The Detective Love Story

The Detective Love Story
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

Keesokan harinya. Queen bangun dari tidurnya, gadis itu awalnya tidak sadar. Tapi ketika menyadari posisi tangannya memeluk Regan dengan erat. Kepalanya tepat berada di dada bidang laki-laki itu.


"Gila... apa-apaan ini?" batin Queen.


Gadis itu melihat kembali tangannya. Bukan hanya dia yang memeluk Regan, tapi laki-laki itu juga memeluk tubuhnya. Tangan kekar Regan melingkar di perutnya. Queen terdiam merasakan hangatnya dekapan Regan, detak jantung Regan yang teratur terdengar nyaman di telinganya.


"Perasaan apa ini?" batinnya lagi.


Gadis itu menggelengkan kepalanya berulang kali, lalu perlahan melepaskan pelukannya dan pelukan Regan. Dia melakukan itu pelan-pelan supaya Regan tidak bangun dari tidurnya. Bukan karena apa, dia tidak ingin Regan tahu bagaimana posisi tidur mereka barusan. Setelah berhasil melepaskan diri gadis itu beranjak menuju balkon.


Tapi tidak sesuai harapan Queen, sebelum Queen bangun sebenarnya Regan sudah bangun lebih dulu. Tapi dia lebih memilih berpura-pura tidur untuk mengetahui apa yang akan Queen lakukan ketika tahu posisi tidur mereka seperti itu. Eits, tapi bukan Regan yang sengaja memeluk gadis itu. Adegan pelukan itu murni tidak sengaja karena mereka tertidur tidak sadar dengan pergerakan mereka.


"Dasar..." desis Regan kemudian bangun dari tidurnya. Laki-laki itu duduk dan menoleh ke arah balkon. Seorang gadis berdiri disana. Regan memilih menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Regan.


"Ka-kau sudah bangun?" tanya Queen balik.


"Hm, baru saja." Regan sengaja berbohong agar Queen tidak malu.


"Ah gitu. Sekarang? Gimana mandinya? Kita gak bawa baju ganti kan?" tanya Queen dengan wajah polosnya.


"Tenang saja, pamanku--" belum selesai Regan berbicara tiba-tiba pintu di ketuk dari luar. Regan tersenyum sambil menatap Queen, "Lihat, jawaban dari pertanyaanmu sudah tiba." ucapnya lalu segera pergi membukakan pintu tersebut.


Pintu terbuka dan terlihatlah seorang yang berpakaian seperti pelayan kerajaan membawa nampan berisi dua pasang pakaian, satu pasang pakaian pria dan satu pasang pakaian wanita. Queen tercengang melihat busana yang dikenakan pelayan wanita tersebut.

__ADS_1


"Ini aku teleportasi ke jaman apa sih?" gumam Queen heran.


Sejak kemarin gadis itu dibuat heran. Mulai dari lokasi rumah ini yang terpencil, kemudian rumah yang mirip dengan kerajaan fantasi, dan sekarang pelayanannya juga berpakaian seperti pelayan kerajaan.


"Kenapa dengan ekspresimu itu?" tanya Regan terheran-heran.


"Tidak, aku hanya tidak menyangka Senior Louis menyukai gaya rumah seperti ini." jawab Queen.


Regan tersenyum. Dia mengerti dengan maksud Queen. Memang selera pamannya itu agak lain dari yang lain. Sudah kaya raya tapi masih mau menjabat jadi detektif selama bertahun-tahun. Katanya cuma gabut.


Regan memberikan baju ganti untuk Queen, dan menyuruhnya mandi di kamar mandi yang ada di kamar ini. Sedangkan dia pergi ke luar kamar dan mandi di kamar mandi yang ada di dekat dapur.


Setelah mandi dan sarapan mereka berdua di ajak Loius ke taman bunga yang ada di dekat kandang kuda. Mata Queen seketika melotot ketika tahu bunga apa yang di tanam disitu.


"Bunga-bunga ini..." gumam Queen sambil menunjuk ke bunga-bunga yang ada disana.


