
Angin malam yang dingin menerpa kamar gelap di mana Aria, seorang pemuda muda dengan mata penuh kebencian, berdiri di tengah ruangan. Marshall, pemimpin yang kejam dari negeri Vulture, duduk dengan anggun di singgasananya yang mewah.
Aria: (Dengan suara bergetar) Marshall, apa yang telah kau lakukan pada ibuku adalah kejahatan yang tak termaafkan!
Marshall: (Dengan senyum sinis) Oh, Aria, kamu masih sangat muda dan belum mengerti. Ini adalah harga yang harus dibayar untuk kekuatan sihirmu yang luar biasa.
Malisandres, wakil kapten Marshall yang misterius, berdiri di belakangnya, mencoba meyakinkan Aria.
Malisandres: (Dengan nada lembut) Aria, kamu harus mendengarkan Marshall. Hanya dengan bekerja bersamanya, ibumu akan tetap aman.
Namun, Aria, pemuda berhati tegar, menggeleng keras, mengisyaratkan tekadnya yang bulat.
Aria: (Dengan mata berkaca-kaca) Aku tidak akan pernah menjadi alatmu, Marshall! Aku akan menemukan cara untuk menyelamatkan ibuku, bahkan jika itu berarti melawanmu!
Marshall: (Mengangkat alis) Kau lebih berani daripada yang ku kira, tapi kau juga lebih naif daripada yang ku duga. Ingatlah, Aria, bahwa aku memiliki kekuatan yang tak terbandingkan. Jika kau memberontak, ibumu akan menderita.
Malisandres: (Berbicara dengan hati-hati) Aria, ada rahasia yang bahkan Marshall tidak tahu. Aku akan membantumu mengembangkan kekuatanmu. Bersama-sama, kita bisa menemukan cara untuk menyelamatkan ibumu.
Aria merenung sejenak, matahari dini hari menerangi wajahnya yang penuh pertimbangan.
Waktu berjalan, dan Aria, meskipun terpaksa bekerja untuk Marshall, tidak pernah berhenti berusaha. Pada usianya yang ke-13, ia telah menciptakan jurus baru yang ia sebut "Ex Hand." Jurus ini mengubah tangannya menjadi besi yang mengkilap, menciptakan pertahanan yang hampir tak terkalahkan.
Aria: (Dengan percaya diri) Malisandres, aku telah mengembangkan jurus baru ini. Ex Hand akan membantuku dalam pertempuran melawan Marshall.
Malisandres: (Dengan bangga) Bagus sekali, Aria. Kekuatannya luar biasa. Sekarang, kita harus melatihmu dalam mengendalikan jurus ini dengan baik.
Mereka berdua menghabiskan berbulan-bulan, berlatih tanpa henti. Aria belajar mengendalikan Ex Hand-nya, dan setiap gerakan yang ia lakukan semakin mematikan. Namun, selama latihan mereka, mereka juga merencanakan cara untuk mengalahkan Marshall dan menyelamatkan ibu Aria.
Aria: (Dengan tekad) Baiklah, Malisandres, aku akan belajar darimu. Tapi aku juga akan mencari cara untuk mengalahkan Marshall dan menyelamatkan ibuku.
Mereka sadar bahwa perjalanan mereka penuh dengan rintangan dan bahaya, tetapi mereka harus bersatu untuk melawan kekuatan jahat Marshall dan menyelamatkan ibu Aria.
Aria: (Dengan tekad) Malisandres, kita harus menemukan kelemahan Marshall. Apa pun itu.
Malisandres: (Berbicara dengan penuh pertimbangan) Aku memiliki beberapa informasi tentang kelemahan Marshall, tetapi itu sangat berbahaya jika terungkap. Kita harus berhati-hati.
Saat mereka terus berlatih dan merencanakan strategi, Aria menjadi semakin kuat dan bijaksana. Ex Hand-nya, yang semula hanya kekuatan pertahanan, juga berkembang menjadi senjata yang mematikan.
