The Future Knight

The Future Knight
Chapter 12 : the falcon vs sect nefarious


__ADS_3

Saat semua anggota Guild Falcon berkumpul di tempat yang sama, muncullah lima sosok yang menggebrak. Mereka memancarkan Ki yang luar biasa dan menyebut diri mereka sebagai Sect Nefarious. Pemimpin mereka, Lord Obsidian, tampil dengan wajah seram, mengenakan jubah dan memegang tongkat yang mengancam.


Di antara mereka, ada wanita tua bernama Stussy yang memiliki mata berwarna ungu yang menyala. Dia memegang tongkat sihir dengan penuh misteri. Lalu, ada Monke, seorang pria berpostur tubuh besar yang mirip dengan gorila. Ada juga Cobra, yang mengenakan jubah hitam dan membawa ular di tangannya. Terakhir, ada Kaito, seorang pendekar pedang dengan aura mematikan.


Yin dengan tegas bertanya kepada mereka, "Siapa kalian?"


Stussy mengangkat tangannya, dan tiba-tiba, tengkorak hidup muncul dari tanah, siap menyerang. Smoke dengan cepat mengeluarkan senjata yang ia temukan sebelumnya, yaitu karambit, dan melawan tengkorak-tengkorak tersebut dengan gesitnya, menghancurkan mereka dengan keahliannya.


aurora, yang memperhatikan senjata Smoke, berkomentar, "Wow, itu karambit."


Konfrontasi dengan Sect Nefarious telah dimulai, dan pertempuran yang seru di Negeri Reruntuhan Kuno ini akan menguji kekuatan dan ketrampilan Guild Falcon.


Semua anggota Guild Falcon bersiap untuk pertarungan yang akan datang. Yin kemudian bertanya kepada Aurora, "Apakah kau bisa bertarung atau memiliki sihir yang berguna?" Aurora dengan rendah hati menjawab, "Hanya sihir penyembuh." Yin kemudian meminta Aurora untuk menjauh dari pertarungan dan melindungi dirinya sendiri.


Pertarungan pun dimulai. Kaito, yang mengenakan pedangnya, menyerang Zangrid dengan cepat. Zangrid menanggapi serangan tersebut dengan mengayunkan pedangnya, menciptakan percikan api di sekelilingnya.


Smoke berhadapan dengan Monke, yang memiliki tubuh besar. Smoke menutupi setengah wajahnya dengan topeng tengkorak yang ikonik dan dengan santai berkata, "Halo, pria besar." Keduanya bersiap untuk bertarung dalam pertarungan yang akan menjadi sengit.


Vanessa berhadapan dengan Stussy, wanita tua berkekuatan misterius. Di tempat lain, Riley berhadapan dengan Cobra, yang membawa ular berbahaya. Mereka siap untuk menghadapi tantangan ini.


Sementara itu, Yin mengeluarkan kekuatan tinju api dan menyerang Lord Obsidian dengan tekad yang kuat. Pertarungan di Negeri Reruntuhan Kuno ini akan menjadi ujian sejati bagi Guild Falcon, dan mereka harus bekerja sama untuk menghadapinya.


Zangrid terus beradu pedang dengan Kaito, yang ternyata sangat mahir dalam penggunaan pedangnya. Zangrid merasa terkejut oleh keahlian Kaito yang luar biasa. Di sisi lain, Smoke berusaha bertahan dalam pertarungan pukulan dengan Monke. Kedua tangannya mulai terasa sakit akibat benturan bertubi-tubi.


Namun, Zangrid dan Smoke secara tidak sengaja lengah, membiarkan Kaito dan Monke melancarkan serangan mendadak. Kaito mengirimkan angin melalui pedangnya, menghempaskan Zangrid, sementara Monke melancarkan tinju yang kuat, membuat Smoke terhempas.


Setelah berbenturan dan terjatuh, Zangrid dan Smoke sadar bahwa mereka harus bekerja sama. Zangrid berbicara dengan nada serius, "Jangan menghalangi pertarunganku!" Smoke menjawab dengan nada setuju, "Kau yang menghalangi pertarunganku!"


