya menyerang Andre, Andre dengan cepat menahan serangan tersebut.


Clang….


“Sial…, kuat sekali” bilang Andre yang menahan sambil bergemetar.


Ketika serangan Leopard ditahan oleh Andre, Leopard menggunakan ekornya yang tajam berbentuk pisau menyerang Andre, Leopard membidik leher Andre.


Whosh…


Andre menyadari dirinya akan di serang, Andre dengan cepat menghindar dari serangan Leopard yang membidik lehernya.


Whosh…


Splash..


Andre menghindar dengan memundurkan kepalanya, akan tetapi Andre masih terkena goresan ekor pisau Leopard di leher, Andre langsung menendang Leopard ke belakang.


Brak….


Leopard langsung terdorong kebelakang, Andre mengusap darah dari luka goresan miliknya di leher.


“Sial.., jika aku tidak menghindar dengan cepat, aku akan mati” bilang Andre sambil mengusap darah yang ada dilehernya.


Ggrrrr….


RROOAARRR….


Leopard maju menyerang Andre, Andre bersiap-siap melawan balik.


Slash…


Clang..


Slash…


Clang..


Andre terus menangkis serangan cakar dan ekor pisau leopard, Andre tidak punya kesempatan untuk menyerang karena kerepotan dengan ekor pisaunya.


“cih.. sialan…, merepotkan saja ekornya” bilang Andre yang kesal.


Whosh…

__ADS_1


Leopard menyerang lagi menggunakan cakarnya, ketika sudah dekat Andre, Leopard mengubah pola serangannya dengan mengigit Andre, Andre dengan cepat menahan gigitan Leopard dengan menggunakan pedangnya dengan ditahan sama kedua tangannya, pedang Andre digigit oleh Leopard.


Crak…


Crak..


Tangan Andre bergemetaran, ketika Andre sedang menahan, Leopard menggoyang-goyangkan ekor pisau miliknya untuk bersiap menyerang Andre, Andre yang tau akan diserang, dia panik karena harus menahan gigitan Leopard dengan giginya, ketika menahan gigitan Leopard Andre menyentuh sesuatu di kakinya.


“Huh..?!” bilang Andre yang sadar.


Andre menyentuh tasnya, Andre melihat belati miliknya ke luar dari tas, Andre berfikir harus mencari moment tepat untuk menyerang.


Leopard menggoyang-goyangkan ekor pisau miliknya langsung menyerang dengan cepat.


Whosh…


Andre melepaskan satu tanganya yang menahan serangan gigitan Leopard, untuk mengambil belati miliknya, Andre langsung mengambil belati miliknya dan menyerang Leopard dengan cepat.


“Sekarang…!!!” bilang Andre dalam hati.


Whosh…


Splash…


KKIIIAAKK…


Leopard mundur dan kesakitan, Andre yang melihat moment tersebut langsung menyerang Leopard yang lengah.


Whosh….


Splash…


Andre menebas leher Leopard dan mati, Andre yang kelelahan bertarung dengan Leopard langsung duduk lemas.


“ha.. ha.. ha.., sial…” bilang Andre yang kelelahan.


Walaupun Andre lemah, Andre mempunyai cara untuk melawan monster yang seperti hewan, karena dia sangat berpengalaman.


Andre yang kelelahan menatap langit yang berwarna merah, Andre kemudian membuat tekad yang kuat untuk dirinya, hanya ada satu hal yang ingin Andre lakukan.


“Aku akan bertahan hidup dan pulang…” bilang Andre.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Beberapa bulan kemudian….


Nyam…


Nyam…


Andre sedang duduk di salah satu lahan sedang menyantap makanan miliknya, makanan yang dia makan tidak lain adalah daging monster.


“*nyam..* *nyam..*\, *blegh….*\, aku harus bertahan hidup walaupun memakan daging monster” bilang Andre yang makan walaupun perutnya mual.