Angin malam yang dingin menerpa arena pertarungan di tengah markas Marshall Club. Aria, pemuda berhati tegar berusia 13 tahun, berdiri dengan Ex Hand-nya yang berkilap, siap untuk menantang Marshall, pemimpin klub yang kuat. Anggota Marshall Club telah berkumpul, menantikan pertunjukan yang akan datang.
Aria: (Dengan tekad dalam suaranya) Marshall, saatnya menghentikan ini semua. Aku akan mengungkapkan kejahatanmu dan menyelamatkan ibuku!
Marshall: (Dengan tatapan dingin) Berani sekali, Aria. Namun, kamu belum cukup kuat untuk menghadapiku.
Pertarungan dimulai, tetapi Aria sangat terbatas pengalaman dan keterampilannya belum mencukupi untuk menyaingi kekuatan Buah Iblis Siluman Harimau yang dimiliki Marshall. Setiap serangan yang ia lakukan dihindari dengan mudah oleh Marshall. Anggota Marshall Club menonton dengan gembira, melihat pemimpin mereka mengungguli Aria.
Aria, semakin lemah, akhirnya terjatuh ke tanah dengan luka-luka yang parah. Marshall berdiri di atasnya dengan sikap merendahkan.
Marshall: (Dengan senyum sinis) Kamu hanyalah seorang anak kecil yang belum siap untuk menghadapiku.
Anggota Marshall Club bersorak merayakan kemenangan Marshall. Aria merasa putus asa, luka-lukanya membuatnya hampir tidak bisa bergerak.
Aria: (Dalam hati) Aku belum cukup kuat. Saya bahkan tidak tahu apa-apa tentang kelemahan Marshall.
Marshall Club telah memenangkan pertarungan ini, dan Aria harus menerima kekalahan dengan pahit. Meskipun dia babak belur dan belum tahu apa-apa tentang kelemahan Marshall, semangat perlawanannya masih menyala. Dia menyadari bahwa perjalanan ini belum berakhir, dan dia akan terus berjuang untuk memahami kekuatannya dan menyelamatkan ibunya di masa yang akan datang.
Yin, yang telah mendengarkan cerita masa lalu Aria, merasa sangat prihatin dan kagum oleh semangat yang masih menyala di dalam pemuda itu, terutama semangat untuk menyelamatkan ibunya. Dia bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di depan Aria.
Yin: (Dengan suara tulus) Aria, aku sangat terharu dengan tekadmu untuk menyelamatkan ibumu. Kita harus melawan Marshall bersama-sama.
aria : ayo kita kalahkan dia ! (dengan semangat api nya)
Yin: (Dengan mantap) Kekuatan sejati terletak dalam semangatmu, Aria. Kami akan membantumu. Zangrid!
Zangrid, yang telah diam selama pertarungan tadi, merespons dengan mengeluarkan pedangnya yang mengkilap. Dia mengangkatnya dan berkata dengan tekad.
Zangrid: (Dengan suara lantang) Kita akan memberikan pelajaran pada orang yang bernama Marshall!
Saat itu, Riley yang sebelumnya pingsan dari pertarungan, bangun dari pingsannya. Dia melihat Zangrid bersiap untuk bertarung dan merasa terharu oleh tindakan Zangrid. Tanpa ragu, dia mendekati Zangrid dan memeluknya dengan erat.
Zangrid, yang awalnya kesal karena diinterupsi, merasa hangat dengan pelukan Riley. Dia mencoba melepaskan diri, tetapi Riley tidak mau melepaskan pelukannya.
Riley: (Dengan tulus) Terima kasih, Zangrid. Kau adalah temanku yang sejati.
Zangrid : sejak kapan kita menjadi seorang teman ?
__ADS_1
Zangrid, meskipun merasa kesal karena situasinya yang tidak terduga, akhirnya merasakan sentimen yang sama dan membiarkan Riley memeluknya. Mereka berdua merasa kuat dengan persahabatan mereka yang tulus.
Setelah semangat Aria berkobar dengan lebih terang, ia segera berbagi informasi penting dengan teman-temannya, Yin, Zangrid, dan Vanessa.