Loius tersenyum penuh arti menatap Queen yang melihat bunga-bunga kesayangannya dengan tatapan serius. "Jadi? Apa yang ingin kalian tanyakan sampai jauh-jauh datang kemari?" tanya Louis.


"Senior tentu sudah mendengar bukan tentang kasus yang saya tangani akhir-akhir ini?" tanya Queen balik yang diangguki oleh Louis. "Saya ingin tanya, apakah kasus itu ada hubungannya dengan kematian mama saya lima tahun yang lalu?" tanya Queen.


"Bukannya ibumu meninggal karena penyakit jantungnya?"


Queen terdiam tanda dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh mantan seniornya tersebut. Dalam hatinya dia tetap tidak terima kematian ibunya dibilang hanya karena penyakit jantung. Padahal dia yakin ibunya sengaja dibunuh dengan cara diracuni melalui cairan infus.


Loius tertawa kecil melihat ekspresi Queen. "Benar, kasus yang sedang kau tangani saat memang ada kaitannya dengan kematian ibumu. Ibumu meninggal bukan karena penyakit jantung, tapi karena diracuni. Dan ini yang digunakan untuk meracuni ibumu." ucap Loius sambil menatap taman bunga Wolfsbane di depan mereka.

__ADS_1


Fakta yang di ucapkan Louis tersebut membuat Queen tercengang. Ternyata dugaannya tidak salah. Satu yang menjadi pertanyaannya. "Siapa yang melakukan itu?" tanya Queen.


Louis menghela napas kasar. "Aku memang tahu siapa pelakunya. Tapi aku tidak bisa memberitahu kalian karena terikat janji dengan orang tuanya untuk melindunginya seumur hidupku." jawab Louis dengan kepala menunduk.


"Tidak bisakah paman memberitahu kami ciri-ciri orang itu?" tanya Regan.


Louis diam sebentar. "Aku tidak bisa menyebutkan ciri-cirinya secara langsung. Tapi...." Loius menggantung kalimatnya lalu menatap Queen dan Regan bergantian dengan tatapan serius. "Pelakunya ada di sekitar kalian." sambungnya kemudian.


Jantung mereka berdua langsung berdetak dengan cepat karena terkejut mendengar informasi yang tidak mereka duga tersebut.


"Dia sendirian, artinya dia tidak punya komplotan atau anak buah yang membantunya menjalankan misinya. Dia hanya membunuh orang-orang yang dekat denganmu detektif Queen." ucap Louis. Tatapan matanya beralih menatap Regan. "Bahkan mungkin kau juga akan menjadi korbannya." imbuhnya lagi.


"Aku?" tanya Regan sambil menunjuk dirinya sendiri yang di angguki oleh Louis.


"Kenapa dia meletakkan bunga-bunga ini di setiap tempat dimana korbannya meninggal?" tanya Queen.


"Dia cantik, tapi mematikan. Bunga itu yang menggambarkan dirinya. Semua korbannya dibunuh menggunakan racun bunga itu. Setelah korbannya mati, barulah dia memotong-motong tubuh korbannya." jawab Louis apa adanya.


Regan terdiam mencoba memikirkan siapa yang dimaksud oleh pamannya itu, orang itu ada disekitar mereka. Artinya mereka mengenal pelaku tersebut, bahkan ada kemungkinan bahwa dia teman dekat mereka. Tapi dia tidak bisa menyimpulkan ini begitu saja, jatuhnya malah jadi fitnah.


"Dengarkan paman baik-baik. Pelakunya ada disekitar kalian. Jadi, jangan percaya kepada siapapun kecuali diri kalian sendiri. Kalian tidak tahu apa yang dilakukan orang di sekitar kalian ketika dibelakang kalian." ucap Louis.


"Dilihat dari kalimat paman, kenapa seolah aku juga ada hubungannya dengan ini?" tanya Regan penasaran.


Loius terdiam. Kemudian menjawab. "Kau memang ada hubungannya dengan semua ini Regan." ucapnya.

__ADS_1


...***...


...Bersambung......


__ADS_2