Mereka lalu menghentikan pertarungan sementara dan bersepakat untuk melanjutkan perseteruan mereka setelah mengatasi ancaman dari Sect Nefarious. Bersama-sama, mereka berhasil menghempaskan Kaito dan Monke, kemudian kembali fokus pada pertarungan dengan lawan-lawan mereka masing-masing.


Yin terus bertarung dengan Lord Obsidian. Selama pertarungan, Lord Obsidian tetap diam dan tenang, sementara Yin semakin marah dan tubuhnya membara dengan api biru yang membara. Aurora yang menyaksikan pertarungan dari jauh mulai merasa khawatir.


yin tak tahan lagi dan bertanya dengan marah, "Siapa kalian sebenarnya? Katakan!" Pertarungan antara Yin dan Lord Obsidian berhenti sesaat, dan Lord Obsidian akhirnya mulai berbicara, "Kami adalah Sect Nefarious, kami di sini untuk menjalankan Ritual Kegelapan kami, dan kalian menghalangi jalur kami."

__ADS_1


Yin memahami bahwa mereka berurusan dengan sebuah sekte sesat yang berpotensi sangat berbahaya. Dia memutuskan dalam hatinya, "Mereka adalah ancaman yang harus dihentikan." Yin mengeluarkan jari telunjuknya, memunculkan api biru besar di ujungnya, dan menyerang Lord Obsidian dengan jurus itu. Namun, Lord Obsidian berhasil menghindar dengan gesitnya.


Vanessa, dalam upayanya untuk mengalahkan Cobra, mengeluarkan seluruh kemampuan sihir akarnya. Dia memanggil tanaman Venus yang sangat besar, tetapi Cobra dengan cepat berubah menjadi ular kobra raksasa dan menyerang tanaman Venus tersebut.


Vanessa terkejut oleh kekuatan Cobra yang luar biasa, dan dia memutuskan untuk mengeluarkan jurus pamungkasnya. Dengan cepat, dia mengeluarkan tanaman kantung Semar yang juga sangat besar. "Dia adalah lawan yang tangguh, dia juga pengguna Buah Iblis," ucap Vanessa dengan serius.


Pertarungan sengit terus berlanjut, dengan Vanessa berusaha sekuat tenaga untuk melindungi rekan-rekannya dan mengalahkan Cobra, anggota Sect Nefarious yang kuat. Di sisi lain, Zangrid dan Smoke juga terus melawan Kaito dan Monke, sementara Aurora masih berusaha mencari cara untuk membantu rekan-rekannya dalam pertempuran yang intens ini.


Vanessa terkejut melihat bagaimana Cobra, yang sedang dia hadapi, tiba-tiba berubah menjadi Stussy, penyihir tua dari Sect Nefarious. Stussy dengan sombong tersenyum sambil mengungkapkan kemampuan sihirnya yang dapat meniru penampilan orang lain.


"Terkejut, anak muda?" cemooh Stussy. "Aku bisa meniru siapa saja. Cobra yang asli masih di sana."


Vanessa tetap tenang dalam menghadapi musuh yang kuat ini. "Kau juga cukup tangguh," katanya dengan percaya diri, siap untuk melanjutkan pertarungan melawan Stussy yang telah mengambil wujud Cobra.


Riley berhadapan dengan Cobra yang sebenarnya. Dengan ketajaman matanya dan sniper yang andal, Riley berusaha menembak Cobra. Namun, Cobra yang sangat cepat membuatnya harus menghindari serangan berulang kali.


Riley tidak menyerah. Dia dengan cepat melemparkan sebuah bom asap ke arah Cobra dan membuat serangan baliknya. Cobra bingung oleh asap yang mengelilinginya. Riley melihat kesempatan ini, berlari ke pohon terdekat, dan dari tempat tersebut, dia menembak dengan presisi tinggi menggunakan senapan sniper-nya.


Yin terus-menerus memukul Lord Obsidian dengan kemarahan. Lord Obsidian, yang kesal dengan serangan bertubi-tubi itu, mengeluarkan sihir tak terduga: "Black Hole." Semua orang yang terlibat dalam pertarungan terkejut, karena mereka takut terhisap oleh kekuatan mengerikan ini.