Aria: (Dengan semangat) Dengarkan, ada tiga anggota terkuat di Marshall Club yang harus kita hadapi: Malisandres, Mr. Pig, dan Joker. Malisandres adalah orang yang mengajari aku mengontrol sihirku ketika aku masih kecil.
Yin, dengan tekad dalam suaranya, menyatakan niatnya untuk berkontribusi dalam pertarungan.
Yin: (Dengan mantap) Aku akan melawan Marshall. Kita tidak bisa membiarkan tiran ini terus berkuasa.
Aria mengangguk menghormati keputusan Yin.
Aria: (Dengan penuh keyakinan) Terima kasih, Yin. Kita akan membutuhkan semua kekuatan yang kita miliki untuk mengalahkan mereka.
Vanessa: (Dengan tekad) Aku akan bergabung denganmu, Aria. Kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan ibumu.
Zangrid, yang selalu siap untuk bertarung, mengangkat pedangnya dengan tekad.
Zangrid: (Dengan semangat) Kita akan bersatu melawan mereka. Tak ada lagi tempat bagi tirani Marshall di sini.
Mereka semua merasa semangat dan siap menghadapi tantangan berikutnya. Dalam persatuan mereka, mereka memiliki harapan untuk menghadapi anggota terkuat di Marshall Club dan membebaskan ibu Aria dari cengkeraman kejahatan Marshall.
Dengan tekad yang bulat, anggota Guild The Falcon - Kapten Yin, Wakil Kapten Zangrid, Vanessa, Aria, dan Riley - bersiap-siap untuk pergi ke markas Marshall. Misi mereka adalah menghadapi Marshall dan tiga anggota terkuatnya: Malisandres, Mr. Pig, dan Joker.
Namun, begitu mereka mencapai markas Marshall, pasukan Marshall Club dengan cepat menyadari keberadaan mereka. Tanpa ragu, mereka menyerang Guild The Falcon. Meskipun mereka terluka, Zangrid dengan kecepatan seperti angin segera menebas pasukan Marshall Club tersebut, membuatnya tercebur dalam kebingungan.
Zangrid: (Dengan senyum sombong) Kalian ini lemah sekali!
Tetapi, saat itulah Marshall muncul bersama tiga anggota terkuatnya. Dia dengan licik memprovokasi Aria.
Marshall: (Dengan senyum jahat) Aria, kau sudah lupa ibumu ya?
Marshall hanya mendapat satu kali kata sebelum Yin dengan cepat menghajarnya dengan serangan yang mematikan. Marshall terpental ke belakang, terkejut oleh kemarahan Yin.
Yin: (Dengan tekad) Biarkan aku yang mengurus Marshall.
Sementara itu, Zangrid menghadapi Joker, memberikan serangan yang kuat dan menguasai situasi. Vanessa dan Riley bekerja sama untuk menghadapi Mr. Pig dengan kekuatan dan keterampilan mereka yang luar biasa.
Aria, yang penuh dengan tekad, melawan Malisandres, guru lamanya yang dulu mengajarnya mengontrol sihir. Pertempuran mereka adalah pertarungan yang penuh emosi dan kekuatan sihir yang hebat. Aria ingin membuktikan bahwa dia telah tumbuh menjadi lebih kuat daripada yang diajarkan Malisandres padanya.
Di tengah pertarungan yang intens ini, Guild The Falcon berjuang dengan tekad mereka untuk mengalahkan Marshall dan tiga anggota terkuatnya. Misi mereka adalah menyelamatkan ibu Aria dan mengalahkan marshall.
Marshall: (Dengan tawa jahat) Apa kabar dengan Pak Tua Zeff, Kapten The Falcon?
Yin terkejut oleh penyebutan nama Kapten mereka oleh Marshall.
Yin: (Dengan kebingungan) Kau kenal Kapten kami?
Marshall, dengan senyuman licik di wajahnya, menjawab dengan nada yang tegas.
Marshall: (Dengan dingin) Dia adalah musuhku.
