
Setelah kemenangan mereka, anggota Guild The Falcon segera membebaskan para tahanan yang telah lama ditahan oleh Marshall. Kini, para tahanan itu bebas dan bersyukur kepada pahlawan yang telah datang menyelamatkan mereka. Ibu Aria, yang telah lama menjadi tahanan Marshall, juga dibebaskan, dan pertemuan mereka adalah momen yang penuh haru.
Negeri Vulture merayakan hari kebebasan mereka dengan penuh sukacita. Marshall tidak lagi berkuasa di negeri modern ini, dan masa depan mereka terlihat lebih cerah. Para burung pembawa berita membawa kabar tentang kekalahan Marshall ke seluruh dunia, dan poster ksatria Yin sekarang menghiasi dinding-dinding kota. Dalam foto poster itu, Yin tersenyum meskipun memiliki luka di wajahnya yang menggambarkan perjuangan yang telah dia lalui.
Sang pemilik Guild The Falcon, Kapten Zeff, tertawa bahagia dan tidak menyangka bahwa Yin akan melaksanakan tugasnya dengan begitu baik. Bahkan ibu dan kakek Yin di kampung halamannya tersenyum bahagia melihat wajah Yin yang sedang tersenyum di poster ksatria tersebut.
Beberapa hari setelah kejadian di Marshall Club, masyarakat Negeri Vulture menghormati Yin, Zangrid, dan Vanessa dengan sangat baik. Mereka merasa terhutang budi atas kebaikan yang telah dilakukan oleh ketiganya. Namun, para ksatria merasa tidak enak karena begitu banyak perhatian yang diberikan padahal mereka melakukan tugas ksatria mereka dengan niat tulus.
Pada suatu hari, saat Yin, Zangrid, dan Vanessa sedang menikmati buah-buahan di sebuah taman yang indah, Aria tiba-tiba muncul.
Aria: (Dengan serius) Hei, kalian, ikuti aku.
Mereka bertiga bingung, tetapi mereka memutuskan untuk mengikuti Aria. Mereka tiba di sebuah gudang rahasia milik Aria yang begitu luas, berbeda dengan markasnya yang sempit. Di dalam gudang itu terdapat sebuah benda yang ditutupi oleh kain merah. Benda itu terlihat seperti pesawat.
Zangrid: (Dengan keheranan) Lalu apa lagi yang kau buat, Aria?
Aria menjawab dengan senyum misterius.
Aria: (Dengan semangat) Kalian butuh alat transportasi, bukan? Inilah alat transportasi baru kalian!
Aria menarik kain merah yang menutupi benda itu, dan Yin, Zangrid, dan Vanessa sangat terpesona melihat pesawat itu. Pesawat itu memiliki kepala burung elang yang terbuat dari besi di ujungnya, memberikan tampilan yang megah dan kuat.
Yin: (Dengan ekspresi takjub) Ini luar biasa, Aria!
Vanessa: (Dengan antusias) Aku tidak pernah melihat sesuatu yang seperti ini sebelumnya.
Zangrid: (Dengan rasa bangga) Terima kasih, Aria. Kami sangat berterima kasih.
Aria tersenyum puas, tahu bahwa hadiah ini akan membantu mereka dalam petualangan mereka selanjutnya.
Yin, Zangrid, dan Vanessa panik saat melihat pesawat elang yang indah yang diberikan oleh Aria. Mereka tahu bahwa alat sehebat ini pasti mahal, dan mereka tidak memiliki uang untuk membayar hadiah sebesar ini. Yin mulai mengucapkan penolakan.
Yin: (Dengan cemas) Aria, kami tidak bisa menerima hadiah ini. Ini terlalu mahal.
Zangrid dan Vanessa juga tampak khawatir, mengangguk setuju dengan ucapan Yin.
Namun, Aria menjawab dengan tegas.
Aria: (Dengan mantap) Kalian tidak perlu membayar pesawat ini. Nama pesawat ini adalah Falcona, pesawat yang sangat kuat. Dia bahkan bisa mengelilingi seribu negara. Tidak hanya itu, dia juga bisa berfungsi sebagai kapal selam. Aku takut kalian tidak akan mengurusnya dengan baik, jadi mulai sekarang, izinkan aku menjadi anggota Guild The Falcon. Kau adalah kaptenku, Yin.
Aria menundukkan kepalanya dengan hormat, tetapi Yin dengan lembut memintanya untuk mengangkat kepalanya.