Daging monster yang di makan sangat tidak enak, tak hanya itu, daging monster terasa sangat panas ketika masuk ke lambung, tapi Andre tidak memperdulikannya, selama dia bisa hidup Andre akan melakukan cara apapun.


“Entah kenapa setiap kali aku melawan monster kenapa aku bertambah kuat?, apakah ini Cuma perasaan aku saja?, karena aku tidak pernah merasakan perasaan ini..” bilang Andre yang bingun sambil menggengam tanganya.


Setiap kali Andre mengalahkan monster, kekuatan Andre menjadi bertambah, perasaan ini baru dia rasakan ketika masuk ke dalam Black Dungeon, akan tetapi ini Andre berfikir ini bukan karena semakin kuat, akan tetapi pengalaman bertempur Andre semakin kuat menurutnya.


“Sial.., aku tidak menemukan letak Boss Dungeon sama sekali, Dungeon ini bagaikan kota” Andre yang kebingungan.


Andre kemudian menatap langit lagi, ketika dia manatap langit, dia merasakan keindahan langit yang berwarna merah, dan ketika dia menatap langit juga Andre tidak tahu sampai kapan dia ada didalam Dungeon.


“*haa…*\, apakah keluarga ku baik-baik saja” bilang Andre yang rindu keluarganya.


Selama di dalam Black Dungeon, Andre selalu bertemu monster, kadang-kadang dia harus bersembunyi, jika ada kesempatan melihat mosnter yang lemah, Andre melawan monster tersebut untuk dimakan, Andre melihat banyak sekali jenis-jenis monster selama didalam Black Dungeon ini, Andre merasa seperti masuk ke dalam sarang mosnter.


Ketika Andre sedang diam tiba-tiba dia merasakan Aura yang sangat kuat.


Sraaahhh….


Srah…..


Andre yang merasakan Aura tersebut langsung berkeringat dingin, Aura yang Andre rasakan saat ini sama dengan Aura yang dia rasakan ketika dia ditarik ke dalam Dungeon.


“Keuk…., sial…., Aura ini membuat dadaku sakit” bilang Andre sambil memegang dadanya.


Ketika Andre menahan Aura tersebut, tiba-tiba muncul langkah kaki disertai bunyi seperti seseorang memakai baju zirah.


Tap..


Prak… prak….


Tiba-tiba muncul didepan Andre seorang Ksatria dengan memakai armor berwarna silver, kstaria tersebut memakai helm yang menutupi wajahnya, wajahnya tidak kelihatan akan tetapi dia memiliki mata yang berwarna biru menyala, dia membawa pedang berwarna hitam, kstaria tersebut mengeluarkan aura berwarna hitam dia sekitarnya.


Andre yang hanya melihat dan merasakan kehadirannya saja sudah gemetar ketakutan, Ksatria Silver kemudian berdiri dengan jarak yang cukup jauh, dia menancapkan pedangnya ke dalam tanah dan menaruh kedua tangannya di atas pedang, dia hanya menatap Andre dari jauh.

__ADS_1


Andre tidak tahu apa yang dia lakukan, tapi hanya ada satu hal yang terbesit di fikiran Andre ketika melihat Ksatria Silver tersebut hanya menatap dia, yaitu Lari,


“Aku harus lari menjauh jika tidak ingin mati” bilang Andre yang panik.


Whosh…


Andre langsung pergi lari menjauh, ketika berlari tiba-tiba ksatria tersebut muncul disamping Andre sambil mengejar dia, Andre ketakutan dan hanya ingin lari, akan tetapi tiba-tiba Ksatria Silver memukul Andre dengan keras.


Whosh…


Baammm…


Andre terpental jauh karena pukulan keras dari Ksatria Silver, walaupun Andre dengan cepat menahan pukulan tersebut, tetap saja pukulannya membuat tangannya menjadi biru.


“Aaaarrrgghhh…” bilang Andre yang kesakitan.


Andre langsung bangun dan berdiri, setelah berdiri Ksatria Silver hanya berdiam diri juga melihat Andre sambil melakukan pose yang dia lakukan tadi.