Yin, yang sebelumnya tenang, merasa ketegangan tiba-tiba. Dia melihat perubahan aneh pada Marshall. Tiba-tiba, Marshall berubah menjadi sosok harimau yang ganas dan menyerang dengan kecepatan yang mengejutkan.
Yin: (Dengan keterkejutan) Wow, déjà vu...
Yin mengingat pertempuran melawan Fenrir, makhluk serigala yang bisa berubah bentuk seperti Marshall. Kini, dia dihadapkan pada musuh yang memiliki kemampuan serupa.
Pertarungan antara Yin dan Marshall semakin sengit. Marshall bergerak dengan cepat, menguji keterampilan dan reaksi Yin, membuatnya kesulitan untuk menghajar lawannya. Tetapi Yin, yang tahu bahwa banyak yang bergantung pada hasil pertarungan ini, tidak pernah menyerah.
Sementara itu, Aria bertarung dengan Malisandres, gurunya yang dulu. Dia berbicara dengan tulus, mencoba mencapai sisi baik yang pernah ada dalam Malisandres.
Aria: (Dengan tekad) Malisandres, kau adalah wanita baik yang aku kenal, dan kau juga dulu mengajari aku mengontrol sihir. Tapi ini adalah keputusanku sendiri! Aku tidak ingin menjadi budak dari Marshall Club lagi!
Dengan semangatnya yang baru ditemukan, Aria mengaktifkan jurus Ex Hand-nya, menciptakan tangan besi yang jauh lebih besar dan menghajar Malisandres dengan kekuatan luar biasa. Namun, Malisandres tidak mundur begitu saja. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia mengeluarkan pedangnya dan dengan cekatan menghadang serangan Aria.
Di tempat lain, Zangrid semakin kesal saat berhadapan dengan Joker, si badut yang terus mempermainkannya.
Zangrid: (Dengan amarah) Dasar badut bodoh!
Pertarungan mereka adalah pertarungan antara kekuatan fisik dan trik licik. Joker menggunakan trik dan akrobatik untuk menghindari serangan-serangan Zangrid, tetapi Zangrid tetap berusaha keras untuk mencari celah dalam pertahanan lawannya.
Pertarungan antara Yin dan Marshall mencapai puncak ketegangan. Marshall bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, tetapi Yin, dengan mata tertutup, mulai merasakan pergerakan lawannya melalui Ki-nya yang kuat. Dengan keahlian Ki yang mumpuni, Yin berhasil menangkap pergerakan Marshall dan tiba-tiba, ekor Marshall tertarik dengan kuat oleh Yin.
Marshall terkejut saat tiba-tiba terseret ke arah Yin dan akhirnya dihempaskan ke tanah dengan kekuatan yang luar biasa. Ini membuat Marshall terguncang dan kesulitan untuk bangkit.
__ADS_1
Yin: (Dengan sikap penuh keyakinan) Aku akan memastikan kau pergi dari Negeri Vulture.
Sementara itu, Zangrid berjuang keras melawan Joker. Joker, dengan sihir kloningnya yang licik, membingungkan Zangrid dan terus mempermainkannya dengan trik-trik yang menggoda.
Joker: (Dengan nada meremehkan) Kau benar-benar terlalu mudah dikerjai, Zangrid.
Zangrid merasa frustrasi dan tertantang oleh tingkah laku licik Joker. Dia harus berusaha lebih keras untuk menemukan cara mengatasi trik-trik musuhnya dan melawan dengan efektif.
Marshall, setelah dibanting ke tanah oleh Yin, tertawa dengan nada meremehkan.
Marshall: (Dengan nada merendahkan) Kekuatanmu masih terlalu lemah, Kapten Yin.
Namun, tiba-tiba, Marshall berubah wujud kembali menjadi manusia harimau yang menyerupai harimau bipedal. Wujudnya yang menakutkan ini membuat Yin terkejut.