Yin: (Dengan tulus) Aria, terima kasih. Kami menerima hadiah ini dengan senang hati.
__ADS_1
Perasaan lega melanda mereka semua. Dengan hati ringan, Yin menerima Falcona sebagai alat transportasi baru mereka, yang akan membantu mereka dalam petualangan-petualangan mendatang.
Tidak hanya itu, mereka juga menerima tambahan anggota baru. Riley, penembak jitu dan pemotor hebat Negeri Vulture, bergabung dengan Guild The Falcon.
Riley: (Dengan senyuman lebar) Aku tidak akan melewatkan petualangan ini!
Dengan kehadiran Aria dan Riley, Guild The Falcon semakin kuat dan beragam. Mereka siap untuk melanjutkan petualangan mereka ke berbagai negeri untuk melawan para iblis yang kuat, dengan Falcona sebagai alat transportasi baru mereka. Kebersamaan mereka adalah kekuatan terbesar mereka, dan masa depan penuh dengan potensi dan petualangan menunggu.
Setelah menerima Falcona sebagai hadiah dari Aria, Guild The Falcon Divisi 3 semakin lengkap dengan berbagai keahlian yang dimiliki oleh anggotanya.
Yin: (Dengan semangat) Sekarang, kita punya Falcona sebagai alat transportasi, yang akan membantu kita dalam misi-misi berikutnya.
Yin, kapten Divisi 3, adalah ahli bela diri dengan kekuatan sihir api biru yang mempesona Dia adalah pemimpin yang kuat
Zangrid: (Sambil mengayunkan pedangnya) Dan jangan lupakan kemampuan berpedang dan sihir bayangan milik ku. Kita akan menjadi tim yang tak terhentikan.
Zangrid, ahli pedang berbakat dengan kemampuan sihir bayangan yang misterius, adalah sosok yang teguh dan penuh dedikasi.
Vanessa: (Mengembangkan bunga-bunga dengan sihirnya) aku akan membawa keindahan ke dalam pertempuran dengan sihir bungaku.
Vanessa, pemilik sihir bunga yang cantik, adalah anggota yang penuh kasih dan selalu siap untuk memberikan bantuan dengan kemampuan sihirnya yang unik.
Aria: (Menggerakkan benda dengan sihir magnetnya) Sihir magnetku akan membantu kita dalam situasi-situasi sulit. Bersama-sama, kita bisa mengatasi apapun.
Riley: (Dengan mata tajamnya) Dan jangan lupakan kemampuan mata tajam dan pendengaran yang luar biasa milikku, aku akan menjadi penembak jitu yang tak tergoyahkan.
Riley, wanita tomboy yang berbakat dalam penembak jitu, adalah anggota yang selalu siap mengambil risiko untuk melindungi timnya.
Dengan kemampuan dan keahlian yang beragam ini, Guild The Falcon Divisi 3 adalah tim yang tangguh dan siap untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin datang.
Setelah semua anggota berkumpul di dalam Falcona, pesawat yang telah diberikan oleh Aria, mereka segera berangkat. Falcona terbang dengan sangat cepat, membuat Yin sangat senang karena sekarang mereka memiliki alat transportasi yang memungkinkan mereka pergi ke mana saja dengan mudah. Yang lebih mengejutkan, Falcona memiliki fitur auto pilot yang memudahkan mereka dalam perjalanan.
Mereka berkumpul di dalam sebuah ruangan di dalam Falcona, dan Vanessa memberikan peta dunia kepada mereka. Vanessa bertanya, "Kita sudah keluar dari Negeri Vulture, sekarang kita akan pergi ke mana?"
Yin menjawab dengan senyum, "Kita akan pergi ke mana saja. Untuk saat ini, kita beristirahat dulu dari misi."
Mereka semua setuju dengan keputusan ini. Setelah melakukan begitu banyak pekerjaan keras dan pertempuran, mereka merasa perlu untuk beristirahat sejenak. Dengan menggunakan Falcona, mereka memutuskan untuk pergi ke negara bersalju yang disebut Snowbreak.
Mereka akhirnya tiba di Negeri Snowbreak dan segera merasakan hawa dingin yang menusuk tulang dari salju yang meliputi negeri ini. Untungnya, Riley telah membeli beberapa baju musim dingin sebelum berangkat.