Dengan tenaga yang kuat, Yin akhirnya berhasil mengatasi serangan itu. Dia melancarkan tendangan keras ke perut Lord Obsidian, membuat sihirnya lenyap. "Kurang ajar!" ucap Yin dengan amarah yang terpancar di matanya.


Pertarungan semakin sengit. Smoke telah tersungkur tak sadarkan diri setelah kalah dari Monke. Zangrid harus berhadapan dengan dua lawan sekaligus, Kaito dan Monke, sementara hanya bersenjatakan satu pedang.


Riley dan Vanessa, terpengaruh oleh racun yang diberikan oleh Cobra, melihat diri mereka semakin melemah. Mereka hampir tidak mampu bertahan atau berkontribusi dalam pertarungan.


Yin mencoba memotivasi timnya, tetapi Lord Obsidian, yang mengendalikan Black Hole kecil di tangannya, menyerang Yin dengan kekuatan yang luar biasa, menekannya ke tanah dengan kejam.


Dalam keadaan terdesak, aurora, yang memiliki kemampuan penyembuhan, cepat bertindak. Dia mulai menyembuhkan anggota Guild The Falcon yang terluka dan tak sadarkan diri. Sedangkan anggota Sect Nefarious, dengan hati-hati, membawa kristal hitam bercahaya ke dalam bangunan mirip piramida itu.


Aurora (mengobati anggota The Falcon): "Saya akan menyembuhkan kalian. Kekuatan kalian diperlukan sekarang!"


Sementara itu, dalam bangunan misterius itu, para anggota Sect Nefarious berkumpul untuk maksud yang tidak jelas.

__ADS_1


Lord Obsidian (menggenggam kristal hitam): "Waktunya untuk melanjutkan ritual ini. Dengan kekuatan kegelapan, dunia akan menjadi milik kami!"


Namun, sementara mereka sibuk dengan ritual mereka, Aurora dan anggota Guild The Falcon berusaha untuk memulihkan kekuatan mereka dan berencana untuk melawan balik. 


Ritual yang mengerikan pun dimulai, dengan anggota Sect Nefarious yang membaca mantra sihir mereka. Di langit-langit, lingkaran sihir muncul, mengisyaratkan bahaya besar yang mengintai.


Aurora berhasil menyembuhkan seluruh anggota Guild The Falcon, dan mereka bersiap untuk melawan balik. Yin bersyukur kepada Aurora, dan Zangrid, yang membawa enam pedang, siap untuk pertarungan.


Zangrid (memegang enam pedang): Sekarang saya siap. Enam pedang akan menjadi senjata andalan saya.


Smoke, dengan kunai yang diikatkan pada tali panjang, bersiap untuk bertarung.


Smoke (mengikat kunai dengan tali panjang): Kali ini kita harus menang.


Vanessa dan Riley memasuki Falcona dan mengaktifkan mode tempur.


Vanessa (mengaktifkan mode tempur): Ayo, kita hadapi mereka!


Yin, Zangrid, dan Smoke memasuki bangunan yang sama dengan Sect Nefarious. Smoke melemparkan kunai yang telah diikat dengan tali, berhasil menangkap kaki Monke.


Smoke: "Kembali ke sini!"


Dengan cepat, Smoke menarik Monke dengan sangat kuat, menjatuhkannya ke dinding. Zangrid bersiap dengan enam pedangnya yang memegangnya di antara jari-jarinya.


Zangrid: "Saatnya aku menunjukkan apa yang bisa aku lakukan!"


Yin, dengan mata yang menyala biru, mengumumkan jurus barunya, "Act 2 Myth: Phoenix!" Tangan dan kakinya berubah menjadi sayap dan kaki Phoenix yang berapi-api.


Yin: "Aku tidak tahu tujuan kalian, tetapi serangan ini akan berdampak pada kalian!"


Dengan gerakan yang cepat, dia menendang Lord Obsidian dan membuatnya terhempas ke belakang.


Sekarang, mereka telah membalas dan membalikkan keadaan dalam pertempuran melawan Sect Nefarious. 

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2