Marshall dengan cepat menyerang Yin secara bertubi-tubi dengan kekuatannya yang baru. Serangan-serangannya begitu kuat sehingga Yin kesulitan menghindarinya. Akhirnya, Yin kehilangan kesadaran dan terjatuh ke tanah.
Sementara itu, Vanessa dan Riley berhadapan dengan Mr. Pig, yang memiliki otot yang kekar dan memakai topeng babi. Vanessa mencoba menggunakan sihir akarnya untuk mengikat Mr. Pig, tetapi dengan mudah urat-urat ototnya merobek akar-akarnya.
Riley, melihat situasi ini, memutuskan untuk beraksi. Dia menggunakan senjatanya, seorang sniper yang ahli, dan menembak dari jarak yang sangat jauh. Peluru yang ditembakkan oleh Riley mengenai kaki Mr. Pig, menyebabkan musuh itu merintih kesakitan.
Meskipun Mr. Pig masih tegar, luka yang dia alami mulai mengganggu pergerakannya. Vanessa dan Riley berusaha bekerja sama untuk mengatasi musuh mereka yang tangguh ini, dengan harapan bahwa bersama-sama mereka bisa menemukan kelemahan Mr. Pig dan mengalahkannya.
Saat Yin kehilangan kesadarannya setelah serangan brutal Marshall, Marshall tertawa dengan nada meremehkan. Dia yakin bahwa Yin telah dikalahkan dan berbalik untuk pergi meninggalkannya.
Namun, begitu Marshall baru saja pergi, sesuatu yang aneh terjadi. Suara jantung Yin berdetak dengan suara yang berbeda, dan tiba-tiba terdengar suara seruling dan suara drum yang mengisi udara. Ki milik Yin mulai berkembang dengan cepat, menciptakan aura yang sangat kuat di sekitarnya.
Marshall, yang justru merasa takut oleh perubahan tiba-tiba ini, tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
Marshall: (Dengan terkejut) Apa-apaan ini?
Tiba-tiba, Yin yang sebelumnya kehilangan kesadarannya bangkit kembali dengan raut wajah yang marah, dicampur dengan darah yang mengalir dari lukanya. Dia telah mencapai tahap baru dalam pengendalian Ki-nya, dan energinya sangat kuat.
Dengan kekuatan yang luar biasa, Yin melompat ke udara dan menyerang Marshall dengan serangan penuh kemarahan. Serangannya begitu kuat sehingga Marshall terpental ke belakang, terluka parah.
Pertempuran antara Yin dan Marshall kembali memanas, tetapi sekarang, Yin telah menemukan kekuatan yang baru dan mengejutkan. Dia bertekad untuk menghentikan Marshall dan membela Negeri Vulture dari kekuasaan jahatnya, tidak peduli apa pun risikonya.
Marshall, yang telah terkejut oleh perubahan mendadak dalam kekuatan Yin, melihat wajah Yin dengan penglihatannya yang samar-samar. Dia melihat bayangan Yin yang berubah menjadi wujud yang sangat misterius, dan sensasi ini membuatnya merasa ketakutan.
Yin: (Dengan nada meremehkan) Apa yang membuatmu takut, huh?
Seluruh tubuh Yin diselimuti oleh Ki yang sangat kuat, menciptakan aura misterius yang tak dapat dijelaskan. Yin tidak lagi terlihat seperti dirinya yang sebelumnya.
Marshall, meskipun merasa takut, merespons tantangan Yin dengan bangkit dan menghadapinya dengan tekad. Mereka berdua saling beradu pukulan dengan kekuatan yang luar biasa, menghasilkan guncangan hebat yang membuat bangunan Marshall Club bergetar.
Dalam pertarungan ini, kekuatan dan kegigihan keduanya menjadikan pertarungan semakin mendalam dan berbahaya. Bangunan Marshall Club yang dahulu begitu megah kini hancur berantakan akibat kekuatan yang dilepaskan oleh kedua pemimpin yang berseteru ini.
Pertempuran ini adalah pertempuran sengit yang akan menentukan nasib Negeri Vulture. Yin, dengan kekuatan dan kemisteriusannya, bertekad untuk menghentikan kekuasaan jahat Marshall dan mengembalikan perdamaian ke tanah mereka.