Zangrid: (Bingung) Kenapa bisa kebetulan seperti ini?
Riley: (Sambil tersenyum) Karena kita akan memasuki musim dingin, jadi aku membeli baju-baju musim dingin.
__ADS_1
Setelah mendarat, mereka langsung memasuki desa bernama Desa Fuusha. Namun, keadaan desa tersebut sudah sangat hancur.
Yin: (Dengan kesiagaan) Bertarung lagi... bertarung lagi.
Zangrid: (Mengernyitkan dahi) Apa ini perbuatan iblis lagi?
Tiba-tiba, para warga desa keluar dengan senjata seperti pedang dan panah. Mereka marah dan memarahi Yin dan anggota lainnya.
Warga Desa: (Dengan marah) Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?
Yin dan timnya tampak bingung dan siap menjelaskan situasi mereka kepada warga desa yang curiga ini.
Yin dan anggota timnya berusaha tenang dan mencoba menjelaskan situasi mereka kepada para warga yang marah. Salah satu warga, yang sudah terlalu marah, mencoba menyerang mereka dengan panah. Namun, panah itu dengan cepat ditangkis oleh Zangrid menggunakan pedangnya.
Zangrid: (Dengan suara tegas) Berhenti!
Aksi cepat Zangrid membuat para warga kaget, dan keberaniannya membendung serangan panah itu memicu rasa takut di antara mereka.
Lalu, seorang warga berlari ke arah para warga yang marah dan memberi tahu mereka untuk menghentikan penyerangan. Dia menunjukkan poster yang dimilikinya yang menggambarkan Yin dan anggota timnya sebagai anggota Guild The Falcon.
Warga: (Dengan nada penyesalan) Maafkan kami! Kami tidak tahu siapa kalian.
Para warga segera menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf atas penyerangan yang hampir terjadi. Yin dan timnya merasa lega bahwa situasi telah terselesaikan dengan damai, dan mereka siap untuk menjelaskan alasan kedatangan mereka ke Negeri Snowbreak.
Yin menjelaskan kepada warga desa bahwa mereka datang ke Negeri Snowbreak hanya untuk singgah dan belajar lebih banyak tentang negara ini. Kepala Desa Fuusha tiba dan menyambut kedatangan Yin dan anggotanya dengan ramah.
Kepala Desa: (Dengan senyum ramah) Selamat datang di Desa Fuusha. Maaf atas tindakan warga kami tadi. Desa kami telah diserang oleh monster bernama Leviathan. Semua yang tersisa adalah puing-puing bangunan. Leviathan adalah monster yang sangat mengerikan, dan negeri kami terancam punah.
Saat mereka berbicara, terdengar suara langkah kaki mendekat, dan seorang ninja muncul dengan tatapan yang dingin. Dia membawa makanan untuk para warga Desa Fuusha, yang sangat berterima kasih padanya.
Yin bertanya pada Kepala Desa, "Pak Kepala, siapa orang itu?"
Zangrid: (Sambil menasehati) Mari bertanya dengan sopan.
Kepala Desa menjelaskan bahwa ninja tersebut adalah Hasashi ninja dari negeri shen, tetapi di luar Negeri Shen, dia lebih dikenal sebagai Smoke. Yin, Zangrid, Vanessa, Aria, dan Riley menjadi semakin penasaran dengan kehadiran Smoke dan berharap bisa berbicara lebih lanjut dengannya tentang situasi di Negeri Snowbreak.
Yin mendekati Hasashi dengan ramah dan memanggilnya dengan nama "Smoke" untuk berkenalan. Namun, tiba-tiba saja, Smoke menarik tangan Yin dan membantingnya ke tanah dengan cepat. Zangrid segera bersiap dengan pedangnya, dan Aria menyiapkan Ex Hand-nya.
Zangrid: (Dengan kewaspadaan) Apa-apaan kau?
Smoke menjawab dengan tenang, "Temanmu ini tidak sopan, kita belum akrab bukan? Lebih baik kau tidak memanggil namaku."
Lalu, tanpa berkata banyak lagi, Smoke meninggalkan Yin yang masih terbaring di tanah dan pergi begitu saja. Yin akhirnya bangkit, tertawa, dan berkata, "Orang yang menarik. Hei, Zangrid, Aria, tidak perlu panik. Kita pernah bertemu dengan orang seperti itu sebelumnya."
__ADS_1
-BERSAMBUNG-