“ahahahah…, sepertinya tidak punya pilihan lain, aku bahkan tidak bisa lari” sambil Andre tertawa dan sedikit putus asa.


Andre kemudian mengambil pedangnya dan meletakan belati miliknya di pinggang, Andre kemudian mengarahkan pedang ke arah Ksatria Silver sambil berbicara sendiri.


“Hari ini adalah hari yang indah” bilang Andre sambil tersenyum.


Andre sudah tak punya pilihan lain selain mencoba lawan, mungkin dia adalah Boss Dungeon, jika dia bisa mengalahkannya dia bisa keluar Dungeon.


Andre mengumpulkan tenaga miliknya dan kemudian langsung menyerang Ksatria Silver.


Whosh..


Andre melihat ksatria silver hanya berdiam diri saja, Andre kemudian menyerang Ksatria Silver dengan bertubi-tubi.


Clang…


Clang…


“sial…, keras sekali”


Ksatria Silver tidak menerima kerusakan sedikit pun, bahkan tidak ada goresan sama sekali, Andre menyerang dengan bertubi-tubi akan tetapi hasilnya sia-sia saja, ketika menyerang, Andre melihat celah di bagian mata Ksatria Silver yang bolong, mungkin dengan menusukan pedangnya kesitu, kstaria silver akan mati, Reinherz tanpa fikir panjang langsung menyerang Ksatria Silver dengan sekuat tenaga dan kecepatan penuh.


Whosh…


Splash….


“AAARRRGGGHHH…!!!!!” teriak Andre yang kesakitan.


Ksatria Silver memotong tangan kanan Andre dan membuat tangannya melayang, Andre berlutut didepan Ksatria Silver dan memegang tangan kanannya yang sudah tidak ada, Andre mencoba menahan sakit yang dia alami pertama kalinya.


Andre kemudian melihat ke atas, dia melihat Ksatria Silver hanya berdiri menatap dirinya, tidak ada ekpresi dari dalam helm miliknya, tapi setelah melihat Ksatria Silver hanya ada satu hal yang Andre rasakan, yaitu “KEMATIAN”.


Di satu sisi lain Andre merasa kesal karena dirinya masih lemah dan pada akhirnya mati konyol tanpa berjuang sedikit, Andre yang kesal langsung menyerang Ksatria Silver dengan tangan kirinya menggunakan belati miliknya.


Whosh…


“BAJINGAN…!!!!”


Whosh….


Splash….


Dengan cepat Kstaria Silver menebas tangan kanan Andre yang kiri, kedua tangannya mengalir darah yang cukup banyak, Andre kemudian menunduk menghadap ke bawah, kini Andre hanya bisa duduk sambil menunggu kematian.


“ha ha ha ha….., apakah ini takdir ku?, aku tidak bisa berbuat apa-apa, orang lemah tetaplah lemah” bilang Andre sambil tersenyum sambil sedih dengan dirinya sendiri.


Andre kemudian menatap kepala Ksatria Silver, dia hanya bisa pasrah dengan kematiannya.


“Cepat bunuhlah aku bajingan…!!!” bilang Andre dengan marah sambil menangis.


Kstaria Silver merespon Andre, Kstaria Silver mengangkat pedangnya untuk bersiap-siap menebas kepala Andre, Andre yang sudah pasrah melihat ke langit yang ada di dungeon.


“aahh…, sungguh indah pemandangan ini” bilang Andre sambil meneteskan air mata miliknya.


Kstaria Silver langsung menghunuskan pedangnya ke arah dada Andre.


Whosh…


Sleb…


Pedang Ksatria Silver menancap dada Andre sampai tembus ke tanah, Andre pun perlahan-lahan menutup matanya karena sudah waktunya dia mati, ketika sedikit lagi sudah menutup matanya, Andre melihat dan mendengar suara notifikasi yang secara tiba-tiba muncul.


[Calculate Dark Element from Player]


[Player has already qualified]


[System will be added to the Player]


[System Reboot]

__ADS_1


__ADS_2