Akibat pertarungan hebat antara Yin dan Marshall yang telah membuat bangunan Marshall Club hancur berantakan, masyarakat Negeri Vulture menjadi khawatir dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di sana. Mereka melihat gemuruh pertempuran dari kejauhan, dan ketidakpastian pun melanda mereka. Kehancuran ini menjadi lambang pertempuran sengit yang tengah berlangsung di dalam klub tersebut.
Di sisi lain pertarungan, Zangrid berhasil mengalahkan Joker dengan cara yang dramatis. Dengan kecepatan dan kekuatan pedangnya, Zangrid membelah badan Joker menjadi dua bagian. Raut wajah Zangrid penuh kemarahan saat dia menghadapi Joker yang terbubur menjadi dua.
Zangrid: (Dengan ekspresi marah) Kau benar-benar badut yang merepotkan.
Sementara itu, Aria berhasil membuat Malisandres kewalahan. Dengan kreativitasnya yang luar biasa, Aria menciptakan jurus baru yang dia sebut "Ex Elephant." Dia menciptakan sebuah gajah raksasa yang terbuat dari bahan besi dan logam, dan gajah itu tunduk pada kendali Aria.
Gajah besi itu mengejutkan Malisandres dan dengan cepat menginjaknya, membuatnya kehilangan kesadaran. Malisandres yang kuat dan terampil telah ditaklukkan oleh kekuatan sihir yang tak terduga dari Aria.
Seiring dengan kehancuran bangunan Marshall Club, banyak batu dan puing-puing tersebar di sekitar pertempuran. Yin yang sebelumnya terjatuh, bangkit kembali dengan semangat yang membara. Dia melihat kehancuran di sekelilingnya dan merasa tumbuh semakin kuat.
Marshall, yang juga terluka parah akibat serangan Yin, tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan. Dia akhirnya tak sadarkan diri.
Tanpa ragu, Yin berlari menuju Marshall, lalu melompat tinggi di udara. Dengan penuh tekad, dia menghajar Marshall dengan jurus barunya yang disebut "Tiger Collier Punch!"
Pukulan itu begitu kuat dan cepat sehingga terdengar dentuman keras. Marshall terhempas ke tanah dengan kekuatan yang hebat. Pukulan ini adalah ekspresi dari kemarahan dan tekad Yin untuk melindungi Negeri Vulture dari kejahatan.
Pertarungan yang sengit dan penuh emosi ini berakhir dengan kemenangan bagi Yin dan Guild The Falcon.
Vanessa dan Riley, setelah pertarungan yang panjang dan sengit melawan Mr. Pig, akhirnya berhasil mengalahkannya. Mr. Pig adalah musuh yang sangat merepotkan karena tubuhnya yang keras dan kuat, membuat mereka sulit untuk menyerangnya dengan efektif. Tetapi dengan kerja sama tim dan ketekunan, mereka berhasil mengatasi semua rintangan.
Setelah pertempuran berakhir, Vanessa dan Riley berbaring di tanah, terengah-engah. Mereka saling tertawa, merayakan kemenangan mereka yang sulit diraih.
Vanessa: (Dengan senyuman) Akhirnya, kita berhasil, Riley.
Riley: (Dengan gembira) Ya, ini adalah pertarungan yang sulit, tetapi kita melaluinya bersama-sama.
__ADS_1
Mereka berdua merasa lega karena berhasil mengatasi salah satu musuh terkuat dari Marshall Club. Kemenangan mereka adalah bukti dari kekuatan persahabatan dan kerja tim mereka.
Yin keluar dari reruntuhan bangunan Marshall Club dengan bangga, mengangkat satu tangannya ke atas sebagai tanda kemenangan. Zangrid tersenyum di sampingnya, dan Aria, Vanessa, dan Riley ikut tersenyum. Mereka semua telah melewati ujian yang sulit, dan kini saatnya untuk merayakan.